Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 193 Dua Racun Melarikan Diri


__ADS_3

Zhain Li Er mendengar perkataan Tongki sangat gusar, tanpa banyak bicara setelah mengibaskan pedang angin ke arah ular yang mendekat, Zhain Li Er melesat ke arah Tongki.


“Hati – Hati, teriak Dewi Kipas melihat Zhain Li Er melesat ke arah Tongki.


Zhain Li Er melesat sambil kaki menginjak beberapa ular yang bergerak ke arahnya.


Setelah sampai, Zhain Li Er langsung menghantamkan tangan kirinya ke arah kepala Tongki.


Tongki yang merasakan desiran angin tajam dari arah kiri terkejut, lalu mundur menghindari serangan.


Saat melihat orang yang menyerang, wajah Tongki berkerut.


"Nyonya kenapa menyerangku ? Tanya Tongki.


“Kadal tengik, kalau bicara hati – hati.” Jawab Zhain Li Er.


Mendengar perkataan Zhain Li Er, Tongki juga mendengus kesal.


“Benar nyonya, kalau bicara hati – hati jangan seenaknya,” ucap Tongki sambil mengibaskan golok api ke arah panah yang melesat ke arah mereka.


Trang....Trang !


Han Ciu yang melihat keduanya bersitegang, kemudian mengirimkan suara jarak jauh kepada Tongki serta Zhain Li Er.


“Kalau kalian tak bisa bekerja sama, jika tidak tewas di tempat ini, kalian pulang ke telaga barat dan tinggal di sana untuk menjaga markas selaksa pedang,” ucap Han Ciu.


Zhain Li Er serta Tongki terkejut mendengar ucapan Han Ciu yang di kirimkan dari jarak jauh.


Keduanya saling pandang satu sama lain, kemudian berbisik pelan.


“Nyonya kau bawa obor ini dan lindungi aku dari panah, aku akan menghabisi para pemanah anak buah Selaksa Racun,” Zhain Li Er mendengar perkataan Tongki anggukan kepala tanpa banyak bicara.


Tongki melesat ke arah para pemanah.


Beberapa pemanah yang melihat Tongki bergerak ke arah mereka, kemudian membidik Tongki.


Shing....Shing....Shing !


Zhain Li Er yang melihat panah – panah beracun melesat ke arah Tongki, mengibaskan pedang angin yang ia pegang.


Whuut....tak....tak....tak !


Angin kencang keluar dari kibasan pedang angin Zhain Li Er merontokkan panah yang mengincar Tongki.


Tongki setelah selamat dari panah, akhirnya mengamuk setelah sampai di tempat para pemanah, golok api berputar menebas apa saja bagian tubuh musuh yang terlihat oleh mata Tongki.


Jerit kematian terdengar dari barisan anak buah Selaksa racun akibat amukan golok api Tongki.


Zhain Li Er setelah melihat Tongki berhasil ke tempat anak buah Selaksa Racun, kemudian melesat ke arah obor yang tertancap lalu mencabut dua buah obor dan melemparkan obor ke arah Xiao Er dan Dewi Kipas sambil teriak kencang.


“ sambut obor “


Xiao Er serta Dewi kipas langsung menyambut obor yang di lemparkan oleh Zhain Li Er.


Setelah menerima obor, Xiao Er serta Dewi Kipas semakin berani menghalau ular serta serangga beracun.


Sementara Zhain Li Er dengan pedang angin, mengamuk menghalau lebah perut biru yang menyerang ke arahnya.


Han Ciu yang berada di atas panggung di keroyok oleh ke 4 racun, mereka menahan Han Ciu yang berusaha untuk menghabisi Racun baju hijau yang mengendalikan binatang beracun.


Dua buah pedang Hitam menyambar, ke kaki serta badan sedangkan Racun Merah menyerang bahu kiri Han Ciu.


Han Ciu mengangkat kaki, lalu mundur menghindari serangan pedang serta pukulan Racun Merah.


Melihat musuh mereka mundur dan berhasil menghindari serangan ketiga Racun.


Racun kuning kemudian melemparkan bambu kecil.


Bambu melesat ke arah Han Ciu.


Melihat bambu kecil yang menuju ke arahnya, Han Ciu mengibaskan pedang tulang naga, hawa pedang menyambar menghantam bambu yang di lemparkan Racun Kuning.


Blar !


Bambu kecil pecah terkena hawa pedang.

__ADS_1


Melihat bambunya pecah, Racun kuning tersenyum, senjata rahasia bambu kecil yang berisi puluhan jarum lembut yang beracun miliknya jarang gagal.


