
Yuna pun lalu terlelap dipelukan suaminya Sedangkan Aziz tersenyum melihat sang umi tidur .
" Abi Aziz main ya sama ade " kata Aziz
" Memang mau kemana ?" kata Malik tak sengaja melihat bayi Ulya berdiri sambil tersenyum
" Astagfirullah ... mpt........" tangan Aziz sudah menutup mulut Malik yang kaget melihat bayi Ulya bisa berdiri dan berjalan .Karna abi dan uminya itu tidak tahu kalo sebenar Ulya sudah bisa lari setelah hari kedua .
" Shut ,ayo de ..... " kata Aziz menaruh jari telunjuknya di mulut Malik
Ulya pun tersenyum lalu mencium pipi uminya dan abi nya. Lalu turun digendong Aziz. Malik yang melihat itu pun hanya bisa mengelus dada Dan harus ia akui bayi nya bukan bayi biasa pada umum nya. Dan kedua nya berjalan keruang tengah untuk bermain bersama.
Tak lama Malik pun ikut tertidur karna mengantuk Lalu bangun tengah malam Untuk sholat malam Lalu keruang tengah dilihatnya bayi Ulya tidur di atas karpet bulu bersama Aziz karna lelah bermain. Lalu mengangkat bayi Ulya kekamar Dan menyelimutinya karna takut Yuna kaget Lalu kembali lagi keruang tengah mengangkat Aziz Lalu menidurkan nya disebelah bayi Ulya . Setelah itu ia kembali tidur berbaring di sebelah Yuna
Keempatnya pun tidur pulas sampai subuh ketika Anis mengetuk pintu Tapi
tak terdengar karna saking ngantuk nya
" Kok......ngak ada sahutan " kata Anis dan lalu memegang gagang pintu
" Ngak di kunci " kata Anis lalu mendorong pintu dan melihat tuan dan nona nya masih tidur pulas begitu juga Aziz bersama bayi Ulya
" Masyaallah kok imut sekali " kata Anis Yang melihat gaya bayi Ulya yang tidur menyamping sambil bertopang dagu
" Nona " kata Anis pelan yang membuat Yuna membuka matanya Dan merasakan tangan Malik diperutnya.
" Apa sudah pagi " kata Yuna pelan
" Iya nona lihat mereka tidur nyenyak " kata Anis . Menunjuk Aziz dan Ulya
" Heh.... ya sudah siapkan saja pakaian mereka dan makanan nya " kata Yuna Yang lalu bangun
" Ya nona " kata Anis
" Astaga bi, ayo bangun sudah hampir habis waktu subuh " kata Yuna pelan Lalu mengusap pipi suami nya itu Dan Malik pun terbangun . Ketika melihat jam Malik pun bergegas masuk kamar mandi dan berwudhu Begitu juga Yuna yang mengelar sajadah untuk sholat berjamaah Setelah sholat Malik kembali tidur Dan menarik selimut nya
" Bi kok tidur lagi " kata Yuna
" Libur dinda ,nanti bangun kan jam 9 buat sholat dan siang baru kekampus ada acara. " kata Malik memejamkan matanya karna mengantuk
" Astaga mereka juga , kok tumben belum bangun " mata Yuna
__ADS_1
" Mereka baru tidur dini hari sayang jadi ngak usah di ganggu " kata Malik
" Hah...... kalian bergadang bi " kata Yuna kaget karna tidak tahu anak anak nya bergadang
" Ya " kata Malik Yang lalu memeluk guling dan tidur lagi .
" Astaga ngak Abi ngak anak " kata Yuna tersenyum Lalu keluar dari kamar Dan menuju dapur
" Apa Mikha sudah mengantar makanan nis " kata Yuna yang tak melihat Mikha
" Iya nona " kata Anis yang membuat susu buat Aziz dan Yuna
" Oh ya nona minggu besok Arjun dan Arjan akan kesini Katanya mengantar hadiah Dan juga mengajak teman teman nya .Apa kita harus menyiapkan makanan " kata Anis
" Ya kita kepasar saja beli bahan makanan Untuk kita masak bersama Mungkin tuan mu akan pulang mengambil bingkisan untuk hadiah nanti siang kita bisa menitip bahan yang kurang " kata Yuna
" Ya nona , biar nanti Anis tulis " kata Anis supaya tidak lupa
" Ya catat biar ngak lupa " kata Yuna
Tak lama Mikha pun datang " Huh....... akhirnya sampai juga nona di kota ada acara entah acara apa Sampai semua jalan macet total " kata Mikha yang baru pulang dari rumah Alea
" Hah.... acara apa memang " kata Yuna bingung Karna Malik tak menceritakan apapun .Hanya mengatakan ada acara dikampus
" Ya sudah ngak usah dipikirkan Nanti tanya tetangga kita saja yang ikut melihat disana " kata Yuna
" Ya nona " kata Anis dan Mikha kompak
Dan dirumah Alea .Alea yang bangun lebih dulu langsung menuju pintu Dan benar saja Ada rantang di depan pintu Lalu ia pun mengambil nya Dan membawanya masuk kedalam. Namun ketika hendak masuk seseorang dari pintu pagar memanggilnya Dan Alea pun berbalik
" Umi..... ada apa " kata Alea yang lalu menghampiri tetangganya itu.
