
Han Ciu yang masih ngantuk setelah duduk kemudian menatap Li er.
"Kau ingin penjelasan apa ?"
"Aku .. aku ingin penjelasan apa ya ?"
Hmm !
"Aku juga tidak tahu, karna Enci Sa yang menyuruh aku," ucap Li Er
"Adik Sa !" ini semua ulahmu, benar bukan ?"
Cis !
"Aku hanya ingin tanya kepada Racun Cilik."
"Apa yang ingin kau tanyakan ?" ucap Han Ciu.
Cis !
"Kenapa Han Ciu Koko yang tampak sewot.
"Basuh dulu wajah Han Ciu koko !" karna tadi paman Pedang Langit memberitahu, bahwa kita mau di dandani seperti pengemis oleh kakeknya Li Er.
Kenapa tidak kau bilang dari tadi, Han Ciu terkejut ketika melihat tubuhnya tertutup selimut.
Sambil bergerak ke arah baskom yang berisi air, Han Ciu mendorong Li Er, dan turun dari ranjang.
"Kau ambil pakaianku !" ucap Han Ciu sambil menatap Li Er.
Kaki Li er turun dari ranjang lalu mencari baju Han Ciu.
"Adik, kenapa kau turuti perkatannya ?"
Li Er tidak menjawab, matanya mencari kesana kemari mencari baju Han Ciu.
Setelah menemukan baju berserakan sebagian di lantai dan sebagian di ranjang.
Han Ciu setelah membasuh wajahnya, lalu memakai baju dan celana yang di kumpulkan oleh Li er.
Han Ciu ketika melewati Racun Cilik dan Sa Sie Hwa, Han Ciu berkata.
"Adik Zee kau jangan jawab apapun pertanyaan Cici mu, mengerti ?"
Racun Cilik mengangguk mendengar perkataan Han Ciu, Sedangkan Sa Sie Hwa terus menatap Racun Cilik.
Han ciu lalu ketempat Iblis Seribu Wajah, Pedang langit sudah di dandani, seperti seorang pengemis tua yang penyakitan.
Iblis Seribu wajah dan Dewi angin pasangan pengemis tua, Dewi angin wajahnya keriput, jika tertawa giginya terlihat hitam.
"Kenapa orang tua semua ?"
Phuuih !
"Kau pikir kami yang tua, ini harus menyamar menjadi pengemis muda ?"
"Dan kau juga akan ku bikin tua, ucap Iblis seribu wajah."
Iblis seribu wajah lalu, merias wajah Han Ciu menyerupai pria ber umur 50 tahun rambut hitam bercampur putih menghiasi kepala, berkumis dan janggut yang terlihat acak acakan.
Li Er menjadi pengemis muda, wajahnya dekil dan sedikit hitam.
"Mana yang lain ?"
Li Er lalu memanggil Sa Sie Hwa,
Aku mendapat pesanan dari Hu pangcu pengemis tongkat hitam, mereka bisa menjadi 3 bunga, anak seorang sesepuh adik seperguruan Kai sek, Sam Ci si pengemis sakti 3 bunga.
"Kenapa harus aku yang menjadi Sam ci ?"
Hanya kau yang cocok, Sam Ci kan belum terlalu tua, dan ketiga anak gadisnya yang galak galak selalu ikut
"Lalu kau pikir siapa yang akan menjinakan mereka bertiga, jika mereka mengacau ?"
Han Ciu diam tak menjawab.
Sa Sie Hwa dan Racun cilik datang setelah Li Er
memanggil kedua gadis itu.
Han Ciu lalu menunggu di kamar.
Setelah semua selesai di dandani, Han Ciu di beritahu, sipat dan karakter Sam Ci.
Rombongan Han Ciu di bagi 2 kelompok, Iblis seribu Wajah, Dewi Angin dan Pedang langit, dengan para Tongcu pengemis Tongkat hitam.
Ma Cao, bersama dengan Han Ciu yang menyamar menjadi Sam Ci, dengan ketiga anak gadisnya.
Selama perjalanan, Han ciu selalu memalingkan wajah ketika Sa Sie Hwa selalu menatap ke arahnya dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Di sebuah hutan yang tak terlalu besar, rombongan Ma cao, istirahat.
Perkumpulan pengemis dan rombongan Han ciu, ketika membuka bekal, mereka makan terpisah tempat dan Sa Sie Hwa membawa bekal sendiri dari Henei.
