Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 85 Mendatangi Perguruan Beruang Hitam


__ADS_3

"Maksud Cengcu ?" Pedang langit bertanya.


"Setelah mendapat informasi tempat dan ketua perguruan Beruang hitam, nanti malam aku akan basmi perguruan itu."


"Apa Cengcu ada masalah dengan perguruan Beruang hitam ?"


"Perguruan itu salah satu penyerang Sekte naga hitam, dan aku sudah berjanji, siapa saja yang ikut andil musnahnya sekte naga hitam akan ku bunuh, baik dari golongan putih atau golongan hitam."


Pedang langit menghela nafas mendengar perkataan ketuanya, ia memang sudah dengar masa lalu Han ciu, tapi orang dan perguruan yang menyerang sekte naga hitam, pedang langit tak tahu siapa saja diantara mereka yang terlibat, karna Han ciu tidak cerita tentang itu.


Beberapa orang dari perkampungan selaksa pedang yang di suruh mencari tahu datang menghadap, malah salah seorang dari mereka membawa anggota pengemis tongkat hitam.


"Apa yang kalian dapatkan ?" ucap Han ciu sambil menatap orang orang yang berada di hadapannya.


"Letak perguruan beruang hitam ada di sebelah selatan kota Henei Cengcu."


"Sebuah goa besar di bawah bukit di jadikan markas besar oleh ketua perguruan beruang hitam, ruangan dalam sama seperti di dalam rumah, adalah tempat tinggal ketua dan beberapa tokoh penting, di kelilingi oleh pos pos penjagaan, rumah rumah kecil di kelilingi oleh pagar dari gelondongan batang kayu yang besar dan tinggi, selain lompat melalui pagar kayu, hanya dari pintu depan saja bisa masuk ke perguruan beruang hitam, jika ingin masuk ke markas besar, satu satunya jalan adalah melalui mulut goa."


Hmm !


"Markas yang hebat," ucap Han ciu, mendengar keterangan dari anak buahnya.


"Dan ini saudara dari Tongkat hitam ?"


"Hamba hanya ingin memberitahu, bahwa hamba pernah melihat seorang petinggi dari perguruan api suci mengunjungi perguruan Beruang hitam."


"Apa yang paman ketahui ?" katakan saja tak usah ragu," Han ciu berkata, ketika melihat pengemis itu diam,


"kami datang kesini justru ketika Hu pangcu kalian datang dan meminta bantuan, menyelidiki atas hilangnya pangcu dan Hek kay."


Wajah pengemis tua itu gembira ketika mendengar perkataan Han ciu dan mulai bercerita.


"Setelah Pangcu Kai sek dan Hek kay hilang, besoknya datang seorang pria berkerudung."


"Aku sedang berada di dekat kandang kuda di belakang penginapan, dan mereka bercakap cakap, aku terkejut karna yang datang adalah ketua dari perguruan Beruang hitam, sedangkan pria yang memakai kerudung tidak terlihat wajahnya."


"Mereka bilang, hanya tinggal selangkah lagi akan berhasil."


"Beruang hitam sepertinya sangat hormat terhadap pria berkerudung itu." sambil berbaring dan sesekali menahan nafas, aku terus mendengarkan percakapan mereka."


"Sampai saat mereka berjabat tangan dan hendak berpisah, dari mulut Beruang hitam keluar sebuah nama."

__ADS_1


"Tuan Mao san, aku pasti menjalankan apapun perintah tuan."


"Jangan sebut nama !" pria itu membentak.


Beruang hitam membungkuk meminta maaf dan tak lama kemudian mereka pergi.


Hmm !


"Mao san rupanya penghianat perguruan api suci, tapi apa mungkin dia sendiri ?" Ketua cen, penasehat Jun ti dan adik ketua cen, Xiao ti, apa mereka terperangkap oleh siasat dan kelicikan Mao san."


"Baiklah paman, terima kasih atas informasi yang paman berikan, jadi kami bisa tahu siapa kawan dan siapa lawan," ucap Han ciu sambil memberi hormat.


Pengemis tua juga memberi hormat dan pamit undur diri.


"Mao san, tetua bagian hukum rupanya yang berada di balik kekacauan yang terjadi di perguruan api suci."


"Dan sangat tepat jika anteknya aku hancurkan malam ini,"


Pedang langit mengangguk mendengar perkataan Han ciu.


