Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 152 Rencana Kedepan


__ADS_3

Han Ciu memeluk Xiao Er sambil tangannya mengelus kepala gadis itu, sudahlah, sekarang aku sudah kembali, jadi kita bisa berkumpul lagi.


Xiao Er mengangguk mendengar perkataan Han Ciu sambil melepaskan pelukannya.


Saat melihat orang – orang memandang ke arah mereka berdua, Xiao Er tertunduk malu, wajahnya merah, kemudian berkumpul kembali.


“Ketua sudah keluar rupanya,” Tongki berkata sambil memberi hormat begitu pula yang lain.


Ha Ha Ha


“Ternyata sedikit yang tahu jika ketua selaksa pedang sudah bersama dengan kita dari pertama acara peresmian perguruan Selaksa Pedang dimulai. Bukankah begitu kawan ?” Suma Han berkata sambil menatap ke arah Pedang Langit.


Pedang Langit tersenyum mendengar perkataan dari Suma Han.


“Apa sahabat Suma sudah tahu ?” tanya Pedang Langit.


“Tentu saja aku tahu !” karna ilmu ketua yang membunuh Dewa api pernah aku lihat, sewaktu di pakai menghancurkan kapal perguruan Naga Api yang menghadang kami sewaktu hendak ke telaga barat.” Ucap Suma Han.


Mendengar perkataan dari Suma Han, Tongki mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah ketua perguruan Naga Air.


“Kau bilang tadi ilmu yang di pakai untuk membunuh Dewa Api ?” ucap Tongki


Suma Han mengangguk mendengar perkataan Tongki.


“Jadi....Jadi, kakek Tongkat putih itu tadi adalah....adalah.” Tongki berkata gagap tapi tak meneruskan perkataannya.


“Benar tuan !” Kakek Tongkat Putih yang tadi duduk bersama dengan tuan adalah Ketua Han,” ucap Suma Han, sambil menatap heran ke arah Tongki karena melihat wajah Tongki yang langsung pucat.


“Adik, perutku mendadak sakit, sepertinya aku ingin ke belakang dulu, Tongki berkata kepada Pedang Api sambil menunduk, lalu bergegas keluar ruangan tak berani melihat ke arah Han Ciu.


Tapi karena berjalan menunduk, tanpa sengaja Tongki malah menabrak lblis Biru.


Buk !


Hmm !


Iblis Biru mendengus ketika di tabrak oleh Tongki.


“Apa matamu buta ?”


Mendengar perkataan lblis biru, dan kata – kata buta yang selalu ia pakai ketika bersama dengan kakek Tongkat Putih.


Tongki makin cepat berjalan keluar ruangan, sambil mengibaskan tangannya ke arah lblis biru, “minggir kau !” menghalangi saja orang yang sedang sakit perut,” ucap Tongki gusar.


“Kau sakit perut atau takut di hukum ?” lblis Biru berkata.


Sedangkan Han Ciu tersenyum, sambil gelengkan kepala melihat tingkah Tongki.


“Sekarang semua boleh istirahat, tapi nanti sore kita berkumpul karna ada satu hal yang harus aku bicarakan,” Han Ciu berkata.


Lalu Han Ciu mempersilahkan Liu Bang Serta Suma Han istirahat.


Sore hari semua berkumpul, Han Ciu melihat semua berkumpul kemudian mulai bicara.


Aku sebagai ketua perguruan Selaksa Pedang sudah menentukan pilihan akan mendukung paman Liu Bang.


Bukan karna paman Liu Bang saudara angkat ayah ku, tetapi karna aku melihat sendiri selama dalam perjalanan, kota – kota yang di bawah pimpinan paman Liu Bang makmur dan rakyatnya sejahtera, berbanding terbalik dengan kota yang di bawah kekuasaan Xiang Yu, miskin dan membuat penduduknya banyak yang mati kelaparan.

__ADS_1


Tetapi aku akan mendukung paman Liu Bang setelah membalas dendam menghancurkan perguruan Selaksa Racun yang menjadi tempat persembunyian Han Ci Kung, orang yang telah berkhianat, dan menghancurkan kaumnya sendiri.


