Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 88 Rencana Pedang Langit


__ADS_3

"Aku bukannya licik !" bukankah kau juga liat dia bebas pergi dari dalam goa ini," ucap Han ciu sambil tersenyum.


"Huuh, dasar muka ayam pintar bersilat lidah."


Li er membalas perkataan Han ciu.


Han ciu hanya tersenyum mendengar perkataan dari Li er, lalu ia menyuruh racun cilik memanggil mereka yang berada di depan goa.


Pedang langit, Sa sie hwa dan orang orang perkumpulan selaksa pedang datang menghampiri, melihat mayat berserakan pedang langit dan yang lain tahu, bahwa mereka sudah berhasil membasmi ketua perguruan Beruang hitam.


Periksa seluruh isi goa dan ambil barang barang berharga yang di miliki oleh perguruan beruang hitam.


Pedang langit mengangguk lalu memerintahkan orang perkampungan selaksa pedang untuk memeriksa dan mengambil apapun yang dianggap berharga.


Han Ciu, Sa Sie Hwa, dan yang lain memeriksa sudut sudut dan kamar di dalam goa.


Setelah memeriksa, mereka lalu mengumpulkan uang ribuan tail perak dan emas, belum lagi permata dan uang kertas yang terimpan di peti.


Simpan saja 10rb tail perak dan tulis itu untuk bekal mereka kembali ke masyarakat, beritahu juga, bahwa sekarang perguruan Beruang hitam resmi di bubarkan.


Sa Sie Hwa melihat uang yang begitu banyak tersenyum manis.


Han Ciu koko, dengan uang ini kita bisa membuka cabang penginapan bunga naga di dua kota, ucap Sa Sie Hwa.


Kau saja yang atur, sekarang masing masing kita bawa peti ini keluar dan kita simpan di penginapan, jika sampai terlihat orang, kita sendiri yang akan repot.


Mereka dengan cekatan, kemudian membereskan peti peti harta rampasan perguruan Beruang hitam, lalu mereka melesat dan pulang ke penginapan.


Sesampainya di penginapan.


Iblis Seribu Wajah dan Dewi Angin geleng geleng kepala melihat peti menumpuk di dalam kamar.


"Gila !" banyak sekali harta milik perguruan beruang hitam" ucap Dewi Angin.


Perguruan Beruang hitam pasti mengumpulkan ini dari hasil merampok, dan memeras para pedagang dan pejabat kota Henei.


"Paman, mari kita berkumpul karna ada sesuatu yang harus di bicarakan mengenai perguruan api suci.


Pedang Langit, Iblis Seribu Wajah dan Han Ciu.


duduk di meja yang berada di ruangan dalam kamar Han Ciu.


"Paman, ternyata yang menjadi penghianat di perguruan api suci adalah adik ketua Cen, yaitu Xiao Ti dan Mao San, tetua bagian hukum."


Ketua Cen dan pangcu perkumpulan pengemis tongkat hitam di tawan oleh Xiao Ti dan Mao San


"Apa ! Xiao Ti, apa ketua tidak salah dengar ?"


"Itu yang di katakan oleh Cakar Beruang, dan aku rasa perkataannya benar, karna ketika aku di perguruan api suci, mereka selalu bersama sama."


"Paman !" jika kita mau membantu ketua Cen, aku pikir kita harus menambah tenaga jika harus melawan secara langsung perguruan api suci.


"Jika kita melawan langsung perguruan api suci, kita membutuhkan banyak orang dan itu juga belum tentu kita bisa menang, karna perguruan api suci adalah perguruan terbesar di dunia persilatan untuk saat ini.

__ADS_1


"Jadi menurut paman, apa yang harus kita lakukan ?"


"Kita harus mencari tahu dulu dimana mereka menyekap ketua Cen dan Pangcu tongkat hitam.


"Jika kita berhasil membebaskan mereka, maka ketua Cen yang akan mengendalikan anak buah perguruan api suci, paman yakin sebagian anggota perguruan api suci, di pengaruhi oleh Xiao Ti dan Mao San.


"Kita juga harus berhati hati, mata mata mereka pasti langsung menyebar dan mengawasi kita, apalagi setelah mendengar perguruan Beruang hitam habis dalam satu malam."


Iblis Seribu wajah dan Han Ciu mengangguk mendengar perkataan dari Pedang langit.


"Jadi menurut paman bagaiman baiknya ?" tanya Han Ciu kepada Pedang Langit.


