
Kedua nya hanya mengintip dari .jendela Karna takut tiga pria itu punya maksud lain Karna ketika Yusuf menghubungi ponsel Malik ponselnya tidak aktif .
" Tuan kenapa mereka tidak menyuruh kita masuk " kata senopati.
" Mungkin mereka juga tamu, Yang di tinggal Ustad dan nona " kata Ghani yang tak mau berburuk sangka Karna tugas nya hanya mengambil obat.
" Oh begitu ya tuan " kata senopati duduk tenang sambil berzikir dan menatap pintu gerbang rumah yang tinggi.
" Mereka punya rumah yang bagus di alam manusia " kata senopati
" Ya rezeki dari Allah " kata Ghani santai Dan benar saja Tak lama pintu gerbang terbuka yang didorong oleh Arjan dan Arjun.
" Assalamualaikum " kata Malik Yang mengandeng Yuna melangkah ke pintu utama rumah mereka
" Walaikum salam " jawab Ghani
" Kak Ghani " kata Yuna kaget .
" Salam nona .... " kata Ghani dua Senopati nya berdiri menyambut Yuna dan Malik sepertinya Dan Yusuf yang melihat itu pun langsung membuka pintu.
" Walaikum salam, ayo silakan masuk, maaf Apa mereka tak menyuruh kalian masuk .Mereka juga tamu disini " jelas Yuna .
" Maaf kan kami tuan, Mal kami tidak tahu siapa mereka .Jadi maaf tak menyuruh mereka masuk " kata Yusuf merasa bersalah.
" Tidak apa apa " kata Ghani
" Silahkan kak, tuan tuan duduk dulu saya berganti pakaian dulu " kata Yuna .
"Silahkan nona." kata Ghani Yang membuat Yuna buru buru masuk kamar nya Dan membungkus satu tangkai bunga untuk disimpan . Lalu yang satu nya untuk Yuna diberikan pada panglima Ghani .
" Maaf tuan membuat anda menunggu ini teman saya dan istrinya Dan ini dua pengawal di rumah ini " kata Malik memperkenal kan Yusuf dan Lutfia juga Arjan dan Arjun Sedangkan Mikha dan Anis menunggu di depan pintu kamar Yuna ..
" Salam tuan tuan senang bertemu anda semua " kata Ghani ramah didampingi dua senopati .
" Ya ampun mereka tampan tampan dan gagah dari mana nona dapat kenalan pria keren begitu ya " bisik Anis mengintip.
" Hei..... mereka juga bangsa jin jangan berbisik mereka bisa mendengarnya " kata Yuna yang keluar dari kamar Dan kembali ke ruang tamu.
" Hah ..... nona ..... apa betul " kata Anis kembali keduanya mengikuti Yuna .
" Maaf sudah membuat Kak Ghani menunggu ini pesanan nya " kata Yuna memberikan bungkusan kain pada Ghani. Sedangkan Malik hanya diam karna tahu Yuna sudah cerita sebelum mereka pulang
" Trimakasih nona " kata Ghani menerimanya dan mengintip isinya .
" Masya allah ini sudah lebih dari cukup kami akan menyimpan nya sisa di ruang obat. oh ya nona Alea dan tuan Aldi titip salam .Dan ini ada sedikit oleh oleh dari yang mulya buat nona sebagai tanda sayang .Terimalah " kata Ghani yang membuat Yuna menerima bungkusan kecil
" Masya allah kenapa yang mulya repot repot .Harus nya tidak perlu " kata Yuna yang bisa merasa kan biji belian dalam bungkusan.
__ADS_1
" Tidak itu hanya tanda sayang kami dari sana Dan bunda ratu juga Alif menyampai salamnya untuk nona Trimakasih banyak sudah membantu kami nona .Ustad Kami mohon diri untuk pulang " kata Ghani tersenyum .
" Kenapa buru buru , kita bisa berbuka bersama disini " kata Malik .
" Maaf kami bukan menolak rezeki Tapi ada tugas lain ustad yang menunggu kami Semoga ustad dan nona slalu sehat walafiat Kami titip tolong jaga nona ustad " kata Ghani tersenyum
" Ya insyaallah itu sudah kewajiban ana sebagai suaminya " kata Malik balas tersenyum .Sedang kan Yusuf dan yang lain nya hanya diam mendengar pembicaraan tuan nya dan tamunya
Lalu mereka bertiga pun pamit Tampa banyak bicara Yang membuat Arjun dan Arjan bingung juga Mikha dan Anis .Karna tak tahu apa tujuan mereka datang Lalu pergi begitu saja setelah Yuna memberi kan sebuah kantong kain Dan juga memberi kan Yuna kantong kain berwarna biru tua.
