
Nurul pun terdiam karna Amar kesal Lalu memeluk suaminya itu. Agar Amar tak marah .
" Ih apaan sih nih abang lagi pasang celana de " kata Amar
" Ngak pake celana juga ngak pa pa bang dalam kamar ini ." kata Nurul
" Heh .. benaran.... " kata Amar memeluk istrinya dan mencium Nurul yang membuat Nurul kaget lalu membanting Amar ke kasur dan naik diatas Amar .
" Aish ... nantang abang nih " kata Amar Yang membuat mereka berdua bergulat Dan tertawa tampa pakaian Karna saling mengelitik satu sama lain sampai pintu kamar terbuka dan ....
" Aaa........" teriak Dilla keponakan Amar Yang melihat dua manusia itu . bergulat dengan tubuh telanjang
" Astaga ..... hust .... hust pergi sana " kata Nurul yang bergegas mendorong Dilla keluar kamar dengan menutup dada nya Dan membuat Dilla kaget karna pria itu mendorong nya Karna tak mengenali Nurul tampa hijab
" Aaa ....... umi........" teriak Dilla lagi
Yang membuat semua orang kaget Lalu berlari mendatangi Dilla Amar pun langsung mengenakan pakaiannya Begitu juga dengan Nurul Yang bergegas memasang pakaian dan hijab nya .Karna semua orang sudah berada di depan pintu kamar mereka
Tok .....tok......tok...
Ceklek ......
" Ada apa sih mar " kata umi menelisik wajah keduanya Ketika Amar membuka pintu terbuka
" Umi ..... tadi ada pria dikamar paman mereka berdua bergulat sambil telanjang
" Astagfirullah .... Dilla jangan asal bicara " kata Aliyah menurut mulut nya
" Beneran umi " kata Dilla
" Itu bukan pria itu bibi mu , memang rambutnya pendek kaya pria " kata Amar
Akhirnya jujur Karna tak mungkin ia berbohong
" Hah ..... bibi Nurul " kata Dilla melongo .
" Aish kau ini mar makanya kalo lagi begituan di kunci nih kamar Biar mata keponakan mu ini ngak berdosa melihat yang begituan Dia masih di bawah umur " kata Aliyah
" Ya Allah mar, umi pikir apa " kata umi mengusap dada nya karna kaget .
__ADS_1
" Sama umi kan Dilla juga kaget burung ketemu burung dan lagi ada tulisan Di larang masuk kalo ngak punya burung " kata Dilla lagi .
" Dilla .....hust ayo ikut umi .... !!" kata Aliyah kaget karna putrinya itu asal sembarangan bicara .
" Umi....apaan sih....." rengek Dilla yang di tarik Aliyah menjauh
" Sudah sana masuk kunci tuh kamar " kata umi Sedangkan dua keponakan Amar yang lain melongo tampa bicara Lalu pergi mengikuti sang nenek kedapur.
Nurul menutup pintu kamar dan menguncinya Lalu melepas kan jilbabnya
" Abang sih kenapa masuk ngak kunci pintu " kata Nurul
" Ih ngak salah abang de, de Nurul tuh yang godain abang kan tadi abang baru selesai mandi " kata Amar
" Ah .... bodo amat " kata Nurul lalu menarik baju Amar
" Eh... eh.... mau ngapain ini " kata Amar tertawa Karna istrinya itu pasti sangat malu ketahuan Dilla
" Pasti besok Dilla heboh cerita ada tulisan larangan burung ......mpt ..... mpt Hahaha....... " tawa Amar yang di bungkam Nurul dengan tangan nya .
