Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 98 Tertangkapnya Tongkat Setan


__ADS_3

"Dari siapa ponakan tahu namaku ?"


Phuuiih !


"Jangan kau sebut sebut Ponakan padaku, aku memanggilmu paman untuk menghargai aturan Sekte naga hitam, tapi setelah itu tubuhmu akan ku cingcang.


Ha ha ha.


"Kau masih bau kencur Han Ciu, tapi aku memuji peruntunganmu."


"Setelah terkena racunku dan kau masuk jurang,


tapi kau masih belum mampuus juga," ucap Mao san sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.


"Dasar manusia licik !" jika saja kau datang ke lembah hitam, dan menantang sendiri saudara saudaramu, walau mereka tewas, aku tidak akan mempermasalahkan.


"Tapi cara licik dan keji yang kau lakukan membuatku semakin yakin bahwa aku hrus membunuhmu pengkhianat keluarga."


"Jangan banyak bicara, aku menahan sakit hati dan hidup dalam hinaan karna ingin membalas dendam Han bu ci serta sekte Naga hitam. bersiap lah untuk mati." Mao San berkata.


Mao San setelah berkata, lalu pasang kuda kuda, dengan kedua jari tangan layaknya sebuah cakar."


Hmm !


"llmu cakar Naga hitam tak pantas kau gunakan," ucap Han Ciu melihat Mao San bersiap dengan jurus pembuka cakar Naga hitam.


Racun cilik mengambil sebuah botol kecil, dari dalam baju lalu mengeluarkan pil 1000 anti racun racikannya, lalu diberikan kepada Han Ciu, tanpa ragu Han ciu menelan pil pemberian racun cilik.


Lalu racun cilik menatap ke arah Han Ci kung.


"Suheng, aku mewakili guru untuk meminta pertanggung jawabanmu, jadi jangan salahkan aku bila bersama dengan kakak Han menyerang orang yang tak tahu diri, yang telah membuat malu gurunya sendiri."


Hmm !


"Jadi kau adalah murid Racun langit ?" kalau begitu maju saja sekalian, biar cepat beres.


"Adik Zee, tolong sambil awasi Tongkat setan, jangan sampai dia lolos, Han Ciu berbisik kepada Racun cilik.


Racun cilik mengangguk, mendengar ucapan kekasihnya, orang pertama yang telah membuat Han Ciu menjadi pria sejati.


Racun cilik selir bungsu Han Ciu, ilmu silatnya lumayan tinggi sebanding dengan Sa Sie Hwa, karna Racun langit terkenal bukan hanya kepandaian racun saja, tapi Racun langit terkenal juga karena ilmunya yang tinggi.


Racun cilik sudah menguasai semua ilmu gurunya, bahkan menurut Racun langit sendiri, racikan Zee ln Biauw lebih hebat dari dirinya dan la percaya bahwa Racun cilik bisa mengatasi Han Ci Kung.


Kepandaian tinggi, serta keahlian meracik racun, membuat Racun cilik sangat berbahaya, sifatnya yang malu malu, membuat orang tidak akan menyangka bahwa Racun cilik bisa menjadi selir pembunuh yang di takuti selain Li Er.


Tiga buah kantong kulit, tergantung di pinggang Racun cilik, satu kantong berisi jarum kecil yang dipakai sebagai senjata rahasia.


Seorang ahli racun juga harus membuat baju khusus yang mempunyai kantong kantong kecil, untuk tempat racun dan binatang beracun peliharaannya.


Pertarungan Han Ciu sudah mulai bergeser ke halaman.


Han Ciu menyerang Han Ci kung, dengan ilmu cakar naga, bekitu pula dengan Han Ci Kung. keduanya seperti sedang berlatih dengan jurus yang sama.


Mao San yang sudah lama dendam selalu mengumpulkan obat pusaka, tak peduli membeli atau merampok, serta berguru kepada para pertapa untuk memperdalam ilmunya untuk membalas dendam.


Lama kelamaan jurus cakar naga hitam yang di keluarkan Mao San mulai mengeluarkan asap tipis berbau busuk.


Ilmu mayat bumi milik Mao San keluar bersama cakar naga hitam.

__ADS_1


Han Ciu percaya pada kemampuan pil penawar racun yang di berikan oleh Racun cilik, tapi bau busuk tetap tercium oleh hidung Han Ciu, dan lumayan mengganggu kosentrasinya melawan Mao San.


Whuuut !


Cakar Mao San menyambar kepala.


Han Ciu menundukan kepala lalu tangan kanan Han Ciu menyambar perut Mao San.


Whuut .. plaaak !


Kaki Mao San naik kemudian dengkulnya menahan jurus cakar Naga hitam Han Ciu.


Han Ciu Menarik tangannya yang berbentuk cakar, berusaha merobek dan meremas dengkul Mao San.


Tapi Han Ciu menarik rencananya karna tangan kiri Mao San berusaha mencengkram ke arah leher.


Tangan kanan Han Ciu bergerak ke atas, lalu menangkis serangan Mao San.


Plaaak !


Keduanya mundur dan saling tatap muka.


Mao San mengeluarkan dua ular lalu di pegang buntutnya.


"Ular besi tanduk biru."


Racun cilik terkejut, kakak Han, hati hati semburan ular ke arah mata !" teriak Racun cilik.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Racun cilik.


