
Han ciu tersenyum melihat kapal gubernur Fu su terbakar dan perlahan mulai tenggelam.
Perahu perahu kecil berusaha mendekat untuk melihat dan mencari gubernur Fu su yang masih berada di kapal yang terbakar dan mulai tenggelam.
Tapi perahu perahu kecil itu tak berani mendekat, karna api dan kapal yang tenggelam biasanya akan menimbulkan gelombang besar yang bisa menenggelamkan perahu perahu kecil yang mereka tumpangi.
Sementara dari kejauhan, Sa sie hwa menatap cemas ke arah kapal, Sa sie hwa ragu antara datang melihat kapal atau langsung balik ke kota Nan.
Akhirnya Sa sie hwa memutuskan untuk melihat kapal dan memastikan keselamatan Han ciu.
Perlahan Sa sie hwa mendayung perahu yang ia pakai mendekati ke arah kapal yang mulai tenggelam.
Wajahnya pucat dan air matanya terus mengucur keluar, ketika mendengar perkataan perkataan dari penumpang perahu perahu kecil yang mulai banyak berdatangan.
Mereka berkata, bahwa penumpang kapal selain yang berhasil keluar dengan perahu kecil, tak ada yang selamat termasuk pemberontak yang berusaha membunuh gubernur Fu su.
Sa sie hwa mendengar ucapan ucapan mereka, dan setelah memeriksa sebentar kemudian pergi dengan hati hancur, baru sekarang ia mengerti rasa sakit akibat kehilangan orang yang ia sayang.
Sementara itu Han ciu yang melihat kapal yang tenggelam, kemudian berenang hendak meninggalkan telaga Qianzhong.
Wajah Han ciu berubah ketika merasa kakinya ada yang menarik dari dalam air.
Han ciu mengerakan kaki kanannya, tangan yang memegang kaki Han ciu terus menarik kaki dan berusaha menarik dan membawanya ke dalam air.
Tubuh Han ciu dengan cepat masuk ke dalam air.
Han ciu ketika seluruh tubuhnya sudah di dalam air, melihat setan muka pucat yang terpental ke dalam telaga, sedang menarik sebelah kakinya.
Han ciu melihat tangan Setan muka pucat hendak meraih kaki kiri, Han ciu dengan sekuat tenaga menarik kaki kanannya, karna jika kedua kakinya berhasil di tangkap, maka sudah di pastikan Han ciu akan tewas kehabisan nafas.
Sambil menarik kaki kanannya, kaki kiri Han ciu menendang tangan setan muka pucat yang memegang kaki Han ciu.
Bhuuk, Bhuuk !
Dua kali tendangan kaki kiri Han ciu menendang tangan yang sedang mencekram, perlahan tangan yang mencengkram mengendur.
Lalu dengan sekali hentakan, kaki kanan Han ciu terlepas dari pegangan Setan muka pucat, Han ciu dan setan muka pucat, sama bergerak menjauh, dan menghirup udara dengan menyembulkan kepala mereka ke atas.
kemudian mereka berdua berenang kembali dan saling tatap di dalam air.
Sewaktu Setan muka pucat terkena pukulan dewa angin dan terpental masuk ke dalam air.
Setan muka pucat memang terluka tapi tidak sampai tewas, setelah sesak di dadanya menghilang, Setan muka pucat memperhatikan Han ciu yang terus memburu majikannya.
Dan sewaktu Han ciu lompat ke air Setan muka pucat senang, karna dalam air ia termasuk jago berenang dan yakin bisa mengalahkan Han ciu.
__ADS_1
Hmm !
"Kurang ajar, tak kusangka bocah itu juga jago dalam air," ucap setan muka pucat.
Sedangkan Han ciu bersiap, ia sangat beruntung karna dulu sewaktu berlatih dengan Kim tay han, setiap selesai berlatih ia selalu berenang di telaga, sehingga Han ciu mahir berenang.
Han ciu mengeluarkan pedang naga hitam dan bersiap menghadapi Setan muka pucat.
Han ciu lalu meluncur dan pedang naga hitam lurus ke dada Setan muka pucat yang bersiap menanti serangan Han ciu.
Setan muka pucat berenang sedikit kekiri menghindari serangan pedang Han ciu, setan muka pucat tak mau gegabah, karna ia tidak memegang senjata.
