Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 211


__ADS_3

Yuna pun langsung berbalik memeluk bunga itu Ketika patih berteriak yang membuat teriakan yang di dengar sampai istana Dan raja juga Malik kaget Lalu langsung mencari sumber suara itu


Yuna yang berhasil mendapat kan bunga itu langsung membungkusnya dengan sapu tangan dan menaruhnya dikantong bajunya dengan cepat..


" Umi...... kau tidak apa apa " kata ratu mendekati Yuna


" Tidak apa apa ratu " kata Yuna Yang .berbalik tersenyum pada ratu dan patih jin itu .


"Kau........Apa tangan nona tidak terluka " kata patih itu mendekat Dan menatap Yuna tajam sambil menelisik dari atas sampai bawah.


" Alhamdulilah tidak tuan " kata Yuna memamerkan tangan nya . .Yang membuat patih itu kaget setengah mati .Karna Yuna tak mengalami luka sama sekali .


" Ada apa patih kau berteriak sampai kedengaran ke dalam istana " kata raja di depan pintu taman Yang berdiri dengan Malik dan juga penggawa lain .


" Tuan ku nona ini memetik bunga itu " kata Patih tertunduk "


" Dinda ..... ada apa ? " kata Malik heran Karna patih menyingung istrinya


" Nona benar kah itu ? " kata raja jin kaget Tak percaya dengan apa yang dia dengar Karna benar saja bunga itu seperti habis dipetik .


" Maafkan saya tuan saya tak bermaksud lancang Tapi tuan patih bilang kalo saya berhasil mengambilnya Saya bisa memiliki nya . Dan saya butuh bunga itu untuk obat " kata Yuna .


Raja pun terdiam lalu menatap patih sejenak


" Ya yang mulia dia berhasil mengambil nya tanpa terluka " kata patih .


" Masyaallah bunga itu bunga langka nona kau boleh memilikinya . Karna memang tak sembarangan orang bisa memetiknya " kata raja jin


" Dinda apa itu benar " kata Malik kaget


" Ya abi " kata Yuna tertunduk .


" Huh........pasti nya bunga itu bukan bunga sembarang kan tuan " kata Malik menatap raja jin


" Ya bunga itu ditanam kakek leluhur kami ustad Dan hanya ada ditaman ini yang ada Dan di sekelilingnya sudah di pasang ribuan ulat berbisa untuk menjaga nya . Dan tak satu orang pun bisa mengambil nya tampa kecuali hanya saya sendiri dan patih yang masih keturunan kakek sendiri Karna Patih adalah sepupu saya sendiri ustad " kata raja jin


" Masya Allah tunggu tadi tuan raja bilang ratusan ular .........." kata Malik yang langsung menghampiri Yuna dan melihat tangan istrinya itu dengan teliti Tapi tak ada luka sedikit pun yang menggores di tangan Yuna


" Bagaimana bisa " kata Malik kaget .


" Bagaimana bisa nona melakukan nya " kata raja bertanya

__ADS_1


" Saya hanya berdoa tuan " kata Yuna yang tak mau bercerita sedetail mungkin


Yang membuat patih mengeleng tak percaya karna ia melihat sendiri Yuna memetik bunga itu tampa disentuh patukan ular berbisa . Begitu juga dengan ratu yang tak percaya pada apa yang dilihatnya .Karna dulu ia melihat sendiri tamu tamu yang datang ingin memetik nya . Mati terkapar dengan tubuh menghitam .


" Ya sudah ayo kita keruang tengah untuk


minum teh. karna sebenarnya ini sudah hampir dini hari " kata raja jin


" Hah...... bagaimana bisa tuan raja " kata Malik kaget .


" Ya tadi kami menahan nya untuk menyenangkan Dan menyambut ustad . jadi menginap lah disini sebentar. Besok pagi para pengawal akan mengantar ustad dan ustazah pulang " kata raja jin


" Ya..... baiklah tuan trimakasih sampai tuan membuat tipuan mata kami pikir memang siang hari " kata Malik yang kali kedua masuk istana jin .Karna sebelum nya ia juga masuk istana dikota saranjana


Mereka pun lalu masuk ke dalam istana Ratu lega karna umi angkat anak nya itu baik baik saja. Begitu juga para dayang yang berjalan di belakang Yuna. Sedang patih bermuka masam karna ada orang yang bisa memetik bunga anggrek langka taman obat mereka. Lalu memisah kan diri dari rombongan itu Menuju ruang kerjanya .


