Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 336


__ADS_3

Malik yang bingung tetap mengantar Ali dan Billa kebandara bersama Yuna Di sepanjang jalan mereka ngobrol biasa Dan ketika sampai di bandara Malik dan Yuna pun mengantar sampai pintu masuk untuk pengecekan tiket


" Kami hanya mengantar sampai sini ya Li Bil .Hati hati di jalan " kata Malik


" Ya Mal Yun, terimakasih banyak juga untuk oleh olehnya " kata Billa


" Ya Bill salam buat keluargga ya " kata Yuna memeluk Billa


" Ya Yun, hati hati jaga ade bayi pasti akan lama kita akan bertemu lagi " kata Billa dengan mata berkaca kaca Karna dulu pernah ingin menyakiti Yuna Tapi Yuna malah sangat baik padanya


" Ya ....Tapi kita masih bisa bertemu karna kami hanya setengah tahun disana " kata Yuna lalu mengurai pelukan


" Bang Ali titip Billa " kata Yuna


" Siap ustazah, semoga Allah slalu menjaga dan mencintaimu " kata Ali


" Aamiin " kata Malik


" Ok bro kami pamit hati hati dijalan ya " kata Ali


" Ya sama sama" kata Malik lalu merangkul Yuna Dan lalu mereka kembali ke mobil setelah Ali dan Billa masuk .


Malik langsung menuju rumah sakit dimana Akhtar membawa istrinya Yang membuat Yuna kaget karna Malik masuk halaman rumah sakit


" Bi kita mau apa kesini " kata Yuna bingung Lalu turun ketika Malik membukakan pintu mobil untuknya


" Melihat kak Sarah pagi tadi dia pingsan karna kaget " kata Malik


" Hah...... kaget kenapa bi " kata Yuna Yang memegang legan Malik sambil melangkah menuju ruang rawat inap


" Entah lah nanti kita tanya langsung saja " kata Malik yang tak mau membuat cerita lain .


Lalu mereka pun sampai di kamar Sarah disana ada Amar dan Akhtar juga umi


Yang menunggui Sarah sedang berbaring


" Assalamualaikum " kata Malik ketika


mendorong pintu yang sedikit terbuka


" Walaikum salam " jawab semua orang Yang melihat kearah Malik dan Yuna


" Ya Allah kak sarah sakit apa ?" kata Yuna melihat mata sarah bengkak


" Ngak papa de, cuma ngak enak badan tadi malam di temui hantu " kata Sarah

__ADS_1


Yang mengingat tadi malam ia memang ketakutan melihat hantu


" Astagfirullah .... jadi kak Sarah di temui hantu juga mirip kak Akhtar ngak " kata Yuna penuh selidik


" Ngak de, ini lebih seram berbulu lebat dan wajah nya jelek " kata Sarah bergidik ngeri mengingat nya


" Hi......abi " kata Yuna memegang tangan Malik makin erat .Malik hanya tersenyum pada istrinya itu. Yuna bukan nya takut tapi geli .Karna Malik tahu istrinya itu bukan pertama kalinya bertemu hantu


" Kenapa takut , abi juga bisa hua.... begitu ...... " kata Malik Yang sengaja mengoda Yuna


" Hehehe..... abi ngak cocok jadi hantu cocoknya jadi badut " kata Yuna tertawa


" Hahaha.......... " bisa aja kalian ini Ayo duduk nak sini " kata umi yang tak mau membahas masalah menantunya


Karna pastinya Akhtar akan malu Pada sifat Sarah yang pelit .Berbeda dengan Yuna Yang ringan tangan pada mertua nya Karna umah banyak bercerita pada umi siapa dan bagaimana Yuna . Hingga Malik memilih nya menjadi istrinya .


" Ya sudah dinda disini sama umi dan kak Sarah ya biar abi ngobrol diluar sama bang Akhtar dan Amar " kata Malik


" Ya bi " kata Yuna yang lalu duduk dekat umi .


Lalu Malik dan Amar pun keluar bersama Akhtar Dan Akhtar menceritakan semua apa yang terjadi diantara dirinya dan Sarah


" Dia terlalu Mal masa aku harus terus


mengalah padanya Harus sampai kapan Mal.....ana sudah berusaha mengalah dia egois Makanya tadi malam ana tinggal karna ana kesal Mal ana sudah terlalu banyak bersabar Kasihan umi dan abi " kata Akhtar .


