Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 210


__ADS_3

Yuna melangkah pelan ketika memasuki taman itu terlihat jelas taman itu menipu mata Bunga nya yang berwarna warni terlihat merah muda cantik terlhat menghitam dan biru tua .


" Ini bunga beracun ' kata Yuna batin Yuna .


" Ya nona lihat lah dengan teliti berhati hati lah " suara kecil berbisik


" Ya " batin Yuna


" Umi...... bunganya memang seperti itu bahkan warna nya agak aneh " kata ratu yang mendekati Yuna Dan hanya dua dayang yang boleh mengikuti mereka selebihnya menunggu diluar


" Ya bunganya beracun " kata Yuna


Deg.....


" Bagaimana umi tahu bunganya beracun padahal baru melihat nya " kata ratu Yang kagum dengan kejelian Yuna . Karna tidak semua orang bisa masuk taman obat itu . Dan tak semua orang bisa memegang nya . Apalagi memetiknya


" Hanya perasaan saya saja ratu " kata Yuna yang lalu melihat bunga merah darah yang terlihat berjuntai indah Tapi sangat cantik .


" Itu bunga anggrek indonesia bunga itu juga buat obat yang langka hanya ditemukan dalam hutan belantara ketika kakek leluhur kami menemukan nya " kata ratu tersenyum . Dan bunga itu terjuntai indah ada beberapa tangkai .


" Oh ya apa saya boleh memetiknya " kata Yuna .


" Eh...... tapi umi bunga itu hanya buat obat .Apa ada kerabat umi yang sakit " kata ratu yang tahu sulit memetik bunga itu karna ular penunggu. nya sudah mengintai


" Iya ratu saya hanya ingin minta beberapa daun nya saja . " kata Yuna


" Tapi umi .... bunga itu tak bisa dipetik sembarang orang kalo salah sedikit tangan umi akan membiru Karna disekelilingnya nya banyak tanaman berbisa " kata ratu bingung yang tahu hanya suami saja dan patih yang bisa memetik bunga itu.


" Biar kan saja ratu silahkan " kata patih kerajaan jin itu. Yang ingin melihat Apa Yuna mampu memetik bunga itu.. Karna bunga itu tak bisa di petik orang oleh orang sembarangan .


" Oh....... patih " kata ratu kaget karna patihnya sudah berdiri dibelakang mereka


" Salam tuan " kata Yuna


" Walaikum salam nona senang bisa bertemu nona ustazah " kata mahapatih


sedikit menunduk hormat.


" Sama sama tuan patih " kata Yuna yang juga sedikit membungkukkan badan nya.


" Nona bisa mencoba memetiknya kalo bisa Tapi maaf kami tak menanggung resiko bahaya nya karna di sekeliling bunga itu banyak ulat gatal dan berbisa


Dan salah salah racun nya sangat berbisa dan bisa merenggut nyawa . " kata patih

__ADS_1


" Ya patih , ratu saya mengerti Tapi bila saya berhasil memetiknya Berarti saya bisa menyimpan nya kan " kata Yuna


" Ya ..... silahkan " kata Patih tersenyum penuh arti . Karna dia tahu Sudah ratusan orang dan para jin yang meninggal karna mencoba memetik bunga itu .


" Silahkan saja bila kau mampu , kalo kau tak ingin sekarat kau tak perlu melakukan nya" kata patih dalam hati


Sedangkan wajah ratu terlihat pucat ketika Yuna mendekati bunga itu.


" Umi ..... apa kau yakin ingin memetiknya " kata ratu khawatir Dan wajahnya terlihat jelas oleh Yuna .


" Jangan khawatir ratu saya hanya mengambilnya buat obat " kata Yuna yang langsung berdiri di depan bunga anggrek merah itu Yang berjarak satu meter di depan nya .Lalu memasang telepati nya. Meminta bantuan seseorang


Sedang di sebuah istana Ghani baru saja selesai sholat tarawih dan berkumpul di aula kerajaan ketika Yuna menghubungi nya menembus mata bathin nya


" Walaikum salam nona Yuna apa khabar Apa ada yang bisa saya bantu " kata Ghani panglima sakti saranjana itu. Yang sedikit dekat dengan Yuna .


