Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 203 Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Wajah Zhain Li Er merah mendengar perkataan Han Ciu.


Zhain Li Er sehabis minum arak pengantin, entah kenapa ia gemas sekali melihat Han Ciu, hingga leher Han Ciu yang menjadi sasaran bulan bulanan rasa rindu Zhain Li Er.


Malam tadi Zhain Li Er sangat bahagia, ia berharap malam – malam selanjutnya bisa seperti malam tadi.


“Kak Han, apa nanti kita tidak di curigai jika datang ke kota Beidi ? Zhain Li Er membelokkan percakapan.


“Maka dari itu kita tidak boleh bertindak yang mencurigakan,” Han Ciu menjawab.


“Apa kita akan menginap di kota Beidi ? Kembali Zhain Li Er bertanya.


“Aku rasa tidak perlu, menurutku pergerakan pasukan Xiang Yu, orang – orang di kampung – kampung Hansi pasti banyak yang tahu, dan aku yakin, banyak mata mata berkumpul di Hansi. Jika kita menginap di kota Beidi, mereka yang mengawasi kita malah jadi curiga,” Han Ciu menjawab.


Zhain Li Er anggukan kepala tanda mengerti maksud perkataan Han Ciu.


“Kita keliling hutan yang ada di dekat kota Beidi sambil berkuda, sebelum sore kita harus sudah kembali ke Hansi.


Mereka lalu mempercepat kuda mereka agar bisa cepat sampai di hutan yang ada di luar kota Beidi.


Setelah hari siang, Han Ciu serta Zhain Li Er mulai memasuki hutan, mereka mengikuti aliran sungai kecil yang airnya jernih.


Jika ada sungai, pasti banyak tempat yang bisa di gunakan orang banyak untuk mendirikan tenda di dekat aliran sungai, karena mereka tidak perlu jauh mencari air untuk kebutuhan sehari hari.


Han Ciu terus masuk ke dalam hutan menyusuri aliran sungai, mereka menambatkan kedua kuda, ketika jalan yang mereka lalui mulai susah dan banyak semak belukar.


“Kak Han ! istirahat dulu, aku haus,” Zhain Li Er berkata, sambil berlari kecil ketika melihat sungai kecil yang airnya jernih.


Kedua tangan gadis itu meraup air, lalu menyapukan air ke wajahnya.


Hmm !


“Segar sekali rasanya,” ucap Zhain Li Er.


Han Ciu yang melihat kegembiraan sang selir lalu ikut bergabung, wajah Han Ciu di masukan ke dalam air lalu diangkat.


“Benar, segar sekali air sungai ini,” ucap Han Ciu.


“Kak Han, air sudah tersedia, mari kita santap bekal makanan yang kita bawa,”


Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Zhain Li Er, lalu gadis itu menyiapkan bekal yang mereka bawa untuk di santap di pinggir aliran sungai kecil yang airnya jernih.


Han Ciu sambil bersantap, telinganya terus mendengarkan gerakan yang ada di sekitar mereka, tapi ia tak mendengar suara gerakan yang mencurigakan.


“Sepertinya tidak ada orang di sekitar sini,” ucap Han Ciu sambil menenggak arak setelah mereka selesai makan.


“Jadi bagaimana selanjutnya, apa yang harus kita lakukan ? Tanya Zhain Li Er.


“Sebelum malam kita harus sudah sampai di Hansi agar tidak menimbulkan kecurigaan,” Han Ciu menjawab.


Zhain Li Er tersenyum penuh arti saat Han Ciu bilang bahwa sebelum malam mereka harus sampai di kampung Hansi.


Setelah puas minum arak dan istirahat di pinggir sungai, Han Ciu memeriksa daerah sekitar sungai, tetapi ia tetap tak menemukan tanda atau suara gerakan orang yang ada di dekat aliran sungai tempat mereka istirahat.


Hmm !


“Tampaknya perjalanan kita kali ini sia – sia, kita tidak menemukan hal yang patut kita curigai selama melakukan perjalanan kita ke hutan dekat kota Beidi,” Han Ciu berkata.


“Lebih baik kita kembali ke Hansi,” lanjut perkataan Han Ciu.


Keduanya lalu kembali ke tempat di mana mereka menyimpan kuda.


Han Ciu serta Zhain Li Er melesat dari pohon ke pohon, supaya cepat sampai ke tempat kuda mereka di tambatkan.

