
Nenek kipas Hitam tak peduli dengan ucapan Tongki dan terus menatap ke arah Jagal Utara serta lblis Biru yang tengah bersiap untuk bertarung kembali.
“Gila....tubuhku terasa sangat dingin, ilmu kakek lblis ini ternyata berhawa dingin, Aku harus hati – hati terhadap pukulan serta hawa tenaga dalam yang keluar dari kedua tangannya, jika sampai darahku membeku, akan sulit buatku untuk bergerak,” ucap Jagal utara dalam hati.
Setelah menghangatkan tubuh dengan tenaga dalamnya, Jagal Utara kembali bersiap.
Kedua golok jagal miliknya di putar pelan di depan dada.
Kemudian Jagal Utara melesat, tangan kanannya menyabet ke arah kaki lblis Biru.
Iblis Biru loncat saat kakinya terancam, melihat lblis Biru loncat Jagal Biru tangan kirinya menyambar, golok Jagal membabat pinggang lblis Biru.
Iblis Biru menepak dari samping golok berbentuk kotak, saat badan golok melenceng terkena tepakkan, lblis Biru melesat mundur.
Setelah Mundur, lblis Biru menghantam dengan pukulan Angin Es ke arah Jagal Utara.
Jagal Utara memutar, kemudian dari samping, kedua golok jagal berkelebat sambil menyilang, membacok kepala serta bahu lblis Biru.
Suara deru angin terdengar dari lesatan golok Jagal Utara.
Kedua tangan lblis Biru, semakin biru lalu berputar sambil mundur, menghindari tebasan Jagal Utara.
Putaran tangan lblis Biru, menghantam sambil bergerak mundur
Jagal Utara menyilangkan sepasang golok Jagal untuk, menahan pukulan angin Es.
Blam !
Jagal utara mundur, kali ini dari sudut bibir jagal utara keluar darah segar.
Melihat musuh terluka dalam, lblis Biru tak mau memberi kesempatan musuhnya untuk menarik nafas.
Kedua tangan menyilang, sinar putih yang lebih dingin kembali melesat ke arah Jagal utara.
Jagal Utara menggigit bibirnya sendiri, membangkitkan rasa sakit serta memulihkan aliran darahnya yang membeku.
Kemudian menghindari serangan lblis Biru, tapi gerak tubuh Jagal Utara sudah terbaca oleh lblis Biru.
Ketika tangan kanan menebas dengan golok, lblis Biru menghindari serangan lalu meremas tangan kanan yang memegang golok jagal.
Krek....auuurgh !
Teriakan keras terdengar dari mulut Jagal Utara.
Golok jagal jatuh, tapi sebelum sampai lantai tangan kiri lblis Biru menyambar gagang golok, setelah berhasil, golok langsung di tebaskan ke arah pinggang.
Crak !
Suara tulang putus terkena bacokan golok terdengar.
Suara keluhan Jagal Utara terdengar sebelum tubuhnya tersungkur ke lantai dan tewas dengan pinggang hampir putus oleh goloknya sendiri.
Plok...Plok...Plok
Suara tepuk tangan terdengar dari nenek Kipas Hitam.
“Muka hitam ! Kau kalah tapi sepertinya kau senang ? Ucap Tongki.
“Kalah menang apa untungnya buatku,” Nenek Kipas Hitam berkata.
Tapi buatku ada, kau tak akan bisa menggangguku lagi,” kembali Tongki berkata.
“Kau mau bertarung sekarang ? Tanya Tongki.
Kita lihat pertarungan antara ketua Han, dengan ketua Bu Ban Liong, ucap nenek Kipas Hitam sambil menarik tangan Tongki.
“Diam....Diam, jangan pegang – pegang, ingat kau jangan ganggu aku,” ucap Tongki.
“Ya sudah jika tak mau, nenek Kipas Hitam berkata sambil melesat ke arah Pertempuran, antara Bu Ban Liong dan Han Ciu.
Tapi akhirnya Tongki juga ikut di belakang nenek Kipas Hitam, ingin melihat pertempuran.
Bu Ban Liong mulai gelisah melihat Jagal utara tewas oleh, lblis Biru.
Sementara, nenek Kipas Hitam malah menonton, ia bertarung.
Di tambah satu persatu murid utamanya tewas oleh Sa Sie Hwa serta sepasang Hantu Malam.
“Kemana Setan Tangan Putih, kenapa lama sekali, Bu Ban Liong berkata dalam hati sambil menghindari serangan cakar naga hitam yang di gunakan Han Ciu.
Bu Ban Liong tidak tahu bahwa Setan Tangan Putih, ketika melihat tanda naga merah.
Segera bergerak ke tempat pertemuan, tapi baru setengah jalan di tempat terbuka yang di kelilingi oleh gedung dan rumah.
Rombongan Setan Tangan putih di serang oleh pasukan panah pimpinan komandan pasukan kota Sishui, puluhan tewas.
__ADS_1
Yang tidak mundur pasti tewas terkena panah, gedung dan jendela rumah di jadikan tempat untuk membidik pasukan musuh.
