
Seraaang....!
Teriak Xiang Yu melihat Han Ciu berada bersama Liu Bang, Xiang Yu hampir saja tewas jika tidak di tolong oleh Han Cikung.
Han Cikung melihat Han Ciu hatinya bergetar, entah kenapa ia selalu gentar jika berhadapan dengan Han Ciu sejak ia di kalahkan ketika ia hendak mengambil alih perguruan api suci dari Xiao Cen.
Tangan kanan Han Cikung menggenggam erat pedang naga jantan, berjaga di depan Xiang Yu.
Ribuan prajurit bintang timur bergerak menyerang ke arah pasukan penguasa barat.
Liu Bang, Beng San serta ketua Xiao Cen yang sudah putus asa, setelah tahu pasukan Han Ciu datang menyelamatkan mereka, semangat mereka bangkit kembali, Liu Bang sambil menggebrak kuda melesat ke arah pasukan bintang timur.
Shing....Shing....Shing!
Talaba bersama anak buahnya terus memanah ke arah prajurit bintang timur yang datang menyerang.
Crep....Crep....Crep!
Puluhan prajurit bintang timur tewas terkena panah Talaba dan anak buahnya.
“Kadal tua, kau mau ikut bertempur tidak? Tanya Iblis biru ketika melihat Tongki seperti orang yang bingung melihat ke kiri dan kanan.
“Kemana orang²? Tanya Tongki
“Kau tidak lihat ribuan orang di sini? Iblis biru sambil gelengkan kepala.
Wajah Iblis biru mulai kesal melihat aksi Tongki.
Tubuhnya bergerak melesat ke arah para prajurit bintang timur, kedua tangan yang mengandung hawa dingin menyambar leher seorang prajurit, kemudian melemparkan ke arah musuh.
Brak!
Tongki yang merasa di acuhkan, langsung mencabut golok lalu mengamuk menebas dan membacok prajurit Bintang timur yang terus berdatangan layaknya air bah.
Han Ciu melesat ke arah Han Cikung.
“Sekarang jangan harap kau bisa melarikan diri! Han Ciu berkata dengan wajah terlihat bengis.
Kedua pedang tulang naga berputar di kedua tangan Han Ciu, Han Cikung bersiap dengan menyilangkan pedang Naga jantan di depannya.
“Yang Mulia, minggir dulu! Ucap Han Cikung, sambil pandangannya tak lepas dari Han Ciu.
Han Ciu dengan langkah angin melesat sambil menyabetkan pedang tulang naga ke arah leher Han Cikung.
Pedang Naga jantan melesat menangkis serangan pedang Han Ciu.
Trang!
Setelah serangannya di tangkis, pedang di tangan kiri menusuk ke arah perut Han Cikung.
Whut!
Han Cikung mundur 2 langkah, kemudian tubuh kakek itu berputar ke kanan, pedang berwarna hitam lalu menyabet ke arah pinggang Han Ciu dari samping kanan.
Trang!
Pedang tulang Naga di tangan kiri menangkis, pedang di tangan kanan, setelah berputar, kemudian menusuk bahu kanan Han Cikung
Shiang!
Han Cikung mundur dua langkah sambil mengibaskan pedang Naga jantannya ke arah Han Ciu.
Sret!
Melihat sinar hitam melesat ke arahnya, Han Ciu menyabetkan pedang tulang naga secara menyilang ke arah sinar hitam hawa pedang Han Cikung.
Whut....Shing!
Sinar putih berhawa dingin dan hawa pedang hitam dari Han Cikung bertemu.
Blam!
Sinar putih dan hitam pecah menyambar orang yang berada dekat dengan kedua orang yang bertempur.
Crep....Crep....Crep!
__ADS_1
Teriakan prajurit terdengar ketika badan mereka seperti ter iris dan tertusuk hawa pedang, Han Ciu dan Han Cikung.
Sinar hitam dan putih bergulung, saling tindih dan saling serang.
