Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 213


__ADS_3

Sedangkan dikota lain terdengar gemuruh angin cepat yang menuju istana .


Wus..... wus..... wus ..... sekelebat bayangan terbang melesat cepat. Dan Dalam hitungan jam mereka pun sudah tiba di istana .


" Assalamualaikum " kata Ghani dan Senopati memberi salam Ketika sampai halaman istana


" Walaikum salam ...... masyaallah kalian sudah datang Ayo masuk " kata Patih Yang sumringah melihat putranya itu datang lebih cepat.


" Kita langsung ke kamar tuan " kata pengawal Lalu membawa ketiga pria itu masuk kamar bunda ratu.


" Ya Ayo ..." kata Ghani Yang melangkah masuk keruangan bunda ratu.


" Yang mulya ini bunga nya " kata Ghani


" Alhamdulilah " kata sang raja menerima nya Dan membuka ya lalu menyuruh bunda ratu mengunyah nya.


" Umi ayo kunyah pelan pelan " kata raja Yang dianggukan bunda ratu Dan tak lama warna biru kulit nya langsung berubah menjadi putih kembali Dan lalu merambah ke kaki dan tangan ..


" Alhamdulilah " kata semua orang yang melihatnya . Mungkin terlambat sedikit saja bunda ratu tak tertolong.


" Senopati panggilkan Alif biar dia juga memakan nya. " kata raja


" Ya yang mulya " kata senopati .


" Trimakasih nak " kata bunda ratu menatap Ghani .


" Sama sama umi , ini sudah tugas hamba " kata Ghani . Yang memang sudah lama mencari obat itu .


" Bagaimana dengan nona Yuna " kata bunda ratu ingin duduk .


" Umi istirahat dulu, besok kalo semua sudah membaik baru kita membahas nona Yuna " kata raja.


" Ya ya mulya " kata bunda ratu Yang terlihat rada membaik Yang membuat semua nya lega .Dan tak lama Alif pun datang kekamar sang nenek Lalu ia pun memakan selembar daun bunga sisanya disimpan sang raja diruang rahasia obat langka kerajaan


" Enak bi , kok rasanya Alif merasa sehat " kata Alif tersenyum


" Ya nak kau akan sembuh dan tak akan sakit sakitan lagi " kata ratu tersenyum mengusap kepala Alif dan juga mengengam tangan bunda ratu


" Alhamdulilah sekarang istirahat lah , biar kami bicara di Aula " kata raja memberi kode pada patih dan yang lain nya.


" Ya yang mulya " kata ratu Yang lalu berdiri untuk menutup pintu kamar bunda ratu ibu mertuanya.


Sedangkan dirumah Alea Alea sedang bercerita pada Helen dan Laras tentang Yuna Yang menemukan obat untuk bunda ratu dan Alif


" Hah....bagaimana bisa " kata Helen


" Aku juga ngak tahu cerita lengkap nya Karna sepertinya Yuna sedang istirahat belum bisa dihubungi " kata Alea .

__ADS_1


" Alhamdulilah berarti dalam waktu dekat Yuna pasti kekota ini dong " kata Laras


" Ngak ras karna obatnya diambil tuan Ghani kesana langsung Jadi Yuna ngak mungkin kesini " kata Alea


" Yah......padahal aku penasaran beb lihat bunga nya.. Seperti apa sih yang konon kabarnya ngak semua orang punya " kata Helen .


" Entah lah aku juga penasaran kata nya kalo di hutan di juga ular anaconda " kata Alea .


" Hah....hi....seram amat . itu mitos atau cerita sih atau karangan saja " kata Laras


" Allahu alam ras , kita ngak tahu misteri alam ini dan juga isinya. Yang pasti Allah tak menciptakan sesuatu Bila sesuatu itu tak bermanfaat bagi orang lain


" Ya betul Al kan banyak misteri di dunia ini yang masih belum banyak kita ketahui Contoh nya saja kita " kata Helen Yang baru tahu ada kita jin di dunia lain .


" Ya kau benar Len kita harus banyak belajar dan bersyukur dan juga rajin ibadah lagi . Biar bisa jadi pintar dan bermanfaat bagi orang lain . Walau dalam hal kecil " kata Alea


" Ya semangat mudahan kita juga bisa mengejar Yuna .Oh ya aku berharap mudahan pihak istana mengundang nya kesini biar kita bisa berkumpul lagi ." kata Laras .


" Aamiin " kata Alea dan Helen kompak ..


***************


Sedangkan di rumah Yuna Malik bergegas bangun ketika alarm nya berbunyi Lalu masuk kamar mandi membersihkan .diri dan berpakaian Setelah rapi ia pun bersiap siap Dilihat nya Yuna masih tertidur pulas bersama Aziz .


