
Lalu Yusuf pun menyuruh Arjun untuk membawa mobil .Sedangkan Arjan duduk tengah disamping Amar duduk bertiga bersama Nurul Lalu mobil pun keluar menuju restoran terdekat . Karna Amar ingin mentraktir Yusuf sebagai rasa trimakasih nya juga Arjun dan Arjan
Nurul cukup cangung ketika mereka makan di restoran Dan untungnya masih ada makanan indonesia .
" Trimakasih ustad padahal kami baru selesai makan tadi " kata Arjan
" Tak masalah, apa kalian yang menjaga rumah ustad Malik " kata Amar
" Ya ustad Apa ada masalah " kata Arjun
"' Tidak hanya kaget saja . Lalu yang dua nya kemana bukannya ustad Malik punya empat pelayan " kata Amar
" Mereka ikut nona ke dalam kota....Karna harus menjaga nona kami .ustad " kata Arjan Yang tak boleh menceritakan tentang kota itu
" O ..... begitu ya ana baru paham " kata Amar mengangguk
" Ya sudah ayo makan " kata Amar bersikap santai ..Karna ia masih punya uang untuk berbagi menyenangkan teman
Lalu mereka pun makan dengan lahap.. Nurul yang baru merasakan makanan di Kairo cukup senang Karna rasanya cukup enak terasa di lidah
**************"
Di kota saranjana Malik sudah siap berangkat mengajar .Dan Aziz ikut serta
karna ia juga sekolah bersama Alif yang tak jauh dari kampus.
Sedang kan Yuna merapikan kamarnya Dan setelah itu keruang makan untuk menemani suami dan putranya makan
" Ulya kemana ya nis " kata Yuna
" Lagi minta bubur dan makan sambil digendong Mikha di taman nona " jawab Anis pada Yuna
" Oh ya sudah, abi mau apa " kata Yuna Yang mengambilkan nasi untuk Malik
" Apa saja umi " kata Malik yang lalu disodori Yuna piring dengan lauk lengkap Begitu juga Aziz yamg bergantian di ambilkan Yuna
" Hari ini abi pulang cepat karna jumat jadi biar abi makan dirumah saja " kata Malik sambil menyuap nasinya
" Ya bi, mau masakan apa ?" kata Yuna
" Terserah dinda yang penting enak " kata Malik Yang slalu suka dengan masakan istrinya
" Ya bi masih ada udang dan ikan di kulkas nanti biar dinda bikin sop udang dan pepes ikan " kata Yuna Yang juga mengambil makan untuk dirinya.
" Apa ada bakso umi " kata Aziz
" Oh ada sayang , nanti umi bikin kan ya buat Aziz " kata Yuna Yang kemaren membeli daging seperti biasa saat Mikha dan Anis kepasar
Setelah sarapan Malik pun berangkat kerja dan Yuna mengantarkan kedua pria beda usia itu sampai teras. Dan Aziz tak lupa mencium uminya untuk berpamitan
__ADS_1
" Oe ......." kata Ulya yang keluar bersama Mikha ikut ke teras meniru melambaikan tangannya Ketika Yuna melambaikan tangan nya pada Malik dan Aziz
" Ya sayang dah.... assalamualaikum " kata Malik menutup kaca mobil . Dan Ulya pun tersenyum
" Ayo masuk , umi mau mandi " kata Yuna yang kembali masuk kedalam rumah menuju kamarnya .
" Oe....." kata Ulya menunjuk nunjuk Yuna kekamar Yang membuat Mikha mengikuti Yuna masuk kekamarnya
Yuna pun lalu mengambil handuk untuk mandi Dan belum ia melangkah .perut nya terasa sakit .
" Auw....... perut ku , Mik.... " keluh Yuna Yang lalu duduk di sisi ranjang
" Nona kenapa ?" kata Mikha .
" Entah lah perutku mulas " kata Yuna merasa perutnya terasa mulas
" Apa nona mau melahirkan " kata Mikha menelisik wajah Yuna
" Ngak mungkin Mikha mungkin kontraksi palsu " kata Yuna lalu rebahan Dan tiba tiba
Byur ............. ada air yang keluar yang membuat Mikha kaget Dan berteriak
" Anis ........" Teriak Mikha dan menaruh Ulya di sebelah Yuna lalu menaikan tubuh Yuna keatas Sambil menggesernya pelan pelan keatas ranjang
" Mikha ....ada apa ?" kata Anis .
