
"Selamat datang, selamat datang di kota Qianzhong tuan Naga hitam."
Han ciu berjalan mendekati gubernur Fu su.
Setelah dekat Han ciu memberi hormat, "maaf gubernur, tak kusangka gubernur Fu su kenal dengan gelaran hamba yang kecil !"
Ha ha ha
"Mari mari, silahkan duduk Naga hitam," gubernur Fu su berkata.
Han ciu tersenyum lalu duduk di samping Sa sie hwa yang wajahnya tampak pucat.
"Kenapa kau seperti orang yang ketakutan, kita toh tak punya salah, kenapa harus takut !" ucap Han ciu sambil menepak punggung Sa sie hwa, menyalurkan tenaga dalam untuk membuyarkan totokan gadis itu.
Sa sie hwa menarik nafas setelah punggungnya di tepak Han ciu, tapi wajahnya tetap pucat.
Ketika masuk ia di sergap oleh setan muka pucat, dan terkena totokan.
"Kupikir banyak yang di undang oleh gubernur, ternyata hanya kami berdua!"
"Aku tertarik kepada kalian, jadi mengundang kalian kesini." gubernur Fu su menjawab perkataan Han ciu.
"Seorang putri bangsawan, dan pendekar dengan plakat tanda pengenal sebagai suami istri, Han ciu dan Han sa sie."
"Aku jadi ingat kembali dengan nona."
"Jika aku tak salah !" sewaktu kejadian keluarga Sa di hukum oleh raja lalim, seorang bocah 5 tahun selamat, dan wajahmu mirip sekali dengan Kwe er, istri bangsawan Sa."
"kau pasti anak bangsawan Sa yang selamat dari hukuman kerjaan Qin !"
Sa sie hwa berdiri kemudian memberi hormat, sambil membalas perkataan Gubernur Fu su.
"Gubernur Fu sungguh berwawasan luas dan bermata awas sekali, memang benar hamba adalah Sa sie hwa."
"Putri dari Sa sin rui dan Kwe er, bocah satu satunya yang selamat dari pembantaian yang di lakukan oleh antek antek kerajaan Qin."
"Benar saja dugaanku, wajahmu sangat mirip dengan Kwe er," ucap gubernur Fu su sambil tersenyum
"Tapi kenapa nama di plakat tanda pengenalmu adalah Han sa sie ?"
"Han adalah marga suamiku, jadi seorang istri harus mengikuti marga dari suaminya, karna marga Sa sudah tiada." Sa sie hwa membalas ucapan gubernur Fu su.
Fu su mengangguk mendengar perkataan Sa sie hwa, hal itu memang lumrah dan sering terjadi, tapi jika di pihak keluarga masih ada, biasanya nama marga tetap di pertahankan.
"Tapi ada yang mengganjal di pikiranku !" kalian suami istri tetapi menginap pisah kamar."
"Apa benar kalian suami istri ?" gubernur Fu su berkata sambil menatap tajam ke arah Sa sie hwa.
"Tuan Fu su !" Sa sie hwa memang belum menjadi seorang istri statusnya baru selir.
"Apa kau bilang, selir !" tak kusangka anak seorang bangsawan tinggi hanya jadi selir,"
"Itu urusanku," ucap Sa sie hwa yang merasa tersinggung mendengar perkataan dari gubernur fu su.
Han ciu menatap ke arah gubernur Fu su, kemudian berkata.
"Sa sie hwa menjadi selir atau istriku, itu bukan urusan tuan Fu su untuk berhak ikut campur urusan keluarga kami."
Ha ha ha,
Plok plok plok.
Gubernur Fu su tertawa lalu bertepuk tangan.
"Hebat, Hebat sekali !" Naga hitam bisa mendapatkan seorang selir yang cantik dan anak seorang bangsawan,"
"Kau memang jempolan anak muda, aku salut padamu !"
"Lalu apa maksud Tuan Fu su mengundang kami ke sini ?"
"Aku pun ingin bertanya hal yang sama dengan tuan Naga hitam, untuk apa kalian datang ke kota Qianzhong ?"
"Tuan Fu su, kami adalah para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam, apa tidak boleh kami datang ke kota Qianzhong ?"
"Semua orang berhak datang ke kota Qianzhong tapi dengan niat baik."
Han ciu menatap tajam gubernur Fu su.
"Apa yang menjadi dasar pemikiran Tuan kami ada niat tak baik ?"
"Tidak ada dasar pemikiran, tapi perasaanku sebagai seorang pendekar yang mengatakan, kalian ada niat tak baik terhadapku."
"Aku tidak bisa berkata apa apa, jika tuan sebagai penguasa wilayah ingin menahanku, silahkan !" tapi bebaskan dahulu selirku."