" Ya sudah berapa uang yang tersisa nanti biar ana bantu " kata Malik


" Hah ...... bantu apa ?" kata Amar


" Kan uang kak Akhtar di ambil separo kalo ngak salah umroh sekarang 17 juta per orang Anggap saja 3 juta untuk bekal Lalu sisa berapa " kata Malik


" Tinggal 21 mal " kata Akhtar dengan suara berat bersandar di dinding rumah sakit sambil menyugar rambutnya kasar


" Berangkat kan saja umi dan abah ana tambah 29 jadi genap kan 50 " kata Malik menatap Akhtar


" Mal antum serius " kata Amar menatap Malik .Karna uang 29 juta tidak sedikit kemaren saja Malik sudah memberinya


cuma cuma


" Serius....lah ana dan Yuna sudah membicarakan itu .Jadi bang Akhtar ngak perlu pusing lagi .. Ngak usah ribut lagi mungkin itu sudah sifat dan tabiatnya Jadi kita harus sabar ..Karna tak mudah mengubah sifat orang .Harus pelan pelan Tak seperti membalik telapak tangan " kata Malik


" Ya Malik benar bang kak Sarah perlu proses asal abang tegas jangan sampai menghancurkan rumah tangga abang Kasihan anak anak bang " kata Amar


" Yah ...akan ana pikirkan trimakasih Mal sudah banyak membantu kami .Bahkan kau tak menghitung nya " kata Akhtar

__ADS_1


" Rezeki manusia sudah diatur bang jadi abang santai saja " kata Malik Yang tak ingin kerabatnya itu punya masalah berat Yang akan menjadi beban pikiran karna itu tugas seorang ustad .Karna ia adalah panutan orang banyak .Tapi kadang ia sendiri tak mampu menangani masalah rumah tangganya sendiri .


" Ya teimakasih nanti biar ana bicara sama abi dan umi " kata Akhtar yang akhirnya lega Karna bisa memberangkat kan umi dan abahnya umroh walau di bantu Malik Tapi paling tidak janjinya sudah ia tepati dan akan menggantinya tahun depan untuk simpanan sang umi


" Alhamdulilah Mal terimakasih keluargga kami berhutang banyak pada mu dan Yuna " kata Amar senang karna masalah abang nya selesai .


" Jangan di permasalah kan cukup doakan kami saja itu sudah cukup " kata Malik


" Ya Mal , kami doa kan segala amal perbuatan baikmu berkah ." Kata Akhtar.


Lalu ketiganya ngobrol yang lain Dan Tak lama Yuna keluar Karna merasakan sakit perut ...


" Bi ......" kata Yuna


" Dinda ..." kata Malik yang kaget istrinya itu terlihat lemas .


" Ada apa kenapa ? " kata Malik Yang Lalu memeluk tubuh Yuna erat


" Ngak tahu bi ini perut Yuna sakit " kata Yuna meringis Lalu Malik mengedong Yuna keruangan yang kosong dan Menyuruh Amar memanggil dokter


Namun tiba tiba " Auw ....... bi " kata Yuna meringis bersamaan dengan bayi perempuan lahir ......


" Oe .....Oe......Oe......." kata tangis bayi pun terdengar sebentar Membuat kilatan bayangan cahaya muncul Lalu dengan cepat membungkus nya. dengan Kain putih .


" Qoyum " kata Yuna kaget .


" Nona , ustad biar dia ana bawa pulang tak baik disini " kata Qoyum yang lalu menghilang sebelum di jawab .


" Ada apa ?" ada masalah " kata dokter wanita Yang datang .menghampiri Yuna Lalu bergegas memeriksa Yuna .


" Yuna dan Malik saling pandang karna terlihat sepertinya Sprei nya basah bekas air ketuban .


" Mba nya nya mau melahirkan ini seperti air ketuban , tapi bayinya belum beraksi apa pun .Apa perlu kami pacu dengan induksi " kata dokter


" Oh ngak dok saya mau pulang saja " sudah tidak terasa sakit kok mungkin hanya tadi telat makan " kata Yuna berbohong Karna tak mungkin ia mengatakan ia melahirkan bayi jin yang sudah di bawa sang khodam pulang


" Ya dok maaf kan kami biar kami tebus vitamin saja dan bayar bekas kotoran istri saya " kata Malik


" Oh ngak pa pa ustad , ini kamar memang kosong ustad .Ustad hanya menebus Vitamin saja bayi nya sehat kok ." kata dokter itu tersenyum pada Malik


Lalu dokter pun menulis resep dan memberikan nya pada Malik . Lalu berpamitan pergi


Amar dan Akhtar pun mematung bingung


karna Malik dan Yuna terdiam saling pandang .Seakan ada sesuatu yang terjadi

__ADS_1


.


__ADS_2