Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 117 Senjata Baru


__ADS_3

Mendengar perkataan Zhain Li Er, Han Ciu serta Golok api melihat ke arah sekeliling.


Dan benar apa yang di katakan oleh Zhain Li Er.


Kai Sek, Hek Kay, Xue Yang serta Sin Ko malah berjalan menghampiri Han Ciu.


Golok Api melihat hanya tinggal ia sendiri, sementara prajurit pengawal kota Xue yang ia bawa, telah habis di gempur oleh pasukan Xue Yang, serta perkumpulan pengemis tongkat hitam.


Keparaaat !


Cu Tayin memutar mutar golok api miliknya, putaran golok berwarna merah serta angin panas keluar dari putaran golok api.


Han Ciu Melesat, pedangnya menusuk ke arah putaran golok api.


Trang !


Golok menangkis pedang yang di pakai Han Ciu.


Pedang terpental, karna kalah berat dengan golok, tapi pedang kembali menyabet ke arah bahu.


Golok api mundur menghindari tebasan Han Ciu, golok api mengibas, angin panas menyambar ke arah Han Ciu.


Han Ciu melesatkan sebuah pedang hampa, untuk menahan hawa pedang golok api.


Blaaar !


Golok api sadar, ia kalah segalanya melawan Han Ciu, karna golok api Cu Tayin masih kuat bertahan.


Hmm !


Senjata biasa ia pegang, bisa mengimbangi senjata sekelas mustika golok api.


Golok api, hanya mengandalkan jurus jurus goloknya, untuk melawan Han Ciu.


Han Ciu tak mau memberi kesempatan


Dengan jurus selaksa pedang, Han Ciu menyerang golok api.


Pedang yang digunakan Han Ciu menyerang, pedang dengan puluhan bayangan menyerang dada Golok api.


Golok api mundur, golok membabat pedang yang jumlahnya puluhan.


"Salah satu dari pedang itu adalah asli," jika semua ku tebas, tenagaku akan cepat habis, tapi jika tidak kuserang, tubuhku bisa terkena tusukan pedang yang asli.


Gerak Golok api, mulai melambat tapi sekali serang, tenaga yang di gunakan golok api sangat besar, dengan maksud sekali tebas lawan akan tewas, dan golok sakti sabar menunggu kesempatan itu datang.


Ketika pedang Han Ciu menusuk perut Golok api, kakek itu menebas dengan tenaga yang besar.


Sreet .. Traang !


Pedang Han Ciu tergetar, terkena hantaman keras golok api.


Golok api ketika menemukan kesempatan, tak mau menyianyiakan kesempatan itu, dengan menghantam keras pedang Han Ciu, Golok api bermaksud langsung menebas perut Han Ciu, setelah pedangnya memantul.


Beeeut .. sreet !


Han Ciu mundur, golok api tak sampai mengenai perut Han Ciu, tapi angin panas hawa golok api merobek baju yang di pakai Han Ciu.


Hmm !


Han Ciu mendengus, wajahnya merah melihat baju hitamnya sobek di bagian perut.

__ADS_1


Keparaaat !


Han Ciu mengibaskan tangan kiri.


Pedang hampa melesat ke arah Golok api.


Golok api yang sudah siap sedia, goloknya langsung menebas ke arah pedang hampa.


Craash !


Golok api terkejut ketika melihat bayangan Han Ciu di sampingnya.


Han Ciu melesat di belakang pedang hampa, ketika pedang hampa di hantam, Han Ciu dengan ilmu meringankan tubuh langkah raja angin bergerak ke arak samping kiri, kemudian menebas pinggang Golok api.


Golok api terkejut, kemudian menggerakan tangan kanan, golok menahan tebasan pedang Han Ciu.


Traang !


Kedua senjata bertemu dan memercikan bunga api saking kerasnya hantaman, pedang yang ringan tapi di isi dengan tenaga dalam tinggi, melawan golok mustika yang berat serta menimbulkan hawa panas.


Kali ini Golok api tangannya bergetar, kakinya tak kuat lagi menahan dorongan tenaga dalam Han Ciu yang tersalur melalui pedang yang ia pakai.


Jika bukan golok api, mungkin golok akan hancur dan Tayin akan terluka parah.


Kerasnya benturan, membuat Golok api terseret mundur tiga langkah kebelakang.


Si Golok api, setelah terseret kemudian tangan kiri ikut memegang gagang golok, baru dorongan melambat, kemudian berdiri tegap, siap sedia.