Tepat tengah malam, hanya 10 orang bergerak menuju selatan kota Henei.


Han ciu dengan ketiga gadisnya, Pedang langit dan 5 orang anggota perkampungan selaksa pedang.


Di selatan kota Henei ada perbukitan yang luas, dan hutan hutan kecil.


Di bukit paling besar adalah markas perguruan Beruang hitam, terlihat dari pagar kayu yang tinggi mengelilingi bukit besar yang terdapat goa dia bawahnya.


10 bayangan hitam melesat dari pohon ke pohon, mendekati pagar perguruan Beruang hitam.


"Dari atas pohon besar Han ciu melihat sebuah pos pengintaian yang berisi 2 orang dengan sebuah pelita tergantung di tiang utama pos pengintaian.


"Kita harus menghabisi mereka secepat mungkin dan tanpa suara !" jika tidak, mereka bisa mengundang temannya dengan suara sempritan dari bambu, dan itu akan sangat merepotkan jika mereka tahu ada penyusup."


"Kita habisi saja mereka sambil bergerak," ucap Hanciu.


Kalian semua ikuti aku, tapi harus tetap berhati hati.


Han ciu lalu melesat, sambil tangannya mengibas.


Sreet, Crep, creep

__ADS_1


Dua buah pedang hampa melesat dan menembus tubuh kedua penjaga pos perguruan Beruang hitam.


"Li er, Sa sie hwa !" cegah mereka jangan sampai jatuh dan menimbulkan suara." bisik Han ciu.


Zhain li er dan Sa sie hwa mendengar bisikan Han ciu, menggenjot tubuhnya.


Whuuut !


Zhain li er melesat sangat cepat, mendahului Han ciu yang tadinya sedikit berada di depan.


Sebelum penjaga jatuh Li er sampai di pos penjagaan, kemudian tangan Li er meraih tangan penjaga yang tewas oleh pedang hampa, lalu menariknya, begitu pula Sa sie hwa, keduanya setelah berhasil di tahan kemudian di senderkan di bangku pos penjagaan.


Han ciu tersenyum melihat Li er dan Sa sie hwa berhasil melakukan tugasnya.


Han ciu setelah mendapat tanda dari Li er melesat dan jongkok di pagar yang agak gelap, lalu turun dan menuju pohon yang ada di dalam perkampungan rumah rumah kecil milik anggota perguruan Beruang hitam.


Han ciu mengamati rumah rumah kecil itu, lalu berbisik kepada racun cilik, sekarang tugasmu lumpuhkan mereka.


Racun cilik mengangguk lalu bergerak ke sebuah rumah kecil dan memasukan bambu kecil di sela sela jendela, memasukan bubuk racun dan meniup.


Asap racun perlahan masuk, tak menunggu lama Han ciu lalu membuka sedikit jendela dan melihat puluhan anak buah perguruan Beruang hitam, sudah tidak sadarkan diri.


"Lakukan pada semua rumah.


"Markas pusat mereka biar aku yang akan membereskan nanti."


Racun cilik di kawal oleh Pedang langit mendatangi satu persatu rumah milik anggota perguruan dan melumpuhkan orang orang yang berada di dalam.


Sedangkan petugas jaga dan satu atau dua orang yang berada di luar, di habisi oleh Han ciu, Zhain li er dan orang perkampungan selaksa pedang.


Racun cilik dan Pedang langit menghampiri Han ciu, semua yang ada di dalam rumah sudah di lumpuhkan, hanya tersisa yang berada di dalam goa.


"Aku, Zhain li er dan Racun cilik akan masuk ke dalam, yang lain di pimpin oleh paman pedang langit menunggu di depan goa, jika ada musuh yang hendak kabur, bunuh di tempat."


Pedang langit dan Sa sie hwa mengangguk, mereka mengerti maksud dari perkataan Han ciu.


Zhain Li er memiliki ilmu meringankan tubuh paling tinggi diantara mereka, sedangkan Racun cilik, selain ahli racun juga pandai untuk mengobati, dan kepandaian silatnya juga cukup tinggi dan mampu untuk melindungi diri sendiri


"Yang berada di dalam goa adalah tugasku yang akan menghabisi." ucap Han ciu sambil menatap ke arah pedang langit.


"Ingat !" siapapun yang keluar dari goa ini."

__ADS_1


"Jangan kasih ampun"


__ADS_2