Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
206 : Lolos dari Formasi Bintang


__ADS_3

“Sungguh pemuda pemberani, aku jadi penasaran, siapa kau sebenarnya ? Batin San Chi sambil menatap Han Ciu.


San Chi memang tak mengenal Han Ciu, karna ia selalu berada di tempat tersembunyi melatih pasukan bintang timur yang sangat dibutuh kan oleh Xiang Yu.


Han Ciu menatap sekeliling para prajurit Xiang Yu yang mengepung dirinya, dari pakaian yang mereka gunakan terlihat tingkatan para prajurit itu.


Sekarang yang mengepung Han Ciu adalah prajurit yang memakai pakaian yang berbeda dari para prajurit pada umumnya, dan lagi mereka memakai pelindung badan, mereka adalah prajurit bintang timur yang di latih oleh San Chi dan beberapa jendral kepercayaan Xiang Yu.


“Bentuk formasi bintang jatuh ! Teriak San Chi.


Mendengar perkataan sang Jendral, para prajurit khusus bintang timur membentuk dengan rapi layaknya bintang, dengan sisi yang berjauhan di isi oleh pasukan yang membawa panah serta senjata rahasia.


Sedangkan yang terdekat membawa pedang serta tombak dengan masing – masing sebuah tameng dari baja tipis.


Hmm !


“Sebuah formasi tempur rupanya,” pikir Han Ciu.


Pemuda itu tak mau menunggu lama, setelah dirinya berada dalam formasi pasukan musuh yang di sebut bintang jatuh.


Han Ciu memutar pedang tulang naga, tubuhnya berkelebat, kedua pedang tulang naga menghantam prajurit terdekat.


Trang....Trang !


Dua orang mundur saat tameng mereka, terpotong terkena tebasan Han Ciu, tapi dari belakang meluncur 2 buah tameng, menggantikan tameng yang terbelah oleh pedang tulang naga.


Saat Han Ciu melesat hendak menyerang kembali, dari sudut jauh melesat beberapa panah serta senjata rahasia.


Shing....Shing !


Han Ciu terkejut, lalu memutar pedang tulang naga.


Trang....Trang !


Senjata rahasia serta panah putus dan mental terkena putaran pedang tulang naga.


Sebelum bisa bergerak bebas dan memasang kuda – kuda, beberapa pedang menyambar kaki Han Ciu.


Whut....Whut !


Han Ciu lompat menghindar, tapi pasukan tombak bergerak ke depan, dan menusukkan tombak ke arah badan Han Ciu.


Han Ciu lompat sambil salto mundur menghindari serangan tombak prajurit bintang timur, tapi pemuda itu merasakan punggungnya dingin.


Tanpa pikir panjang, Han Ciu memutar sepasang pedang tulang naga menghalau pedang yang menyerang dari belakang.


Trang....Trang....Trang !

__ADS_1


Setelah berhasil menangkis serangan pedang musuh, sepasang pedang tulang naga mengibas ke arah para prajurit yang berada di depan.


Melihat hawa pedang yang berhawa dingin melesat dengan kecepatan tinggi, para prajurit itu langsung jongkok sambil meletakan tameng baja di depan mereka.


Trang....Trang !


Keparaat !


“Rupanya mereka sengaja menguras tenagaku,” batin Han Ciu, ketika hawa pedangnya hanya mampu menggores tameng baja milik para prajurit bintang Timur.


“Tameng baja yang mereka gunakan juga terbuat dari baja putih yang tipis dan keras, jika bukan dengan pedang pusaka yang di aliri tenaga dalam, tak mungkin bisa menebas tameng itu.


Sambil berpikir memecahkan formasi bintang timur, Han Ciu menghindari serangan musuh sambil sesekali menyerang.


Panah serta senjata rahasia sesekali menyerang jika Han Ciu berusaha mendesak pasukan bintang timur, yang berada di dekatnya.


“Kalau seperti ini terus dan tak bisa menemukan kelemahan formasi ini, tenagaku akan banyak terkuras, sungguh hebat orang yang sudah membuat formasi bintang ini,” batin Han Ciu sambil terus memperhatikan pergerakan para prajurit bintang timur.


Tapi karena bertempur sambil berpikir, Han Ciu sedikit lengah, dan sebuah panah berhasil lolos dan menyerempet pinggang, tapi karena tenaga dalam jubah emas secara otomatis melindungi tubuh pemuda itu, hanya baju Han Ciu yang robek tanpa melukai kulit pemuda itu.


“Ah....benar ! kenapa aku tak berpikir kesana, aku harus menggunakan kelebihan tenaga dalam jubah emas milikku untuk menahan senjata mereka, lalu melarikan diri sebelum tenagaku habis terkuras,” batin Han Ciu.


Setelah memutuskan langkah yang akan diambil, Han Ciu memasang kuda – kuda, kemudian ia menyarungkan sepasang tulang naga ke punggung, lalu kedua tangan mulai bergerak berputar sambil memusatkan perhatian dan menyalurkan tenaga dalam ke seluruh tubuh.


