Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 113


__ADS_3

Sedangkan dikota saranjana Pada malam mobil masih lalu lalang tiada matinya kesibukan penduduknya membuat kota itu seperti hidup . Cuma disana nuansa islam nya masih kental .Terutama di bulan rajab syaban dan ramadhan akan lebih terlihat hidup lagi.


Alea dan Helen sedang sibuk membuat


makanan .Dan keduanya asyik menikmati nya ketika sudah matang .Karna suami mereka lembur jadi Helen bisa main dan menginap . Dari pada kesepian dirumah .


" Tadi ngak ngajak Laras kesini len " kata Alea .


" Tetangganya ada yang hajatan jadi ngak tak ajak kesini .Kan ngak enak " jawab si hantu bule


" Yah ... ngak pa pa lain kali aja " kata Alea


" Iya Al kita habiskan aja nih suami pada sudah makan paling " kata Helen..


Sedangkan dipinggir hutan sesosok mahluk hitam yang terluka parah baru membuka matanya . Karna sekarat saat ikut perang melawan para jin.


" Ah ...... aku masih hidup syukurlah . " kata sosok itu yang menjadi hantu tawanan dan dipaksa ikut melawan para jin yang akhir tewas semua menjadi abu.


" Kau sudah bangun " kata sosok hantu lain


" Apa kau menolong ku " kata sosok hitam


" Ya karna sepertinya kau hantu baik " kata sosok hitam itu


" Makan lah kau jangan mendekati hutan itu karna disana banyak siluman tinggallah disini " kata hantu yang baik itu lalu pergi menghilang


" Hei....... kemana dia " kata sosok hitam itu lalu memakan makanan yang diberikan Hantu penolong nya .


" Rupanya masih ada juga hantu yang baik didunia ini " kata sosok hitam itu menikmati makanan nya .


********


Sedang kan Yuna dan Malik berjalan jalan Menikmati kota dan juga ke dutta mall untuk belanja Dan tampa sengaja Malik melihat Faridah dan umi nya . Namun Malik pura pura tak melihatnya Lalu mendekati Yuna Yang memilih jaket


" Bi ini bagus ngak " kata Yuna yang melihat jaket yang lumayan tebal


" Bagus sayang " kata Malik


" Eh Nak Malik belanja juga ya sama Yuna . Tumben nak ikut ...biasa cuma umah dan Yuna " kata Hajjah Diah


" Iya umi ini mau lihat lihat dulu " kata Malik basa basi yang tersenyum ramah pada Faridah dan uminya .


" Oh ya .... wah kalo sudah kerja enak ya

__ADS_1


Sana sini ngajar dapat duit banyak istri dimanjain beli barang mewah " sindir hajjah Diah .


" Iya lah umi kan bang Malik ngak cuma ngajar di satu tempat ya kan bang ustad " kata Faridah


" Ya begitulah " jawab Malik santai


" Tapi kalo pun punya istri lebih dari satu juga boleh kan ustad " sindir hajjah Diah


" Oh tentu boleh bu hajjah kenapa tidak , kalo pa haji mau nambah istri sih ngak masalah bisa dua sekalian " kata Yuna menimpali .


" Hehehe...... kok nak Yuna tahu aja " kata haji imron yang ikut bergabung .. Membuat wajah hajjah Diah cemberut.


" Ih abah kan itu buat yang muda Yang tua mah sudah ngak kuat lagi ." kata hajjah Diah Yang kemaren sempat Menawar kan sang putri karna pernikahan mewah Malik yang cukup meriah. Seakan menyimbolkan pria itu punya uang banyak .


" Oh begitu maaf abah kurang paham Memang nak Malik mau nambah lagi . Kata nya ada wanita yang suka ya mau di poligami Trus Yuna bagaimana ?" kata haji Imron .


" Hahaha.........abah bisa saja istri saya cukup ini saja abah Kalo anak banyak tak jadi masalah ya kan dinda " kata Malik


" Ya bi " kata Yuma tersenyum lalu yuna mengambil jaket yang cukup mahal harga nya


" Bagus beli saja " kata Malik merangkul Yuna Yang membuat Faridah terbelalak melihat harganya 1 ,,200 juta Dan Malik mengiyakan saja


" Oh ya abah umi kami lihat lihat sana dulu ya " kata Malik Yang membawakan Jaket yang diinginkan Yuna


" Ya Allah enak banget si Yuna tuh bah. Anak yatim ngak sekolah tinggi bisa dapat ustad lulusan mesir dan di manja manja. lagi Eh anak kita ngak dilirik lirik . Padahal masih bagusan Faridah juga cuma menang cantik dikit " kata hajjah Diah . Sedang kan Faridah hanya diam karna tempo hari Malik sudah menolaknya


" Eh ...ngak usah iri sudah rezekinya Yuna kali dapat si Malik " kata haji Imron .


