Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 243 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan 2


__ADS_3

“Talaba! Kau bawa 500 pasukanmu ke arah barat, tunggu sampai 1000 penunggang kuda itu menyerang, Fang Ji ikut bersama dengan kalian untuk membantu.


“Kita tidak boleh membiarkan 1000 pasukan berkuda mereka datang menyerang di saat pasukan kita lelah,” Han Ciu memberi perintah kepada Talaba.


Talaba langsung mengangguk mendengar perintah ketuanya.


Han Ciu sudah memperkirakan, bahwa pasukan berkuda bintang timur pasti memutar jalan ke arah barat, untuk menyerang dari sisi barat.


Jika pasukan pedang api sudah lemah, pasukan berkuda bintang timur pasti akan menyapu pasukan pedang api.


Setelah Talaba serta Fang Ji yang memimpin anak buahnya bergerak ke arah barat.


Han Ciu bersama pasukannya juga bergerak ke arah suara pemimpin pasukan bintang timur yang telah memerintahkan pasukannya untuk menyerang.


Pedang api melihat pasukan musuh yang mulai bergerak cepat ke arahnya, kemudian memerintahkan pasukan panah untuk berdiri di belakang Prajurit dan mulai memanah ke arah pasukan bintang timur.


Shing....Shing....Shing!


Ratusan panah melesat bergantian ke arah pasukan bintang timur.


Crep....Crep....Crep!


Puluhan prajurit bintang timur yang berlari paling depan langsung tersungkur, saat puluhan panah menembus mereka.


“Keparat! Teriak manusia racun, melihat anak buahnya yang paling depan, banyak yang tewas oleh serangan anak panah pasukan Pedang api.


“Lindungi diri kalian pakai tameng.”


Teriak Manusia racun kepada anak buahnya.


Prajurit yang membawa tameng, maju bergerak sambil mengangkat tameng mereka agar terhindar dari ratusan panah musuh, yang terus menghujani pasukan bintang timur tanpa henti.


Trang....Trang....Trang!


Panah pasukan Pedang api mulai banyak yang tertahan oleh tameng pasukan bintang timur.


Pedang api mengangkat tangan, memberi perintah kepada para pemanah agar berhenti memanah.


Setelah pasukan panah berhenti memanah.


Pasukan bintang timur berjalan terus sambil menunduk dan mengangkat tameng.


Pedang api langsung memberikan perintah.


Seraaang!


Ribuan prajurit yang di pimpin langsung oleh, Pedang api, Huang Zilin serta sepasang siluman hutan Hanzhong langsung bergerak menyerang ke arah pasukan bintang timur.


Manusia Racun bersama dengan para perwira bintang timur melihat musuh mereka bergerak menyerang, langsung memimpin ribuan pasukannya menyerang pasukan Pedang api.


Akhirnya kedua pasukan bertemu di tengah padang rumput Taiyuan, perang terbuka terjadi antara pasukan bintang timur dan pasukan penguasa barat.


Pedang berwarna kemerahan melesat, menebas serta menusuk prajurit bintang timur yang berada di dekat pedang api.


Begitu pula Huang Zilin serta Tan Kui, dengan sepasang tangan serta kaki, mereka mengamuk menghantam pasukan bintang timur.


Manusia racun dengan pedangnya melesat dan langsung menebas prajurit penguasa barat.


Craas!


Kepala prajurit langsung putus dan di leher prajurit itu, tampak berwarna kebiruan, tanda racun jahat yang ada di pedang Manusia racun.


Kedua pasukan mengamuk saling serang, bunyi suara senjata dan teriak kesakitan terdengar dan jerit kematian para prajurit dari kedua belah pihak yang meregang nyawa mampu membuat bulu kuduk merinding.


Pedang api dengan 4000 pasukannya, berusaha menahan dan menyerang pasukan bintang timur yang di pimpin oleh Manusia racun, dengan jumlahnya yang mencapai 7000.

__ADS_1


Semakin lama pertempuran semakin terlihat, siapa yang mulai mendominasi pertempuran.


Pasukan pedang api yang mulai kewalahan terus mundur di desak oleh pasukan bintang timur.


“Celaka, jika seperti ini, pasukanku akan habis,” batin Pedang api, sambil tubuh Pedang api mundur, kemudian bergerak ke kanan lalu menusuk salah seorang prajurit yang ada di depannya.


Crep!


Pedang api mencabut pedangnya yang menancap di dada musuh, kemudian pedangnya menebas ke arah sisi kanan.


Dua jeritan terdengar ketika kedua dada prajurit yang berdiri berjajar terkena sabetan Pedang api.


Tan Ling dengan pecutnya terus mengamuk, baju Tan Ling sudah di penuhi darah prajurit musuh, begitu pula dengan baju Huang Zilin serta Tan Kui.


Pasukan yang di pimpin oleh Pedang api mulai terdesak karena kalah jumlah, oleh pasukan bintang timur pimpinan manusia racun.


Tapi dengan gagah berani dan sambil bertempur, Pedang api terus memberi semangat anak buahnya untuk terus bertahan.


Manusia racun menyabetkan pedangnya ke arah punggung Pedang api, Pedang api merasakan angin dingin yang menyambar punggung, kemudian berbalik sambil menahan serangan pedang Manusia racun.


Trang!


Kedua pedang beradu, Manusia racun dan Pedang api sama² mundur.


Ha Ha Ha


“Pedang api, lebih baik kau menyerah! sebentar lagi pasukanmu akan habis,” ucap Manusia racun setelah tertawa.


Ternyata keparat dari selaksa racun yang memimpin, aku jadi lebih semangat ingin membasminya,” Pedang api berkata sambil tersenyum mengejek ke arah Manusia racun.


