
“Apa kalian masih tak bisa diam ?” tanya Dewi Kipas sambil menatap ke arah Tongki serta lblis Biru.
Keduanya diam setelah mendengar perkataan Dewi Kipas.
Setelah di sepakati bersama, akhirnya dua hari ke depan, pernikahan antara Han Ciu dengan Xiao Er di gelar di telaga barat, hanya, hanya tamu terdekat dan orang yang dipercaya menjadi sekutu Liu Bang yang datang, sekaligus menandakan keberpihakan Han Ciu terhadap penguasa daerah barat, yang tak lain adalah paman angkatnya, Liu Bang.
Persiapan di mulai dengan membenahi telaga barat untuk acara pernikahan.
Kembali Telaga Barat di hias untuk acara istimewa.
Sehari sebelum hari bahagia, Liu Bang, Beng San serta pedang Biru datang ke telaga barat, malamnya di sebuah ruangan terlihat percakapan serius antar mereka.
Han Ciu, Liu Bang, ketua Chen, serta Pedang Langit.
“Paman, bagaimana dengan persiapan pasukan di pihak paman ?” tanya Han Ciu.
“Sekarang belum terjadi perang terbuka, hanya gesekan – gesekan kecil saja di perbatasan, tapi mata – mata mulai bermain untuk mencari situasi serta kelemahan masing – masing musuh yang akan di hadapi.
“Aku berharap dalam perjuangan ini, ingin meminta bantuan terhadap perguruan Api Suci yang di pimpin oleh ketua Chen, karna tempat dan kota dari perguruan Api Suci sangat strategis untuk mengatur strategi dalam menghadapi musuh, jadi kami dalam kesempatan ini ingin meminta ijin kepada ketua Chen,” Liu Bang berkata sambil memberi hormat kepada ketua Xiao Chen.
Ha Ha Ha.
“Tuan Liu Bang ! aku sudah tua dan ingin istirahat, perguruan Api Suci akan ku berikan pada Xiao Er, tapi Kupikir Xiao Er pasti akan mengikuti langkah yang akan di ambil oleh suaminya.” Ketua Chen berkata sambil tertawa.
Ketua Chen sudah memberikan gambaran, kepada mereka yang hadir, bahwa untuk kedepannya mungkin Han Ciu yang akan memegang kendali atas perguruan Api Suci setelah menikah dengan Xiao Er.
Liu Bang tersenyum setelah mendengar perkataan Ketua Chen, dan itu sudah cukup bagi Liu Bang, karna perkataan dari ketua Chen juga seperti sebuah isyarat bahwa perguruan Api Suci siap bersama dengan perguruan Selaksa pedang yang lebih dahulu bergabung dengan Liu Bang.
“Menurut mata – mata yang kami sebar, Xiang Yu berpusat d kota Dai, sedangkan kota Hengshan adalah kota tempat memantau gerakan pasukan kita.
“Kota Shang, Taiyuan, Julu, Linji serta Jiaodong adalah batas kota yang mereka miliki.
“Memang menurut gambaran wilayah serta kota yang aku miliki lebih banyak, tetapi dalam hal prajurit, kami masih kalah jumlah dengan mereka, karna mereka selalu memeras kota mengumpulkan upeti untuk membentuk pasukan yang kuat dan membayar orang dunia persilatan yang mau di ajak bekerja sama.” Ucap Liu Bang memberi penjelasan kepada mereka yang hadir.
Ketua Chen, Han Ciu serta Pedang Langit mengerti maksud dari perkataan Liu Bang.
“Setelah aku menikah, aku akan mencari musuh dan membalaskan dendam keluarga, setelah berhasil aku akan bergerak untuk membantu perjuangan paman sampai titik darah penghabisan.” Han Ciu berkata.
“Aku mengerti ketua Han, itulah sebabnya kenapa aku menyuruh adik seperguruan ku, Dewi kipas untuk membantu menunjukkan markas dari perguruan Selaksa Racun.