Dan yang membuat hati Setan muka pucat gentar adalah, ternyata Naga hitam jago berenang, jika ia tahu Naga hitam pandai berenang mungkin sewaktu ia tercebur ke telaga ia segera pergi menyelamatkan diri.
Han ciu mencabut pedang naga hitam sehingga sepasang pedang tergenggam di kedua tangan, tangan kiri menyabet perut Setan muka pucat yang bergerak ke kiri.
Setan muka pucat mundur menghindari pedang kiri Han ciu.
Han ciu lalu melemparkan pedang yang berada di tangan kanan.
Sreet !
Pedang meluncur sambil berputar menuju Setan muka pucat, dan Han ciu mengikuti pedang yang ia lemparkan.
"Celaka !"
Hendak mengeluarkan pukulan arwah hitam tak bisa karna berada di dalam air.
Setan muka pucat berenang dengan cepat menjauhi pedang naga hitam yang terus mengejarnya.
Setan muka pucat kemudian bergerak semakin ke bawah telaga menghindari pedang Han ciu yang melesat di atasnya.
Han ciu berenang menyusul pedang naga hitam yang ia lemparkan yang semakin lama semakin pelan.
Setelah berhasil mengambil pedang, Han ciu berenang ke bawah menyusul Setan muka pucat.
Kejar mengejar terjadi di bawah telaga sehingga mereka berdua semakin jauh meninggalkan tempat kapal besar yang tenggelam.
Semakin lama Han ciu semakin mendekati Setan muka pucat yang sudah mulai kelelahan.
Han ciu melempar kembali pedang Naga hitam yang ia pegang di tangan kirinya.
Pedang melesat dan tepat menancap di kaki setan muka pucat, darah keluar dari kaki setan muka pucat, membuat setan muka pucat semakin putus asa, gerakannya semakin lamban karna tenaganya terkuras dan banyak darah yang keluar.
Han ciu menyabetkan pedang yang berada di tangan kanan ke kaki Setan muka pucat.
__ADS_1
Craaaak !
Setan muka pucat setelah kakinya terkena sabetan pedang dan satu pedang masih menancap, di kaki kanannya berusaha naik ke permukaan karna ia mulai tak kuat menahan nafas.
Han ciu yang masih kuat bernafas, berenang cepat mengejar lalu maraih kaki Setan muka pucat.
Wajah setan muka pucat semakin pucat, ketika merasa kepalanya yang hendak muncul ke permukaan masuk lagi ke dalam air.
Setan muka pucat melotot menahan nafas, lalu berbalik menyerang dengan memukul leher Han ciu.
Han ciu memiringkan leher, lalu tangan kirinya bergerak mencengkram leher muka pucat dan sedikit sedikit meremas leher setan muka pucat.
Setan muka pucat kedua tangan berusaha memukul mukul tangan Han ciu yang mencekik lehernya, tapi tenaga dan nafas kakek itu sudah habis, pukulannya sudah tak ada arti buat Han ciu.
Perlahan tubuh Setan muka pucat berhenti bergerak, mulutnya terbuka setan muka pucat tewas.
Setelah musuhnya tewas Han ciu menarik pedang yang masih menancap di kaki kakek itu lalu berenang ke permukaan.
Huaaaaaah !
Han ciu menarik nafas ketika kepalanya muncul di permukaan, dan melihat ke arah sekitar telaga.
"Dimana aku ?" tak ada perahu atau orang di sekitar sini."
Han ciu lalu berenang ke pinggir telaga, dan masuk ke dalam hutan yang berada di pinggir telaga.
Han ciu duduk di bawah sebuah pohon rindang.
"Tubuhku lemas sekali," ucap Han ciu dalam hati
Lebih baik aku istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan kekuatan sebelum kembali ke kota Nan.
Han ciu lalu memejamkan mata dan tertidur di bawah pohon.
Han ciu bangun dari tidurnya, ketika hidungnya mencium bau makanan dan perutnya yang berbunyi karna lapar.
Hmm !
"Seperti bau ayam yang di bakar, apa ada perkampungan di sekitar hutan ini ?" ucap Han ciu dalam hati, sambil berjalan mengikuti bau makanan yang tercium oleh hidungnya.
Han ciu semakin lama semakin dekat, dan melihat seorang kakek tengah membakar se ekor ayam hutan.
Han ciu mendekati kakek itu.
Setelah dekat, Han ciu berusaha menahan tawa sewaktu melihat kakek yang menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Hmm !
Kakek yang aneh.