
Sementara di tempat lain, Talaba bersama lblis Biru terus berlari, mereka ingin cepat sampai di kota Sanchuan.
Terkadang lblis Biru tanpa bicara langsung menarik tangan Talaba, dengan tenaga dalam tinggi serta ilmu meringankan tubuh terbang diatas rumput yang di miliki, lblis Biru di tempat sepi seperti terbang dengan Talaba.
Iblis Biru dan Talaba setelah sampai di kota Sanchuan, mereka langsung ke perguruan Api Suci menemui ketua Chen serta Liu Bang, untuk membicarakan dugaan Han Ciu setelah melihat lembaran kulit yang mereka temukan di perguruan Selaksa Racun.
Ketua Chen menerima lblis Biru serta Talaba di ruang utama, tak lama kemudian Liu Bang dengan kedua penasihatnya, Pedang Langit serta Pedang Api berkumpul menyambut dan ingin mengetahui kabar dari Han Ciu.
Tampak dahi Liu Bang berkerut setelah mendengar cerita Talaba, serta pesan yang di sampaikan Han Ciu.
“Benar seperti yang sudah kita duga,” Liu Bang berkata sambil menatap ke arah Xiao Chen serta Pedang Langit.
“Jadi perguruan Selaksa Racun sudah total membantu Xiang Yu,” lanjut perkataan Liu Bang.
“Melihat situasi yang terjadi di perguruan Selaksa Racun, tampaknya seperti itu tuan,” Talaba menjawab.
“Ketua Han meminta secepatnya dikirim pasukan ke kota Xianyang, menurut ketua, jika terlambat akan sangat berbahaya,” lanjut ucapan Talaba.
Liu Bang anggukan kepala mendengar ucapan Talaba sambil berkata.
“Kami sudah berpikir ke arah sana ! karna tidak ada pergerakan di kota dekat Sanchuan yang masuk wilayah Xiang Yu, rupanya mereka memang sudah menyiapkan untuk merebut kota Xianyang dari jauh hari, yang kami belum tahu adalah, berapa pasukan yang mereka kerahkan untuk merebut kota Xianyang.”
“Aku akan mengirimkan 1000 pasukan yang di pimpin oleh, jendral Cao.
“Tapi setelah sampai di kota Xianyang tampuk pimpinan tetap di tangan ponakan Han,” lanjut perkataan Liu Bang sambil menatap seorang pria setengah tua yang gagah.
Pria setengah tua yang merupakan Jendral Cao anggukan kepala, mendengar perkataan tuannya.
“Hamba mengerti maksud yang mulia,” ucap Jendral Cao.
“Pedang Api ! Bawa 200 orang dari perguruan Selaksa Pedang, untuk membantu ketua,” Pedang Langit berkata.
“Bawa juga 300 orang dari perguruan Api Suci bersama rombonganmu untuk membantu Han Ciu,” ketua Chen tak mau kalah.
“Lanjut perkataan ketua Chen, jika perkiraan kita benar, aku berpikir, sebenarnya pasukan yang kita kirim tak sebanding dengan pasukan Xiang Yu, tapi kita tidak bisa membiarkan Sanchuan tanpa pasukan, karna menurut mata – mata kita, pasukan utama Xiang Yu yang berada di Hengshan sedang bergerak ke kota Handan.
“Jika mereka menyerang, kota Sanchuan akan berada dalam bahaya,”
“Apa yang dikatakan oleh ketua Chen benar sekali, ini adalah ujian untuk kita, jika kita mampu melewati situasi ini, aku rasa kedepannya akan lebih mudah untuk kita bersiap menghadapi pasukan Xiang Yu yang jumlahnya memang lebih besar dari pasukanku,” ucap Liu Bang sambil menarik nafas panjang, kemudian berkata kembali.
“Di kota Xianyang ada sekitar 500 pasukan, jadi semuanya berjumlah 2000 pasukan, aku berharap dengan pasukan yang terbatas, kalian mampu bertahan dalam situasi yang berat ini,”
__ADS_1
Jendral Cao, Pedang Api, Talaba Serta lblis biru anggukan kepala mendengar perkataan Liu Bang, mereka mengerti dengan situasi yang ada.
“Kapan kalian akan berangkat ke kota Xianyang ? Tanya Liu Bang.
“Ketua berpesan, lebih cepat lebih baik yang mulia,” ucap Talaba ketika mendengar perkataan dari Liu Bang.
“Pasukan sudah siap, kapan pun bisa berangkat,”
“Jika pasukan sudah siap, kami akan berangkat secepatnya,” Talaba membalas perkataan Liu Bang.
Setelah Talaba selesai bicara, kini ganti Iblis Biru yang bertanya kepada ketua Chen.
“Ketua Chen, apa teman kami mampir ke kota Sanchuan ini ?