“Aku akan membantu Anak Han,” ucap ketua Cen, Han Ci Kung yang telah menghasut adiku hingga melakukan makar setelah meracuni kami di bantu oleh Han Ci Kung.


“Terima kasih ketua Cen,” ucap Han Ciu sambil memberi hormat.


Lalu Han Ciu menatap ke arah keluarga Suma.


“Paman, aku pernah berkata bahwa 1 masalah sudah di hadapi, sekarang adalah yang kedua, 2 hari dari sekarang aku akan menyerang perguruan Naga Api, karna aku mempunyai dendam lama terhadap mereka, jika perguruan Naga Air ingin ikut andil dalam penyerbuan ini, aku persilahkan, tetapi aturan tetap ada di pihak Selaksa pedang, bagaimana ?” Han Ciu bertanya sambil menatap ke arah Suma Han.


“Ketua Han !” asalkan bisa membalas dendam pada Naga Api, apapun syarat yang di berikan oleh Selaksa pedang, aku setuju.” Ucap Suma Han.


Han Ciu tersenyum mendengar perkataan Suma Han.


Untuk menyerang perguruan Naga Api, dari Selaksa pedang, aku akan membawa, Sin Ko yang bertanggung jawab terhadap kapal, Talaba, paman Tongki, paman Pedang Api serta beberapa orang selirku, sedangkan Paman pedang Langit mempersiapkan sesuatu hal di telaga barat, sambil menunggu aku kembali,” Han Ciu berkata.


Iblis biru yang mendengar namanya tak di sebut oleh Han Ciu mendengus.


“Kenapa kau tak ajak aku ?” lblis Biru bertanya.


Maaf paman, ini adalah urusan Perguruan selaksa Pedang, sementara paman bukan anggota kami.


Phuuih !


“Apa Kau pikir aku selalu diam disini hanya untuk mengasuh dia,” lblis Biru berkata sambil menunjuk ke arah Tongki.


Tongki yang mendengar perkataan lblis Biru cemberut.


Pedang Langit, Han Ciu dan yang lain tertawa mendengar perkataan lblis Biru, yang bisa di artikan bahwa ia sudah bergabung dengan perguruan Selaksa Pedang.


Aku ingin paman Pedang Langit sebagai Wali serta Ketua Cen merundingkan pernikahanku dengan Xiao Er.


Tongki mengangguk mendengar perkataan Han Ciu sambil mendesis pelan.


“Apa masih kurang ?”


Setelah bercakap cakap dan merencanakan Strategi yang akan di ambil, mereka kemudian mohon pamit dan istirahat di tempat masing – masing, sementara Liu Bang pamit, karna akan mempersiapkan pasukannya yang akan berperang dengan Xiang Yu


Sedangkan Han Ciu istirahat di kamarnya, sambil di iringi oleh ke empat selirnya yang cantik, Xiao Er bingung ketika mereka pergi, ketika hendak menyusul kakeknya serta rombongan perguruan Api Suci.


Ahn Nio serta Sa Sie Hwa menarik tangan Xiao Er.


“Adik !” kenapa kau masih juga ragu untuk bergabung dengan kami, bukankah hanya masalah waktu saja kau akan bersama dengan Kak Han, jadi mari bersama kami istirahat di kamar bersama - sama Ahn Nio berkata sambil tersenyum manis.


Xiao Er yang tadinya ragu ingin ikut dengan Han Ciu, setelah mendengar perkataan Ahn Nio, kemudian tanpa ragu berjalan bersama ke empat selir, mengiringi Seorang pemuda tampan yang menjadi suami mereka.


Di dalam ruangan kamar Han Ciu yang besar, pemuda itu tampak duduk sambil merenung.


“Apa yang kak Han pikirkan ?” Sa Sie Hwa berkata, sambil sesekali tangan gadis itu mengelus elus paha Han Ciu.


Aku sedang berpikir, entah kapan hidup harus selalu berpisah dengan kalian, ucap Han Ciu sambil tersenyum.


Sa Sie Hwa tersenyum, kemudian gadis itu tangannya mulai menjelajah ke sekitar paha dan perlahan naik.