"Satu satunya jalan kita harus menyamar menjadi pengemis,"


"Ratusan pengemis berkumpul di kota Sanchuan


dan masih banyak yang mulai berdatangan.


"Kabar dari mulut kemulut bahwa ketua mereka dan Hek kay di tahan oleh orang perguruan api suci menyebar, lalu anggota perkumpulan pengemis tongkat hitam berkumpul di Sanchuan setelah semua berkumpul, mereka akan pergi bersama sama ke perguruan api suci, untuk membebaskan Pangcu perkumpulan pengemis Tongkat hitam dan muridnya Hek Kay."


"Kita harus membantu Kai Sek dan muridnya, lalu sebisa mungkin mencegah terjadinya pertumpahan darah, Xiao Ti pasti mempunyai rencana untuk mengatasi masalah perkumpulan pengemis tongkat hitam, jika benar di menghianati kakak sendiri, berarti dia orang yang kejam, dan kita harus waspada.


Han Ciu dan Iblis Seribu Wajah mengangguk mendengar perkataan Pedang Langit.


He he he.


"Kalau hanya menjadi pengemis, itu soal kecil, aku pagi hari akan membeli kebutuhan untuk penyamaran kalian." Iblis Seribu Wajah berdiri sambil keluar kamar.


Setelah Iblis Seribu Wajah meninggalkan kamar Han ciu, tak lama kemudian Pedang Langit, pamit undur diri.


Ketika akan menutup pintu kamar, Sa Sie Hwa datang menghampiri.


Sa Sie Hwa setelah masuk kamar kemudian Sa Sie Hwa menutup pintu.


"Kita aman sekarang,"


"Apa maksudmu ?" Han Ciu menatap Sa Sie Hwa dengan wajah bingung, mendengar perkataan gadis itu.


"Li Er dan Racun Cilik sudah ku tempatkan di kamar depan, jadi kita berdua bisa bebas," ucap Sa Sie Hwa sambil menatap Han ciu.


Ehemm !


Suara deheman keluar dari mulut Han Ciu mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


Xi xi xi


"Kenapa .. Kenapa !" kau tak suka, Han Ciu koko ?" Sa Sie Hwa berkata sambil tersenyum genit.


"Adik Sa, kau kesurupan ?"


Cis !


"Kau memang tak rindu padaku ?" mentang mentang dapat yang muda, yang tua kau lupakan." ucap Sa Sie Hwa, wajahnya langsung cemberut.

__ADS_1


"Terserah kau saja Walet Terbang" Han ciu berkata sambil tersenyum melihat wajah Han ciu yang cemberut.


Sa Sie Hwa langsung memeluk Han ciu.


dan berbisik di leher pemuda yang ia cintai.


"Aku rindu padamu"


Han Ciu tersenyum mendengar ucapan Sa Sie Hwa dan membalas ucapan gadis itu.


"Dan aku ingin minum arak dulu,"


Sa Sie Hwa melepaskan pelukannya, lalu bersama Han Ciu berjalan kearah meja.


Han Ciu mengambil cawan arak dan Sa Sie Hwa menuangkan arak yang ada di poci.


Setelah Han Ciu minum dua cawan arak, dan Sa Sie Hwa minum secawan, wajah keduanya mulai merah.


Sa Sie Hwa sesekali melirik ke arah Han Ciu.


Jantung Han Ciu berdebar kencang, walau terlihat acuh, tapi ia tetap seorang pemuda normal, melihat gadis cantik di depan mata sambil senyum menggoda.


Dadanya berdebar debar.


Sa Sie Hwa menghampiri Han Ciu


"Han Ciu koko !" malam ini kau bebas melakukan apa saja terhadap adik," ucap Sa Sie Hwa. sambil menudukan kepala, wajah gadis itu merah karna jengah.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


Sa Sie Hwa langsung memeluk Han Ciu.


Ketika Han Ciu hendak mencium Sa Sie Hwa.


Terdengar ketukan di pintu kamar.


Tok .. Tok


"Makan Malam"


Terdengar suara dari depan pintu kamar.


"Kau pesan makanan ?" tanya Sa Sie Hwa.


"Tidak !" ucap Han Ciu sambil melepaskan pelukan Sa Sie Hwa.


"Masuk !"


Pintu kamar dibuka ketika mendengar perkataan Han Ciu.


Seorang pelayan membawa makanan ringan dan arak, dan di belakang pelayan itu, Li Er dan Racun Cilik masuk kedalam kamar.


Han Ciu melihat kedua gadis itu mendengus.

__ADS_1


Hmm !


"Pengacau"


__ADS_2