" Awas aja kalo abang cerita " kata Nurul dengan mata berkaca kaca .
jadi paling nanti juga lupa " kata Amar memeluk Nurul yang tahu istrinya itu sangat malu
" Abang ngak boleh cerita " kata Nurul terisak
" Ih abang ngak cerita Dilla yang lihat sendiri Lagian ngapain tadi nutup atas Tapi bawa ngak di tutup jadi cicak rowo nya kelihatan pasti tulisan nya juga Kelihatan iya kan " kata Amar sambil mencium pucuk rambut Nurul
Amar sebenar nya sayang pada Nurul Walau Nurul sedikit keras kepala . Namun ia tak mau bersikap kasar . Karna Amar tahu Nurul punya sifat pemberontak Dan ia harus sabar dan pelan pelan untuk mendidik Nurul Seperti yang diajarkan Malik pada nya .Agar bisa mengarahkan istrinya itu untuk lebih baik karna tulang rusuk yang bengkok tak bisa di paksa lurus .Karna memang bengkok ketika di ciptakan Dan karna ia tulang pungung tetap tugasnya menjadi tulang punggung Yang melindungi tulang rusuk yang bengkok tampa harus me matahkannya
" Hiks ..... hiks...... Nurul malu bang" isak Nurul lirih
" Dih kenapa malu abang yang lihat aja ngak malu " canda Amar
" Abang ....... " kata Nurul
" Sudah yuk main kuda kuda an yuk kan Tadi ngak jadi " kata Amar
" Abang apaan sih " kata Nurul malu
__ADS_1
" Hahaha.....dah sama abang aja malunya -" kata Amar tertawa sambil melucuti pakaian Nurul . Dan Nurul pasrah tampa melakukan perlawanan Walau pun mata nya terlihat sembab .
Dan mereka pun berbagi keringat siang itu untuk mengisi waktu luang Karna Amar malas pergi keluar rumah .
Sedangkan Malik baru saja ingin pulang Dan menuju mobil nya Ketika seorang gadis menghadang nya didepan jalan keluar kampus
" Assalamualaikum ustad " kata gadis itu ramah
" Walaikum salam , eh siap tuh " jawab Malik lalu bergegas bersembunyi di balik pilar .Sedangkan gadis itu berbalik melihat siapa yang di maksud Malik
" Lah kok bisa hilang " kata gadis itu bingung
" Yah ustad kok kabur sih ...." kata gadis itu lalu pergi karna tak berhasil mengoda Malik .
Sedangkan Malik yang bersembunyi di balik pilar menunggu beberapa saat lalu setelah itu ia pun keluar dan bergegas menuju mobil
" Alhamdulilah aman " kata Malik masuk mobil Lalu membawa mobil nya keluar kampus .Untuk pulang kerumah
Disisi lain Zakaria yang didatangi gadis jin yang bingung Karna Sasa sudah kembali menemui nya
" Ustad , kok ustad Malik bisa menghilang sih ,Ustad bohong ya bilang pada ana bilang ustad Malik manusia Tapi kok bisa menghilang seperti jin ." kata gadis itu protes .
" Hah .... kok bisa kan memang ustad Malik manusia Masa Sasa ngak bisa nyium bau nya . Apa Sasa tak bisa mengenali bau dan rasa " kata Zakaria
" Aih.....pasti beliau ingin mengerjai ana tadi Dasar bodoh bodoh ...... " kata Sasa menepuk jidat nya pelan sambil menghentak hentak kakinya Karna ia sudah membayar ustad Zakaria untuk membawa ustad Malik berkencan
" Ya sudah lain waktu saja ya " kata Ustad Zakaria pelan
" Ya.......ustad " kata gadis itu lemas Karna gagal menang taruhan . Padahal ia berusaha memenangkan taruhan untuk mengoda ustadnya pada teman temanya
Lalu Zakaria pun pergi tersenyum .." Dasar gadis bodoh , di kerjain saja mau Tapi lumayan nih koin emas " kata Zakaria yang lalu pulang ke asrama para dosen tamu.
Sedangkan Malik yang sudah sampai di rumah di sambut Aziz dan Ulya . Hari .ini Aziz tidak bermain dengan Alif Karna Alif sedang fokus dengan hafalan nya. Yang membuat Aziz punya waktu .luang untuk bermain dengan bayi Ulya .
" Abi........." kata Aziz senang melihat abi nya pulang
" A..... a........' kata bayi Ulya berceloteh minta di gendong.
" Masya allah abi di sambut ya sama cantiknya abi dan kak Aziz " kata Malik yang lalu mengendong bayi Ulya dan mencium nya karna gemas. Lalu mereka pun masuk kedalam rumah .
__ADS_1