Setan Tangan Putih memerintahkan anak buahnya untuk mundur, tetapi dari belakang, Zhain Li Er, Suma Han serta Ahn Nio menghadang anggota perguruan Naga Api.
Pertempuran terjadi, prajurit bawahan gubernur Ping An mulai masuk dan menyerang membantu perguruan Selaksa Pedang
Setan Tangan Putih Terkejut pasukannya terjepit, belum lagi panah – panah yang mengincar dari depan.
Itulah kenapa Bu Ban Liong menunggu, tetapi Setan Tangan Putih tak kunjung datang, karna yang di tunggu sedang, berusaha menahan sergapan Zhain Li Er.
Setelah sepasang Hantu malam datang membantu, Sa Sie Hwa dengan mudah membabat satu persatu murid utama Bu Ban Liong di bantu sepasang Hantu Malam. Setelah beres, sepasang Hantu Malam langsung memburu pasukan yang di pimpin Setan tangan Putih.
Bu Ban Liong, terus menghindar dari serangan Han Ciu.
Tapi setelah ia memastikan hanya tinggal sendiri, Bu Ban Liong balik menyerang Han Ciu dengan ganas.
Pergelangan tangan sampai jari berubah merah, telapak naga api andalan Bu Ban Liong mulai balas menyerang.
Plak....Plak
Han Ciu menangkis serangan Bu Ban Liong.
Dengan tenaga dalam jubah emas, Han Ciu tak terpengaruh oleh pukulan telapak naga api milik Bu Ban Liong.
Bu Ban Liong hatinya mulai goyah melihat lawannya yang masih muda seperti tak terpengaruh oleh hawa panas yang keluar dari telapak tangan.
Han Ciu belum menggunakan tenaga penuh, tapi walaupun tenaga dalam Han Ciu lebih tinggi dari Bu Ban Liong, serangan Bu Ban Liong selalu menyerang tempat mematikan di tubuh Han Ciu.
Kenekatan Bu Ban Liong yang ingin beradu jiwa menyulitkan Han Ciu.
Han Ciu mundur ketika telapak tangan Bu Ban Liong menyerang ke arah Leher.
Han Ciu menyambar Siku kanan Bu Ban Liong.
Bu Ban Liong melihat siku kanannya dalam bahaya, telapak kiri Bu Ban Liong menghantam ke arah bahu kanan Han Ciu.
Han Ciu menarik serangan, lalu tangan kanan Han Ciu berbalik menghantam telapak kiri Bu Ban Liong.
Plak !
Kedua mundur, Bu Ban Liong mundur sambil salto, menjauh dari Han Ciu.
Tadi Han Ciu bisa saja menghancurkan siku tangan kanan Bu Ban Liong, tapi bahunya juga akan terluka, Han Ciu tidak mau melakukan hal bodoh, walaupun dilindungi oleh tenaga dalam Jubah emas tahap ke 4. jiwa emas, Han Ciu tetap tidak mau ambil risiko bahunya ikut terluka.
Ilmu cakar Naga Hitam memang baik di gunakan jarak dekat begitu pula dengan telapak Naga Api milik Bu Ban Liong.
Kedua tangan Han Ciu mulai berubah ke emasan, kemudian ia melesat menyerang ke arah orang yang ia benci karna ikut andil menghancurkan sekte Naga Hitam.
Tangan kanannya menyambar ke arah Leher Bu Ban Liong.
Whut !
Bu Ban Liong Mundur, kemudian bergerak memutar lalu telapak kiri ketua perguruan Naga Api menghantam pinggang kanan Han Ciu.
Plak !
Han Ciu menangkis serangan tangan kiri Bu Ban Liong, kemudian balas menyerang kaki kanan Han Ciu menendang perut Bu Ban Liong dari samping.
Bu Ban Liong mundur sambil bersalto.
Han Ciu terus memburu
Saat kaki Bu Ban Liong menginjak lantai
Cakar Han Ciu menyambar ke arah pinggang.
Bu Ban Liong mendengus, melihat ia sudah tak bisa menghindar lagi, lalu telapak kanannya menghantam cakar Han Ciu.
Plak !
Suara keras terdengar saat tangan mereka bertemu, Bu Ban liong seperti menghantam Besi, telapaknya yang berwarna merah dan panas seperti tak berarti bila bertemu dengan tangan Han Ciu.
Bu Ban Liong hendak menarik tangannya ketika beradu, tapi Han Ciu dengan cepat mencengkeram telapak Bu Ban Liong.
Wajah Bu Ban Liong pucat, kemudian telapak kirinya Setelah di tarik ke belakang, lalu dengan cepat di dorongkan ke depan.
Whuus !
Angin berhawa panas melesat bergerak menghantam pinggang Han Ciu.
"Kau pikir aku akan menarik kembali seranganku seperti tadi ! kau mimpi," Han Ciu berkata dalam Hati.
Tangan kiri Han Ciu mendorong, kabut dingin keluar dan menggulung angin panas.
Tangan kiri Han Ciu mengeluarkan, pukulan Air Mata Naga.