Prajurit bintang timur dan pasukan penguasa barat mundur tak berani mendekat
Prajurit bintang timur dan pasukan penguasa barat mundur tak berani mendekat karena takut terkena salah sasaran.
Han Ciu terus menyerang dengan jurus yang terdapat dalam kitab Dewa Pedang.
Putaran pedang, jurus selaksa pedang, terus menyambar ke arah Han Cikung yang bertahan dengan pedang naga jantan dan ilmu mayat bumi yang mengeluarkan asap berbau busuk.
Tapi semua itu tidak berpengaruh terhadap Han Ciu yang sudah minum obat anti racun dari Zee In Biauw.
Hawa dingin yang keluar dari sepasang tulang naga juga mulai membuat repot Han Cikung.
Untuk menghangatkan tubuhnya Han Cikung terpaksa membagi tenaga dalamnya.
Trang....Whut!
Han Cikung menangkis lalu mundur saat pedang di tangan kiri Han Ciu menyambar ke arah perut.
Sambil mundur, tangan kiri Han Cikung melemparkan paku² berwarna hitam ke arah Han Ciu.
Shing....Shing....Shing!
Paku² hitam melesat menuju titik jalan darah kematian di dada dan leher Han Ciu.
Dengan tenang Han Ciu mengibaskan kedua pedang tulang Naga ke arah paku hitam senjata rahasia Han Cikung.
Trang....Trang....Trang!
Han Cikung menatap buas ke arah Han Ciu, kemudian menoleh ke arah sekeliling, setelah melihat pasukan bintang timur diatas angin, karena jumlah mereka 2 kali lipat dari pasukan Han Ciu.
Han Cikung tersenyum, kali ini aku tidak akan melarikan diri lagi, pasukan Liu Bang pastihancur,” batin Han Cikung.
Perlahan pasukan bintang timur mulai mendesak, Liu Bang terus berusaha ke tengah menghampiri Xiang Yu yang di jaga ketat oleh para perwira pasukan bintang timur.
Han Ciu menyimpan pedang kirinya, lalu tangan kanan memainkan jurus selaksa pedang, sedangkan tangan kiri, melayani pukulan mayat bumi milik Han Cikung.
Blam!
Han Cikung terhuyung mundur 2 langkah, Han Ciu juga sama mundur dua langkah.
Han Ciu setelah mundur langsung melesat kembali, pedang tulang Naga mengibas ke arah pinggang,
Whut!
Han Cikung melihat serangan keponakannya sendiri, yang bertambah ganas bergerak ke kiri, lalu menghantam sekuat tenaga ke arah badan pedang tulang Naga, bermaksud memutuskan pedang yang di pakai Han Ciu.
Putus pedangmu ! Seru Han Cikung sambil menghantam sekuat tenaga.
Trang!
Mata Han Cikung terbelalak, ketika pedang Naga jantannya berbalik mental ke atas, percikan bunga api terlihat ketika pedang mereka beradu.
Han Cikung berusaha menggenggam erat pedang Naga jantan yang bergetar dan membuat tangannya panas, hampir saja pedangnya terlepas.
“Gila! Ternyata pedang pusaka,” batin Han Cikung.
Saat melihat Han Ciu hendak bergerak, Han Cikung melemparkan 2 buah benda bulat berwarna hitam yang meledak di udara.
Blar!
Asap putih menyelimuti dimana Han Ciu berdiri.
Tapi Han Ciu tidak bodoh, melihat dua buah benda melesat ke arahnya, tangan kiri menghantam dengan pukulan dewa angin, lalu tubuhnya bergerak dengan 10 jurus langkah naga langit mendekat dari sisi kiri Han Cikung.
Han Cikung yang terus mengamati asap putih yang menyelimuti di depannya terus menatap.
Tapi wajahnya pucat setelah merasa angin dingin menyambar dari sisi kiri, Han Cikung berusaha menghindar saat melihat sinar putih melesat, tapi tetap saja terlambat.
