Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 55 Sampai Di Telaga Qianzhong


__ADS_3

"Tapi awas kau jangan dekat dekat aku, aku tidak suka lelaki mesum,"


"Satu lagi yang harus kau ingat, semua keuanganmu aku yang pegang."


"Aku tidak setuju !" kau adalah selir kedua dan aku yang pertama, kau jangan terlalu banyak ngatur," Ahn nio merasa kesal ketika mendengar perkataan Sa sie hwa, dengan berangkatnya mereka berdua ke kota Qianzhong, sudah membuat hati Ahn nio panas, apalagi sekarang Sa sie hwa ingin mengatur keuangan dari Han ciu, yang artinya keuangan Bunga naga juga di atur oleh Sa sie hwa karna Bunga naga adalah milik Han ciu.


"Kenapa tidak setuju ?" Bunga naga di bangun memakai uangku, jadi aku berhak untuk mengelola penginapan bunga malam ini." Sa sie hwa tak mau kalah berdebat dengan Ahn nio.


Sementara Han ciu, melihat kedua gadis itu menggelengkan kepala, sesekali tangannya menggaruk kepala yang tidak gatal melihat perdebatan kedua gadis itu.


Begitu pula dengan Kwe hun ti yang tak habis pikir, kenapa keponakan yang biasanya jarang bicara dan selalu menjaga penampilan, kini bertingkah seperti di luar batas.


Han ciu setelah minum arak, menatap ke arah kedua gadis itu bergantian.


"Apa yang kalian ribut kan ?"


"Kalau kalian ribut terus seperti ini, apa kalian pikir aku mau kalian jadi selirku ?"


"Jika kalian ribut lagi, kalian berdua pergi saja dari hadapanku.


"Aku mengambil kalian jadi selir karna ingin ketenangan, kalian bisa bantu aku mengurus hal hal yang kalian bisa yang aku tak bisa, dan sebagai imbalannya tugasku adalah menjaga kalian."


"Gimana aku mau tenang kalau kalian ribut terus !?"


Braak !


Han ciu menggebrak meja di depannya, sambil menatap ke arah Sa sie hwa dan Ahn nio bergantian, kedua gadis itu langsung menundukan kepala tak berani memandang mata Han ciu yang sudah merah karna menahan marah.


Han ciu berdiri lalu berjalan keluar rumah.


kalian selesaikan masalah kalian, besok berangkat ke Qianzhong.


"Jika pikiran bercabang, lebih baik aku sendiri yang akan pergi."


"Sekarang aku mau tidur di luar,"


"Paman Kwe apa mau keluar bersama !"


"Kongcu saja terlebih dahulu, Paman mau bicara dulu dengan Hwa er."


Kwe hun ti sangat senang dipanggil paman oleh Han ciu, senyum langsung terlihat dibibirnya ketika Han ciu memanggil paman.


Setelah Han ciu keluar dari rumah, Kwe hun ti mulai menceramahi Sa sie hwa dan Ahn nio,


Kedua gadis itu akhirnya berdamai.


Sa sie hwa tetap memegang keuangan Han ciu, dan bila Ahn nio ada keperluan tinggal bilang dan Sa sie hwa akan menyediakan.


Ahn nio setuju tapi dengan syarat, ia tetap selir pertama.


Pagi hari di penginapan Bunga naga


Han ciu sebelum berangkat di dandani terlebih dahulu, pakaian yang terbuat dari sutra hitam, dengan sedikit baju bagian dada terbuka, sepasang pedang terselip di ikat pinggang, dengan rambut tergerai, berjalan keluar dari ruang dalam gedung.


Hmm !


"Tampan juga"

__ADS_1


Sa sie hwa berkata dalam hati, ketika melihat Han ciu berjalan mendekat


Sa sie hwa juga berpakaian lumayan mewah, baju berwarna putih keperakan dengan di hiasi renda renda berwarna kuning emas, wajah yang cantik dengan garis kebangsawanannya terlihat, Sa sie hwa terlihat sangat anggun.


Sebuah kereta mewah, di kawal oleh 6 busu memakai kuda, membuat rombongan kecil itu tampak gagah.


Sa sie hwa terus menatap Han ciu yang selalu melihat ke arah jendela kereta.


Gila gila gila


"Kenapa aku bisa jadi selir si mesum, apa yang terjadi dengan kepalaku,"


baru sekarang Sa sie hwa berpikir, kenapa ia mau menjadi selir Han ciu yang ia sebut si mesum.


Baiklah, jalani saja dulu, kalau dia macam macam denganku, lihat saja nanti.


Tapi aku lihat dari pertama berangkat si mesum, tak pernah mau melihatku, pandangannya selalu ke jendela kereta, apa aku kurang cantik ?"


ucap Sa sie hwa dalam hati.


