
Orang orang yang berada di sana selain rombongan Han Ciu terkejut melihat Iblis biru berhasil mencekal orang, kemudian mematahkan pinggang orang itu, membuat orang itu langsung tewas.
Ular gurun mundur bersama ketiga orang temannya yang berkuda, lalu ia memberi isyarat tangan kepada anak buahnya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
Jika hanya Ergun dan rombongannya ular gurun, sanggup membunuh mereka, tetapi jika di bantu orang orang yang bersama kakek bermata biru serta melihat gerakannya, ular gurun yakin mereka ber empat bukan tandingan mereka.
Ergun turun dari kudanya kemudian memberi hormat, "terima kasih atas bantuan tuan tuan sekalian, suku kami memang tidak suka berperang, tapi kelompok pimpinan Singa gurun itu selalu saja mengancam kami untuk bergabung dengan mereka." Ergun berkata.
"Dimana kalian bertempat tinggal ?" tanya Han Ciu.
"Kami bertempat tinggal di sebelah utara dari mata air ini, suku kami terus menerus mereka ancam serta mengepung kami, kami tidak mau bertarung karna memang kami tidak suka, tapi mereka terus saja memaksa."
Hmm !
"Apa kalian tau jalan menuju kota Liaoxi ?" ucap lblis biru.
Lagaknya saja masih ingat jalan yang sudah di lewati selama 80 tahun, akhirnya bertanya juga," ucap Sin Ko dalam hati.
"Jadi tuan tuan akan menuju kota Liaoxi !" ucap ergun.
"Dari tempat kami ke kota Liaoxi bisa di tempuh perjalanan dalam satu hari."
Han Ciu yang mendengar perkataan Ergun tersenyum, begitu pula yang lain.
"Tuan Ergun, kami akan mengawal tuan sampai di tempat suku tuan, tapi kami juga minta tolong nanti kepada tuan, agar memberikan seorang penunjuk jalan menuju ke kota Liaoxi, kami juga akan memberikan uang kepada orang yang mau menjadi penunjuk jalan menuju Liaoxi." Han Ciu berkata.
Ergun sangat senang mendengar perkataan Han Ciu, apalagi setelah melihat kehebatan Iblis biru, hanya sekali serang bisa membunuh pasukan khusus anak buah ular gurun.
Han Ciu dan yang lain langsung mengisi tempat air mereka, lalu bersama ergun pergi ke suku tempat tinggal ergun
Ergun terus memacu kudanya di ikuti oleh yang lain, setelah berkuda, dan menemukan padang rumput dekat sebuah bukit bukit batu, Ergun berhenti lalu mengamati situasi.
"Tuan, ini sudah dekat dengan tempat kami, tapi rombongan suku singa gurun selalu menghabisi orang orang yang akan masuk ke tempat kami.
Kami harus mencari air sampai jauh, karna mata air di sekitar sini sudah di racuni oleh mereka, membuat ternak kami mati, dan orang orang kami mati perlahan karna kelaparan serta kehausan, karna mereka menutup jalan keluar masuk kami untuk berburu.
"Kami hanya bisa makan ternak yang kami punya tanpa bisa berburu, jika seperti ini terus, maka suku utara akan dengan mudah menghabisi kami," Ergun berkata dengan nada sedih.
Hmm !
"Manusia manusia keparat itu, sungguh tidak punya rasa kemanusiaan, yang aku dengar suku suku gurun sangat kompak serta tolong menolong antar sesama suku," ucap Sin Ko.
ltu memang benar tuan, sejak Khan terdahulu yang bijaksana meninggal dan sekarang di gantikan oleh anaknya, suku suku sangat resah, karna anak Khan yang di sebut singa gurun, sangat berambisi untuk menyerang daratan tengah, mereka sudah lama mengumpulkan suku suku pengembara untuk bergabung, supaya menjadi kuat.
"Apa kota kota daratan tengah sudah ada yang mereka serang ?" Han Ciu bertanya kepada ergun.
"Untuk saat ini belum tuan, biar kami dari gurun, banyak informasi yang kami terima dan mereka tidak bodoh, di daratan tengah sedang konflik, jika kami menyerang daratan tengah sekarang, 2 kekuatan akan bergabung dan menyerang balik, tapi jika suku gurun mengumpulkan terlebih dahulu anggota dan melatih mereka, setelah 2 kekuatan bertempur, siapapun yang menang baru Singa gurun akan menyerang daratan tengah."