Sedangkan Han Ciu terkejut, dari bambu yang pecah, berhamburan puluhan batang jarum yang sangat kecil melesat ke arahnya.


Shing....Shing....Shing !


Han Ciu memutar pedang tulang naga.


Ting....Ting....Ting !


Jarum beracun yang di gunakan oleh Racun kuning terpental saat menghantam tameng pelindung dari putaran pedang tulang naga.


Tapi racun baju coklat melemparkan, paku – paku hitam beracun.


Ting....Ting....Ting !


Kembali paku beracun senjata rahasia racun coklat rontok ke tanah, tak bisa menembus tameng putaran pedang Han Ciu.


Melihat Han Ciu masih memutar pedang karna senjata rahasia masih di lemparkan oleh kakak seperguruannya, Racun Hitam perlahan bergerak ke belakang Han Ciu.


Senyum licik terlihat dari bibir Racun hitam, perlahan tapi pasti Racun Hitam langsung menebas ke arah punggung Han Ciu.


Whuut !


Han Ciu yang merasakan angin dingin dari arah punggung, dengan cepat bergerak ke samping kanan, lalu pedang tulang naga berbalik menghantam pedang milik Racun Hitam.


Racun Hitam terkejut, saat melihat sinar putih melesat menahan pedang yang ia pakai untuk membokong.


Trang !


Han Ciu setelah menangkis pedang Racun Hitam, dengan cepat mencabut pedang tulang naga yang berada di punggung, lalu dengan cepat, pedang yang berada di tangan kiri menebas ke arah perut Racun Hitam.


Crash !


Tak ada jeritan, saat pedang tulang naga menebas perut, tubuh Racun Hitam sebatas perut putus, tubuh atas langsung jatuh ke panggung, sedangkan kedua kakinya masih berdiri.


Han Ciu langsung menendang tubuh bagian bawah Racun Hitam ke arah Racun hijau yang masih meniup suling.


Buk !


Racun Hijau menghindar ke arah kiri sambil mundur menjauh, wajahnya terlihat pucat melihat adik seperguruannya yang tewas mengenaskan, begitu pula dengan ke 4 racun yang lain.


Racun merah yang melihat adik seperguruannya tewas mengenaskan, wajahnya sangat gusar.


Tangannya yang berubah sangat hitam dan mengandung racun keji di hantam kan ke arah dada Han Ciu.


Han Ciu yang melihat pukulan keji musuh bibirnya tersenyum sinis, “kau pikir aku takut dengan pukulan beracun milikmu,” batin Han Ciu.


Lalu membalas pukulan Racun Merah dengan pukulan Dewa Api.


Blam....aaaaarrrghh !


Suara jerit Racun Merah terdengar sangat memilukan.


Tubuhnya terlempar jauh, Racun Merah tewas dengan tubuh hangus terkena pukulan Dewa api.


Racun coklat, kuning dan Hijau terkejut, wajah mereka pucat, sudah 2 saudara seperguruan mereka tewas dengan sangat mengenaskan.


Racun Hijau menghentikan meniup suling, lalu mereka bertiga berkumpul.


“Kakak, bagaimana selanjutnya ? Tanya Racun Hijau.


Racun kuning mendengar perkataan adik seperguruannya, kemudian memberi arahan.


“Adik ! suruh binatang peliharaanmu untuk menyerang mereka, adik ke 4 serang dengan senjata rahasia, saat mereka sibuk baru kita melarikan diri.” Ucap Racun Kuning yang saat ini menjadi orang yang paling tua, setelah Racun Merah tewas oleh Han Ciu.


Han Ciu yang melihat mereka berbisik bisik, langsung memburu, tapi langkah Han Ciu tertahan saat melihat puluhan jarum serta paku beracun berwarna hitam melesat ke arahnya.


Shing....Shing....Shing !


Han Ciu menangkis serangan Racun Coklat, tapi wajah pemuda itu terkejut saat melihat sebuah bambu yang di lemparkan oleh Racun Kuning ke arah Iblis Biru, Dewi Kipas serta Xiao Er.


“Awas jangan di hantam,” teriak Han Ciu.


Tapi teriakan Han Ciu terlambat.

__ADS_1


Iblis Biru dengan pukulan titik beku menghantam bambu yang di lemparkan oleh Racun Kuning.


Seperti yang terjadi sewaktu Han Ciu menghantam bambu kecil milik Racun Kuning.


Setelah bambu kecil itu terhantam, puluhan jarum kecil langsung melesat menyerang ke arah lblis Biru, Dewi Kipas serta Xiao Er.


