
Sedang abah yang mendengar cerita itu Dari tetangga nya hanya saling pandang pada umah .Karna pastinya ada hal aneh kenapa para hantu mendatangi para kerabat Yuna
" Ya sudah wa kita masuk dulu " kata abah bergegas ingin pulang
" Ya bah saya juga mau pulang " kata uwa lalu uwa pun bergegas pulang ke rumahnya
" Umah tutup rapat semua pintu dan jendela , pasti mereka sedang mencari cucu kita " kata abah
" Ya bah " kata umah Yang mengecek semua pintu dan jendela sebelum tidur . Karna pastinya ada sesuatu yang terjadi diluar sana Yang tak mereka tahu.
Setelah itu abah dan umah pun masuk kamar Dan umah berdoa sebelum tidur .
sedangkan abah berzikir dan membaca doa untuk semua anak dan cucunya.
Tak lama terdengar suara hujan bergemuruh .Dan suara petir juga terdengar nyaring Fatma di rumah lalu duduk menatap Samsul
" Ada apa " kata Samsul heran
" Ayo lihat Ros di kamar Farid bang Apa dia sudah tidur atau belum " kata Fatma
Duar.........
Suara petir pun menggelegar .Yang membuat Fatma dan Samsul bergegas melihat sang adik . Dan Rosma terlihat tidur nyenyak . Fatma pun langsung menyelimutinya .
Duar.......pyar......
Lagi lagi petir berbunyi nyaring menyambar sesuatu .Membuat Samsul dan Fatma bergegas kembali kekamar .
"' Kok anehnya ya bang perasaan tadi ngak ada mendung " kata Fatma
" Iya ayo tidur " kata Samsul yang lalu naik keatas ranjang .
" Ya bang " kata Fatma yang lalu berdoa dan memejam matanya
Di luar angin berhembus kencang suara
suara daun dan pohon bergoyang mengusik telinga . Yang membuat Aziz terbangun di tengah malam .
" Ada apa ini " kata Aziz Yang lalu duduk bersila Dan berzikir sebentar sambil memejamkan mata nya
Terlihat ombak laut menghempas pesisir pantai dan angin bergulung kencang yang membuat ombak saling bergulung hebat di tambah suara petir menyambar nyambar hitam gelap dan mencekam
__ADS_1
" Hasbunallah wanikman wakil ........" lafaz itu terdengar keras dari mulut Yuna yang merasakan kekuatan jahat ingin menyerang nya Dan Yuna mencoba bertahan Mulutnya tak berhenti berzikir sekalipun dalam tidur .
" Serahkan bayi itu ! kami tak akan menganggu mu " teriak sosok besar berdiri tegak dihadapan Yuna
" Demi Allah dan rasul ku aku hanya berlindung padanya .Dia wakil ku sebaik baiknya pelindung . Sampai titik darah penghabisan pun aku tak akan memberi kan apapun pada kalian " kata Yuna brani menatap sosok besar itu
Sosok itu pun lalu menyerang Yuna dan Yuna menghindar ke sana kemari . Menjauhi mahluk mengerikan itu yang ingin menghabisinya .
Aziz yang sudah fokus pun kembali membuka mata nya Lalu membangun Ulya disamping .Ulya pun bangun lalu melihat uminya Yang terlihat sudah berkeringat basah
" Ade pegang tangan umi kita lawan setan jahat yang merasuki nya " kata Aziz pada Ulya Dan Ulya pun menggenggam erat tangan Yuna Begitu juga Aziz yang lalu cahaya putih menyatu mendatangi keduanya
Wus .....wus......wus
" Pyar ........
" Akh ........ " teriak Yuna menghindar lalu mundur ketika setan besar itu menyerang nya lagi
" Mati kau......." teriak sosok itu menyerang Yuna Namun cahaya putih menghadang nya
" Pyar Duar......... dua cahaya saling bertabrakan antara cahaya merah dan putih membuat keping keping cahaya merah menghilang seketika dan sosok itu terpental jauh kebelakang
" Umi ngak pa pa kan " kata Aziz lagi Yang membuat Yuna memeluk anak anak nya lalu pergi . Dan
Ting.........
Yuna pun bernafas terengah engah dengan keringat basah di sekujur tubuh nya .Yang langsung di lap Aziz dengan tissue Dan Ulya mencium pipi sang umi tanda ia mengungkap kan rasa sayangnya
Pada Yuna
" Umi juga sayang Ulya " kata Yuna tersenyum memeluk Ulya dengan tangan kanan nya Dan memeluk Aziz dengan tangan kirinya .