" Buka lah mata bathin tuan saya sedang berdiri di taman obat yang sempat di ceritakan bunda ratu yang mulia " kata Yuna .Yang membuat Ghani Kaget lalu duduk bersila . Para penggawa dan raja pun ikut duduk bersila ketika melihat Ghani memberi kode . Dan....


Wus....... angin menghembus pelan mengeliling para pria itu dan terlihat jelas Yuna berdiri di depan bunga Yang benar saja . Selama ini mereka mencari cari .obat yang menjadi rebutan bagi para ahli peneliti dunia .Ada didepan Yuna yang sedang menatapnya Dan ular ular ganas sedah siap mematuk tangan siapa saja yang berani memetiknya .


" Masya allah kau berada di taman obat langit Bunga didepan mu benar adalah bunga yang kami cari .


" Ya tuan saya ingin memetik ya mumpung disini untuk Alif dan bunda ratu " kata Yuna .Tapi saya meminta bantuan untuk bisa memetiknya " kata Yuna meminta izin dibantu


Sejenak Ghani terdiam memandang raja dan patih Dan para penggawanya Yang lalu dianggukan raja


Sedangkan patih yang melihat Yuna berdiri menatap bunga itu tersenyum sinis meremehkan Yuna .Sedangkan ratu sangat tegang melihat umi angkat putra nya itu Karna bila Yuna terluka pastilah Aziz sangat sedih.


Yuna pun mulai mendekati bunga itu.


Dan ia mulai mengangkat tangan nya


" Nona ular nya sudah siap mematuk tangan nona" bisik batin Yuna .


" Mereka sedang membantuku Yum tenang lah " kata Yuna yang tahu penjaganya itu sangat khawatir .


" Nona Yuna bersiaplah dari hitungan mundur Kalo bisa petik satu tangkai dengan cepat " kata Ghani .


" Ya......" kata Yuna berbisik pelan


" Nona apa kau yakin memetik nya , kami tak bertangung jawab dengan resikonya " kata patih mengingat kan lagi


" Insyaallah saya siap menanggung nya tuan patih " kata Yuna dan ia mulai maju selangkah lagi. Yuna pun bisa melihat jelas ular berbisa sedang mengintai nya .

__ADS_1


" Kak Ghani saya akan berdoa " kata Yuna


" Ya ...... " kata Ghani


" Yuna pun berdoa dengan khusuk dan tenang Sambil menatap bunga itu.


Sedangkan Patih ratu dan dua dayang yang melihat itu pun terlihat tegang . Karna Yuna nekat ingin mengambil bunga itu


" Siap " kata Ghani


" Siap " kata Yuna Dan Qoyum pun sudah sigap berdiri mengulur kan tangan nya sejajar Yuna.


" Kita bergerak cepat nona " bisik batin Yuna


" Ya....... tiga ... dua.... satu .....


Wus . ...wus ...... wus ......


Yuna pun bergerak cepat mencapai tangkai bunga dan ia cahaya besar menahan seluruh patukan tangan Yuna hingga ia bisa memetik tangai bunga bukan hanya satu sekaligus 2 tangkai dan langsung menggenggamnya erat Dan


" Deg....... Alhamdulilah " kata Yuna


Yuna pun langsung mundur dengan cepat ketika puluhan ular tampak marah.


" Anda berhasil nona " kata Qoyum berbisik .


" Alhamdulilah ya Allah " kata Yuna .


Sedangkan disisi lain Ghani lega Yuna baik baik saja terutama raja yang bersyukur bunga itu bisa didapat.


" Ghani besok subuh ambil bunga itu.. Sebelum orang lain merebutnya dari nona Yuna " kata raja


" Ya ya mulya " kata Ghani ..


" Biar kami menemani mu tuan " kata dua senopati itu mengajukan diri.


" Ya setelah saur . malam ini kita temui nona Alea untuk meminta alamatnya di kairo " kata Ghani .


" Baik tuan " kata mereka kompak .


" Hati hati nak " kata patih pada Ghani


" Ya ayah " kata Ghani .Yang lega mereka bisa mengobati bunda ratu dan Alif yang terkena kanker .

__ADS_1


Sedangkan ratu dan patih cukup kaget Yuna mampu memetik bunga itu tampa terluka dan mendapat kan dua tangkai .


" Kau..........." kata patih berteriak kaget


__ADS_2