Iblis Biru serta Dewi Kipas, karna sudah banyak asam garam pertempuran, mengerti teriakan Han Ciu dan menghalau jarum beracun yang keluar dari bambu kecil milik racun kuning, tapi tidak dengan Xiao Er.


Xiao Er menjerit ketika sebuah jarum melesat dan menancap di dada, Xiao Er limbung dan tak lama kemudian ambruk ke tanah.


Han Ciu yang melihat Xiao Er rubuh, tanpa memedulikan musuhnya melesat ke arah Xiao Er, kedua pedang tulang naga, membabat ular serta membekukan lebah perut biru yang ia lewati.


Racun Kuning yang melihat Han Ciu meninggalkan mereka, lalu memberi isyarat kepada kedua adiknya untuk melarikan diri.


Sang adik anggukan kepala lalu, melesat pergi.


Zhain Li Er melihat musuh berusaha kabur sangat geram, kemudian melemparkan pedang angin kepada orang yang paling belakang.


Shing....Crep....aaaaarrrghh !


Jeritan keras terdengar dari mulut Racun Coklat yang punggungnya tertembus pedang angin milik Zhain Li Er.


“Kakak ! adik ke empat,” Seru Racun Hijau sambil berlari mengikuti Racun Kuning.


“Sudah tak ada waktu lagi, cepat kita tinggalkan tempat ini ! tak ada harapan lagi buat adik ke 4,” ucap Racun Kuning membalas seruan adik seperguruannya.


“Kakak....Kakak, jangan tinggalkan aku,” teriak Racun Coklat sambil tangannya melambai ke arah kedua kakak seperguruan yang melarikan diri.


Tapi sang kakak terus berlari tanpa menengok ke belakang.


Zhain Li Er melesat ke arah pedang angin. Setelah sampai, melihat Racun Coklat masih meminta pertolongan.


Zhain Li Er mendengus mencabut pedang angin, kemudian menendang kepala Racun Coklat.


Pak !


“Ikut sana dengan kakakmu !” ucap Zhain Li Er dengan gusar.


Kepala Racun Coklat melesat dengan cepat tanpa tubuh ke arah kedua kakak seperguruannya yang berusaha melarikan diri.


Buk !


Kepala Racun coklat menghantam punggung Racun Hijau hingga terjatuh, Racun Hijau menjerit ketakutan melihat kepala adik seperguruannya yang putus dan tergeletak di dekat ia tersungkur.


Racun kuning langsung menyambar adik seperguruannya, lalu melesat pergi.


Hi...Hi...Hi


“Dasar pengecut,” ucap Zhain Li Er sambil tertawa.


Ular serta binatang beracun lain yang sudah takut, saat tidak mendengar suara suling yang merupakan perintah, perlahan pergi.


Sedangkan Tongki setelah berhasil menghabisi murid perguruan Selaksa Racun, kemudian mengambil beberapa obor lalu menghampiri Han Ciu yang sedang memeluk Xiao Er yang tengah pingsan.


“Apa pemusnah racun milik adik Zee masih tak mempan terhadap racun senjata rahasia itu? Tanya Zhain Li Er.


“Aku rasa racunnya tidak berpengaruh, karna aku juga terkena satu jarum,” ucap lblis Biru, sambil menunjuk ke arah lubang jarum di baju bawah, yang terletak di bagian perut.


“Mungkin Nyonya Xiao Er kaget, hingga tak sadarkan diri,” ucap Dewi Kipas menimpali perkataan Iblis Biru.


Melihat posisi lubang bekas jarum berada di dada, jarum yang amat kecil dan lentur, yang sudah masuk hanya bisa di keluarkan dengan jalan di sedot oleh mulut dengan bantuan tenaga dalam.


Han Ciu lalu membawa Xiao Er masuk ke dalam gedung, untuk mencabut jarum yang menancap di dada Xiao Er.


“Kenapa di bawa ke dalam, bukankah lebih baik jarum di cabut lebih dulu,” ucap Tongki.


“Oh, jadi Kadal tengik mau membantu mencabut jarum ? Ucap Zhain Li Er.


“Jika kau mau membantu, jangan cabut jarum yang ada di dada adik Xiao Er, tapi cabut saja jarum yang menancap di perut Kakek busuk,” ucap Zhain Li Er.


Dewi kipas serta Zhain Li Er langsung memalingkan wajahnya, ketika melihat lblis Biru langsung membuka baju.


Ketika Tongki melihat lubang jarum berada di posisi sedikit di bawah pusar lblis Biru.


Tongki mendengus sambil berjalan menuju gedung, terdengar suara dari mulutnya ketika berjalan.

__ADS_1


“Tak sudi”


__ADS_2