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Ergun, Suku suku di gurun memang suka bertempur, keahlian berkuda dan memanah mereka sangat hebat, belum lagi daerah tandus dan alam yang keras membuat pisik mereka sangat hebat.
Setelah mengetahui tentang suku suku utara dan keinginan singa gurun yang menjadi Khan ( kepala suku ) Ergun lalu pergi ke sebuah celah diantara bukit batu, lalu ia menyuruh salah seorang anak buahnya untuk mengintai.
Tak lama kemudian salah seorang yang di suruh mengintai kembali.
"Bagaimana ?" Ergun bertanya.
Daerah sekitar tempat kita sudah mereka kepung, tuan !" mereka mendirikan tenda tenda di sekitar tempat kita, untuk masuk tempat kita, harus melewati tenda mereka.
Hmm !
"Rupanya mereka sudah siap sedia menyerang dan menunggu kita pulang," ucap Ergun sambil menatap kearah Han Ciu.
"Tuan Ergun, bagaimana jika kita bertemu langsung dengan singa gurun, dan membicarakan masalah suku tempatmu tinggal, jika bisa berdekatan, dan Khan mereka bersikeras, maka kami akan langsung membunuhnya." Ucap Han Ciu.
"Tidak - tidak tuan, jangan bunuh Khan !" jika tuan membunuh Khan maka suku suku kami akan berperang lagi dan akan hancur, kami memang tidak mau berperang, tapi kami juga tidak mau suku gurun musnah akibat berperang antar kami sendiri.
__ADS_1
"Khan singa gurun sudah berhasil mengumpulkan suku suku yang selalu bermusuhan, jika tidak ada Khan yang menjadi pemersatu, maka suku suku di gurun akan saling bertempur kembali," ucap Ergun.
"Kami tak mau hal itu terjadi, karna kami semua bersaudara." Ergun berkata.
Phuuiiih !
"Kau dan sukumu saja mau di habisi oleh mereka, kenapa kau malah melindungi orang seperti itu ?" Sin Ko berkata sambil menatap tajam ke arah Ergun.
Ergun diam tak menjawab perkataan dari Sin Ko.
Suku di gurun gurun sebenarnya sangat kompak, tapi mereka juga semakin berkembang, serta butuh tempat yang lebih luas serta bahan makanan yang mereka butuhkan, tapi mereka juga sering mendapat hinaan dari orang orang daratan tengah yang menyebut mereka suku bar bar, primitip, tak beradab, membuat sebagian dari mereka dendam dan ingin menyerang daratan tengah untuk memperluas wilayah mereka, banyak juga suku suku yang menentang, terutama suku suku yang sering keluar masuk kota perbatasan dan sering bergaul dengan para penduduk daratan tengah.
"Tuan Ergun, kau mewakili sukumu, mari kita temui Khan mereka, Paman iblis biru, serta Zhain Li Er ikut bersama, sedangkan Racun cilik dan yang lain menunggu di sini.
"Adik Zee, siapkan saja racunmu, sekiranya ada yang menyerang, langsung bunuh saja." Zee ln Biauw mengangguk mendengar perkataan dari Han Ciu.
4 ekor kuda melesat kearah tempat suku utara.
Sebelum mereka sampai, ratusan rombongan berkuda menghadang mereka.
Han Ciu, Ergun, iblis biru serta Zhain Li Er menarik tali kekang kuda.
Ke empat ekor kuda berhenti ketika melihat ratusan kuda bergerak mengepung.
"Ergun, rupanya kau !" ucap salah seorang pria yang membawa golok besar.
"Ta Er, beri kami jalan !" aku akan menemui yang mulia Khan." ucap Ergun.
"Tidak bisa, kalian adalah para pengkhianat yang tak mau bekerja sama dengan kami, bangsa kalian sendiri." ucap pria tinggi besar di samping Ta Er.
"Kami ingin bicara dengan Khan kalian untuk membicarakan masalah perdamaian," ucap Han Ciu.
Phuuuih !
"Kalian adalah orang daratan tengah, kami tak mau berunding dengan orang daratan tengah." ucap orang yang tadi bicara.
"Kakek tua, kau liat mulutku !" aku tak mau ber urusan dengan orang daratan tengah."
Wajah iblis biru berubah mendengar perkataan orang itu.
Han Ciu menarik mundur Ergun, Zhain Li Er mengikuti.
