
Shen Long beserta pengawal pribadinya menatap tajam ke arah pemuda yang menghadang jalan keluar pasukan mereka.
Siapa kau anak muda ? Tanya Shen Long.
“Jendral tidak perlu tahu siapa aku, tapi jika Jendral ingin keluar dari sini, lupakan saja ! Karna itu tidak akan terjadi,” jawab Han Ciu.
“Hebat sekali mulutmu anak muda,” Mi Kun berkata, sambil menatap dingin ke arah Han Ciu.
Shen Long memang suka dengan pemuda gagah yang sipatnya sama dengan Han Ciu yang tengah menghadangnya.
“Mi Kun, tahan jangan turun tangan dulu,” ucap Shen Long, kemudian Shen Long menatap Han Ciu dan berkata sambil tersenyum.
“Anak muda ! Percuma saja jika kepandaianmu itu kau sia – sia kan, bergabung denganku dan aku jamin masa depan serta kehidupanmu akan senang, bagaimana dengan tawaranku, kau setuju ?
“Maaf jendral, jalan kita berbeda, jika jendral Shen yang akan bergabung dengan kami, maka kami akan menyambut jendral dengan senang hati,” ucap Han Ciu.
Mi Kun yang mendengar perkataan Han Ciu menjadi tak sabar, tanpa menunggu perintah dari atasannya jendral Shen Long.
Mi Kun melesat dan telapak tangannya menyerang ke arah Han Ciu dengan jurus pukulan penghancur hati yang menjadi andalannya.
Han Ciu melihat musuh menyerang tanpa menggunakan pedang, kemudian memasukkan kedua pedangnya.
Saat telapak tangan Mi Kun menghantam ke arah dada, Han Ciu bergerak selangkah dan menggeser tubuhnya.
Whut !
Mi Kun terkejut, serangan yang ia pikir bisa membunuh pemuda yang ia serang, tapi dengan mudahnya di hindari.
Setelah serangannya berhasil di hindari, Mi Kun memutar tubuh dengan cepat, tangan kanan berbalik menghantam bahu Han Ciu.
Kali ini telapak tangan Mi Kun berwarna hitam karena pukulan telapak hitam yang mengandung racun.
Han Ciu melihat serangan musuh semakin berbahaya dan keji Han Ciu mundur, kemudian menangkis serangan Mi Kun dengan tangan kiri.
Plak !
Ketika dua tangan bertemu, tampak asap hitam yang berbau anyir mengepul keluar dari tangan Mi Kun.
Han Ciu setelah tangan kirinya berhasil menangkis, tangan kanan dengan jurus cakar naga hitam menyambar ke arah perut Mi Kun.
Mi Kun terkejut begitu pula Shen Long yang melihat jalannya pertarungan, Mi Kun si telapak hati keji adalah pengawal pribadinya yang sangat di andalkan, biasanya jarang ada musuh yang berhasil menghindari serangan Mi Kun yang mengandung racun.
Tapi kali ini seorang pemuda bisa menghindar serta menahan telapak hitam beracun yang menjadi andalan Mi Kun.
“Mi Kun, tahan ! Teriak Shen Long.
Mi Kun setelah berhasil menghindari serangan Han Ciu, lompat mundur dan berdiri di samping Shen Long.
“Anak muda, tawaran ini adalah kesempatan terakhir untukmu ? Tanya Shen Long meminta kepastian kepada Han Ciu.
“Jendral ! sekali lagi aku tegaskan, jangan harap aku terima tawaranmu,” jawab Han Ciu.
Kedua tangan Mi Kun berubah hitam mendengar perkataan Han Ciu.
“Jika memang masih menolak, agaknya hanya sampai di sini perkenalan kita,”
“Mi Kun jangan buang waktu lagi ! Cepat bereskan pemuda itu,” Shen Long berkata.
Mi Kun mendengar perkataan tuannya, tanpa buang waktu lagi, melesat dengan kedua telapak menyambar ke arah kepala dan dada Han Ciu.
Kepulan asap tipis berwarna hitam, terlihat keluar dari telapak tangan Mi Kun.
__ADS_1
Han Ciu mundur selangkah sambil menangkis serangan yang mengarah dada.
Plak !
Tenaga dalam sebesar 7 bagian di kerahkan menangkis serangan Mi Kun.
Mi Kun tangannya tergetar ketika Han Ciu menangkis pukulannya.
“Gila, hampir setengah tenaga dalamku di pakai untuk menangkis, tapi tanganku tetap tergetar dan merasa linu, siapa anak muda ini, tenaga dalamnya sangat tinggi,” batin Mi Kun.
Melihat tangan anak buahnya bergetar ketika menangkis serangan Han Ciu, Shen Long bersiap dengan tombak pusaka yang selalu ia bawa.
“Pantas kau berani omong besar anak muda, rupanya kau cukup berisi,” Mi Kun berkata.
Setelah berkata, Mi Kun kembali menyerang dengan kedua telapaknya yang mengandung racun.
Mi Kun langsung mengeluarkan jurus andalannya, 1000 telapak bayangan penghancur hati yang membuat Mi Kun terkenal.
Puluhan telapak Mi Kun menyerang Han Ciu, saking cepatnya serangan, bayang² telapak tangan pengawal Shen Long menjadi puluhan, menyambar mencari posisi pertahanan Han Ciu yang terbuka.
Tapi lawan Mi Kun kali ini adalah Han Ciu, ketua perguruan selaksa pedang, serangan cepat Mi Kun dengan tenang berhasil di hindari oleh Han Ciu yang menggunakan jurus 10 langkah naga langit dan cakar naga hitam.