Phuih!


“Mimpi! apa kau tidak melihat kenyataan yang ada? menurutku sebelum malam pasukan kalian akan habis,” ucap Manusia racun balik mengejek Pedang api.


Ha Ha Ha


“Aku sudah mengutus seorang anak buahku memimpin pasukan untuk menahan ketua kalian, sementara aku menghabiskan kalian di sini,” ucap Manusia racun sambil menatap tajam ke arah Pedang api.


Wajah Pedang api berubah mendengar perkataan dari Manusia racun.


“Pantas ketua belum juga datang, ternyata rombongan ketua di sergap oleh pasukan mereka,” batin Pedang api.


Setelah mendengar perkataan Manusia racun, Pedang api melesat, pedangnya menusuk ke arah dada Manusia racun.


Manusia racun bergerak ke kiri menghindari serangan Pedang api.


Pedang berwarna kemerahan milik Pedang api kembali melesat menebas ke arah kaki, setelah tusukannya berhasil di hindari oleh musuh.


Manusia racun terpaksa loncat untuk menghindari serangan Pedang api.


Ketika tubuh manusia racun loncat dan berada di atas kepala para prajurit yang bertempur, tanpa sengaja matanya melihat ke arah hutan yang ada di depannya.


Mata manusia racun menyipit melihat ribuan pasukan bergerak cepat ke arah pertempuran.


Ketika sudah terlihat jelas seorang yang melesat ke arahnya dengan cepat, wajah manusia racun berubah pucat.


“Han Ciu,” batin manusia racun.


Manusia racun menginjak kepala salah seorang prajurit, lalu melentingkan tubuhnya ke belakang, kemudian berteriak kencang.


“Hadang musuh dari hutan,” teriak Manusia racun dengan sangat kencang, mendadak hatinya gelisah melihat kedatangan Han Ciu dan pasukannya.


Pasukan yang di pimpin oleh Pedang api melihat ribuan pasukan yang di pimpin oleh ketua mereka bergerak dengan sangat cepat langsung bersorak.


Semangat tempur mereka yang sudah turun, bangkit kembali melihat bantuan yang datang sangat tepat waktunya.

__ADS_1


Pedang api tersenyum anggukan kepala melihat sang ketua datang dengan sangat cepat, begitu pula dengan ribuan pasukan yang memang terdiri dari orang² pilihan.


Manusia racun sambil mundur wajahnya terus melihat ke arah barat, wajahnya tersenyum ketika melihat debu mengepul membumbung tinggi dari kejauhan.


“Akhirnya 1000 pasukan berkuda datang,” Manusia racun berkata dalam hati.


Hatinya sedikit lebih tenang.


Tetapi di sisi lain ketika mendengar derap langkah ribuan kaki kuda.


Pasukan Talaba sudah bersiap dengan busur dan anak panahnya, begitu pulan dengan Fang ji serta kawan – kawannya.


Sempat terjadi ketegangan antara anak buah Talaba terhadap kawan² Fang Ji, ratusan serigala itu membuat anak buah Talaba takut, tapi setelah tahu, bahwa Fang Ji selalu mengawasi kawan² nya dengan bergerak ke sekeliling mereka seakan memberi tahu bahwa mereka adalah teman, barulah pasukan panah menjadi tenang.


Seraaaang !


Teriak Talaba sambil memanah pasukan berkuda bintang timur.


Shing....Shing....Shing!


Perwira yang memimpin langsung menyabetkan pedangnya ke arah panah, sambil tangan kiri sibuk mengendalikan tali kekang kuda.


“Awas pasukan penyergap! Teriak perwira itu, lalu matanya menatap tajam ke arah hutan yang berada di pinggir padang rumput Taiyuan.


Seraaang!


Teriak pemimpin berkuda.


Kudanya berputar, ia lalu memacu kudanya di ikuti oleh ratusan anak buah bergerak ke arah pasukan panah yang di pimpin oleh Talaba. sambil pedang terus bergerak ke kiri dan ke kanan.


Melihat musuh datang Talaba mengelus leher Fang Ji, kemudian berkata.


“Sekarang giliranmu”


Fang Ji mengerti akan maksud Talaba.


Serigala itu langsung melolong panjang.


Auuuuung....Auuuuung!


Setelah Fang ji melolong, Talaba menyiapkan sebuah panah yang siap ia lepaskan.


Setelah melolong panjang seakan memberi perintah kepada kawan kawannya, ratusan serigala langsung melesat keluar dari hutan, menyerang prajurit berkuda.


Kuda² yang di tunggangi oleh pasukan bintang timur langsung meringkik, melihat ratusan serigala menyerang ke arah mereka.


Perwira yang memimpin pasukan berkuda terkejut melihat ratusan serigala bergerak ke arahnya


Kedua kaki kuda yang di tunggangi perwira itu mengangkat, sambil meringkik.


Si perwira pemimpin pasukan berusaha mengendalikan kudanya yang tampak ketakutan melihat ratusan serigala.


Kedua kaki depannya terus mengangkat.


Talaba tersenyum dingin, sambil menatap ke arah si perwira yang tengah sibuk mengendalikan kuda yang ia tunggangi.


Tangan kanan menarik anak panah yang sudah terpasang.


Shing....Crep!


Panah melesat dengan cepat dan langsung menancap di kepala perwira yang memimpin.


Tubuh perwira itu langsung tersungkur jatuh dari kuda, kudanya langsung lari tunggang langgang.


Talaba kemudian mencabut pedang, sambil berteriak memberi perintah kepada anak buahnya.

__ADS_1


Seraaang !


__ADS_2