__ADS_1


Ketika sudah mendekati tempat kuda mereka, Han Ciu mengangkat tangan.


Zhain Li Er memperlambat gerakannya lalu berhenti di sebuah cabang pohon yang besar bersama suaminya.


Ada apa kak Han, kenapa berhenti ? Tanya Zhain Li Er.


“Aku mendengar ada suara gerakan dari tempat kuda kita,” ucap Han Ciu.


“Mari kita dekati perlahan,” lanjut ucapan Han Ciu berbisik.


Keduanya lalu loncat dari pohon ke pohon dengan sangat berhati hati.


Di sebuah pohon besar yang tertutup daunnya yang rimbun.


Han Ciu melihat 4 orang yang membawa pedang tengah memperhatikan sekeliling tempat.


“Kuda siapa ini ?” Tanya salah seorang pria.


“Kau bertanya kepada kami, lalu siapa yang akan menjawab pertanyaanmu ? Ucap salah seorang dari ke empat orang itu.


“Mari kita bawa kuda ini dan melapor komandan,” penemuan kuda ini sangat mencurigakan.


Setelah berkata, dua orang melepaskan tali kekang kuda yang di tambatkan di batang pohon, lalu mereka menuntun kuda jalan menyusuri jalan setapak.


Zhain Li Er yang marah melihat kuda mereka di curi, hendak bergerak, tapi tangan gadis itu di pegang oleh Han Ciu.


“Sabar adik, jangan gegabah ! Seru Han Ciu.


“Kita ikuti mereka, agar kita tahu siapa orang – orang itu,”


Zhain Li Er anggukan kepala setelah mendengar penjelasan Han Ciu, keduanya lalu bergerak perlahan mengamati ke empat orang yang membawa kuda mereka.


Han Ciu serta Zhain Li Er mengamati serta mengikuti ke 4 orang itu dari kejauhan lewat pohon ke pohon.


Saat melihat jalan setapak yang di tutupi semak belukar, keduanya lalu menyibakkan semak belukar, kemudian mereka masuk dan lenyap di balik semak belukar


Kemudian keduanya terus menyusuri jalan setapak sambil berhati hati.


“Agaknya tempat ini menuju ke sebuah lembah,” pikir Han Ciu.


Pemuda itu melihat barisan pohon besar, lalu naik ke pohon yang paling tinggi dan rimbun, kemudian menatap ke arah dasar lembah yang jelas terlihat dari pohon tersebut.


Mata Han Ciu membesar melihat ke dasar lembah.


“Jadi di dasar lembah ini juga ada aliran sungai, pantas mereka tidak memasang tenda di dekat aliran sungai yang ada di hutan,”


“Kak Han, puluhan tenda besar itu ! jangan....jangan ini adalah tempat prajurit Xiang Yu yang akan menyerang Xianyang dari kota Beidi ? Ucap Zhain Li Er.


“Adik benar, mereka adalah prajurit Xiang Yu yang di persiapkan untuk menyerang kota Xianyang dari sisi kiri,” jawab Han Ciu.


Han Ciu mengamati ke 4 orang yang membawa kuda mereka.


Ke empat orang itu berhenti ketika seseorang berpakaian layaknya seorang perwira datang menghampiri ke 4 orang tersebut.


Kalian dari mana, lalu kuda siapa yang kalian bawa, ucap perwira itu.


“Kuda ini kami temukan di sebelah barat lembah komandan, tapi tak ada orang di tempat kuda, kami memeriksa sekeliling, tapi tak ada orang, jadi kami memutuskan membawa kuda kesini karena kami lihat ini adalah kuda pilihan, sayang kalau di tinggalkan.


Perwira itu meraba leher kuda lalu anggukan kepala.


“Benar - benar kuda pilihan, pemiliknya pasti bukan orang sembarangan.”


Setelah berkata, mata perwira itu sekilas melihat ke arah deretan pohon besar yang di tempati Han Ciu.

__ADS_1


“Apa kalian yakin bahwa kalian kesini tidak ada yang membuntuti ? Tanya perwira itu.


“Tidak komandan, kami yakin ! Seru salah seorang dari ke empat orang tersebut.


“Bawa masuk kuda ini, kalian jangan kemana mana lagi, karena tak lama lagi kita akan menyerang Xianyang, takut rencana yang sudah di susun oleh yang mulia bocor.”


Mendengar perkataan komandan mereka, ke empat orang itu lalu membawa kuda ke belakang.


