Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 242 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan


__ADS_3

Pedang api terus memerintahkan anak buahnya untuk bergerak cepat, mereka sebentar lagi akan keluar dari hutan wilayah Taiyuan.


“Setelah keluar dari hutan ini, ada padang rumput yang luas, tetapi aku masih tak mengerti, kenapa tidak ada pasukan bintang timur dari Taiyuan yang mengejar pasukanku, apa mereka memang sengaja melepaskan kami dan menghadang pasukan ketua? Batin pedang api penuh dengan tanda tanya.


“Aku harus cepat² memerintahkan pasukan ku untuk melintasi padang rumput, pasukan besar yang melintas pasti akan mudah terlihat di tempat terbuka dan ini sangat berbahaya,” pikir Pedang api.


Lamunan Pedang api buyar, ketika melihat seorang perwira datang mendekat dengan wajah gelisah.


“Tuan....tuan! Ucap perwira itu.


“Ada apa? Cepat katakan,” Pedang api berkata, melihat perwira itu bicara terputus putus.


“Mata – mata kita melihat pasukan musuh, tak jauh dari sini dan sedang mengejar kita tuan, pergerakan pasukan mereka sangat cepat tuan,” jawab perwira itu.


Belum lama perwira itu berkata, tak lama kemudian Huang Zilin, sepasang siluman hutan Hanzhong, pedang kiri dan kanan menghampiri pedang api, karena mereka juga sudah mendengar kabar yang sama.


“Bagaimana menurut mu? Tanya Huang Zilin meminta pendapat kepada Pedang api yang menjadi pemimpin mereka.


Hmm!


“Ternyata musuh yang mengejar kita selalu menjaga jarak, sehingga mata – mata kita tak bisa melihat pergerakan mereka, tetapi kenapa mereka baru sekarang mengejar kita dengan cepat? Pedang api berkata seorang diri mendengar perkataan dari Huang Zilin.


Kening Pedang api tampak berkerut, berpikir akan segala kemungkinan.


Ketika tengah berpikir, Pedang api menatap ke arah padang rumput yang luas.


Tiba – Tiba Wajah pedang api terkejut, ia menemukan sesuatu yang bisa membuat pasukannya celaka.


“Pedang kiri dan pedang kanan, kalian bawa 2000 pasukan terlebih dahulu melintasi padang rumput ini.


Bawa pasukan yang belum berpengalaman, aku bersama 4000 pasukan akan berjalan di belakang, mengawal kalian, ingat! Kalian harus cepat melewati padang rumput ini, dan masuk ke dalam hutan, setelah kalian masuk hutan, kami akan segera menyusul.” Pedang api berkata.


“Apa maksud dari yang kau katakan? Tanya Huang Zilin.


Hmm!


“Mereka selalu menjaga jarak dengan kita, agar mereka bisa menyergap kita di tempat terbuka, dan tempat yang paling pas adalah padang rumput ini,” Pedang api menjawab pertanyaan Huang Zilin.


Aku membagi dua pasukan, karena pasukan yang akan di pimpin oleh Pedang kiri dan kanan, pasukan yang belum berpengalaman dalam bertempur, mereka malah akan merepotkan kita, jika kita melawan musuh yang jumlahnya lebih besar dari kita,” lanjut perkataan pedang api.


Huang Zilin serta yang lain akhirnya mengerti maksud dari Pedang api.

__ADS_1


Pedang api lalu memerintahkan Fang Ji untuk mencari keberadaan pasukan Han Ciu.


Serigala itu seakan tahu tentang permasalahan yang terjadi, dan langsung lari masuk ke dalam hutan.


Pedang kiri dan Pedang kanan mendengar penjelasan pemimpin mereka, tanpa membuang waktu langsung bergerak, setelah mereka memisahkan 2000 pasukan, mereka langsung berlari melintasi padang rumput yang luas, agar bisa cepat sampai ke hutan yang ada di depan setelah melintasi padang rumput.


“Kita tunggu dulu pasukan melintasi setengah dari padang rumput ini, baru kita bergerak perlahan,” ucap pedang api memberitahu kawan – kawannya.


Sementara itu di lain sisi, pasukan bintang timur yang di pimpin oleh manusia racun bergerak dengan cepat, dan memang benar apa yang di katakan oleh Pedang api, maksud dari manusia racun adalah menyergap pasukan musuh di padang rumput Taiyuan, karena di tempat terbuka, ia akan memastikan pasukan musuh akan habis tertumpas tanpa ada yang bisa melarikan diri.


Sebelum lanjut mengejar, Manusia racun memerintahkan 1000 pasukan berkuda untuk bergerak ke lain arah.


“Kalian ke arah barat, nanti kalian bergerak dari sisi barat padang rumput Taiyuan,” Manusia racun memberi perintah kepada perwira yang memimpin pasukan berkuda.


Perwira itu anggukan kepala tanda mengerti maksud dari pemimpinnya, pasukan berkuda bintang timur kemudian bergerak ke arah barat, lalu memecut kuda mereka agar bisa sampai di padang rumput Taiyuan.