" Ada acara meriah dikota karna ulang tahun kota kita ini banyak perlombaan Dan hadiah dan para mahasiswa jadi panitia nya. Apa nak Alea ngak kesana. Setiap warga kita di suruh untuk berpartisipasi nak" kata umi tetangga
" Ya umi nanti kalo ngak repot kami akan melihatnya Terimakasih sudah diberi tahu
" kata Alea sopan .
" Ya nak sama sama kebetulan umi lewat " kata umi tetangga Alea . Yang hanya bicara lewat sela sela pagar hitam mereka .Karna memang rumah di sana pagarnya tinggi tinggi Dan tak semua orang mudah bisa mengusik tetangganya . Agar tak banyak ber ghibah Dan tak terganggu tetangga lain jadi peraturannya harus membuat pagar rumah tinggi yang hampir rata diseluruh kota saranjana
Lalu setelah umi itu pergi Alea pun cepat cepat masuk rumah dan menutupnya Lalu menyiapkan makanan diatas meja .
__ADS_1
Siangnya di rumah Amar Nurul merapikan baju mereka kedalam koper dan menyiapkan tas untuk keberangkatan mereka ke Kairo
" Nur ....." kata umi mengetuk pintu pelan
" Iya umi " kata Nurul lalu membuka pintu kamar setelah mengenakan hijab nya
karna tadi ia tak berhijab
Ceklek .....
" Masuk umi " kata Nurul mempersilakan mertuanya masuk
" Ya nak, umi mau bilang kalo kalian mau berangkat pamitan dulu kedesa Nurul juga orang tua mu ya nak Minta doa juga sama umah dan abah Agar selama di sana semuanya lancar " kata umi pada Nurul
" Ya umi " kata Nurul
" Ya sudah umi hanya menyampaikan itu saja " kata umi Yang lalu kembali ke dapur . Setelah selesai bicara
Sarah yang melihat itu pun lalu menghampiri Nurul Yang akan menutup pintu kamar nya
" Jadi ke kairo de, apa antum tidak takut disana itu kalo bersalah banyak yang dihukum cambuk dan di gantung " kata Sarah menakuti
" Nurul sudah tahu kak " kata Nurul
" Kok masih mau " kata Sarah menatap Nurul lekat
" Emang kak Sarah mau di tinggal kak Akhtar sendiri disini . Apalagi banyak wanita cantik di luar sana . Kalo bang Akhtar punya bini lagi gimana " kata Nurul menyindir Karna ia tahu Sarah menakutinya
" Ya ngak lah mana berani abang begitu sama kak Sarah kan dia cinta mati sama kakak " kata Sarah pede
" Masa sih kok pingsan tahu kak Akhtar
pergi dari rumah " kata Nurul
" Eh.... itu.. bukan begitu ceritanya saat itu ada hantu di kamar kakak " kata Sarah kaget Nurul tahu
" Tapi kan kalian bertengkar Dan bang Akhtar mau nyari yang lain bosan sama kak Sarah yang pelit " kata Nurul berbisik pelan
" Astaga kau menguping ya " kata Sarah menelisik wajah Nurul
" Tidak , Nurul mendengar pas lewat " kata Nurul
__ADS_1
" Ih.....kau ini " kata Sarah lalu pergi dari kamar Nurul Dan masuk ke kamarnya
" Dasar kakak ipar pelit gara gara dia tuh di rumah heboh " batin Nurul kesal Karna dia juga ikut kena dampaknya . Padahal ia ingin hidup tenang di sini Tapi karna pertengkaran Sarah dan Abang iparnya itu Hingga Amar menjadi ingin kembali ke Mesir Karna malas mendengar gunjingan tetangga Tentang Sarah yang pelit dan memuji Yuna karna lebih banyak membantu Keluargga mertua nya .