Sementara perwira itu sambil bertolak pinggang terus menatap ke arah deretan pohon tempat Han Ciu serta Zhain Li Er bersembunyi.


“Jangan bergerak,” Han Ciu berkata sambil memegang tangan Zhain Li Er.


“Perwira itu masih melihat ke arah tempat kita.”


Han Ciu menyentil kan sedikit hawa tenaga dalamnya ke arah pohon yang ada di samping, burung – burung yang ada di pohon tersebut kaget, lalu terbang menjauh.


Melihat burung terbang dari pohon yang ia lihat, perwira itu tersenyum, “rupanya burung, Kupikir gerakan tadi adalah orang yang tengah memata matai tempat ini”


Setelah berkata dalam hati, perwira itu berbalik kemudian kembali ke tendanya.


Setelah melihat perwira itu kembali, Han Ciu kemudian mengajak Zhain Li Er untuk pergi dari tempat itu kembali ke Hansi.


“Tapi kuda kita bagaimana ? Tanya Zhain Li Er.


Kita pakai tenaga dalam, biarkan mereka mengambil kuda kita.


Keduanya lalu melesat dengan cepat, menuju kampung Hansi, menggunakan tenaga dalam memang lebih cepat walau menguras tenaga, tapi jika banyak orang, menggunakan tenaga dalam bisa menarik perhatian orang, karna mereka hanya melihat bayangan.


Sebelum malam, Han Ciu serta Zhain Li Er sampai di penginapan Hansi.


Setelah berada di dalam kamar, Han Ciu berkata kepada Zhain Li Er.


“Adik, bersiap dari sekarang, besok pagi kita balik ke Xianyang.”


“Baru 2 hari jalan ketiga kita sudah mau pulang, kenapa tidak santai dulu beberapa hari di sini,” ucap Zhain Li Er.


“Adik, kita harus cepat kembali, perwira tadi mengatakan mereka akan bergerak menyerang Xianyang, jika sampai kita terlambat dan tidak bersiap, Xianyang bisa hancur.


“Semoga saja Talaba dan Iblis Biru sudah sampai di Xianyang sambil membawa pasukan,” batin Han Ciu dalam hati.


Mereka lalu istirahat, sedangkan Zhain Li Er tak mau membuang kesempatan bersama dengan Han Ciu, malamnya gadis itu terus menggoda dan akhirnya mereka bercinta.


Pagi sekali, Han Ciu serta Zhain Li Er meninggalkan kampung Hansi, kembali ke Xianyang, mereka berlari karena tak sempat membeli kuda.


Setelah Han Ciu meninggalkan Hansi, tak lama berselang penginapan Hansi di kepung oleh orang yang berpakaian prajurit.


Para prajurit itu di pimpin oleh seorang perwira menanyakan pemilik kuda yang berada di hutan, mereka mendapat laporan setelah seorang mata - mata yang ada di kota Hansi pulang ke tenda pasukan dan melihat kuda yang di pakai Han Ciu Serta Zhain Li Er.


Pemilik penginapan Hansi memberitahu perwira tersebut, bahwa tamunya pagi Sekali sudah pergi.


“Apa pemuda itu bertanya tanya pada kalian tentang Beidi atau yang lain ? Perwira itu masih penasaran karena tak menemukan Han Ciu.


“Tidak tuan, sepasang pengantin muda itu tak pernah bertanya masalah tentang kota Beidi maupun masalah perang,”


“Mereka sepertinya adalah sepasang pendekar yang baru turun dari gunung.” Pemilik penginapan Hansi berkata kepada sang perwira.


Cengcu dari Hansi tak mau memberitahukan perihal Han Ciu karena ia merasa sayang kepada pemuda yang sopan itu,


Han Ciu serta Zhain Li Er terus berlari menuju Xianyang karena ada hal penting yang harus ia bicarakan.


Sebelum malam, akhirnya mereka berdua sampai di Xianyang, saat mereka berdua masuk ke dalam gedung.


Di situ tampak ada Talaba, Iblis Biru, Tongki, Dewi kipas, Pedang Api serta banyak lagi, Han Ciu senang melihat kehadiran Talaba serta Ming Mo, itu artinya bantuan pasukan telah datang.

__ADS_1


Tapi Han Ciu tak melihat wajah ceria di dalam pertemuan tersebut, wajah mereka rata - rata pucat.


“Apa yang terjadi ? Batin Han Ciu melihat wajah anak buahnya yang pucat.


__ADS_2