" Ih si abah dekat sama ustad Rahman cuma lewat doang harus nya abah tawarin tuh anak kita." omel sang istri


" Astagfirullah umi malu di dengar orang emang anak mu barang ditawar tawar . Kalo Malik memang suka pastinya sudah dilamar dari dulu ..Ngak usah ngotot belum jodohnya " kata haji Imron


" Udah umi abah ngak usah ribut tuh orang pada ngelihatin kita .Ayo lihat yang sana aja umi " kata Faridah ..Yang sempat iri melihat Yuna belanja tinggal pilih Dan tak seperti dirinya .Ketika dekat dengan ustad Hadi pun pria itu tak berani melamarnya.


Sedangkan Yuna sedang melihat lihat sepatu sambil duduk untuk mencoba nya


" Dinda ini bagus ngak " kata Malik yang juga mencoba sepatu dan lalu duduk dekat Yuna sambil merangkul sang istri Yang terlihat sangat menyayangi Yuna Dan itu membuat Faridah iri dengan kemesraan keduanya..


" Yuna yang ini aja bi , apa abi ambil yang itu pas kok cocok " kata Yuna .


Lalu memberi kan nya pada pelayan dan menggabung kan nya dengan jaket tadi Ayo kita bayar terus cari makan bi " kata Yuna


" Oh iya abi lupa ayo " kata Malik dan keduanya menuju kasir Dan Malik pun memberikan kartu nya .Namun uang nya kurang .Lalu Yuna menambah kan dengan uang cash .

__ADS_1


"' Maaf ya mba " kata Yuna. Sedangkan Malik diam karna ia lupa uang nya habis tinggal yang di Atm Dan itu pun Malik lupa membawa nya


" Ngak pa pa mba malahan kita terima uang cash .." kata pelayan itu ramah . Lalu kedua nya pun mencari makan dan di duduk di area food curt . Lalu memesan makanan.


" Din maaf tadi uang abi kurang Mana ngak bawa uang cash pake uang dinda dulu ya " kata Malik


" Ya bi " kata Yuna .Yang lalu memesan makanan -dan kedua nya memesan sop kaki kambing dan ayam goreng . Yang membuat Malik lahap memakan nya .


Tak lama Faridah dan kedua orang tuanya ikut bergabung karna ditempat lain penuh


dan hanya terisa . kursi kosong dekat Malik dan Yuna


" Eh ketemu lagi kita ikut disini ya nak Malik " kata abah


" Oh silakan abah " kata Malik seraya menatap Yuna . Yuna hanya tersenyum ..


Lalu ketiga nya ikut memesan menu Yang sama dengan Yuna . Faridah yang duduk dekat umah nya bergeser hingga membuat sang umi duduk bersama sang suami dan Faridah akhir nya bisa duduk dekat Malik . hingga terlihat Malik duduk ditengah .antara Yuna dan Faridah.


Dan ketiga nya makan ketika pesanan sudah datang Mereka pun makan dengan lahap Dan Malik juga menikmati makan nya. Tampa menoleh hanya fokus pada sang istri


" Sayang ini kok celemotan " kata Malik Lau menghapus kecap di bibir Yuna dengan jari nya Membuat Faridah dan umi nya iri menatap sepasang suami istri itu


" Masa sih bi " Kata Yuna tersenyum lalu


meminum jusnya .


" Sudah ....apa mau itu " kata Malik menawar kan Yuna kripik .


Yuna mengeleng namun tiba tiba ...


" Mal bisa tolong bukaan ini ngak " kata Faridah menyuruh Malik membuka kan kerupuk Yang membuat Yuna kaget.


" Oh ....iya " kata Malik membuka kan toples kerupuk karna tangan Faridah kotor


" Ya ngak asyik sekalian diambilkan dong nak " kata sang umi .


" Eh maaf umi saya bukan muhrimnya ini istri saya " kata Malik menolak tegas


" Ih kamu Mal Yuna itu mana mengerti muhrim kan dia ngak sekolah agama . Lagi pula dia mah cuma ngerti ilmu dunia tak mengerti akherat .Paling dijakarta sana si Yuna Berteman anak anak nakal " kata hajjah Diah .


Membuat Malik dan Yuna terhenyak kaget atas perkataan hajjah Diah


" Astagfirullah aladzim umi hati hati bicara " kata haji Imron

__ADS_1


" Maaf umi , umi tidak berhak menilai istri saya seperti itu .Saya suaminya lebih tahu siapa Yuna " kata Malik . Yang lalu berdiri mengajak Yuna membayar makanan Lalu pergi begitu saja tampa berpamitan .


__ADS_2