“Tapi dari informasi mata – mata kami, markas perguruan Selaksa Racun itu sudah kosong, ketua perguruan Selaksa Racun, si Manusia Racun bersama anaknya Dewi Racun, menyebar anak buah mereka di berbagai kota yang di miliki oleh Xiang Yu, untuk memperkuat prajurit mereka dan meracuni musuh yang menyerang.” Ucap Beng San.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Beng San.
“Jika seperti itu malah lebih baik, setelah memastikan markas mereka kosong, dan orang yang aku cari tidak ada maka aku akan segera bergabung dan menyisir dari sisi kiri.
“Apa kau mencari Han Cikung ?” tanya Ketua Chen.
“Benar kakek Chen, hanya Han Cikung, perguruan Selaksa Racun serta lblis mata satu yang sedang aku buru untuk saat ini.” Han Ciu menjawab pertanyaan Xiao Chen.
“Manusia Racun, serta perguruannya tersebar di antara prajurit Xiang Yu, sementara Han Cikung aku yakin bersembunyi di sekitar markas perguruan Selaksa Racun.
“Hanya lblis mata satu yang masih menjadi misteri, dimana dia berada ? Jejaknya seperti lenyap di telan bumi.” Han Ciu berkata.
__ADS_1
“Jika tak ada di markas perguruan Selaksa Racun, pasti Han Cikung bersembunyi di dekat Xiang Yu.” Ucap Xiao Chen.
Mereka mengangguk mendengar perkataan dari Xiao Chen, karna semua mempunyai pemikiran yang sama.
****
Hari yang di tunggu telah Tiba, hari pernikahan antara Han Ciu dengan Xiao Er, tamu undangan hanya kerabat dekat yang di undang dan datang ke acara pernikahan,
Ke empat Selir Han Ciu memandang ke arah sepasang pengantin yang berpakaian merah.
“Jika perang berakhir, aku ingin di adakan upacara seperti ini dengan kakak Han.” Tiba – tiba Zhain Li Er berkata.
“Bukankah kita sudah pernah menikah dan dirayakan, untuk apa lagi kau ingin seperti ini lagi.” Tanya Sa Sie Hwa.
“Aku ingin saja berdua seperti itu, lalu datang seorang – seorang memberi hormat, ucap Zhain Li Er.
“Memangnya kau saja yang ingin seperti itu, kami juga mau, tapi kan harus lihat situasi,” Sa Sie Hwa berkata.
Cis !
“Enci Sa selalu saja tak setuju dengan apa yang aku ucapkan,” Zhain Li Er berkata dengan wajah cemberut.
“Aku tak pernah melarang kau, karna itu kan pilihanmu, kau sekarang tinggal tanya kakak Han mau tidak, lalu apa kau punya uang, karna acara seperti ini membutuhkan biaya yang besar, apa kau punya uang ?” tanya Sa Sie Hwa.
“Masalah duit masa harus tanya padaku, tentu saja Enci Sa yang harus membantuku.” Zhain Li Er berkata, sambil mengedipkan matanya ke arah Sa Sie Hwa.
“Tidak bisa, uang tidak boleh di hambur – hambur untuk hal yang tidak penting, jika kau ingin seperti itu, yang lain juga harus sama serta biayanya juga pasti sama,” ucap Sa Sie Hwa.
Sedangkan Dewi Kipas matanya berkaca kaca melihat ke arah pengantin.
“Aku jadi teringat sewaktu dulu menikah,” ucap Dewi Kipas dengan suara pelan
Tongki yang mendengar suara pelan Dewi Kipas berkata.
Jangan sedih Dewi, yang lalu biarlah berlalu, selalu melihat ke arah depan, biar Dewi bisa melangkah dengan mantap.
Phuih !
“Tak usah kau beritahu, manusia yang baru belajar berjalan juga tahu, kalo melangkah ke depan ya selalu melihat ke arah depan.
“Dasar tolool !” Iblis Biru berkata
“Hai, tua bangka ! Kau selalu saja ikut campur urusanku, apa kau tidak ada Kerjaan lain ?” tanya Tongki dengan wajah kesal.
•
Iblis Biru tidak menjawab pertanyaan Tongki, ia hanya menatap ke arah pengantin.