" Sudah ayo tidur lagi " kata Yuna
" Ya umi " kata Aziz Yang lega tak terjadi apa apa dengan uminya
Sedangkan ditempat lain di dasar laut sosok hitam besar berteriak nyaring karma dadanya terbakar .Dan cukup parah karna terbentur cahaya putih
" Aaaa...........teriak nya menggelegar
" Tuan tenang lah kami sedang berusaha mengobatinya " kata tabib nya
__ADS_1
" Aaa........ wanita itu benar sudah melahirkan bayi itu Bayi itu membakar dadaku Aaa........dia datang menolong ibunya " kata sosok besar . Jin kafir penunggu dasar laut yang memang berusaha melenyapkan kekuatan putih itu
" Tenanglah tuan , jangan menganggu nya kita akan aman disini tampa tuan mengusik Dan menganggu mereka ." kata sang pengawal
" Bodoh kita tak akan bisa melahir raja kita untuk merusak manusia " kata jin kafir tua itu .
" Tapi tuan kita akan musnah bila kita melawan nya " kata si pengawal
" Aaaa....... aku tak perduli buat manusia hancur sehancur nya . Saling membunuh satu sama lain .
" Huh........terserah tuan " kata pengawal nya terdiam karna percuma ia bicara Karna tuanya tak akan menurut
Sedang diatas tempat jin tua itu Gelombang laut pun kembali tenang Angin pun berhenti berhembus seperti biasa yang membuat riak gelombang kecil pecah di pesisir pantai...Sosok cahaya putih duduk tenang diatas bebatuan dengan mata terpejam Menghadap laut luas tak berujung lalu membuka matanya sambil tersenyum
Selama Allah masih sayang pada kami Dia tak akan mendatangkan kiamat dan azab nya Dan ia akan hanya memberikan nya pelajaran pada para pemimpin yang zalim culas dan tamak " kata sosok itu lalu menghilang menjauh di kegelapan malam .
Di kamar Yuna .Yuna masih tertidur pulas Ketika Malik terbangun melihat dua anak nya itu tidur dalam dekapan istrinya .
" Astagfirullah " kata Malik yang lalu mengangkat tubuh Ulya tidur disamping adik nya Dan juga Aziz di sebelah Ulya
" Ya Allah kasihan dinda pasti tangan nya penggal memeluk mereka, bukan nya tadi malam mereka bersama ana .Kenapa bisa pindah " kata Malik bingung Lalu kekamar mandi untuk berwudhu dan sholat tahajud beberapa rakaat Dan setelah itu Malik pun berzikir menunggu waktu subuh Karna sebentar lagi pasti Adzan akan berkumandang .
Tak lama Adzan pun berkumandang merdu Dan Malik pun melipat sajadahnya Lalu memakai baju koko nya untuk berangkat kemasjid
" Abi ikut " kata Aziz yang terbangun
" Anak pintar ayo , wudhu nya di masjid aja ya " kata Malik yang membuka lemari untuk mengambil baju koko Aziz dan memasang nya pada bocah kecil itu Lalu mengandeng nya keluar menuju pintu utama .
" Wah rupanya habis hujan lebat ya " kata Malik melihat tanaman yang basah
" Ya bi hujan badai " kata Aziz memegang tangan sang abi sambil tersenyum Melangkah pelan menuju masjid istana Ketika di rerumputan yang tinggi dan basah Malik menggendongnya
Dengan tersenyum sampai halaman masjid Lalu mengantar Aziz ketempat berwudhu.
"'Sangat menarik " kata seorang patih menatap Malik menemani Aziz berwudhu
" Bukan menarik lagi tuan itu hal yang lumrah " kata Ghani yang tahu siapa Aziz sebenarnya Yang sebagian orang hanya tahu kalo Aziz anak ustad Malik
-" Oh ya ....Ana dengar istri ustad melahirkan anak ketiga apa itu benar . Bagaimana bisa ia membawa istri dan anak anak nya kalo mereka manusia biasa " kata patih yang baru datang bertugas dari arah selatan
" Mereka bukan manusia biasa patih tapi luar biasa " kata Ghani tersenyum lalu ia pun mendekati Malik untuk menjadi imam sholat Sedang kan Aziz berada di belakang abi nya bersama Alif yang juga ikut sholat bersama sang raja .
__ADS_1