Setelah pasukan berkuda berpisah.


Manusia racun memerintahkan prajuritnya untuk bergerak lebih cepat mengejar pasukan Pedang api.


“Hayo....Cepat! Seru Manusia Racun kepada pasukannya.


“Bergerak dengan kemampuan terbaik kalian, kita harus cepat menyusul pasukan musuh, jangan sampai mereka bisa melintasi padang rumput Taiyuan,” Manusia racun kembali berkata, untuk memberi semangat kepada pasukannya.


Han Ciu berhenti sebentar, ketika melihat Fang ji berlari ke arahnya.


Fang Ji mengesek gesekan kepalanya ke arah leher Han Ciu yang jongkok sambil mengusa usap leher Fang Ji.


Lalu Fang Ji menggigit celana Han Ciu dan menariknya.


“Baik – baik aku mengerti maksud mu sobat, mari kita bantu saudara – saudara kita,” Han Ciu berkata.


Zhain Li Er datang menghampiri Han Ciu, Fang Ji melihat kedatangan Zhain Li Er yang sambil senyum – senyum sendiri, mundur perlahan, Fang Ji memang takut terhadap Zhain Li Er.


Tongki yang melihat Fang Ji mundur, senyum² sendiri.”


“Nyonya ke empat memang hebat, binatang buas saja takut melihatnya tersenyum, apalagi manusia,” batin Tongki.


Zhain Li Er yang melihat Fang Ji mundur tampak mengerutkan kening, tapi ketika melihat Tongki tersenyum, wajahnya berubah, lalu berkata dengan nada dingin.


“Kau menertawai diriku? Tanya Zhain Li Er sambil menatap tajam ke arah Tongki.

__ADS_1


“Tidak – tidak nyonya,” ucap Tongki sambil melesat pergi ke arah depan. mencari Talaba.


Pasukan Han Ciu yang mendapat kabar dari para pemimpin mereka, bahwa pasukan Pedang api dalam bahaya, kemudian bergerak cepat berusaha menyusul.


Hati mereka cemas dan berdoa, semoga pasukan yang di pimpin oleh Pedang api mampu bertahan sampai mereka datang.


****


Pedang api mulai bergerak ketika melihat pasukannya yang di pimpin oleh pedang kiri dan kanan menjauh.


“Semoga saja pasukanku bisa melintasi padang rumput ini, jika di dalam hutan pasukanku bisa bergerak bebas, menyerang sambil bersembunyi.” Batin Pedang api.


Baru saja Pedang api berpikir.


Matanya Pedang api yang tajam dan selalu melihat ke arah hutan terkejut, ketika melihat beberapa bayangan loncat dari pohon ke pohon, dan puluhan pasukan yang berseragam bintang timur mulai berdatangan.


Mereka berbaris di pinggir hutan, sambil menatap ke arah padang rumput, dimana pasukan Pedang api bergerak.


Setelah pasukan bintang timur yang berada di belakang perlahan mulai berdatangan.


Manusia racun mengangkat tangannya lalu menunjuk ke arah pasukan Pedang api yang berada di tengah padang rumput.


Seraaang !


Suara teriakan Manusia racun yang di aliri tenaga dalam tinggi terdengar kencang, ribuan prajurit bintang timur yang berbaris, mendengar seruan pemimpin mereka, langsung berlarian mengejar pasukan Pedang api, wajah beringas dan penuh haus darah terlihat dari wajah para pasukan bintang timur.


Han Ciu yang sudah tak jauh dari pasukan Bintang timur melihat pasukan berkuda dari musuh bergerak ke arah barat, dan mendengar teriakan pasukan musuh bergerak menyerang, lalu memerintahkan anak buahnya untuk bergerak lebih cepat lagi.


Fang Ji lari dan naik ke sebuah batu besar, kepalanya menatap ke arah langit kemudian terdengar suara keluar dari mulut Fang Ji.


Auuuuung....Auuuuung....Auuuuung!


Suara lolongan Fang Ji terdengar di tengah hutan.


Setelah lolongan Fang Ji terdengar, tak lama kemudian muncul puluhan serigala berbulu hitam, mereka berkumpul di sekeliling Fang Ji, semakin lama serigala semakin banyak berdatangan.


Han Ciu, Zhain Li Er, Tongki serta yang lain, tak percaya Fang Ji bisa memanggil sebangsanya untuk berkumpul, dan mereka sangat senang melihatnya.


“Kalau suara lolongan Fang Ji lebih kencang, pasti lebih banyak kawannya datang berkumpul,” ucap Tongki.


“Kau pegang bokoong nya, salurkan tenaga dalammu, biar suara Fang Ji lebih kencang,” Zhain Li Er menjawab perkataan Tongki

__ADS_1


“Lebih baik aku bertempur dengan musuh daripada kena tampar nyonya ke empat,” batin Tongki


Tongki langsung melesat ke barisan paling depan selesai Zhain Li Er bicara, karena melihat lirikan tajam si nyonya ke empat ke arahnya.


__ADS_2