
Setelah lama ngobrol Amar pun mengajak istrinya itu pulang Yang membuat Ali terkekeh pada sahabat nya
itu yang terlihat tak nyaman di goda
" Jangan tersingung ya de Nurul kita bercanda kok " kata Billa
" Iya jangan kapok kalo di goda karna suami mu itu juga biasa mengoda teman nya " kata Ali
" Ya ustad ustazah kami pamit " kata Nurul memegang tangan Amar
Sedangkan Malik tersenyum bersama Yuna ketika kedua nya memberi salam Dan Mereka pun menjawabnya
" Lho mau pulang kapan Mal " kata Ali ketika Amar sudah pulang
" Malam ini juga Ayo dinda siap siap " kata Malik yang mengendong Yuna
" Abang ..... Yuna bisa jalan sendiri " kata Yuna kaget karna ngak enak pada Ali dan Billa .Ketika tiba tiba Malik mengendong nya
" Cuek aja kita kekamar ya " kata Malik
" Duluan ya Bill , Al " kata Malik yang dipegang Yuna erat lehernya karna suami itu ingin memanjakan nya .Sedang Ali dan Billa hanya tersenyum .
Sedangkan di sebuah kamar Mikha tertidur pulas ketika dua mata mungil melihat kiri kanan mengintip nya dari lubang pintu
" Azzam ngak boleh " kata Alea pada bayinya itu yang bisa menghilang dan terbang . Dan Alea baru menyadarinya setelah dua hari karna sehabis menyusu bayinya bisa melayang layang dan pergi
" Bibi sedang istirahat , tadi siang ia ikut menjaga mu seharian pasti capek " kata Alea pelan
" Um.....oe oe " kata bayi itu lalu berbaring diatas ranjang .Sedangkan Aldi sedang dikamar sebelah masih asyik mengecek bagan gambar nya .Dan juga masih belum mengantuk
" Pintar anak umi " kata Alea tersenyum pada bayinya yang mengisap jempol nya
Tampa menangis .
Lalu Alea pun ikut berbaring sambil mengeluarkan wadah gizi bayinya Dan Azzam langsung menyesapnya
" Waduh enak nya pasti abi mau dong kata Adi yang masuk kamar membuat bayi Azzam menghentak hentak kan kakinya .Tanda tak mau diganggu Karna
Aldi slalu menggoda nya
" Ya ya abi bercanda ngak jadi minta " kata Aldi yang berbaring dan mengusap pipi Azzam lalu mencium nya .
Yang membuat Azzam memegang wajah abi nya sambil menyesap susunya Karna Azzam sudah mengenal umi dan abi nya
Sedari ia lahir .
"Mhem...... anak abi pintar ya jangan nakal biar jadi anak sholeh " kata Aldi. Membuat bayi Azzam tersenyum
__ADS_1
Lalu Aldi pun mencium kening bayi Azzam dan juga Alea karna mengantuk ia pun ikut berbaring Lalu berdoa dan memejamkan mata. Dan tak lama Aldi terlelap Alea yang tahu suaminya itu lelah membiarkannya saja Karna pastinya Aldi lelah bekerja seharian di tambah ikut mengurus Azzam
Sedangkan di tempat lain Malik dan Yuna baru saja masuk kamar ..Tadi di jemput Arjun dan Arjan Karna Aziz tidur di istana
" Huam " kata Yuna menguap Yang membuat Malik tersenyum tidur lah
pasti dinda lelah " kata Malik
" Ya bi , abi mau kemana " kata Yuna
" Mau melihat sekeliling dulu " kata Malik Yang memang slalu mengecek rumah sebelum tidur .
" Tidur lah nanti abi menyusul " kata Malik yang lalu menaikan selimut Yuna sampai dada Lalu berdoa dan meniup kan pada ubun ubun Yuna dan mencium kening Yuna .Yang tersenyum karna sudah biasa suaminya melakukan itu
" Ya bi " kata Yuna lalu memejam kan mata nya
Entah berapa lama Yuna tertidur hingga ia merasa ada yang menyesap dada nya Dan itu membuat Yuna membuka matanya
" Abi ..... " kata Yuna kaget .