“Kurang ajar, ilmu apa yang di pakai oleh pemuda itu ? Sudah puluhan jurus 1000 telapak penghancur hati, tapi pemuda itu hanya dengan sekali atau 2 kali langkah, berhasil menghindari serangan jurus penghancur hati milikku,” batin Mi Kun.
Kaki Mi Kun menyambar kaki Han Ciu, tapi itu hanya serangan tipuan, saat Han Ciu loncat menghindari sabetan kaki Mi Kun.
Mi Kun dengan cepat melesat, dengan tangan kanan menghantam perut, sedangkan tangan kanan kiri menunggu kemana Han Ciu bergerak.
Han Ciu bergerak ke kiri menghindari serangan yang mengarah perutnya, tapi telapak kiri Mi Kun menyambar ke arah dada Han Ciu.
Whut !
Han Ciu bergeser ke kiri, lalu Han Ciu tubuhnya berputar, kemudian melesat ke belakang dari samping tubuh Mi Kun.
Plak !
Mi Kun terhuyung, tapi kakek itu dengan sigap berbalik lalu mundur 2 langkah menjauhi Han Ciu, dari sisi bibir Mi Kun tampak darah keluar dari mulutnya.
Mi Kun yang merasakan lidahnya asin, pengawal pribadi jendral Shen Long itu meludah ke tanah.
Cuih !
Ludah bercampur darah keluar dari mulut Mi Kun saat meludah ke tanah.
Wajah kakek tua itu tampak sangat merah menahan hawa amarah, lukanya tidak ringan, tapi sakit hati karna dipermalukan Han Ciu di depan majikannya, lebih menyakitkan dari darah yang keluar dari mulut.
Han Ciu memang membatasi tenaga dalamnya sewaktu menepak punggung Mi Kun, jika ia mau, mungkin Mi Kun sudah tewas dengan tulang punggung hancur di tepak olehnya.
Han Ciu memang sengaja tidak membunuh Mi Kun.
Setelah bertempur lebih dari 50 jurus, Han Ciu sudah bisa menguasai Mi Kun.
Han Ciu sengaja mengulur waktu dan perhatian jendral Shen Long.
Jendral Shen Long tidak menyadari bahwa perhatiannya terhadap Han Ciu dan Mi Kun yang bertempur, ia lupa memberikan instruksi kepada anak buah, apa yang harus di lakukan untuk menahan serangan anak buah Han Ciu.
“Kau baik – baik saja ? Tanya Shen Long kepada Mi Kun.
“Hanya luka ringan,” jawab Mi Kun dengan nada dingin.
“Mari kita hadapi bersama,”
__ADS_1
Mi Kun mendengar perkataan sang majikan, wajahnya tampak lebih merah.
Sambil melesat, Mi Kun berkata, “jangan repot² tuan.”
Whut !
Telapak kanan Mi Kun menghantam ke arah dada Han Ciu.
Cakar kanan Han Ciu maju, ketika kedua tangan hendak bertemu, Han Ciu menggeser sedikit tangannya ke bawah, lalu cakarnya mencengkeram pergelangan tangan Mi Kun.
Wajah Mi Kun pucat, ketika pergelangan tangannya berhasil di cengkeram Han Ciu.
“Bagaimana jika menggunakan satu tangan,” Han Ciu berkata sambil tersenyum dingin.
Keringat dingin keluar dari wajah Mi Kun melihat wajah Han Ciu.
Mi Kun sadar, tangannya dalam bahaya, sekali remas bisa hancur diremas oleh Han Ciu.
Shen Long yang selalu siap dengan tombak sudah melihat gelagat tidak baik, melesat dengan cepat, tombak panjang menyambar ke arah punggung Han Ciu.
Shing !
Han Ciu merasakan angin dingin mengarah punggung, badannya bergerak, kemudian tangan kiri menepak ke arah tombak Shen Long.
Tombak melenceng ke atas, kemudian Shen Long menyebatkan tombaknya ke arah leher Han Ciu.
Han Ciu tundukkan tubuh sambil membanting Mi Kun, kemudian melemparkan Mi Kun, tombak lewat di atas kepala Han Ciu.
Sedangkan Mi Kun tersungkur di tanah, wajah kakek itu tampak lebam, wajah penuh dengan debu, tapi tangannya selamat dari cengkeraman Han Ciu.
Shen Long melesat ke arah Mi Kun, kemudian membantu pengawalnya itu untuk berdiri.
Setelah berdiri keduanya menatap ke arah Han Ciu.
“Maaf tuan pendekar, sepertinya tuan bukan prajurit biasa, kalau boleh tahu, siapa tuan pendekar sebenarnya ? Tanya Shen Long sambil memberi hormat.
“Aku hanya membantu paman,” jawab Han Ciu.
Shen Long mengerutkan kening, mendengar perkataan Han Ciu.
“Siapa paman tuan pendekar,” tanya Shen Long.
“Liu Bang”
Wajah Shen Long berubah mendengar nama Liu Bang.
Sedangkan Mi Kun tersenyum dingin sambil meludah.
Phuih !
“Jika kau keponakan penguasa barat, Liu Bang, maka kau pikir kami akan mengampunimu ? Ucap Mi Kun.
“Diam !
Setelah membentak Mi Kun, Shen Long mendekat ke arah Mi Kun.
“Cepat bersiap,” Shen Long berkata berbisik kepada Mi Kun.
“Pemuda ini lah yang di takuti oleh tuan Xiang Yu.
“Ketua perguruan selaksa pedang.
__ADS_1
“Han Ciu.”