Whut....Crash!
Tangan kiri Han Cikung putus, jeritannya terdengar oleh prajurit bintang timur yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Setelah berhasil menebas, pedang tulang naga bergerak ke atas berusaha menusuk leher Han Cikung.
Whut!
Han Cikung mundur, lalu menotok urat lengan agar tak mengeluarkan banyak darah.
Wajahnya tampak kelam membesi, kedua kakinya terbuka memasang kuda².
“Tangan kirimu untuk sembahyang murid sekte Naga hitam,” ucap Han Ciu dingin.
Sekarang aku minta kaki kananmu untuk nyawa paman naga angin.
Setelah berkata Han Ciu melesat, pedang tulang naga menyambar ke arah kaki.
Han Cikung loncat sambil bersalto ke arah belakang tubuh Han Ciu, kemudian dari belakang pedang naga jantan menusuk ke arah punggung.
Whut....Trang!
Han Ciu berbalik sambil pedang tulang naga menangkis serangan sang paman.
Trang!
Pedang naga jantan kembali terpental, Han Cikung terhuyung keseimbangannya terganggu, karena tangan kirinya yang putus.
Han Ciu yang melihat lawan kaki kiri lawan mundur, dan kaki kanan baru terangkat, untuk loncat.
Pedang tulang naga dengan cepat menebas ke arah kaki kanan.
Crash....aaaargghhhh!
Teriakan panjang terdengar ketika kaki kanan Han Cikung sebatas betis putus terkena tebasan pedang tulang naga.
Beberapa perwira bintang timur yang melihat tangan dan kaki Han Cikung putus, langsung menyerang Han Ciu.
Dua bayangan melesat menyambar kepala Han Ciu, tapi sambil menunduk dan setengah berjongkok, tubuh Han Ciu berputar, pedang tulang naga menebas perut kedua perwira, yang langsung tewas seketika.
Han Cikung yang melihat kesempatan emas ketika kedua perwira menyerang Han Ciu berusaha melarikan diri, tubuhnya melesat.
Tapi Han Ciu yang tak ingin membiarkan musuhnya melarikan diri, melemparkan pedang tulang naga, sambil melesat
Shing....Crash!
Kaki kanan Han Cikung putus, terkena sambaran pedang tulang naga, tubuhnya langsung jatuh, dengan kedua kaki putus Serta tangan kiri.
Han Ciu setelah sampai lalu menginjak tangan kanan Han Cikung yang masih memegang pedang naga jantan, lalu menginjaknya.
Krek!
Mata Han Cikung mendelik menahan sakit di sekujur tubuhnya, bunuh cepat bunuh aku, teriak Han Cikung.
Han Ciu tersenyum sinis.
Paman jangan khawatir, akan ku pastikan paman mati hari ini, sambil menusuk dada dengan pedang tulang naga.
Crep!
“Ini untuk ibuku.”
Dan yang terakhir untuk ayahku Han Bu Ci.
Han Ciu menjambak rambut Han Cikung dengan tangan kiri, lalu tangan kanan menebas ke arah leher.
Crash!
Tubuh Han Cikung sebelum jatuh ke tanah, langsung di tendang oleh Han Ciu ke arah prajurit bintang timur.
Whut....Brak!
Han Cikung tewas, tapi pasukan Han Ciu terdesak dan perlahan terus mundur, sementara Liu Bang mati²an bertempur dengan Xiang Yu.
Xiang Yu yang melihat pasukannya mulai unggul tersenyum, walaupun tahu Han Cikung tewas, ia tak peduli yang penting ia bisa memenangkan pertempuran.
Tapi wajahnya berubah setelah melihat seorang kakek tua menggebrak kudanya keluar dari hutan, dan di belakang kakek tua itu sekitar 7 ribu pasukan mengikuti sang pemimpin.
Han Ciu melihat kakek itu tersenyum.
__ADS_1
“Paman pedang langit datang”