Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 99 Membersihkan Nama Sekte Naga Hitam


__ADS_3

Han Ciu mengerutkan kening melihat tangan Li Er menahan dadanya.


Hmm !


Han Ciu mendengus.


Iblis seribu wajah datang, Kau lebih baik bantu menangkap Xiao Ti dan rombongannya, biar Tongkat setan aku yang awasi.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan lblis seribu wajah, kemudian melesat ke arah Xiao Ti yang memang sudak terdesak oleh Pedang langit.


Xiao Cen memerintahkan yang masih melakukan perlawanan, bunuh para pengkhianat di tempat, anggota perguruan api suci yang memang pro kepada Xiao Cen langsung menyerang dan mengahabisi para pengkhianat pimpinan Xiao Ti.


Dengan bantuan Han Ciu semua dapat dia atasi, Xiao Ti setelah di tawan, langsung di bunuh oleh kakaknya Xiao Cen, dosa Xiao Ti sudah tak dapat diampuni, tapi biar bagaimanapun, Xiao Ti adalah adik kandungnya, Xiao Cen setelah memenggal kepala adiknya memberi hormat kepada jenazah sang adik.


Han Ciu kembali ke tempat Li Er yang sedang mengginjak dadaTongkat setan.


"Tunggu, jangan bunuh dia !"


"Li Er, tenang kau tenang dulu," ucap Han ciu.


Hmm !


"kau jangan ikut campur, dia musuhku kau lebih baik diam.


Iblis seribu wajah lalu menengahi dan menarik tangan Han ciu, saat wajah Zhain Li Er mulai terlihat menakutkan.


Lalu berkata kepada Han Ciu.


"Kau tenang saja, gadis itu melihat wajah yang menghantuinya selama ini, Tongkat setan adalah orang yang Li Er lihat, ketika Tongkat setan membunuh Lim taihiap dan pendekar Mata satu.


"Li Er sangat trauma sewaktu kami menemukannya, saat ia ber umur 5 tahun.


"Sifatnya menjadi aneh dan sangat susah di kendalikan, istriku sangat menyanyangi Li Er, kami sambil mendidik Li Er dengan kepandaian yang kami miliki, juga memburu binatang langka, buah atau obat ratusan bahkan ribuan tahun untuk Li Er sehingga tenaga dalamnya meningkat sangat pesat di atas rata rata.


"Dulu mempunyai tenaga dalam tinggi dia belum begitu bisa mengendalikan tenaga dalamnya, tapi jika dia sadar, dan otaknya cerdas dia bisa mengendalikan bahkan melebur sebagian obat dan mutiara yang masih tersisa.


"Tenaga dalam Li Er, kemungkinan bisa setingkat di atasmu, kau harus hati hati jangan sampai menyinggung dirinya, nanti kita juga yang repot."


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Iblis seribu wajah.


Memang kali ini wajah Li Er tak terlihat liar dan nakal, tapi terlihat dingin dan sorot mata gadis itu tajam, membuat orang menjadi segan terhadapnya.


"Tuan dan Nyonya, Silahkan kita tanyai saja di dalam, biar murid kami yang akan membereskan kekacauan dan membersihkan semuanya."


Iblis seribu wajah lalu melirik kearah Istrinya.


Dewi angin mengerti maksud suaminya.


"Nak, di sini banyak orang, lebih baik kita tanyai saja di dalam, gedung."


Zhain Li Er mengangguk mendengar perkataan dari Dewi angin,


Zhain Li Er lalu menendang dada Tongkat setan tendangan keras Zhain Li Er sekaligus menotok dan melumpuhkan tenaga dalam tongkat setan.


Buuuk .. aaarrrgghh


Tongkat setan menjerit, dada terasa pecah dan sakitnya bukan kepalang.


Tongkat setan langsung meringkuk tak berani menatap Zhain Li Er, ia sangat takut melihat sorot mata gadis itu terhadapnya.


Seorang murid perguruan api suci menyeret Tongkat setan, lalu membawanya ke dalam gedung.


Han Ciu sekilas melirik ke arah Li Er yang tengah berjalan melewati dirinya, gadis itu tampak acuh tanpa melihat ke kiri dan ke kanan berjalan ke dalam gedung.


Sa Sie Hwa berbisik di telinga Han Ciu.


"Kan masih ada yang lain, kenapa Han koko bingung ?"


Cis !

__ADS_1


"Datang pengganggu," saat Sa Sie Hwa melihat Xiao er datang menghampiri mereka.


"Enci Sa, adik Zee mari silahkan, Xiao er berkata sambil menarik Racun cilik lalu memegang tangan Sa Sie Hwa.


"Han Koko bisa jalan sendiri." ucap Xiao er sambil melirik ke arah Han Ciu.


Han Ciu bersama Pedang Langit lalu mengikuti yang lain masuk ke dalam gedung, sementara murid perguruan api suci mulai membersihkan ruangan depan.


Sesampainya di dalam gedung, Tongkat setan menjadi seorang pesakitan yang tengah di riung oleh Zhain Li Er dan beberapa tokoh, seperti Ketua Cen dan Pangcu perkumpulan pengemis Tongkat hitam.


Sewaktu Han Ciu dan Pedang langit masuk, ketua Cen, Pangcu dan yang lainnya memberi hormat kepada Cengcu perkampungan Selaksa pedang yang telah membantu mereka.


Han Ciu berdampingan dengan Li Er.


"Bagaimana menurut nona Er ?" ucap Han Ciu sambil melirik ke arah Li Er.


"Aku melihat sendiri ketika ia membunuh seorang kakek tua dan ayah.


