Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 92 Bertemu dengan petinggi pengemis Tongkat Hitam.


__ADS_3

Han Ciu wajahnya merah mendengar bisikan Sa Sie Hwa.


Ma Cao menghampiri Han Ciu, terima kasih atas pertolongan Cengcu, jika tak ada Cengcu, belum tentu kami bisa menghadapi Tapak kilat dan Naga Biru.


Hu Pangcu tak usah sungkan, ini memang sudah kewajiban kita sebagai teman untuk saling tolong menolong.


Perkampungan selaksa pedang dan perkumpulan pengemis tongkat hitam adalah sahabat, jadi sudah sepantasnya jika kita saling bantu jika salah satu dari kita ada yang mengalami kesulitan.


Hu pangcu perkumpulan pengemis tongkat hitam, tersenyum haru mendengar perkataan Han Ciu, lalu memberi hormat dengan membungkukan badan dan mengucapkan terima kasih.


Rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke kota Sanchuan, sambil merapatkan barisan, untuk menghindari sergapan dari perguruan Api suci yang mulai bergerak untuk menghabisi siapa saja yang berniat masuk Sanchuan untuk mengacau di kota dan perguruan api suci.


Perkumpulan pengemis tongkat hitam masuk ke kota Sanchuan dari berbagai jalan masuk kota Sanchuan, perguruan api suci tak bisa menahan dan melarang masuknya para pengemis, dan bila mereka dilarang masuk juga akan menimbulkan keributan, sehingga pejabat kota Sanchuan membiarkan pengemis pengemis tongkat hitam masuk kota, karna perguruan api suci sudah menyiapkan penyambutan untuk mereka.


Sejak Tapak kilat dan Naga Biru berhasil di kalahkan oleh selir selir Han Ciu, semangat perkumpulan pengemis Tongkat hitam semakin tinggi dan kini tak ada lagi yang mereka takutkan.


Rombongan pengemis tongkat hitam bekumpul di sebuah kuil yang tak jauh dari kota Sanchuan.


Mereka berkumpul di dalam kuil yang sudah tidak terpakai itu dan bercakap cakap.


"Hu pangcu !" sepertinya kami akan pergi ke kota Sanchuan, karna mereka agaknya tak terlalu bebas jika tidur di kuil." ucap Han Ciu sambil


melirik ke arah, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er dan Racun Cilik, yang seperti bingung mencari tempat untuk istirahat.


Ma Cao juga mengerti apa yang di pikirkan oleh Han Ciu, dan mengangguk.


Cengcu bebas memilih, masuk kota juga tidak menjadi halangan karna sudah banyak saudara saudara kita yang sudah berada di kota Sanchuan.


Hu pangcu lalu memberikan tongkat bambu hitamnya.


Bawalah bambu hitam ini, pengemis tongkat hitam akan menuruti Cengcu jika cengcu menunjukan bambu ini kepada anggota perkumpulan pengemis, Hu pangcu berkata sambil mengambil sebuah bambu kecil yang panjangnya hanya sejengkal dan di berikan kepada Han Ciu


Han Ciu lalu mengambil bambu hitam itu dan memasukannya ke dalam saku dalam baju.


Lalu mengajak ketiga selir untuk masuk ke kota Sanchuan dan mencari penginapan.


Dan memang benar apa yang di katakan oleh Hu pangcu, bahwa masuk kota Sanchuan tidak ada masalah, karna banyak pengemis tongkat hitam di kota Sanchuan.


Han Ciu memilih penginapan di tengah kota dengan nama samarannya, Sam Ci dan 3 bunga.


Penginapan yang lumayan besar, dan agak aneh bagi seorang pengemis yang biasa tinggal di pinggiran rumah makan, kuil kuil dan di goa goa yang berada di dekat kota, tapi mereka tak peduli walau mata pemilik penginapan curiga apakah mereka mampu bayar atau tidak.


Kamar besar di sewa Sa Sie Hwa, karna mereka tak ingin kamar yang terpisah.