Ketika tengah menatap, tiba tiba Han ciu menoleh ke arah Sa sie hwa.


Sa sie hwa terkejut, tapi entah kenapa matanya tak bisa beralih ke tempat lain.


"Kenapa kau terus menatapku, apa ada yang aneh dengan wajahku ini ?"


Sa sie hwa seperti tersadar ketika mendengar perkataan Han ciu.


Chiiis !


"Warisan dari Nio nio."


"Siapa Nio nio ?" Sa sie hwa bertanya, ketika mendengar perkataan Han ciu.


"Ibu angkat Ahn nio,"


"Pantas saja, rupanya kau sengaja memikat Ahn nio untuk mengambil alih surga malam.


"Dasar mesum"


"Terserah kau saja mau panggil apa, toh kau tetap selirku no 2, ucap Han ciu sambil tersenyum.


Sa sie hwa langsung diam mendengar perkataan Han ciu.


Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa akhirnya rombongan Han ciu dan Sa sie hwa sampai di depan gerbang kota Qianzhong.


"Akhirnya sampai juga," Han ciu berkata sambil menarik nafas panjang.


Di depan pintu gerbang kota Qianzhong ada beberapa rombongan kereta kuda, bahkan yang lebih mewah dan besar dari kereta Sa sie hwa juga ada.


Mereka antri untuk mendapat giliran masuk.


Hmm !


"Pengantin baru"


Ucap penjaga pintu gerbang, ketika memeriksa dua plakat kayu yang terukir nama Han ciu dan Han sa sie.

__ADS_1


Han ciu mengangguk sambil tersenyum.


Rombongan lalu di persilahkan masuk.


"Kita menginap dimana ?"


"Di dekat telaga Qianzhong, pemandangan di sana sangat indah, banyak yang menyewakan perahu kepada orang yang datang ke telaga itu.


"Di pinggir telaga ada beberapa penginapan, kita menginap di sana saja."


Han ciu mengangguk mendengar perkataan Sa sie hwa.


Lalu rombongan berangkat menuju telaga Qianzhong.


Dan pilihan Sa sie hwa memang tepat karna di telaga Qianzhong akan di adakan pesta telaga.


Kapal kapal akan di hias, di sisi telaga banyak pedagang dan penduduk yang menonton perahu perahu yang di hias, para pelancong juga bisa makan dan minum di perahu besar yang memang di sediakan untuk mereka yang berani membayar mahal.


Gubernur kota Qianzhong, Fu su akan membuka acara pesta telaga, ketika Sa sie hwa bertanya.


Rombongan menyusuri telaga, tampak kesibukan orang orang yang menghias di pinggir telaga, kapal kecil dan besar di beri hiasan dan umbul umbul warna warni.


Sa sie hwa memberitahu kusir kereta agar menuju penginapan embun pagi, penginapan terbesar yang berada di pinggir telaga Qianzhong.


Biaya menginap di penginapan embun pagi sangat mahal, bangsawan, pedagang besar serta pendekar terkenal, banyak yang menginap di penginapan embun pagi.


"Besok gubernur Fu su akan berada di telaga ini."


Hmm !


"Bagaimana besok saja, melihat situasi dan kondisi harus bertindak atau tidak, karna waktu masih panjang." ucap Han ciu dalam hati.


Han ciu menatap penginapan embun pagi, penginapan yang mewah, tempat minuh teh yang luas sampai pinggir telaga, belum lagi perahu perahu yang di sediakan pihak penginapan untuk para tamu yang menginap.


Entah kenapa melihat telaga yang indah, dan Sa sie hwa yang berjalan di depan dengan lemah gemulai, dengan rambutnya yang hitam membuat wajah Han ciu merah jengah.


Sa sie hwa memang terlihat sangat cantik dengan pakaian putih keperakan.


Hmm !


"Satu kamar dengan Sa sie hwa," Han ciu berkata dalam hati, wajah Han ciu merah membayangkan satu kamar dengan Sa sie hwa.


Han ciu mengikuti Sa sie hwa masuk kedalam penginapan embun pagi.


"Sa sie hwa lalu ke meja tempat menerima tamu."


"Apa masih ada kamar kosong ?"


Masih ada Nyonya tapi hanya kamar di lantai atas yang tersisa, dan di lantai atas biaya sewa kamar sehari 200 tail perak dan itu termasuk tamu istimewa yang bisa bebas menggunakan perahu atau ikut di perahu besar.


"Baik aku ambil kamar itu."


Han ciu membayangkan kamar seharga 200 tail perak, pasti kamar yang indah menghadap telaga, dan bisa sambil melihat Sa sie hwa di dalam kamar, Han ciu senyum senyum sendiri.


Han ciu mengerutkan kening, ketika mendengar ucapan Sa sie hwa.


"Kami pesan dua kamar"

__ADS_1


__ADS_2