" Sepertinya nona mau melahirkan .ayo cepat tuh lepas dalaman nya ." kata Mikha menggeser tubuh Yuna
" Besok " kata Mikha kesal
" Astaga ...... kau ini " kata Anis yang lalu mengangkat dua kaki Yuna Dan melepas kan dalaman nya lalu membukanya lebar .Dan mata Anis pun terbelalak
Yuna meringis menahan nyeri sambil membaca doa nabi Yunus dan zikir
Yang terdengar pelan Sedangkan Ulya memegang tangan Yuna
" Mikha kepala bayinya keluar, nona bagaimana ini " kata Anis bingung
"' Apa sudah keluar " lirih .Yuna
" Nona tarik nafas ya biar Mikha beri kode tarik buang tarik buang hitungan ketiga mengejan " kata Mikha yang turun dari ranjang dan bersiap siap menyambut bayi lahir darurat
" Ulya duduk tenang ya " kata Mikha Yang dianggukan Ulya .Sambil mengusap keringat uminya
"Ayo nona ..... tarik buang tarik buang sekarang mengejan " kata Mikha
Yuna pun mengejan sekuatnya dan oe....oe..... tangis bayi itu disambut Anis yang penuh dengan darah . Lalu Mikha pun menarik ari ari bayi dengan cepat agar tidak terbuka didalam
" Alhamdulilah " kata Mikha Lalu menghubungi Alea dengan telepati nya menyuruh dokter untuk datang kerumah Karna nona nya melahirkan
__ADS_1
" Huh......huh..... huh...." kata Yuna membuang nafas terengah engah yang langsung di bersihkan Mikha .
Dan Anis menelungkupkan bayi laki laki baru lahir itu agar kotorannya keluar. Lalu membersihkan nya .
" Mik ini gimana pusat nya belum di potong " kata Anis yang lalu duduk di lantai memangku bayi nya setelah bersih
" Tunggu dokter , ini di bungkus dulu ana tak berani memotongnya " kata Mikha mengambil kain bersih di lemari untuk membungkus bayi lalu Setelah itu Mikha membersihkan darah kotor juga menganti kan pakaian Yuna
Bayi Ulya duduk tenang melihat kesibukan dua pelayan umi nya itu Sambil memegang erat tangan sang umi
Dan komat kamit berdoa . Yang membuat Yuna menatap bayi Ulya .
" Sudah bersih nona " kata Mikha
" Pake kan pampers nya Mik " kata Anis
" Hah.....apa nona pake pampers juga " kata Mikha kaget
" Iya yang dewasa itu kan ada Mik " kata Anis Yang duduk tenang memangku bayi Yuna Karna sambil menemani ari ari nya Yang masih di dalam kain Karna tali pusat belum di potong
" Ya sebentar " kata Mikha bergegas mengambil pampers lalu memasangnya
" Mik haus " kata Yuna
" Ya nona sebentar " kata Mikha memasang pampers dan setelah selesai ia pun menggeser tubuh Yuna ketempat . yang bersih Dan membersihkan sprei kotor Setelah itu bergegas mengambil kan minuman untuk Yuna .
" Mik mana Yuna " kata Alea yang datang bersama dokter
" Di dalam. dok " kata Mikha yang membawa susu hangat untuk Yuna dan meminumkan nya .Dan dokter pun ikut masuk bersama Alea
" Alhamdulilah bayinya sehat Bisa siapkan air panas biar saya bersihkan " kata dokter sambil memotong tali pusat dan menjepit nya.. Lalu setelah itu dokter mengecek perut Yuna
" Alhamdulilah perutnya sudah bersih " kata dokter meraba perut Yuna.Takut ada gumpalan yang tertinggal dan mengecek jalan keluar
" Apa ada gumpalan dok " kata Alea yang menurunkan Azzam dari gendongan dan menyuruh Azzam untuk mengajak bayi Ulya di ruang tengah Dan menurun kan bayi Ulya tapi bayi Ulya mengeleng
" Main sama kak Azzam ya " kata Alea
" Umi ....." celoteh Ulya yang sudah bisa menyebut umi .
" Ya sudah kalo ngak mau Azzam duduk dekat de Ulya ya , anteng ngak usil " kata Alea
Azzam mengangguk , Ulya tersenyum lalu duduk tenang tampa suara . Sedang yuna terdiam merasakan dokter membersihkan
**** ********** nya .
" Semuanya aman tinggal membersihkan bayi dan menguburkan ari ari nya tolong carikan wadah " kata dokter wanita itu
" Mik carikan wadah bersih untuk di bawa pulang biar dikubur disebelah milik Ulya dirumah umah " kata Yuna
__ADS_1
" Ya dokter, non biar saya carikan " kata Mikha bergegas kedapur mencari wadah bersih untuk ari ari bayi Bersama Anis yang mengambil ember besar untuk tempat baju kotor Yuna