Malam itu mereka istirahat, Han Ciu terpaksa tidur di kursi karna Sa Sie Hwa dan Li Er mulai panas, ketika ribut soal posisi tidur.


Pagi hari di kota Sanchuan sangat dingin, Han Ciu yang lebih memilih bersila dan melatih tenaga dalam, mulai membuka mata ketika mendengar kesibukan kesibukan yang terjadi di dalam kamar.


Jantung Han Ciu langsung berdetak kencang waktu melihat ketiga gadis itu bangun, berdiri dan berjalan di kamar, lebih parah lagi Li Er yang berjalan bolak balik di depan Han ciu tanpa memakai busana.


Han Ciu sebentar sebentar membuka sedikit penglihatannya, karna merasa penasaran dengan apa yang ia lihat di depan mata.


Kedua tangan Han Ciu mulai bergertar menahan hawa birahi yang perlahan naik, mata yang menutup, akhirnya dengan menguatkan hati Han Ciu membuka mata.


Han Ciu mundur wajahnya merah ketika membuka mata wajah Sa Sie Hwa sudah berada tepat di depan matanya.


"Jangan berlagak sok suci, adik tahu Han Ciu koko dari tadi mengintip kami bertiga," ucap Sa Sie hwa.


"Aku .. aku tidak sengaja," jawab Han ciu, mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


Xi xi xi


"Tidak sengaja, tapi mata Muka Ayam merem melek waktu aku lewat tidak pakai baju.


"Kau.. !" ah kalian bertiga sekongkol,"

__ADS_1


"Lebih baik aku keluar, daripada terus di ledek oleh mereka," ucap Han ciu sambil beranjak, Sewaktu Han ciu bangun dengan mata masih terpejam, tangannya tanpa terasa memegang payudara Sa Sie Hwa yang di pikir adalah tangan gadis itu yang ingin membantunya berdiri.


Aaaauuuww,...plaaak !


"Kasar sekali main remas dan tarik, kalau mau elus tinggal bicara, pasti aku kasih, Sa Sie Hwa berkata sambil wajahnya seperti meringis.


Han Ciu wajahnya merah jengah, lalu berdiri tanpa melihat lagi langsung keluar kamar, hanya suara tawa ketiga gadis itu yang ia dengar ketika pergi.


Han Ciu turun dari lantai atas tempat ia menginap, sepasang mata mengawasinya dengan tajam.


Saat Han Ciu keluar dari penginapan, orang yang mengawasi Han Ciu lalu mengikuti dari belakang.


Dan terus membuntuti pemuda itu.


"Berhenti !"


Han Ciu mendengar suara dari belakang, lalu menghentikan langkahnya dan berbalik.


Han Ciu melihat seorang pria setengah tua yang masih terlihat gagah dengan rambut yang setengahnya mulai memutih sambil membawa kipas,


"Tunggu sebentar tuan !"


"Ada yang ingin kutanyakan ?"


Han Ciu mengerutkan kening melihat pria itu.


"Maaf, aku tak kenal dengan tuan !" dan tuan ingin tanya apa padaku ?"


"Aku hanya heran, kenapa seorang pengemis bisa tinggal di penginapan yang lumayan mahal ?"


"Lalu apa hubungannya dengan tuan, jika aku menginap di penginapan ?" Han Ciu menjawab perkataan dari pria berkipas itu.


Pria itu diam mendengar perkataan Han Ciu.


"Tuan, jika aku boleh bertanya, tuan dari cabang di kota mana dan apa jabatan tuan ? karna aku juga adalah kawan dari perkumpulan pengemis tongkat hitam,"


Han Ciu mendengar perkataan pria gagah itu tersenyum.


"Ternyata kawan sendiri," ucap Han Ciu tersenyum, apalagi setelah mengamati wajah pria gagah setengah tua itu, Han Ciu seperti pernah melihat wajah itu tapi entah dimana.


"Benar tuan !" kalau bukan kawan sendiri aku juga tak akan mau bertanya kepada tuan."


ucap pria gagah itu tersenyum.