"Wajah dan tongkatnya akan ku ingat sampai mati jika sampai aku tak bisa menemukan orang itu.


"Sekarang orang itu ada di hadapanku."


Plaak !


Zhain Li Er menyepak kepala Tongkat setan tanpa menggunakan tenaga dalam dengan kaki kanan.


Tongkat setan jatuh, kemudian memegangi telinga kirinya yang di sepak oleh Zhain Li Er.


"Tunggu dulu Nona !"


"Jangan di bunuh, aku ingin bertanya dulu pada orang itu."


Phuuih !


"Bunuh saja aku, biar cepat selesai," ucap Tongkat setan sambil meludah.


Ludah yang keluar bercampur dengan darah.


Han Ciu lalu memberi isyarat tangan kepada Racun cilik untuk mendekatinya.


Racun Cilik menghampiri dan berdiri di samping Han Ciu.


"Berikan racun penghancur usus padanya !"


Mendengar perkataan Han Ciu, Racun cilik mengambil jarum lalu di celupkan ke dalam botol kecil berwarna hijau.


Jarum kemudian di tancapkan ke dada tongkat setan.


Tongkat setan matanya melotot, saat melihat dadanya di sekitar tempat jarum menancap, sedikit demi sedikit mulai berwarna hijau menyebar, perlahan lahan rasa dingin mulai terasa di perut Tongkat setan.


Tongkat setan matanya mendelik, rasa sakit seperti di remas remas mulai terasa di daerah sekitar perutnya.


Tongkat setan sambil membungkuk memegang tangan Han Ciu.


"Tuan muda, bunuh, bunuh saja aku !"


"Jawab dulu pertanyaanku." ucap Han Ciu.


"Apa hubunganmu dengan Mao San ?"


"Tuan Mao san adalah orang yang telah menyelamatkanku waktu aku muda, apapun perintahnya akan kulakukan." Tongkat setan berkata sambil menunduk lesu dan meremas perutnya menahan sakit.


"Siapa lagi kawan Mao San dan kabur kemana, cepat katakan ?!"


"Mereka .. mereka,"


"Berikan penawar, nanti akan ku katakan siapa dan kemana tujuan tuan Mao San pergi."


Han Ciu melirik ke arah racun cilik, Racun cilik mengerti lirikan Han ciu lalu melemparkan sebuah pil ke lantai.

__ADS_1


Tongkat setan langsung mengambil pil yang di lemparkan Racun cilik.


Setelah merasa sakit di perutnya menghilang, Tongkat setan menarik nafas dalam dalam.


Dan mulai bercerita, bagaimana ia bekerja sama dengan Mao San melakukan berbagai pembunuhan dan Fitnah terhadap sekte Naga hitam, sehingga sekte Naga hitam hancur.


"Sekarang semuanya sudah jelas, sekte Naga hitam tidak bersalah, semuanya adalah fitnah dan siasat keji dari Mao San yang dendam terhadap sekte Naga Hitam." Han ciu berkata.


Semua tokoh banyak yang mendengar, perkataan Tongkat setan dan pengakuannya, mereka mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.


"Kemana perginya Mao San ?"


Tuan Mao San pasti pergi ke tempat kakak angkatnya.


Si manusia beracun, Ban Tok Kwi


Hmm !


Ketua Cen dan pedang langit mendengus, sedangkan Iblis seribu wajah, mengerutkan kening.


"Kenapa ketua !" apa ketua kenal dengan nama itu ?"


"Cengcu !" ketua Cen berkata kepada Han Ciu.


Ban Tok Kwi adalah Si manusia beracun,


Dialah ketua perguruan Selaksa racun


Mendengar perkataan ketua Cen,


"Mereka adalah musuhku, kedua duanya adalah orang di balik rencana hancurnya sekte Naga hitam"


Setelah mendapat informasi yang sangat penting dari Tongkat setan, semuanya mundur.


Zhain Li Er entah kapan bergerak, pedang angin melesat menebas leher Tongkat setan.


Han Ciu melirik Zhain Li Er, entah kenapa sekarang ia merasa sangat jauh dengan gadis itu.


Ketua Cen mempersilahkan Han Ciu dan Pangcu perkumpulan pengemis Tongkat hitam menginap, hidangan dan kebutuhan di siapkan untuk para tamu.


Iblis seribu wajah, Dewi angin, Sa Sie Hwa, Racun cilik serta Zhain Li Er masih berkumpul.


Iblis seribu wajah dan Dewi angin saling lirik, mereka bingung apa yang harus ia katakan kepada Li Er.


Ketika Han Ciu hendak meninggalkan mereka.


Dewi angin berkata setelah mendapat lirikan mata dari suaminya.


"Nak, apa kau tak ikut suamimu ?"


"Suami !" Li er berkata sambil mengerutkan kening.


"Ibu, memangnya siapa suamiku ?" ucap Zhain Li Er.


Dewi angin tak menjawab, tapi matanya melirik ke arah Han Ciu.


Dan Li Er, melihat ke arah lirikan mata ibunya.


Cis


"Mimpi ! ucap Zhain Li Er dengan wajah dingin.


Racun cilik dan Dewi angin terkejut mendengar perkataan Zhain Li Er.


Sedangkan Sa Sie Hwa tersenyum lebar


sambil menarik tangan Han Ciu yang masih tampak termenung.


"Sekarang tidak ada pengganggu, kita bisa bebas beraksi, ucap Sa Sie Hwa sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Han Ciu.

__ADS_1


"Mari kita istirahat di kamar"


__ADS_2