Semua nya menatap kepergian tiga pria asing itu hanya terdiam Yuna dan Malik melepas mereka sampai teras Dan lalu mereka menghilang begitu saja .
" Astaga mereka juga ...." kata Arjan kaget
" Apa benar tuan " kata Arjun pada Malik
"Ya mereka hanya datang untuk .keperluan mendesak " kata Malik
" Ya ampun nona mereka tampan dan gagah aku mau......"kata Anis yang membuat mata Arjun melotot menatapnya .
" Maaf Kami hanya sebatas kagum " kata Anis Yang membuat Malik dan Yuna tersenyum pada keempat nya.
" Maka nya Jun cepat halalkan biar ngga lihat pria lain " kata Malik
" Tuan........" kata Anis merengek
" Ya nona , ngak asyik kan kita hanya mau kenalan saja " kata Mikha protes
" Masa......ayo bi istirahat dinda mau tidur. Biar kan saja mereka mencari jodoh " kata Yuna cuek
" Yah......apes deh " kata Anis
Yang membuat yusuf dan Lutfia tersenyum .
Dan juga ikut bergandeng tangan naik menuju kekamar atas
" Yuk Mikha kita kekamar " kata Arjan
" Woi .... belum sah main sosor mau ngamar aja puasa tahu "kata Anis
" Kan cuma pura pura " kata Arjun lalu mengandeng Arjan dan naik kelantai dua
" Aish....... kalian ya senang banget bikin kita kesal " kata Anis .
Yang membuat Arjun dan Arjun tertawa senang Lalu menghilang di balik tangga .
" Ih mereka sengaja nis " kata Mikha
__ADS_1
" Ya sudah tahu, mereka pasti mau ngerjain kita " kata Anis yang lalu ingin menutup pintu utama dan .......
" Aaaa............teriak Anis kaget
Membuat Mikha kaget dan .Arjun dan Arjun turun lagi dari atas
Ting... ting .....
" Ada apa " kata Arjun menatap Anis
Sedangkan Anis hanya menujuk bocah mungil bersandar di balik pintu sambil manyun
"Tuan........bukan nya tadi " kata Mikha kaget
" Allah allah " kata Arjun melihat pangeran Aziz duduk cemberut karna di tinggal Padahal tadi ia sedang tidur .Karna merengek ingin ikut .Sang ratu lalu membuatkan susu ngantuk untuk sang putra Tapi rupanya tak ngefek dan berarti apa apa Karna sang pangeran malah kabur dari istana.
" Eh ... pangeran ayo masuk .... kita kekamar abi umi ya " kata Arjan yang meraih tubuh mungil Aziz lalu mengendong nya Dan membawa nya menuju kamar Yuna dan Malik .
Di kamar Yuna baru saja berbaring sedang kan Malik ingin kekampus siang nanti Namun ia sudah menyiapkan semuanya . Karna ingin tidur sebentar .Karna mengajar habis ba, da zuhur...Dan ia bisa tidur 2 jam sebelum berangkat dan dengan menyetel Alarm .untuk bangun
" Tok....tok....tok .." suara pintu diketuk
" Masuk " kata Malik.
" Ceklek ......"
" Tuan ini.... " kata Arjan Yang membuat Yuna dan Malik saling pandang melihat siapa yang di gendong Arjan.
" Masyaallah sini sayang ayo bobo sama umi Ya ampun ..... umi kira tadi bobo diistana " kata Yuna melihat bocah itu memasang wajah cemberut
" Ini nona " kata Arjan memberikan Aziz di gendongan nya ke Yuna dan Yuna pun merebahkan nya disamping nya .
" Umi ratu nakal , masa Aziz di tinggal Dan di kasih susu ngantuk " kata Aziz
" Hah...... kok bisa kan umi ngak tahu " kata Yuna menatap Malik . Malik Yang sudah selesai pun tersenyum .
" Ya sudah ayo bobo sama umi dan abi saja ya gak pakai susu " kata Malik .
" Tuan nona saya permisi " kata Arjan
" Iya jan tutup lagi pintu nya " kata Malik yang ikut berbaring dengan Aziz ditengah Dan Yuna pun lalu mengusap punggung
Aziz sampai ia pun tertidur Karna mereka hanya tidur sebentar di kerajaan Dan begitu juga Malik yang ikut memejam kan mata nya karna juga mengantuk .Yang membuat Arjun dan Mikha juga Anis lega ketika Arjan keluar.
" Alhamdulilah...... untung ngak dapat masalah " kata Arjun
"Ya ayo istirahat kita tidur " kata Anis mengandeng Mikha membuat Arjun dan Arjun saling pandang . Lalu kembali kekamar nya masing masing .
__ADS_1