Sa Sie hwa mengeluarkan daging kering, roti dan arak.
Han Ciu menghampiri Racun Cilik dan duduk di samping gadis itu.
Sebelum Han Ciu bicara, Sa Sie Hwa sudah mendahului Han Ciu.
"Han Ciu koko tak usah tanya lagi, Racun Cilik sudah mengakui semua, dan bercerita kepadaku."
"Kenapa kau cerita !" bisik Han Ciu.
"Kata Enci Sa, jika tak mau mengaku, aku akan dimusuhi oleh selir selir yang lain." Racun Cilik menjawab bisikan Han ciu.
"Aduuuuh !
"Cuma gara gara itu, kau cerita semua yang kita lakukan ?"
Racun Cilik mengangguk.
"Kenapa bisik bisik terus, memangnya kalian masih belum puas ?"
sambil Sa Sie Hwa menatap sinis, ke arah Han Ciu.
"Aku ingin bicara denganmu,"
ucap Sa Sie Hwa sambil menarik Han ciu ke sebuah pohon rindang.
Setelah sampai di balik pohon rindang, Sa Sie Hwa lalu memukuli dada Han Ciu, airmata gadis itu bercucuran.
"Kau .. kau tega sekali Han Ciu koko, ucap Sa Sie Hwa sambil terisak,
"Kenapa harus Racun Cilik yang lebih dulu kau tiduri, bukan aku atau Cici Ahn nio, kenapa ?"
"Kenapa harus membahas hal seperti ini ?" nanti saja, kalau misi menyelamatkan ketua Cen berhasil, baru kita rundingkan lagi.
Han Ciu koko mau menghindari aku ?
"Bukan begitu adik Sa, dengar dulu penjelasanku !" ucap Han ciu.
Sa Sie Hwa lalu memeluk Han ciu, "aku tak mau dengar, aku hanya ingin pembuktian."
"Pembuktian apa yang kau maksudkan ?"
Hmm !
"Terkadang aku bingung denganmu, dulu kau sangat benci padaku, tapi kenapa sekarang jadi berbalik ?"
Sa Sie Hwa tak menjawab, hanya memejamkan mata di hadapan Han ciu.
Han Ciu menarik napas dalam dalam, dan hendak mencium Sa Sie Hwa.
Tapi pemuda itu langsung mundur, ketika melihat sebuah bayangan mendekat.
Muka ayam !
Sa Sie Hwa mendengar panggilan itu lalu membuka mata, dan melihat Li Er sudah berdiri sampingnya.
Hmm !
"Lagi lagi Si gila ini yang selalu menghambatku bermesraan." ucap Sa Sie Hwa dalam hati, wajah gadis itu langsung cemberut.
"Ada beberapa bayangan mendekat, kita harus hati hati."
Tak lama setelah Zhain Li Er memberitahu.
Terdengar, suara menggelegar dan tertawa yang sangat keras karna di aliri tenaga dalam tinggi.
Sa Sie Hwa yang cemberut lalu di tarik oleh Han Ciu, nanti saja di kota Sanchuan, ucap Han Ciu sambil mengedipkan mata kepada Sa Sie Hwa.
Han Ciu lalu berjalan menuju ke arah Ma Cao.
"Ada apa Hu pangcu ?"
Agaknya memang perguruan api suci yang di pimpin oleh Xiao ti, ingin mengajak perkumpulan pengemis tongkat hitam untuk perang.
Han ciu melihat dua orang kakek dengan tenang menghampiri.
Satu orang berpakaian hitam dan satu lagi berpakaian biru.
"Hu pangcu kenal dengan kedua orang itu ?"
Mereka adalah tokoh abu abu.
Telapak Kilat dan Naga Biru.
Telapak Kilat dan Naga Biru berdiri di depan Hu pangcu dan Han Ciu yang menyamar menjadi Sam Ci.
__ADS_1
"Ma Cao kita berjumpa lagi."
Hmm !
"Tapak Kilat, tokoh yang sok suci tapi apapun di lakukan jika ada keuntungan besar di dalamnya."
"Tutup mulutmu !"
"Kai Sek belum tentu berani bicara seperti itu padaku," Tapak Kilat menatap sinis ke arah Ma Cao.