Kak Han tinggal hidup tenang bersama kami, harta yang aku pegang tidak akan habis di pakai oleh tujuh turunan, belum lagi penginapan bunga naga sudah tersebar di berbagai kota, kak Han tinggal mundur dari jabatan ketua Selaksa Pedang berikan kepada paman Pedang langit.


Lalu Kak Han tinggal duduk manis bersama kami sambil mengatur bisnis penginapan, kalau ada yang mengacau tinggal suruh adik Zhain yang atasi, kan gampang.

__ADS_1


Aku yang atasi lalu kau di rumah bersenang – senang.


“Terkadang aku ingin tau isi hati Cici Sa itu seperti apa merah, hitam atau abu,” ucap Zhain Li Er menatap tajam ke arah Sa Sie Hwa.


Sa Sie Hwa tersenyum, “adik kau ini selalu berpikiran buruk, memangnya kau saja yang pergi, aku juga akan bepergian melihat penginapan kita yang tersebar di seluruh kota,” mendengar perkataan Sa Sie Hwa, Zhain Li Er tersenyum lalu melirik ke arah tangan yang mulai merayap.


“Jangan curi – curi kesempatan, semua ada jatahnya,” ucap Zhain Li Er


Mendengar perkataan Zhain Li Er, Sa Sie Hwa tersenyum.


Kau dan adik Zee pergi dengan kakak Han, berbulan bulan, aku dan cici Ahn Nio bekerja mengembangkan penginapan tak pernah protes padamu.


Mendengar perkataan Sa Sie Hwa, Zhain Li Er, langsung diam tak bisa menjawab.


Hmm !


Kalian kalau berkumpul selalu saja ada yang di omongkan.


Han Ciu yang melihat Racun Cilik duduk agak jauh sambil termenung, mengerutkan kening.


“Adik Zee kenapa kau tidak bergabung dengan kami !”


Tidak apa kak di sini saja, akhir – akhir ini aku sering pusing,” ucap Racun Cilik.


“Kau sakit ?” Han Ciu bertanya setelah mendengar perkataan Zee ln Biauw.


Racun Cilik gelengkan kepala mendengar perkataan Han Ciu.


Ahn Nio tersenyum kemudian berbisik di telinga Han Ciu, biarkan saja, itu tanda kakak akan menjadi seorang ayah, biarkan kami sebagai cici dari adik Zee yang akan mengurus.


“Ap....Apaa, aku....aku akan menjadi seorang ayah,” Han Ciu berkata kencang, lalu bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Racun Cilik.


Sa Sie Hwa yang memang sudah di beritahu oleh Ahn Nio tersenyum, sedangkan Zhain Li Er yang belum tahu tampak mengangkat alis.


“Menjadi seorang ayah,” ucap Zhain Li Er


Lalu memburu ke arah Han Ciu.


“Adik Zee apa benar yang di katakan Nci mu bahwa kau....kau,” sebelum selesai Han Ciu berkata sudah di potong oleh Racun Cilik.


“Aku tidak tahu, tapi akhir – akhir ini, sejak pulang dari bukit Serigala aku sering pusing dan mual, lalu setelah cici Ahn Nio memanggil tabib dan memeriksa, baru memberitahu bahwa aku....aku mengandung,” Zee ln Biauw berkata sambil tertunduk malu.


Ha Ha Ha


Han Ciu kemudian memeluk Racun cilik dan menciumi wajah selir termuda dari 4 selir.


Zhain Li Er, yang mendengar perkataan dari Racun Cilik termenung.


“Aneh !” padahal aku yang lebih sering tidur dengan kak Han sewaktu pergi ke bukit Serigala, tapi kenapa adik Zee yang hamil lebih dulu ?” pasti adik Zee memakai obat ramuan yang dia sembunyikan.


“Aku harus meminta obat itu, biar bisa ikut mengandung,” Zhain Li Er berkata dalam hati.


Ahn Nio, Sa Sie Hwa serta Xiao Er menyalami Racun Cilik sambil memeluk gadis itu sambil memberi selamat.


Hanya Zhain Li Er yang masih termenung dan tampak seperti sedang berpikir.


“Minta obat dulu, baru nanti tengah malam beraksi”

__ADS_1


__ADS_2