
"Pedang tulang naga ?" ucap Han Ciu.
"Benar Cengcu, pendekar pedang angkatan tua pasti tahu legenda pedang tulang naga, tapi sedikit yang tahu akan keberadaan pedang itu, karna misteri yang menyelimutinya." ucap Pedang langit.
Han ciu membuka peta itu serta melihat sebuah garis garis yang panjang dan menjurus ke sebuah tempat.
"Apa paman sudah mempelajari peta ini dan menyimpulkan, dimana tempat yang dimaksud dalam peta ini ?"
"Aku sudah mempelajari peta ini berkali kali Cengcu, dan menyimpulkan bahwa daerah yang di maksud sangat jauh, yaitu di perbatasan daerah liar dekat kota Liaoxi."
"Liaoxi ?"
"Benar Cengcu, Liaoxi adalah tempat dimana kota terdekat dengan lokasi pedang tulang naga berada.
"Jika Cengcu berhasil mendapatkan pedang legenda itu, aku yakin kejayaan perguruan selaksa pedang sudah pasti di depan mata." Han ciu mengangguk mendengar perkataan Pedang langit.
"Paman !" aku akan mencari dan mendapatkan pedang tulang naga," Han ciu berkata dengan penuh keyakinan.
Pedang langit tersenyum dan mengangguk, lalu memberikan kotak berisi peta tempat pedang tulang naga.
"Kalau menurut petunjuk yang tadi hamba lihat, Liaoxi dengan kita adalah ujung ke ujung, waktu yang di tempuh juga lumayan lama, bisa berbulan bulan," ucap Sin Ko.
"Kau benar Sin Ko !" memang jarak tempuh sangat jauh dan bisa berbulan bulan, tapi itu terserah Cengcu, kapan siap untuk mencari Pedang tulang naga," ucap pedang langit.
Aku secepatnya akan berangkat ke Laoxi paman, karna aku ingin cepat mengangkat nama perkampungan selaksa pedang, serta penginapan bunga naga di dunia persilatan.
"lalu apa langkah selanjutnya yang akan Cengcu lakukan ?" tanya Pedang langit.
"Tadinya aku akan kekota Nan, tapi Ahn Nio sudah datang, sepertinya aku akan berdiam dulu di telaga barat ini, lalu melanjutkan perjalanan mencari pedang tulang naga ke Laoxi." Han Ciu menjawab pertanyaan Pedang langit.
Aku juga ingin bicara dengan para tetua, serta meminta petunjuk, nanti malam semua berkumpul, karna ada sesuatu yang ingin ku bicarakan.
Han Ciu pamit lalu kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar dan membuka pintu, Han Ciu melihat 5 orang gadis sedang asik bercakap cakap.
"Kakak Han, mari gabung dengan kami !" ucap Ahn Nio sambil tersenyum manis.
Han Ciu menghampiri, kemudian duduk di kursi di tengah para gadis.
"Ahn Nio kemudian berkata, apa kakak Han ingin mendengarkan nyanyian atau melihat tarian ?"
Sedangkan Sa Sie hwa berdiri kemudian memijit pundak Han Ciu, Racun cilik menuangkan arak.
__ADS_1
Tak lama kemudian alunan suara suling, serta nyanyian merdu terdengar keluar dari mulut Ahn Nio.
Tie Anh Nio menyanyikan lagu seorang kekasih yang bertemu kembali, setelah lama tak jumpa.
Han Ciu sangat menikmati apayang di lakukan oleh selir selirnya.
"Nanti malam aku ingin bicara dengan kalian semua, juga para tetua, karna aku akan pergi jauh !"
Tie Ahn Nio langsung berhenti nyanyi dan begitu pula dengan Sa Sie Hwa, yang sedang memijat tubuh Han Ciu.
"Kenapa tidak bicara saja di sini dengan kami ?" tanya Zhain Li Er.
"Nanti saja biar semua jelas, dan aku tidak lagi menjelaskan, sambil kita rundingkan masalah serta kita pecahkan masalahnya bersama sama." ucap Han Ciu.
Mereka mengangguk mendengar perkataan Han ciu.
"Kakak Han, apa aku juga boleh ikut ?" tanya Xiao Er malu malu.
Sebelum Han Ciu menjawab, Ahn Nio kemudian menjawab sambil tersenyum kepada Xiao er, "adik Xiao Er kenapa berkata seperti itu, adik tentu saja boleh ikut, bukan begitu kak Han ?"
Han Ciu tersenyum dan menganggukan kepala, wajah Xiao Er langsung ceria mendengar perkataan Ahn Nio dan melihat Han Ciu mengangguk.
Saat malam tiba di telaga barat
Maaf kepada para tetua dan semua yang berkumpul di sini, ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada kalian.
Mungkin aku tak akan ke kota Nan seperti kemarin yang sudah ku sebutkan.
"Aku berniat minta ijin kepada kalian, serta wali kalian yang masih ada, untuk melakukan upacara sembah langit dan bumi kepada, Tie Ahn Nio, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er serta Racun cilik, dalam hal ini, di sini yang masih mempunyai wali adalah Sa Sie Hwa dan Zhain Li Er, sedangkan Tie Ahn Nio dan Racun Cilik, keputusan ada di tangan kalian sendiri."