"Apa temanmu yang tadi orang baik ?" Han Ciu bertanya kepada Ergun.
"Ta Er orang baik tuan," ucap Ergun
Mendengar perkataan Ergun, Han Ciu berkata.
"Jangan bunuh satu orang yang membawa golok besar itu,"
"Baik," ucap Iblis biru mendengar perkataan Han Ciu.
"Kalian sudah membuatku kesal, kau yang memakai golok besar lebih baik menyingkir !"
Iblis biru tak bicara dua kali, setelah berkata, ia menyerang orang yang tadi bicara tentang daratan tengah.
Tubuh lblis biru melesat, tinju kanannya menghantam ke arah Kuda yang di taiki oleh orang yang tadi bicara.
Bhuuk !
Kuda besar langsung ambruk, ketika perut kuda itu terkena tinju Iblis biru.
Saat kuda tunggangannya ambruk, pria bertubuh besar langsung loncat, tapi tangan kiri lblis biru mengibas kearah pria itu.
Whuuut .. Braaak !
__ADS_1
Pria bertubuh besar itu terpental, kuda kuda mundur sambil meringkik, saat pria itu ambruk tewas seketika, akibat pukulan titik beku oleh Iblis biru.
Puluhan kuda mundur sambil mempersiapkan anak panah.
Shiing .. Shiing .. Shiing
Puluhan Panah menyerang Iblis biru, kuda berputar mengelilingi kakek bermata biru sambil, panah panah melesat menyambarnya.
Iblis biru terus menghindari serangan panah dan tombak yang mengarah tubuhnya.
"Keparaat !" kedua tangan Iblis biru semakin berubah menjadi biru.
Raut wajahnya tampak sangat kesal, karna sibuk menghindari panah, sedangkan para pemanah terus berputar dengan kuda yang mereka tunggangi, sehingga sulit untuk di serang.
Iblis biru setelah mengibaskan kedua tangan, beberapa panah rontok, Iblis biru melesat ke arah salah seorang pemanah.
Praak !
Kepala pemanah itu hancur, lblis biru lalu melemparkan tubuh tanpa kepala ke arah dua kuda yang berada di belakang.
Braak !
Dua orang pemanah terjatuh dari kuda terkena lemparan Iblis biru.
lblis biru duduk di kuda lalu mengamuk, tangan kiri memegang tali kekang terkadang ia lepaskan, menyerang ke arah anak buah Singa gurun.
Mendapat tunggangan se ekor kuda tangguh membuat lblis biru seperti macan tumbuh sayap.
Tangan kanan sekali gerak pasti merobohkan pasukan Singa gurun.
Pasukan singa gurun mengarahkan panah ke arah kuda, tapi lblis biru dengan tangan kiri yan di aliri tenaga dalam tinggi, menahan panah yang mengarah kuda yang ia tunggangi.
Ergun yang bersama Han Ciu mulutnya sampai terbuka melihat aksi Iblis biru, menahan panah serta menghabisi satu persatu pemanah anak buah Singa gurun.
Iblis gurun menunduk, saat melihat sebuah golok besar menyambar wajahnya.
Iblis biru melihat Ta Er menyerang wajahnya, lblis biru menunduk, lalu tangan kanan lblis biru menarik baju Ta Er, kemudia melemparkan Ta Er ke atas.
Aaaargghh !
Ta Er menjerit ketakutan, lalu tubuhnya mulai melesat turun kembali.
Iblis biru menyiapkan tangan kanan dengan jari yang terkepal.
Whuut !
Tubuh Ta Er melayang turun, setelah dekat, dengan tangan kanan Iblis biru meninju pinggang Ta Er.
Bhuuk !
Ta Er terpental, dan jatuh tepat di depan kuda Ergun.
"Paman kenapa lama ?" Han Ciu berkata kencang.
Hmm !
Iblis biru mendengus, mendengar teriakan Han Ciu.
Han Ciu tertawa melihat Iblis biru kesal.
Kedua tangan mengibas, sepuluh pedang hampa melesat menyambar sepuluh penunggang kuda yang berusaha membokong Iblis biru.
Setelah selesai memberesi semua pasukan anak buah Singa gurun, Iblis biru melesat mendatangi Han Ciu.
Setelah sampai, Iblis biru lalu menginjak dada Ta Er.
__ADS_1
"Cepat beritahu Khan, kami ingin bertemu"