" Tuan patih bagaimana ?" kata senopati melihat wajah masam sang patih


" Sial ..... dia berhasil " kata patih yang langsung duduk Yang membuat semua orang saling pandang.


" Sudah kuduga " kata seorang pria tua yang tak lain penasehat sang raja. berdiri di depan pintu


" Bukan kah yang menyuruhnya untuk membawa nya ketaman Untuk mencoba nya. Jadi kenapa kau kesal sekarang ." kata pria tua itu....


" Aku hanya ingin mengujinya " kata Patih .


" Kau sudah mengujinya dan melihatnya sendiri patih Tapi mengapa kau gusar Dan marah juga berteriak lantang Ingat patih diatas langit masih ada langit Jangan meremehkan kemampuan orang lain Seperti hari ini . Dan ini jadi pelajaran berharga untuk mu. " kata pria tua itu


" Ya .... paman maaf " kata patih menunduk karna dia tadi sempat sesumbar ingin melihat kekuatan Yuna Yang tidak apa apa nya dengan kaum jin


Namun tuhan seakan tahu lalu membuat Yuna mengambil kesempatan ketika mereka memamerkan taman obat Yang tak sengaja Yuna cari selama ini


Sedangkan dirumah Alea , Aldi kedatangan tamu penggawa dan panglima Ghani yang meminta alamat Yuna


" Jadi obat nya ketemu tuan , Alhamdulilah


bunda ratu bisa sembuh " kata Alea senang


" Ya dan nanti pagi kami harus berangkat kesana untuk mengambil nya " kata Ghani yang sudah menceritakan semuanya tentang Apa yang terjadi


" Ya tuan , hati hati disana para setannya lebih mengerikan dari pada disini mereka penganut sihir jaman firaun " kata Alea

__ADS_1


" Insyaallah kami bisa menjaga diri karna tak ada kekuatan selain pertolongan Allah


Yang maha kuasa " kata Ghani yang rajin beribadah


Setelah itu mereka pun pamit Dan pulang


kembali ke istana. Aldi dan Alea hanya bisa menitipkan salam buat Yuna karna mereka tak tahu kalo Yuna menyimpan obat ajaib yang dicari ratu. saranjana


Sedangkan dikamar Aziz Yuna tertidur sambil memeluk bocah mungil itu. Yang membuat Malik tersenyum melihat istrinya itu bisa menyayangi anak jin .


" Ya Allah .... hamba bersyukur bisa menjadi bagian hidupnya .Berikan kan aku kekuatan kesehatan dan keberanian untuk slalu menjaganya ya rabb .Karna tak ada apapun didunia ini yang ku punya selain iman ku padamu. " kata Malik yang mengusap kepala Yuna mendoakan nya dan lalu meniupnya . Setelah itu ia pun ikut berbaring dan memejamkan mata


*********


Paginya Yuna terbangun karna Yuna sudah berpesan tak ber saur karna sudah kenyang makan kudapan yang disediakan ratu . Dan Malik juga tak membangunkan nya .


" Abi ayo kita pulang " kata Yuna


" Ya ayo ...... dinda , sepertinya kau tak sabar ingin pulang " kata Malik tersenyum .


" Iya abi ada orang yang sudah menunggu kita pulang " kata Yuna


" Umi.....Aziz ikut ya , kan Aziz ingin bermain sama abi dan umi " kata Aziz yang masuk kamar bersama dayang nya


Malik pun menatap Yuna lalu tersenyum


Dan mendekat Aziz


" Ya nanti kita tanya abi dan umi Aziz dulu ya ayo kita keluar biar bisa berpamitan " kata Malik mengandeng Yuna juga Aziz keluar dari kamar Aziz


Yang cukup luas dan besar namun Yuna merasa asing karna belum terbiasa.


Sedangkan di rumah Yuna 3 pria tampan sedang bertamu . Yang membuat Yusuf kaget begitu juga Lutfia .yang melihat 3 pria itu tak mau pergi walau pun Mereka sudah mengatakan ustad Malik belum pulang .


" Kami akan menunggu nya tuan " kata salah satu pria itu. Duduk tenang di teras karna Yusuf khawatir mereka orang asing yang berniat jahat.


Sedangkan pria itu hanya tersenyum karna tahu pria itu curiga pada mereka Yang tak lain Ghani dan dua senopati nya


" Mereka siapa ya bi kok bisa bisanya mencari ustazah Dan tak mau pergi " kata Lutfia curiga


" Entahlah " kata Yusuf yang bingung .

__ADS_1


__ADS_2