__ADS_1
Semakin Bu Ban Liong menambah angin panas dari pukulan Telapak Naga Api, Han Ciu juga menambah kabut yang keluar dari tangan kiri, setelah kabut dingin menekan, lalu terlihat empat buah butir air menetes dari kabut ciptaan Han Ciu.
Sambil tersenyum dingin dan menatap tajam ke arah Bu Ban Liong, Han Ciu perlahan memutar telapak kirinya menarik kemudian mendorong dengan cepat.
Empat buah tetes air melesat cepat ke arah Bu Ban Liong.
Wajah Bu Ban Liong pucat pasi, jarak dengan butiran air tidak jauh, untuk menghindari serangan pukulan Air Mata Naga, rasanya sudah tak mungkin lagi.
Bu Ban Liong kemudian memutar tangan kiri, membentengi tubuhnya dari serangan empat tetes air yang telah menjadi es.
Bu Ban Liong tersenyum, saat empat tetes air es, rontok setelah menghantam tameng tenaga dalam miliknya.
Tapi karna menahan pukulan air mata naga, Bu Ban Liong membiarkan kabut dingin Han Ciu menekan, angin panas milik Bu Ban Liong.
Butiran air lebih banyak turun ke lantai, puluhan lainnya melesat dengan cepat.
Bu Ban Liong terkejut, kemudian semakin menambah tenaga dalam untuk lebih melindungi tubuhnya dari butiran es yang menyerang seluruh bagian dada Bu Ban Liong.
Han Ciu tersenyum melihat Bu Ban Liong sibuk.
Krek....Kreek !
Suara retakan tulang terdengar, Bu Ban Liong menjerit.
Aaaaarrrghh !
Lalu dengan sekuat tenaga tangan kiri Bu Ban Liong mengeluarkan pukulan telapak Naga Api, mendorong ke arah Han Ciu dengan tenaga dalam penuh.
Rasa sakit akibat tulang jari serta tulang telapak tangannya hancur oleh jurus cengkeraman cakar Naga Hitam. Membuat ketua perguruan Naga Api itu nekat beradu jiwa dengan Han Ciu, walau ia mati setidaknya Han Ciu terluka parah, itu yang ada di pikiran Bu Ban Liong.
Han Ciu tersenyum sinis lalu mendorong tangan kirinya melayani serangan Bu Ban Liong dengan pukulan Dewa Naga.
Brak....kerrrrtt !
Perlahan tubuh Bu Ban Liong dari kaki mulai membeku dan hawa dingin terus naik ke atas, aliran darah serta urat perlahan membeku.
Mata Bu Ban Liong melotot, menggigil menahan hawa dingin yang membekukan tubuhnya secara perlahan.
Han Ciu melepaskan tangan kanan yang ia cengkeram, lalu tangan kanannya menyambar ke leher Bu Ban Liong.
Tap !
Han Ciu menatap tajam ke arah Bu Ban Liong, lalu berkata.
“Hawa dingin yang masuk ke dalam tubuhmu, tak bisa mengalahkan dinginnya hatiku hidup tanpa saudara sejak kecil.
"Hingga aku bertekad ingin menumpas mereka – mereka yang terlibat dalam penyerangan terhadap sekte naga hitam.
“Tapi menjadi beku terlalu enak untukmu.” Lanjut perkataan Han Ciu.
Kreek !
Han Ciu meremas tulang leher Bu Ban Liong sampai hancur.
Tak ada teriakan dari mulut Bu Ban Liong, hanya mata melotot seperti menahan rasa sakit yang terlihat sebelum tubuhnya membeku.
Tubuh Bu Ban Liong jatuh seperti batang kayu.
Bhuuk !
Melihat hasil pertempuran antara Han Ciu lawan Bu Ban Liong, nenek kipas Hitam tersenyum.
Tongki mengerutkan keningnya melihat nenek itu.
Iblis Biru menghampiri Han Ciu begitu pula dengan nenek kipas hitam, Tongki yang sedikit bingung ikut menghampiri di belakang nenek Muka Hitam.
“Bagaimana dengan pasukan Zhain Li Er paman ? Tanya Han Ciu kepada lblis Biru.
“Aku sudah menyuruh sepasang Hantu Malam, Talaba juga ikut menyusul,” ucap lblis Biru.
“Selamat ketua ! Ucap nenek kipas hitam, sambil memberi hormat.
Han Ciu melihat ke arah Tongki.
Tongki yang mengerti tatapan Han Ciu berkata.
“Apalagi ketua, aku saja bingung.”
Aku adalah adik seperguruan dari Beng San Toako, pengawal sekaligus penasehat tuan Liu Bang yang sengaja menyamar masuk, karna di curigai perguruan naga api hendak bergabung dengan Xiang Yu.
Nenek kipas hitam, lalu membuka topeng tipis dari wajahnya, wajah hitam kini menjadi putih, wajah seorang nenek yang menarik.
Aku adalah Dewi Kipas.
Melihat wajah asli Dewi Kipas.
__ADS_1
Tongki menarik nafas, dalam hatinya ada sebuah perasaan aneh.
"Kenapa aku menang taruhan tapi merasa rugi,"