" Apa abi membangun dinda maaf dari sehabis sholat malam abi tak bisa tidur " kata Malik yang membuat banyak bekas merah didada sang istri
" Abi ...... " kok ini banyak sekali " Kata Yuna merengek Karna suami nya pria normal dan manusia biasa Walau pun ustad Namun dengan sang istri Malik slalu berulah .
" Hehehe maaf abi khilaf tapi enak kok mau lagi ngak " kata Malik yang kembali menyusup di bawah selimut
" Trimakasih sayang abi mandi dulu ya " kata Malik sumringah karna puas bisa menganggu istrinya tampa diomeli
Dan Yuna hanya bisa diam . sambil melihat suaminya itu berpakaian rapi menuju masjid .Dan Yuna pun bergegas bangun untuk membersihkan diri.
" Pagi nona " kata Anis tersenyum
" Apa tuan sudah minta kopi " kata Yuna mengambil cangkir .
" Tidak nona tuan tidak mau kopi katanya tidak bisa tidur Karna kebanyakan ngopi
di tempat tuan Amar yang membuatnya tak bisa nyenyak tidur " kata Anis
" Ya sudah biar Ana buat kan coklat" kata Yuna
" Ya nona " kata Anis
" Nis nanti kita kerumah Alea ya melihat bayi Azzam eh baju yang kemaren ngak lupa di bawakan " kata Yuna yang sempat menitip untuk membeli pakaian pada Malik untuk Azzam
" Ya non , sudah Anis letakan dekat kue '" kata Anis Yang terkejut karna ada seseorang menyenggolnya
" Aziz " kata Anis
__ADS_1
" Aziz " kata Yuna ikut kaget
" Hehehe ... umi dan bibi sudah pulang Aziz kangen " kata Aziz lalu memeluk kaki Yuna Yang membuat Yuna menurunkan badan nya lalu memeluk Aziz karna Yuna juga rindu
" Maaf bila ngak mengajak Aziz nanti kita lihat Ade Azzam ya " kata Yuna mencium pipi Aziz dan mengusap kepalanya Aziz pelan
" Ya umi " kata Aziz
" Minggu depan Aziz boleh ikut bersama Alif " kata Yuna
" Benarkan " kata Aziz senang .
" Ya nak, kan sudah ada banyak kamar dirumah " kata Yuna karna rumah mereka sudah selesai di bangun
Siang nya setelah Malik berangkat Yuna kerumah Alea bersama Anis dan Aziz karna Alif sekolah Dan Aziz masa liburan yang membuat Mikha senang melihat nona nya itu datang .
" Ya ampun Mikha rindu nona " kata Mikha memeluk Yuna yang belum terbiasa berbeda majikan .
" Maaf Yun sudah merepotkan Mikha " kata Alea .
" Ngak pa pa dia sudah terbiasa bersama ku jadi mungkin cukup cangung Al Bagaimana Azzam sudah bisa apa " kata Yuna melihat bayi Azzam tersenyum
" Sudah bisa mengintip nona , dan juga menghilang bila mau di mandikan " kata Mikha terkekeh
" Hahaha.... kok bisa " kata Yuna tertawa mengusap pipi Azzam dan tersenyum
"" Nama nya juga bayi Yun, dia takut air Kalo mau mandi pasti menghilang begitu saja " kata Alea
" Wah perlu ekstra pengawasan ketat ini ya " kata Yuna tersenyum
" Ya begitulah " kata Alea yang awalnya kaget bayinya itu bisa menghilang Namun ketika bayinya bisa kembali Alea tahu Anak nya mulai usil dan bisa kabur
Aziz yang duduk didekat bayi Azzam pun senang melihat bayi Azzam tersenyum karna Aziz bisa melihat bayi itu cukup pintar dan juga cerdas
" Hei ayo main sama kak Aziz " kata Aziz tersenyum memegang tangan bayi Azzam dan Azzam berceloteh
" Wah .....dia bisa berkomunikasi umi dia bertanya Aziz siapa " kata Aziz
" Hah....... kok bisa " kata Alea
" Iya bunda, dia juga bertanya umi Aziz siapa " kata Aziz
" Aziz jawab apa " kata Yuna
" Cari tahu aja sendiri ya ngak de " kata Aziz mengusap kepala Azzam
Yuna dan Alea hanya saling pandang Dan lalu melihat interaksi Aziz dan Azzam yang entah apa yang mereka bicara membuat semua yang melihat tertawa bersama .
__ADS_1