
Semua yang ada di ruangan dan melihat pertarungan antara Dewa Api melawan Kakek Tongkat Putih, hanya bisa terpana melihat hasil yang terlihat di tengah arena.
Bagaimana tidak, rata – rata mereka semua yang hadir berpikir bahwa Dewa Api akan dengan mudah mengalahkan kakek yang berjalan hanya di bantu dua tongkat batu berwarna putih.
Mereka juga mengenal siapa Dewa Api. Sebaliknya Tongkat Putih, orang dan gelarannya baru mereka lihat dan dengar.
Tapi yang terjadi di tengah arena membalikkan semua perkiraan mereka, tentang hasil pertandingan yang tadinya berpikir Dewa Api akan sangat dengan mudah mengalahkan Kakek Tongkat Putih
Jari Api setelah mendapat isyarat dari Xiang Yu, kemudian melesat ke arah Dewa Api yang terbujur kaku dengan tubuh di selimuti es.
Tongki yang melihat Jari Api melesat, hendak bergerak ke tengah arena, tapi lblis Biru mencekal tangan kakek itu.
“Mau kemana kau ?” tanya lblis Biru.
“Aku mau ke arena, nanti sahabat baruku di serang lagi oleh si Jari Api.” Tongki menjawab.
“Jari Api dengan Dewa Api kepandaiannya, siapa yang lebih unggul ?” tanya lblis Biru.
“Kenapa kau masih tanya padaku, bukankah dulu kau komplotannya ?” ucap Tongki.
Phuih !
“Kau jawab saja pertanyaanku !” jangan bicara yang lain,” lblis biru berkata.
“Kenapa kau jadi emosi, kan benar perkataanku !” Tongki membalas perkataan Iblis Biru.
“Oh iya, Dewa Api kan sahabatmu, apa kau akan menuntut balas sama kawan baru kita ?”
Iblis Biru yang sedang memegang tangan Tongki mengerahkan ilmu Titik Beku miliknya, karna sudah kesal mendengar perkataan dari Tongki, yang sudah melebar kemana mana.
Merasakan hawa dingin masuk melalui tangan lblis Biru, Tongki juga mengerahkan ilmu Hawa Neraka miliknya.
Kedua wajah kakek itu merah karena mengerahkan tenaga dalam masing – masing.
Pedang Api yang melihat kelakuan kedua kakek di depannya gelengkan kepala, kemudian tangannya menebas ke arah kedua tangan Iblis Biru Serta Tongki.
Iblis Biru melepaskan cekalannya melihat Pedang Api menyerang, lalu tanpa menoleh ke arah Pedang Api, la berkata.
“Suruh Diam Suheng mu itu Pedang Api !”
“Bicaranya selalu bikin aku kesal saja,”
“Tuan apa masih tak mengerti akan sifat Suheng, kenapa harus di layani terus,” ucap Pedang Api.
“Sute, aku bertanya hal yang menurutku wajar, kenapa dia marah !” bukankah Tongkat Putih juga kawan kita sekarang ?”
“Sudah....Sudaaah!” lihat saja ke arena,” Pedang Api berkata.
Iblis Biru mendengus, begitu pula dengan Tongki, tapi keduanya menuruti perkataan Pedang Api dan melihat ke arah arena.
Di tengah Arena, Jari Api memeriksa seniornya yang tubuhnya di selimuti Es.
Tapi setelah memegang es dan tak bisa memastikan keadaan Dewa Api, Jari api kemudian mengerakkan jarinya yang bersinar, karna pengerahan tenaga dalam, kemudian menekan ke arah es yang menyelimuti tubuh Dewa Api.
__ADS_1
Krek...krek...Kraak !
Es yang menyelimuti tubuh Dewa Api pecah.
Kemudian Jari Api memeriksa, tapi tak lama kemudian wajahnya terkejut, pucat serta geram, ketika mengetahui semua urat, jalan darah sampai tulang di tubuh Dewa Api membeku, sudah dapat dipastikan Dewa Api tewas.
“Ilmu dengan unsur hawa dingin yang dahsyat dan mengerikan,” Jari Api berkata dalam hati.
Kemudian ia menoleh ke arah Xiang Yu sambil gelengkan kepala.
Xiang Yu mendengus mendapat isyarat dari Jari Api, bahwa orang yang sangat ia andalkan tewas oleh anak buah Liu Bang.
Dua Bayangan melesat masuk arena. Ketua selaksa Racun serta golok setan, telah berdiri di depan Han Ciu yang berdiri di bantu dengan tongkatnya.
Melihat si Manusia Racun berada di tengah Arena, Racun Cilik kemudian melesat dan berdiri di samping Han Ciu.
“Gadis cilik !” lebih baik kau mundur, karna ini urusan kami dengan kakek Tongkat Putih yang telah membunuh Dewa Api, ucap Jari Api.
Selaksa Racun telah menampung murid murtad guruku Han Ci Kung, jika ia turun tangan boleh kita coba beradu racun di sini, aku ingin lihat, siapa lebih unggul Selaksa Racun atau aku si Racun Cilik.
Mendengar perkataan Racun Cilik, wajah si Manusia Racun terkejut, memang Han Ci Kung bersembunyi di perguruannya, tapi jika memang murid Racun Langit yang turun tangan, tanpa ada persiapan akan sangat berbahaya buat dirinya, apalagi di sini adalah markas perguruan Selaksa Pedang.