Mendengar pertanyaan Iblis Biru, ketua Chen lalu berkata.
“Bukankah Sepasang Hantu Malam membantu si gendut Sin Ko, mengamankan jalur sungai,” ucap ketua Chen.
“Yang aku maksud bukan Sepasang Hantu Malam, tetapi Huang Zilin,” lblis Biru berkata kepada ketua Chen.
“Tunggu dulu, apa yang kau maksud Huang Zilin, salah seorang dari 2 iblis, si lblis Petaruh ? Tanya Pedang langit mendahului Xiao Chen bicara.
“Benar, Huang Zilin si lblis petaruh,” ucap Ming Mo.
Bukan seperti itu ketua Chen.
Kemudian Ming Mo menceritakan ketika mereka bertemu Huang Zilin, hingga akhirnya lblis petaruh itu berhasil ditaklukkan oleh Han Ciu dan bersedia menjadi anak buahnya.
Ketua Chen serta Pedang Langit anggukan kepala mendengar perkataan Ming Mo, dan memberitahu bahwa mereka tidak kedatangan Huang Zilin.
“Huang Zilin bertabiat aneh, mungkin saja ia masih berada di kota Nan, ucap Pedang Langit.
Iblis Biru anggukan kepala mendengar perkataan Pedang Langit.
****
“Tuan muda Han ! coba kau perhatikan perkampungan itu,”
Han Ciu bersama Tan Kui berada di sebuah pohon tinggi besar, tengah mengamati sebuah perkampungan yang tidak terlalu besar tapi di jaga dengan ketat, dari mulai gerbang depan serta setiap sudut kampung di jaga oleh beberapa orang yang berbadan tegap.
Hmm !
__ADS_1
“Kalau tidak salah, pimpinan mereka di sebut tangan baja, orangnya berbadan kekar serta tinggi, ia memakai sebuah topi yang terbuat dari baja,”
Mendengar perkataan Tan Kui, Han Ciu kemudian bertanya.
“Apa paman pernah bertemu dengan Tangan Baja ?
Tan Kui menarik nafas sebelum bicara.
“Waktu itu aku dengan istriku pernah berburu dekat perkampungan, lalu mereka mengepung, setelah anak buahnya babak belur oleh kami berdua, Tangan Baja datang lalu mengajak kami berdamai, mereka bilang jangan saling ganggu, jika kami butuh sesuatu jika mereka punya mereka akan beri, tapi kami tidak boleh mengganggu kegiatan di perkampungan mereka.
“Tapi soal kepandaian aku tak tahu karna belum pernah bertempur dengan Tangan Baja, tapi melihat ketenangannya aku rasa ia orang yang berisi.”
“Agaknya mereka adalah pasukan khusus yang sengaja di siapkan untuk melakukan serangan dadakan.” Batin Han Ciu sambil terus mengamati perkampungan.
Setelah melihat lihat, Han Ciu bersama Tan Kui kembali ke tempat dimana anak buahnya berkumpul.
“Bagaimana kak Han, apa benar mereka adalah perkampungan yang didiami oleh musuh ? Tanya Xiao Er saat mereka berkumpul.
“Sepertinya begitu, mereka bisa di sebut pasukan penyergap,” Han Ciu menjawab.
“Jadi bagaimana selanjutnya ketua ? Tanya Tongki.
“Sebenarnya aku ingin minta bantuan paman dan bibi jika berkenan,”
Mendengar perkataan Han Ciu, Tan kui kemudian bertanya, “bantuan apa yang tuan muda maksudkan ?
“Aku hanya ingin paman dan bibi mengalihkan perhatian mereka dan menarik para penjaga dari berbagai sudut agar kami bisa menyusup dengan aman,”
Mendengar perkataan Han Ciu, Tan Kui anggukan kepala tanda mengerti maksud pemuda itu, tapi tak lama kemudian wajahnya berubah sedih.
Han Ciu mengerutkan kening melihat perubahan di wajah Tan Kui.
“Jika paman tak berkenan juga tidak apa, maafkan kami yang sudah merepotkan,” Han Ciu berkata.
“Bukan itu tuan muda, kami sebenarnya ingin membantu tapi kami bingung, untuk menarik perhatian mereka, kita harus pandai bicara, tapi yang jadi permasalahan kami berdua tidak pandai bicara, nantinya rencana tuan muda malah akan jadi berantakan.” Ucap Tan Kui.
“Jika hanya masalah itu, paman tidak usah khawatir, dalam rombongan kami ada orang yang bisa membantu paman,” mendengar perkataan Han Ciu hampir semua, selain sepasang siluman hutan Hanzhong menatap ke arah Tongki.
Han Ciu anggukan kepala, kemudian berkata sambil tersenyum.
“Kalian benar ! hanya ada 1 orang yang bisa membuat mereka kacau dengan perkataan.
__ADS_1
“paman Tongki”