Para prajurit bintang timur terpana melihat apa yang terpampang di depan mata mereka, pemuda yang mereka kepung, tubuhnya di selimuti sinar berwarna kuning emas.


Ilmu tenaga dalam jubah emas, tahap ke 4 Jiwa emas.


Han Ciu melesat, ia harus bergegas jangan sampai tenaga dalamnya terkuras di tempat ini.


Dengan ilmu cakar naga hitam, Han Ciu menerjang barisan paling depan.


Whut....Trang !


Tameng yang menghalangi serangannya, Ia cengkeram lalu tameng di tarik, sementara cakar kiri menyabet ke arah leher prajurit timur yang naas itu.


Crash !


Sebagian leher prajurit bintang timur robek terkena cakar tangan kiri Han Ciu, jeritan panjang terdengar dari mulut prajurit itu.


Aaaaarrrghh !


Ting....ting !


Dua buah senjata rahasia mental setelah mengenai tubuh Han Ciu, 2 orang yang melemparkan senjata rahasia jarum serta paku sangat terkejut dan tak percaya, melihat serangan senjata rahasia yang sudah di aliri tenaga dalam tinggi, tapi masih tak bisa menembus pertahanan tubuh pemuda itu.


Han Ciu melirik ke arah pelempar senjata rahasia yang ada di ujung formasi bintang.

__ADS_1


Hmm !


Setelah mendengus, Han Ciu melesat ke arah sisi kanan formasi bintang asuhan San Chi.


Whut....tap !


Han Ciu mencengkeram sebuah tombak dengan tangan kanan, kemudian menarik tombak itu dari pemiliknya, lalu dengan sekuat tenaga, Han Ciu melemparkan tombak tersebut ke arah orang yang telah menyerangnya dengan menggunakan senjata rahasia.


Shing....Crep !


Tak ada jeritan saat tombak menembus tubuh prajurit bintang timur.


Dengan cepat, kembali Han Ciu memutar kedua tangan lalu mendorong kedua tangannya, perlahan hawa tenaga dalam berbentuk kabut keluar, setelah dari kabut keluar tetesan air, Han Ciu menarik kedua tangannya lalu dengan cepat mendorong ke arah butiran air, jurus pukulan air mata naga telah di keluarkan oleh pemuda itu.


Shing....Shing....Shing !


Puluhan butiran es, menghantam ke arah prajurit terdepan, yang sempat menahan serangan dengan tameng selamat, tapi mereka yang terlambat, terlempar akibat puluhan butir es menghantam tubuh para prajurit bintang timur.


Setelah berhasil mendapat celah akibat pukulan air mata naga, dengan 10 langkah naga langit, Han Ciu berkelebat di antara pasukan bintang timur asuhan San Chi, ketika melewati pasukan, tangan Han Ciu yang mengandung pukulan Dewa Api selalu menghantam kepala atau tubuh para prajurit.


San Chi terkejut, melihat musuhnya yang masih muda berhasil keluar dari kepungan formasi bintang yang ia ciptakan.


Setelah berhasil keluar, Han Ciu kembali mengeluarkan pukulan air mata naga, prajurit yang hendak mengejar langsung jongkok sambil mengangkat tameng berusaha menahan ratusan butir es menyerang.


Kejar....kejar ! Teriak San Chi yang melihat Han Ciu berhasil keluar dari formasi bintang.


Han Ciu tak peduli dengan beberapa panah dan senjata rahasia yang membokong tubuhnya, karena tubuhnya telah terisi dengan ilmu jiwa emas.


Pemuda itu terus melesat meninggalkan prajurit bintang timur, menuju ke hutan bambu tempat dimana pasukannya menunggu.


“Untung aku bisa keluar dari kepungan formasi bintang itu, kalau tidak bisa celaka, karena tenaga dalamku mulai terkuras akibat ilmu jiwa emas serta pukulan air mata naga,” batin Han Ciu sambil terus melesat pergi menjauh, meninggalkan para prajurit yang terus mengejarnya.


Sedangkan San Chi melihat puluhan prajuritnya banyak yang hangus terkena pukulan Dewa Api serta pukulan air mata naga menggeram marah.


Sebuah tinju San Chi langsung menghantam pohon besar.


“Kejar....kejar pemuda itu, jangan sampai lolos ! aku ingin pemuda itu di tangkap, hidup atau mati.” Teriak San Chi.


Han Ciu yang mendengar teriakan San Chi mendengus.


“Mari sini kejar aku, tapi harga yang kalian bayar akan mahal jika kalian bisa menangkapku.” Han Ciu berkata dalam hati.


Han Ciu bersuit nyaring ketika mendekati hutan bambu.


Di tempat tersembunyi, Zhain Li Er, Talaba, yang telah bergabung dengan pasukan, Tongki serta Xiao Er tengah bersiap di samping mereka.


“Mari sini, biar kalian tahu, bahwa orang dari perguruan selaksa pedang tidak bisa di anggap remeh,” ucap Zhain Li Er dalam hati.

__ADS_1


Melihat Han Ciu semakin dekat, Zhain Li Er kemudian berkata sambil mengangkat tangan kiri yang terkepal.


Bersiap !


__ADS_2