" Abi berangkat dulu ya " kata Malik mengusap kepala Yuna dan mencium nya Dan lalu menuju pintu kamar Lalu keluar Dan kembali menutup pintu dengan pelan pelan


" Silahkan masuk tuan " kata Arjan


" Lah , Ana pikir kau masih tidur jan " kata Malik kaget karna pengawal setia nya sudah siap menunggu nya di mobil


" Kan tuan pagi tadi sudah bilang, jadi mana mungkin saja lupa Apalagi sudah dapat thr dari nona " kata Arjan tersenyum memamer kan ponsel barunya pada Malik


" Masyaallah baru ya jan, Ana aja ponsel nya sudah buluk gini nih " kata Malik memperlihatkan ponselnya .Sambil duduk memasang sabuk pengaman


" Ya tuan jangan merendah masa tuan Pake ponsel jadul sih " kata Arjan


" Emang mau tukaran nih , Ana pake itu anta pake ini jan " goda Malik tersenyum


" Ngak ini kan hadiah dari nona " kata Arjan sambil menghidupkan mesin mobil Untuk berangkat menuju kampus.


" Hahaha.. Iya tahu, yang banyak uang kan nona mu jan Ana bagian nyari saja " kata Malik.


" Ih .... kasihan ... " kata Arjan tertawa


" Hahaha..... nanti kalo anta sudah punya istri jan ,pasti akan tahu rasanya Dan akan banyak mengalah sama istri Apalagi kalo istri mu serba pintar . Harus banyak bersabar " kata Malik


" Kok bisa tuan " kata Arjan

__ADS_1


" Iyalah karna ngak mungkin iri kan sama penghasilan istri kan kita suaminya. .jan


Dan lagi ngak masuk akal kan Bila ana cemburu karna kalian sudah di belikan ponsel baru " kata Malik melirik Arjan


" Iya juga ya tuan , makanya kita jadi suami harus siaga " kata Arjan


" Siaga apa jan " kata Malik


" Siap berkorban tuan " kata Arjan terkekeh .


" Makanya kita di namai suami . Karna arti suami itu semua uang ana milik istri " kata Malik terkekeh


" Hahaha...... tuan bisa saja Apa kita sholat dikampus tuan " kata Arjan yang melaju kan mobil nya sedang menuju kampus


" Ya .... kita sholat disana saja , Apa tadi Arjun sudah bangun " kata Malik melirik Arjan .


" Sudah tuan tapi kaya nya tidur lagi di sofa " kata Arjan yang memang menyuruh Arjun menjaga rumah Agar tetap aman ..


" Apa tuan Yusuf masih lama tinggal disini tuan " kata Arjan


" Ya mungkin saja kasihan mereka Karna tuan Yusuf tak mungkin kembali ke Yaman dalam kondisi masih begini . Biarkan mereka tinggal sementara untuk menemani kita " kata Malik


" Ya tuan " kata Arjan Yang fokus pada jalan Karna di siang hari ia tetap menjadi manusia biasa. Karna tak mungkin ia menakuti orang .Apalagi di kampus Yang banyak mahasiswa yang lalu lalang


Sedangkan dikamar Yuna Aziz membuka mata nya sudah bangun lebih dulu Dan melihat Yuna masih terpejam .


" Umi masih bobo " kata Aziz yang masih dalam pelukan Yuna Dan Aziz pun tersenyum melihat umi nya itu terlihat sangat cantik ketika tidur .


" Hi...... biar Aziz cium " kata Aziz yang mencium pipi Yuna .


" Eugh ..... Aziz umi masih ngantuk nak " kata Yuna pelan


" Ya ..... " kata Aziz tersenyum sambil menatap wajah umi nya sambil diam


Yang membuat nya slalu rindu pada umi angkatnya itu.


" Pasti abi sudah pergi bekerja " batin Aziz berbalik badan sambil pelan pelan melepaskan pelukan Yuna lalu turun dari tempat tidur dan mengambil buku Dan melihat lihat gambarnya. Karna memang Yuna menyediakan buku cerita untuk Aziz Dari buku agama dan juga buku cerita rasul . Lalu sambil rebahan di sofa .


Sedangkan tanpa Aziz sadari dari kaca jendela terlihat dua pasang mata mengintip aktivitasnya .Yang membuat kedua nya berbisik pelan .


" Sejak kapan tuan membaca " bisik salah satu nya


" Mana ana tahu Seperti nya pangeran nyaman tinggal disini ..Bahkan dia terlihat tenang " kata pengawal yang satunya


" Ya..... pantas pangeran slalu kabur dari istana karna tak mau bermain dengan tuan putri " kata teman satunya .


" Ya ....kita awasi saja . Setelah itu kita laporkan " kata temannya Lalu mereka duduk tenang Melihat Aziz yamg asyik dengan buku ceritanya

__ADS_1


__ADS_2