Namaku Sam Ci tuan, dan orang orang sering memanggilku dengan Sam Ci, Si pengemis sakti 3 bunga.


Mendengar perkataan dari Han Ciu wajah pria itu tiba tiba berubah kelam.


Hmm !


"Rupanya kau musuh yang sedang menyamar," ucap pria itu dengan nada ingin.


Pria itu lalu menyabetkan kipasnya ke arah Han Ciu.


Whuuut !


Han Ciu terkejut melihat pria yang tadi tersenyum lalu menyerang ke arahnya.


Sambil bergerak menghindar, Han Ciu lalu bergerak ke samping dan menepak kipas pria gagah itu


Plaaak !


Kipas bergeser, lalu pria itu dengan satu gerakan tangan melipat kipas, dan menotok dada Han Ciu.


Han Ciu melihat kipas melesat lurus ke arahnya, lalu mundur dan mengibaskan tangan kanan berusaha menangkis kipas.

__ADS_1


Pria itu tersenyum dingin melihat tangan kanan Han Ciu berusaha menangkis kipasnya.


Kipas ketika di tangkis langsung terbuka, lalu pergelangan tangan kakek itu berputar dan ujung kipas yang tajam menyabet ke arah leher Han ciu.


Han Ciu terkejut, lalu mundur selangkah menghindari serangan kipas lawan yang akan merobek lehernya.


Melihat Han Ciu mundur, pria setengah tua itu diam tak menyerang, tapi mata pria itu menatap tajam.


"Cepat katakan siapa kau sebenarnya ?"


Phuuih !


"Sudah kusebutkan namaku dan kau masih saja bertanya,"


Bangsaaat...!


"Kau dari perguruan api suci yang hendak memecah belah kami bukan ?" ucap pria itu.


"Tunggu dulu tuan !" kau salah paham, aku bukan dari perguruan api suci," ucap Han Ciu.


Dan kau bernama Sam Ci, Si pengemis sakti 3 bunga ?


"Benar"


Mendengar perkataan Han Ciu, pria itu lalu bersuit kencang, dan tak lama kemudian 3 buah bayangan melesat dan tiba disamping pria gagah itu,


Salah satu dari gadis yang datang lalu bertanya,


"Ada apa ayah memanggil kami ?"


"Kalian lihat penipu ini !" dia bilang namanya adalah Sam Ci,"


Ketiga gadis itu mendengus, mendengar perkataan dari pria gagah itu dan langsung mengurung Han ciu.


Lanjut perkataan dari pria itu.


"Jika kau bernama Sam Ci, lalu aku ini siapa ?"


Ketiga gadis yang mengurung Han Ciu tanpa basa basi langsung menyerang, Senjata ketiga gadis itu berbeda beda, kipas, tongkat dan cambuk.


Tapi gabungan serangan ketiga gadis itu sangat dasyat dan saling isi,


Cambuk melesat ke arah kaki Han Ciu.


Ctaaaaar !


Han Ciu loncat, menghindari cambuk yang menyambar kakinya, lalu sebuah tongkat hitam tiba tiba menyambar dan menusuk ke arah dada Han ciu yang tengah lompat.


Han Ciu menepis tongkat.


Tapi sebuah dorongan angin, membuat Han ciu yang berhasil menangkis tongkat terpental.


Han Ciu ketika terpental lalu berputar sambil salto dan turun dengan kedua kakinya.


Hmm !


"Jika aku tak salah duga, pria itu adalah Sam Ci dan ketiga putrinya, tapi kenapa dia tidak berpakaian pengemis.


"Aku bisa membalas serangan mereka, tapi aku takut mencelakai mereka dan menambah salah paham diantara kita semakin besar."


Wajah Han Ciu tampak bingung, sementara ketiga gadis anak Sam Ci sudah bersiap sambil mengurung Han Ciu.


Ketika Han Ciu sedang bingung hendak berbuat apa, tiga buah bayangan melesat, dan satu bayangan melesat dengan cepatnya dan terdengar teriakan kencang.


"Muka Ayaam, kami datang"

__ADS_1


__ADS_2