Lalu bersiap, kedua tangannya mulai diselimuti hawa berwarna emas.


Han Ciu dan Mao San melesat bersama, bertemu di udara Han Ciu menyabet kepala Mao San, dengan telapaknya, seperti sebuah pedang emas tengah menebas leher Mao San.


Tangan Kanan Han Ciu menebas ular yang berusaha menggigit pinggang, tapi ular seperti mengerti ada bahaya, lalu meliukan tubuh dan balik menggigit tangan Han Ciu.


Craaaks !


Gigi ular besi seperti menancap, tapi jelas terlihat oleh Mao San gigi ular seperti tertahan oleh suatu kekuatan tenaga dalam.


Han Ciu melihat ular seperti menempel di lengannya, lalu mengibaskan tangan.


Sreeet !


Ular terpental dan putus menjadi 2, Mao San terkejut lalu menjepit buntut ular, ular seperti kesakitan lalu menyemburkan bisa ke arah Wajah Han Ciu.


Han Ciu mundur, sambil mendorong dengan ilmu dewa angin.


Racun ular besi tanduk biru muncrat dan berbalik ke arah wajan Mao San.


Mao San Mundur 2 langkah lalu melemparkan ular besi ke arah Han Ciu.


Ular melesat dengan mulut terbuka, tapi baru setengah jalan ular terjatuh terkena jarum, tubuhnya langsung putih dan beku akibat racun inti es yang terdapat di jarum Racun cilik, yang tadi ia lemparkan dan menancap di badan ular milik Mao San.


Wajah Mao san pucat melihat racun inti es.


Perlahan Mao San mundur dua langkah lalu mencabut pedang di punggung yang tertutup jubah panjang miliknya.


Sebuah pedang panjang berwana hitam, dengan gagang pedang berkepala naga.

__ADS_1


Pedang Naga jantan. menebas ke arah tangan Han Ciu.


Han Ciu melihat hawa dingin keluar dari pedang hitam, mundur dan tak berani menahan dengan tangan.


Tongkat setan yang bingung dan melihat keadaannya, mulai tak menguntungkan mulai menyerang Han ciu, membantu Mao San yang mulai terdesak karna racun racun andalannya tak mempan terhadap Han Ciu.


Tongkat setan memukul kepala Han Ciu.


Han Ciu menunduk lalu pedang hampa menghantam ke arah kaki dari tongkat setan.


Tongkat setan melesat, tapi sebuah sinar putih melesat dan langsung menghantam kaki tongkat setan.


Creeep !


Tongkat setan menjerit ketika kakinya terkena senjata rahasia.


Wajah Tongkat setan pucat ketika melihat kakinya perlahan menjadi biru, Karna terkena senjata jarum beracun Racun cilik.


Tubuhnya langsung jatuh, dan kakinya tak bisa bergerak.


Mao San yang berusaha menolong Tongkat setan.


Selalu di halang halangi oleh Han Ciu.


Pemuda itu sudah tahu biang keladi kerusuhan di dunia persilatan yang kini tengah berhadapan dengannya dan Han Ciu sangat bernafsu untuk membunuh Han Ci kung.


Tapi Han ci kung bukan orang yang mudah untuk di kalahkan, tenaga dalamnya dengan Han ciu tak beda jauh, tapi Han Ci kung adalah tokoh yang sudah lama malang melintang di dunia persilatan dan banyak pengalaman.


Han Ciu memang menang, tenaga dalam dan ilmu silat, tapi soal pengalaman ia sama sekali jauh dengan Han Ci kung.


Han Ci kung setelah melihat Tongkat setan berhasil di lumpuhkan, pikirannya sudah mulai terpecah, gerakannya sudah mulai kacau.


Han Ciu dengan kedua tangannya, berusaha menekan Han Ci kung.


Han Ci kung menggunakan pedang Naga jantan, untuk mengimbangi jurus Jiwa pedang Han Ciu.


Xiao Ti sudah mulai terdesak oleh pedang langit, mata Han Ci kung mulai mencari cari elah untuk melarikan diri.


Setelah melihat kesempatan, setelah berhasil mundue menghindari sabetan ke arah dada


Han Ci Kung lalu melepaskan Bom asap berwarna hitam pekat juga mengandung racun.


Dhuaaaar !


Asap hitam menyimuti tempat Han Ciu dan Han Ci kung bertempur.


Kak Han..mundur !


Racun Cilik pucat melihat Han Ciu terkurung di dalam asap hitam yang mengandung racun.


Han Ciu mundur dari asap hitam yang menyelimuti dirinya, lalu ia mendorong asap dengan pukulan dewa angin ke arah bom asap Han Ci Kung.


Asap hitam perlahan mulai hilang terkena sambaran angin, begitu pula dengan Han Ci kung yang sudah lenyap dan berhasil melarikan diri.


Han Ciu melihat Han Ci kung melarikan diri berusaha untuk mengejar, Tapi Racun cilik memegang tangan Han Ciu.


Sudah lah kak, masih banyak yang bisa kita ketahui dari tongkat setan.


Han Ciu lalu melesat ke arah tempat Tongkat setan dan melihat Li er sudah berdiri di depan kakek itu.

__ADS_1


Ketika Han ciu datang, tangan Li Er menahan Han Ciu, sambil menatap tajam.


"Maaf tuan, ini urusan pribadi jangan ikut campur"


__ADS_2