Tapi ia sudah berdiri di tengah arena, mundur adalah hal yang memalukan buat dirinya yang merupakan ketua perguruan, apalagi di lihat oleh orang dan ketua perguruan yang di undang oleh perguruan Selaksa Pedang.
Melihat Racun Cilik bersitegang dengan ketua selaksa Racun.
Iblis biru melesat ke tengah arena, karna Racun Cilik sudah ia anggap sebagai murid, karena setelah pulang dari bukit Serigala, lblis biru selalu melatih Racun Cilik dan menurunkan ilmu yang ia miliki kepada gadis itu.
Tongki yang melihat lblis Biru melesat, ia pun bergerak ke tengah arena dan berdiri di samping Han Ciu.
“Tunggu, jangan serang !” teriak Xiang Yu berusaha menahan anak buahnya.
Lalu Xiang Yu berjalan ke tengah arena.
Melihat Xiang Yu bergerak.
Liu Bang juga bergerak ke tengah arena.
Kini keduanya saling berhadapan.
“Liu Bang, tadi anak buahmu Pedang Biru hanya di beri peringatan saja tanpa terluka parah dan pertandingan selesai, tapi Dewa Api sampai tewas oleh anak buahmu, lalu apa yang akan kau katakan dan tindakan apa yang akan kau lakukan terhadap anak buahmu ini ?” ucap Xiang Yu sambil mendengus.
Liu Bang diam tak bisa menjawab perkataan Xiang Yu.
Han Ciu berkata dengan suara parau sambil menatap tajam ke arah Xiang Yu.
“Kau bisa bicara seperti itu, apa kau tidak melihat pertandingan ?” jika pukulannya mengenai kepalaku, apa kau masih bisa berkata seperti tadi,” ucap Han Ciu dingin
Sambil menatap pria paruh baya yang ber otak licik, penguasa daerah selatan.
Han Ciu lalu berkata kembali.
“Jika kau tidak terima kau serang saja aku, biar nanti aku balas.
__ADS_1
"Dan tuan harus ingat, sebuah pertarungan memakai tenaga dalam tinggi, hanya ada dua pilihan, kau yang mati atau aku yang akan tewas."
“Keparaat, jaga mulutmu !” teriak jari Api.
Bicara yang sopan terhadap tuan Xiang Yu.
Phuih !
“Sopan .. Sopan, kau pikir bicara dengan guru yang mendidik atau orang tua yang melahirkan, aku harus sopan !" kalau kau iya, karna dia bapakmu,” ucap Tongki.
“Aku tak bicara denganmu kakek sinting, aku bicara dengan dia,” Jari api berkata sambil menunjuk Han Ciu.
“Dia sahabatku, kalau kau suruh dia, berarti kau juga menyuruh orang – orang yang menjadi temannya, dasar tolool”
“Umur sudah tua, tetapi kau masih juga tak paham.”
“Bangsaat, kau menghinaku ?!” teriak jari api dengan geram, seperti hendak menyerang.
Tapi langkahnya tertahan saat melihat lblis biru menatapnya dengan tajam.
“Tuan Xiang Yu !” apa kau mau membuat keributan di acara peresmian perguruan Selaksa pedang ?” Pedang Langit berkata.
Sambil berjalan ke tengah arena.
Matanya kemudian memandang satu persatu ke arah rombongan Xiang Yu, lalu menatap tajam ke arah Jari Api yang berusaha memancing keributan terhadap Tongki.
“Jika tuan Xiang Yu ingin membuat ribut di tempat kami, apa yang tuan andalkan supaya bisa keluar dari perguruan Selaksa pedang dalam keadaan hidup ?” lanjut perkataan Pedang Langit, kali ini dengan suara dingin.
Xiang Yu mendengus tak menjawab perkataan dari Pedang Langit, tapi ia menyadari apa arti dari perkataannya itu, jika ia dan rombongannya memaksakan kehendak, maka mereka akan di tumpas habis di tempat ini.
Xiang Yu tanpa berkata kemudian mundur, dan kembali ke tempatnya semula.
Sementara Jari Api masih menatap tajam ke arah Tongki.
“Kau mau mundur tidak ?” ucap lblis biru menatap dingin ke arah Jari Api.
Xiang Yu yang mendengar perkataan Iblis biru, tertawa.
Ha Ha Ha
Ming Mo, sekarang kau sudah berani bicara.
“Aku bukan anak buahmu lagi, hutangku sudah kubayar, jadi aku bebas berbicara Semauku.” Ucap lblis biru sambil terus menatap Jari Api.
“Tapi ingat janjimu Ming Mo !” kau tak boleh membunuh anak buahku, semua yang berada di sini mendengar janjimu,” ucap Xiang Yu.
Phuih !
“Aku tak pernah ingkar janji, kau tak usah khawatir,” ucap lblis Biru.
Jari Api yang mendengar perkataan lblis biru tersenyum lebar, tapi senyumnya langsung terhenti saat mendengar perkataan Tongki.
“Tenang kawan !” tak boleh membunuh juga tak jadi soal, cukup kau patahkan tangan atau kakinya, biar nanti aku yang patahkan lehernya.”
__ADS_1
Xiang Yu yang mendengar perkataan Tongki mendengus, kemudian berteriak kencang.
“Semuanya mundur.”