"Bagaimana menurut, paman dan bibi yang mewakili Zhain Li Er yang berada di sini ?" ucap Han Ciu sambil menatap Iblis seribu wajah dan Dewi angin.
"Anak Han, aku pernah bicara denganmu, sepertinya Li Er juga sudah cocok dan tidak mau berpisah denganmu, jadi kami berdua setuju." ucap iblis seribu wajah dan Dewi angin, sedangkan Zhain Li Er tertunduk malu, tak bisa bicara.
"Adik Sa, aku harus bicara dengan pamanmu yang menjadi wali untuk urusan ini !"
"Aku terima keputusan kakak Han, karna aku biarpun mempunyai paman, tapi aku menjalani kehidupan sendiri, dan berusaha sendiri," Han Ciu tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan, Sa Sie Hwa.
"Tie Ahn Nio, dan Zee In Biauw, bagaimana dengan kalian berdua, aku tak akan memaksa siapapun, semua bebas menentukan pilihan, bersedia atau tidak !"
"Kakak Han sudah tahu aku sebatangkara, hanya Kakak Han Ciu tempatku bersandar, jadi aku tak akan ragu lagi mengambil keputusan, kuserahkan hidupku hanya untuk kakak Han Ciu.
mendengar perkataan Ahn Nio.
__ADS_1
Racun cilik kemudian berkata, "Kakak Han sudah mendengar perkataan guru, juga sudah tahu isi hatiku."
"Baik jika semua sepakat, besok kita sujud kepada langit dan bumi."
Tie Ahn Nio, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er serta Racun Cilik tersenyum mendengar perkataan Han Ciu, wajah mereka terlihat gembira, mendengar perkataan kekasih mereka.
"Walaupun hanya bersujud kepada langit dan bumi tanpa perayaan, tapi itu sudah cukup untuk mereka yang benar benar saling mencintai satu sama lain."
ke empat gadis tersenyum, wajah mereka tampak gembira, tapi ada satu gadis yang tampak sedih, gadis itu adalah Xiao Er.
Pedang langit melihat kesedihan di wajah Xiao Er, dan mengerti apa yang ada di hati gadis itu.
"Cengcu, apa masih ingat dengan perkataan ketua Cen ?" ucap pedang langit.
Han Ciu diam dan menarik napas mendengar perkataan dari Pedang langit, ia seperti baru sadar mendengar perkataan dari Pedang langit, lalu menatap ke arah Xiao Er yang terlihat sedih.
Sebelum Han Ciu bicara, tiba tiba Ahn nio bertanya.
"Adik Xiao Er, apa adik mencintai kakak Han Ciu ?"
Xiao Er menatap Ahn Nio lalu ke arah Han Ciu kemudian menganggukan kepala dan menundukan wajahnya, tampak butiran air mata menetes di pipi Xiao Er.
Tie Ahn Nio tersenyum, lalu berkata kembali, apa kakak Han juga menyukai adik Xiao Er ?" Han Ciu tak menjawab perkataan Ahn Nio, tapi memang di hati kecilnya Han Ciu menyukai Xiao Er, tapi ia tak mau menyinggung ke 4 gadisnya, karna menurutnya itu sudah lebih dari cukup.
"Adik Xiao er, kami berempat akan menjadi satu kesatuan dengan Kakak Han, apa adik mau dan sabar menerima kakak Han seperti kami ?"
"Xiao Er tulus mencintai kakak Han, dan sudah menganggap cici Ahn nio seperti kakak Xiao er sendiri."
Pedang langit tersenyum mendengar perkataan kedua gadis itu, ia terharu mendengar perkataan Ahn nio yang bijaksana.
"Jika nona Xiao Er tak keberatan, dan yang lain setuju, aku akan mewakili Cengcu untuk bicara dengan ketua Cen serta ayah nona masalah lamaran ini, dan kapan kesiapan Cengcu, biar Cengcu yang putuskan sendiri."
Akhirnya semua setuju, dan wajah Xiao er seketika berubah ceria, gadis itu memeluk Ke empat orang gadis yang akan menjadi selir Han Ciu.
"Adik Xiao Er, aku dan para adik setuju jika kau menjadi istri dari kakak Han, karna kau adalah cucu ketua perguruan api suci, tak akan mungkin menjadi seorang selir, tapi kau juga harus ingat, walau menjadi istri kau tak boleh menguasai kakak Han, karna masih ada 4 orang gadis yang di belakang mu, apa kau mengerti maksudku ?"
Adik sangat mengerti, malah adik merasa malu sama cici sekalian karna mau menerima Xiao Er.
Xiao Er merasa bahwa istri kakak Han adalah para cici, malah Xiao Er yang merasa seperti selir.
Zhain Li Er lalu menghampiri Xiao Er, dan menepuk nepuk pundak gadis itu.
"Jika cici Xiao Er sudah tahu, malah itu bagus sekali, Li er berkata.
__ADS_1
"Jatah cici adalah yang paling akhir."