Dewi Kipas yang melihat Tongki marah, lalu menepak lengan Tongki lalu bicara.
“Sudahlah kenapa di hari bahagia ketua kalian, kalian harus marah – marah, bukankah seharusnya kalian bergembira di hari ini,” Tongki langsung diam mendengar perkataan Dewi Kipas.
Pesta berlangsung meriah sampai larut malam.
__ADS_1
Kini hanya kerabat terdekat saja yang masih berada di telaga barat.
Hari berganti dan waktu terus berlalu.
Tak terasa sudah 2 hari sejak menikah.
Kali ini Han Ciu resmi mengumpulkan anak buahnya, Liu Bang dan ketua Xiao Chen juga ikut hadir.
Sikap sudah diambil, perguruan Selaksa pedang serta Perguruan Api Suci juga ikut mendukung penguasa barat.
Pertempuran sudah di mulai gesekan sudah terjadi di garis depan.
Han Ciu lalu memutuskan, Sin Ko serta pendekar Pedang Api membawa kapal serta pasukan, mereka akan di bantu oleh Suma Han yang akan bergabung, Misi mereka adalah mengambil kota pelabuhan Jiaodong, karna suplai garis depan berasal dari kota itu.
Sementara Liu Bang di minta oleh Xiao Chen bermarkas di perguruannya di kota Sanchuan, agar lebih mudah untuk mengatur pasukan yang Liu Bang miliki jika ingin perang terbuka.
Liu Bang menerima permintaan Ketua Chen.
Sementara Pedang Langit dengan pasukan Selaksa pedang serta prajurit Liu Bang, menggempur kota Julu, untuk mengambil alih kota yang merupakan gerbang masuk jika ingin memasuki daerah timur milik Xiang Yu.
Sedangkan Han Ciu setelah memeriksa Hanzhong, akan bergerak dari sisi kiri dengan pasukan yang diambil dari kota Sanchuan.
Han Ciu akan bergerak dan berusaha menaklukkan kota, Shang, Yunzhong serta Yanmen, untuk menggempur kota Dai dari belakang.
Setelah mendengar strategi Han Ciu, mereka yang berada di sana mengangguk dan setuju, begitu pula Liu Bang, karna merasa apa yang di utarakan oleh Han Ciu memang tepat.
Aku ke Hanzhong tidak akan membawa pasukan, setelah Hanzhong beres, kami akan bergerak kota Xianyang, aku akan meminta pasukan dari Sanchuan, setelah tiba di Xianyang.
“Siapa yang akan di bawa jika hendak menggempur perguruan Selaksa Racun ?” tanya Xiao Chen.
“Menurut tuan Beng San, semua murid Selaksa racun sudah tersebar,” kalian harus hati – hati incar pengguna racun dengan pasukan panah.
Markas kosong tidak membutuhkan banyak orang, juga agar tak menarik perhatian.
“Ahn Nio menemani adik Zee di telaga barat, juga Sa Sie Hwa, semua harta yang kita punya, pakai untuk membantu perjuangan tuan Liu Bang, dan adik Sa bertanggung jawab dengan masalah uang.”
Ahn Nio, Sa Sie Hwa serta Zee ln Biauw mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
“Sedangkan aku bersama Xiao Er, Zhain Li Er, Dewi Kipas, Tongki, lblis Biru, Talaba serta Fang Ji.
“Akan bergerak dari sisi kiri.”
“Apa ada yang ingin di tanyakan ?” Han Ciu berkata sambil melihat ke arah orang yang menghadiri pertemuan.
Mereka diam dan setuju dengan rencana Han Ciu.
“Nona Xiao juga ikut rombongan kita,” ucap Dewi kipas.
“Tentu saja ikut, kan pengantin baru,” Tongki berkata.
“Tapi Dewi harus waspada dengan selir ketiga ketua,” ucap Tongki.
“Memangnya kenapa ?” tanya Dewi Kipas.
__ADS_1
Tongki berkata menjawab pertanyaan Dewi kipas, sambil telunjuknya menyilang di kening.
"Selir ketiga ketua sedikit agak gila"