"Tapi kau berani beraninya bilang seperti itu."
"Hu pangcu !" Ketua Xiao Ti menyuruhku untuk mengajakmu bergabung dengan perguruan api suci, jabatan Ketua perkumpulan pengemis tongkat hitam akan di berikan padamu jika kau mau bergabung menjadi sekutu kami."
Phuuih !
"Xiao Ti menahan Pangcu dan muridnya lalu mengajak ku berkhianat, ternyata Xiao Ti memang orang yang tak punya malu."
"Tutup mulut mu !
"Kami berdua adalah tetua bidang hukum perguruan Api suci, dan kami mendapat perintah ketua, untuk membujuk Hu pangcu bergabung atau menghabisi orang orang perkumpulan pengemis tongkat hitam.
"Terserah kau mau pilih yang mana ?" Tapak kilat berkata sambil menatap, Ma Cao.
"Hu pangcu, banyak bicara dengan orang seperti mereka, tak akan ada gunanya, lebih baik bunuh saja dan kirim kepalanya buat Xiao ti dan Mao San."
"Mulutmu hebat juga orang tua, siapa kau ?" tanya Tapak kilat.
"Dia adalah Sam Ci, adik seperguruan Kai Sek yang jarang muncul, Si pengemis 3 bunga.
Naga Biru berkata.
"Nanti setelah kau kami tawan, aku akan minta sama Ketua agar ketiga anak gadismu itu menjadi selir selirku dan kau jangan khawatir aku akan membuat hidup mereka senang.
Ha ha ha.
Whuuut...plak !
Naga biru terkejut dan menangkis serangan yang melesat ke arah muka, kakek berbaju biru itu terkejut, ketika tangannya terasa panas setelah menangkis.
"Aku tak sudi menjadi selirmu, karna aku adalah istri muka ayam !" ucap Li Er sambil menatap bengis ke arah Naga Biru.
"Tak kusangka anakmu boleh juga, aku jadi semakin bersemangat untuk mendapatkan mereka."
"Mulutmu sungguh busuk Kakek tua," ucap Han Ciu.
"Kau menyebutku Kakek tua."
Ha ha ha
"Kakek tua ini yang sebentar lagi akan menjadi menantumu dan anakmu ini sepertinya asik, aku paling suka tidur dengan gadis galak," Naga Biru berkata sambil tertawa tawa.
Wajah Han Ciu merah, jelas terlihat matanya merah, Han ciu sangat marah mendengar perkataan Naga Biru.
"Li Er !" dalam lima jurus jika kau tak bisa menampar mukanya, kau akan kuberikan padanya untuk di jadikan selir tua bangka itu."
Tak sudi .. Tak sudi .. Tak sudi.
Li er teriak, sambil melesat ke arah Naga Biru.
Tangan kanannya menebas ke arah pinggang, kakek berbaju biru itu bergerak ke samping menghindari serangan Li Er, lalu tangan kirinya menjulur, berusaha memegang dada Li er.
Li Er menangkis tangan Naga biru yang berusaha memegang payudaranya.
Plaak !
Li Er setelah menangkis lalu menendang kaki Naga Biru.
Naga biru Loncat, Li Er melesat dan terus menyerang, tangan kiri Li er menghantam bahu Naga Biru dari samping.
Naga biru, dengan tangan kanan berusaha menangkis tebasan Li er.
Tapi Naga Biru terkejut ketika, Li er sepeti menghilang dari samping tubuhnya.
Wajah kakek itu pucat saat melihat Li Er sudah berada di depannya, lalu tangan kanan Li Er dengan cepat melayang ke arah pipi Naga Biru dengan kencang, Naga Biru lalu mengerahkan tenaga dalamnya ke arah muka karna merasa tak bisa menghindari serangan Li er.
Plaaak,..aauuugggh !
Naga biru sampai terpental akibat tamparan keras Li er, pipinya langsung biru, dua buah gigi Naga Biru mencelat keluar, darah tak henti menyembur keluar dari mulut Naga Biru.
Senyum terlihat di bibir Han ciu, melihat wajah Naga Biru yang sembab, yang berusaha untuk bangkit dengan mulut penuh darah dengan bibir, pecah dan bengkak.
He he he
"Berani sekali kau bilang mau meniduri Li er"
ucap Han ciu dalam hati.
"Aku saja takut"
__ADS_1