"Han ciu berkata sambil menyodorkan tangannya untuk di ikat oleh orang orang gubernur Fu."
Ha ha ha.
__ADS_1
"Aku tak percaya Naga hitam mau begitu saja menyerah, katakan dulu tujuanmu datang ke kota Qianzhong ini ?"
"Bebaskan selirku dan aku akan beritahu, tujuanku ke sini, bagaimana adil bukan ?"
"Nyonya Han mempunyai tenaga dalam tinggi, aku sudah mengetahui ketika tadi bersalaman bukankah sama saja dengan melepas macan di hutan jika aku melepaskan nyonya Han, tapi aku lebih curiga kepada orang yang tenaga dalamnya di sembunyikan seperti milik tuan Naga hitam."
Melihat situasi pembicaraan dengan gubernur Fu yang menemui jalan buntu, Han ciu yang berdekatan dengan Sa sie hwa berbisik kepada gadis itu.
"Jika aku mulai menyerang, kau ambil satu perahu dan segera tinggalkan tempat ini."
"Tidak, aku tidak mau !"
"Jika kau terus di sini berbahaya, kau naik saja ke perahu, nanti perahunya akan ku lemparkan, dan kau langsung pulang ke kota Nan, suruh Ahn nio melakukan pembersihan di bunga naga karna ada mata mata."
"Tapi, Tapi."
"Tak ada tapi tapian, segera bersiap !" ucap Han ciu ketika mendengar Sa sie hwa ragu.
"Gubernur Fu, jika kami di desak terus maka kami akan membela diri."
"Aku tak mendesak kalian, tapi kalian sendiri yang mempunyai niat tak baik." ucap gubernur Fu.
Setelah mendengar percakapan Fu su, Han ciu langsung memeluk pinggang Sa sie hwa, tubuh Han ciu melayang ke arah perahu kecil yang ada di pinggir kapal.
Menaruh Sa sie hwa di perahu, mencengkram pinggiran perahu lalu melemparkan perahu dengan kencang.
"Tahan dia, tahan Naga hitam."
Gubernur Fu su teriak menyuruh anak buahnya untuk mencegah Han ciu, yang di pikir akan melarikan diri.
Gubernur Fu su dan setan muka pucat terkejut ketika melihat perahu yang di lempar Han ciu melesat seperti terbang.
Setelah melempar perahu, Han ciu berbalik dan menatap tajam ke arah Fu su.
"Jangan kau pikir karna berkuasa aku takut padamu."
"Perlakuanmu padaku membuatku semakin yakin akan menghabisi nyawamu hari ini." ucap Han ciu.
"Sekarang terbuka kedokmu Naga hitam, kau memang ada niat membunuhku bukan ?"
"Katakan siapa yang membayarmu ?" aku akan ganti 2 x lipat bayaran yang kau peroleh jika kau memberitahu orangnya dan kau mau menjadi anak buahku."
He he he.
"Aku tak mau menerima tawaran orang yang sudah mau mati."
Han ciu menyeringai melihat tinju si kurus yang senyumnya sangat menyebalkan dan membuat ia kesal.
"Plaak !"
Telapak Han ciu menahan tinju si Cong koan kurus.
Cong koan terkejut, dia di kenal mempunyai ilmu pukulan yang hebat, tapi pukulan tangannya dengan enteng di tahan oleh Naga hitam.
Han ciu menyeringai, telapak yang terbuka perlahan mulai meremas tangan Cong koan yang mengepal.
Kreeek, aaarrgghhh !
Cong koan kurus itu menjerit ketika mendengar sendiri dan merasakan tulang tulang jari tangannya Hancur, di remas oleh Han ciu.
Han ciu menarik tangan Cong koan.
Tubuh Cong koan bergerak mendekat.
Tanpa ragu, telapak kiri Han ciu menghantam menggunakan pukulan dewa angin.
Bhuuuuk !"
Tubuh kurus itu langsung melayang jauh keluar kapal dan tercebur ke telaga, tenggelam dan tak muncul lagi di permukaan.
Iblis putih dan setan muka pucat langsung berdiri di samping gubernur Fu su yang tengah diam tak bisa berkata, melihat Cong koannya tewas mengenaskan dalam 2 gebrakan
"Gubernur harap berhati hati, anak muda ini rupanya bukan bocah sembarangan." ucap setan muka pucat.
"Aku jadi penasaran," Fu su berkata, tangannya yang terkepal ada suara gemerutuk tulang.
Fu su sewaktu muda di kotaraja terkenal sebagai pemuda berbakat, masih muda sudah di percaya menjadi komandan pasukan, ilmunya tinggi dan mempunyai banyak guru.
"Tuan Fu su tenang saja !" kita lihat sampai dimana kemampuan bocah itu."