Gila !


"Jika marah tenaga dalamnya naik dan tubuh pemuda itu terlihat agak kuning ke emasan, sewaktu hawa golokku menebas perut, sebuah sinar kuning melindungi perut pemuda itu." ucap Golok api dalam hati.


"Kenapa diam ?"


"Bangsaat ! tutup mulutmu," teriak Golok api.


Golok api melesat, dan menebas ke arah bahu Han Ciu.


Han Ciu menahan serangan Golok api, pedang melintang di atas bahu, kemudian tangan kiri mengibas.


Sebuah pedang hampa dari jarak dekat melesat, menyerang perut Golok api.


Golok api menahan tenaga dalam, kemudian goloknya bergerak kebawah, sambi menghindari serangan, golok menghantam pedang hampa.


Traang !


Patahan pedang hampa Han Ciu mengarah sisi pinggang Golok api.


Craats !


Sisi pinggang Golok api terkena patahan pedang hampa, darah mengucur keluar.


Golok api lompat mundur, pinggangnya di dekap dengan tangan kiri.


"Keparaat !" aku terpancing," ucap Golok sakti, mendesis pelan, sambil mendekap sisi pinggang kanan yang terluka dengan tangan kiri, darah merembes keluar dari sela sela jari Golok api.


Golok di tancapkan di depan, kemudian mengambil obat bubuk dan menaburkan di pinggang yang terluka.


Han Ciu melihat Golok api, lalu menyeringai.


"Jika sudah siap katakan saja !" aku mau istirahat," ucap Han Ciu.

__ADS_1


"Diam kau !" teriak Golok api dengan wajah gusar.


Han Ciu mengerutkan kening, mendengar perkataan Golok api.


"Harusnya aku yang lebih galak !" ucap Han Ciu, sambil menatap tajam ke arah Golok api.


Golok api yang sudah gelap mata melesat, sambil menebas kepala Han Ciu.


Whuut !


Han Ciu bergerak menghindar dengan langkah raja angin, kemudian tangan kiri Han Ciu menepak pergelangan tangan kanan Golok api.


Plak !


Setelah menepak pergelangan tangan, dengan cepat telapak kiri Han Ciu menghantam dengan pukulan telapak Dewa angin.


Braak !


Setelah golok terlempar serta terlepas dari genggaman, Golok api terpental terkena hantam pukulan Dewa angin.


Uuaaagghh !


Darah muncrat menyembur keluar dari mulut Golok api, tubuh kakek yang bertubuh besar serta kekar itu melayang layaknya daun kering terkena hempasan angin.


Han Ciu membuang pedang, kemudian melesat menyambar golok yang terpental.


Setelah menyambar golok, dengan langkah raja angin Han Ciu, melesat ke arah golok api yang tengah terpental.


Golok api sadar setelah darah muncrat keluar dari mulut.


Dengan tenaga dalamnya, golok api memberatkan tubuh, perlahan tubuhnya turun dengan membelakangi Han Ciu yang tengah melesat ke arahnya.


Golok api merasakan hawa panas dan bayangan sinar merah dari belakang tubuhnya.


Ketika berbalik, wajah golok api pucat.


Han Ciu tengah menyeringai sambil menggenggam golok api miliknya yang kali ini berwarna merah menyala.


Han Ciu kemudian menebas kepala gubernur Tayin.


Craaash !


Dari tebasan golok api, kepala gubernur cu menggelinding, kemudian langsung terbakar.


Han Ciu menatap golok api, "golok yang hebat, untuk sementara biarlah menemaniku, mencari pedang tulang naga.


Mereka yang berkumpul dan melihat pertarungan, tersenyum.


Xue Yang menepak bahu Sin Ko.


"Tuan Sin, benar apa yang kau katakan, ketua pasti bisa membereskan masalah ini."


Kau orang yang di percaya olehnya, jangan lupa obrolan yang sering kita bicarakan.


Wajah Sin Ko langsung pucat mendengar perkataan Xue Yang.


Di sebelah Sin Ko, Zhain Li Er mendengus dingin mendengar perkataan Xue Yang dan mengerti maksud hadiah yang di katakan, pasti tentang anak gadisnya, Xue Hwa.


Han Ciu mendatangi mereka, sambil tersenyum.


Sebelum Sin Ko bicara, Li Er mendengus pelan di samping Sin ko.

__ADS_1


"Jika bicara rontok gigimu."


__ADS_2