"Adik kau maju hadapi dia !" hati hati."
Iblis putih mengangguk mendengar perkataan kakaknya.
Sebuah pedang perak melesat menyambar ke arah leher Han ciu.
Traang !
__ADS_1
Iblis putih mundur, ketika pedang peraknya di tangkis pedang hitam pendek milik Han ciu.
Tangannya panas, untung pedang tidak sampai terlepas dari genggaman.
Iblis putih mendengus melihat Han ciu sudah memegang 2 buah pedang pendek berwarna hitam.
Sepasang pedang pendek di tangan Han ciu terus berputar.
Iblis putih mengeraskan hati dan melesat ke arah Han ciu.
Trang, trang, trang.
Han ciu setelah berhasil menahan 3 serangan iblis putih.
Kedua pedang pendeknya berhenti berputar.
Kini kedua pedang bergerak dengan cepat dan berubah menjadi puluhan menyerang Iblis putih.
Iblis putih terkejut sewaktu melihat puluhan pedang pendek di depan matanya.
Iblis putih langsung memutar pedang di depan dada, hawa dingin keluar dari putaran pedang Iblis putih.
"Ilmu pedang apa yang di gunakan bocah itu, aku sampai tak bisa membedakan mana pedang yang asli dan mana yang palsu, karna semua terlihat sama."Iblis putih berkata dalam hati.
Fu su diam tak bergerak, melihat ilmu pedang Han ciu.
Sedangkan Iblis putih terus memutar pedangnya.
Han ciu melihat pertahanan depan Iblis putih sangat rapat kemudian melesat ke arah samping kiri.
Whuuut !
Hmm !
Han ciu yang melihat pinggang Iblis putih tak terjaga menyabetkan pedang pendeknya.
Iblis putih melihat pergerakan Han ciu kemudian menghentikan putaran pedang dan menangkis pedang yang hendak merobek pinggangnya.
Trang !
Iblis putih mundur.
Tangan yang memegang pedang gemetar.
Han ciu melihat Iblis putih yang tangan dan pedangnya gemetar, kemudian melesat menyerang tak mau memberi kesempatan kepada Iblis putih untuk menarik nafas.
Whuuut !
Sebuah tebasan ke arah pinggang iblis putih, berhasil di hindari kakek itu dengan bergerak ke kiri.
Han ciu tersenyum melihat Iblis putih berada di depan gubernur Fu su.
Han ciu tak mau membuang kesempatan baik, pedang di tangan kanan menyambar ke arah leher.
Senyum terlihat dari bibir Han ciu ketika Iblis putih menghindari serangannya.
Tangan kirinya yang sudah berwarna merah, langsung di hantamkan ke arah gubernur Fu su yang berada di belakang Iblis putih yang tengah menonton pertempuran mereka.
"Awaaaaas, tuaaan !?"
Whuuuus, blaaaaam !
Pukulan dewa api lewat dan menghantam ruangan kapal yang megah, setengah ruangan hancur dan api langsung berkobar membakar sebagian ruangan, beberapa orang pengawal gubernur Fu su terpental dan tewas dengan tubuh hitam.
Setan muka pucat yang berteriak dan langsung menerjang tubuh sang majikan Fu su, yang hanya bisa terpana melihat tangan Han ciu yang merah membara tengah menghantam ke arahnya.
Sementara itu di sebuah perahu kecil, seorang gadis tengah menatap ke arah perahu besar yang terbakar hebat.
Gadis itu ternyata Sa sie hwa.
Ia tidak langsung pulang ke kota Nan seperti apa yang di perintahkan oleh Han ciu, tapi malah mencari tempat agak tersembunyi untuk melihat kapal gubernur Fu su.
Dari jarak jauh mata Sa sie hwa masih melihat samar samar mereka yang bertempur.
Tapi ketika kapal mulai terbakar dan api semakin besar, Sa sie hwa tak bisa melihat lagi pergerakan orang orang, karna tertutup oleh asap tebal dan hitam yang keluar dari kapal yang terbakar.
Sa sie hwa menatap cemas ke arah kapal gubernur yang terbakar.
Wajahnya terlihat sangat sedih dan seperti takut, dengan kedua tangan mengepal dan hati yang cemas.
"Han koko, Han koko," keluar desisan dari bibir Sa sie hwa menyebut nama Han ciu.
Tak terasa kedua pipi Sa sie hwa basah oleh airmata, yang terus mengucur keluar dari sepasang matanya yang indah.
Kembali mata Sa sie hwa yang penuh air mata menatap ke arah kapal gubernur Fu su yang terbakar.
Hati nya penuh harap sambil menatap kapal yang terbakar itu.
__ADS_1
"Han koko, kau harus kembali padaku."