Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 91


__ADS_3

Yuna menunggu dengan tenang di pinggir mobil bersama umah karna mobil uang keluar bergantian karna penuhnya lautan manusia


" Ya Allah luar biasa karomah guru abah ya umah " kata Yuna.


" Iya nak , Allah memberkahi ilmu nya " kata Umah sambil duduk makan kacang rebus .


" Yuna ... umah " sapa kak Fatma yang menghampiri keduanya .


" Kak, kakak bersama siapa " kata Yuna


" Sama kak samsul , Farid ngak ikut karna sama mertua kak Fatma Mobil kita juga belum bisa keluar " kata kak Fatma yang menunjuk sebuah mobil tak jauh dari mereka duduk .


" Nih kak jajanan buat di mobil " kata Yuna memberikan satu kantung makanan pada sang kakak


" Kok buat kakak untuk mu mana?" kata kak Fatma .


" Ini sudah Fat , bawalah buat kalian nanti di mobil " kata Umah yang duduk tenang menunggu dengan sabar


" Ya umah trimakasih " kata Fatma


" Yuna yang beli bukan umah " kata Umah tersenyum


" Trimakasih de, " kata Fatma .


" Sama sama kak .Kalo kurang nanti kita beli lagi " kata Yuna


" Cukup ini saja " kata Fatma yang lalu dipanggil.karna mobil sudah mulai berjalan.


" Kakak duluan ya de umah " kata Fatma pamit .


" Ya ..... " kata umah dan Yuna bersamaan ketika Fatma pergi.


Tak lama mobil abah pun sudah bisa berjalan ..Umah dan Yuna lalu masuk kedalam mobil Dan duduk tenang untuk pulang Dan di tambah ada Empat tetangga juga Yang ikut menumpang pulang


" Umah maaf kami ikut numpang " kata bu Sanah tetangga umah di hilir


" Iya ngak pa pa pas kebetulan kosong .


" Ini siapa tetangga umah juga ya " kata seorang ibu lagi bersama putrinya .


" Oh ini menantu saya bu Sam " kata umah tersenyum pada bu Sam


" Hah .... istri ustad Malik , masa sih emang lulusan pondok mana Masa ustad Malik mau . Padahal kan lulusan luar negri putri saya ini lulusan pondok Darussalam banjarmasin lho bu " kata bu Sam


Deg........

__ADS_1


Yuna hanya terdiam . Begitu juga umah yang tak mau menggubris omongan tetangga nya . Memang banyak orang bertanya tanya kenapa Malik menikah dengan Yuna . Yang notabene bukan santriwati dan hanya gadis yatim piatu.


Yang menurut mereka tak pantas Menikah dengan orang alim seperti Malik yang sholeh Apalagi lulusan kairo. Yang sangat banyak di sukai gadis gadis lingkungan tempat umah tinggal . Karna selain tampan Malik juga ramah dan perhatian.


" Bu Sam kok gitu kan sudah jodoh nya Umah Apalagi Yuna juga cantik " kata bu sanah .


" Kalo cuma modal cantik mah gampang orang punya uang tinggal beli make up saja kan bisa " kata bu sam


" Astagfirullah bu Sam maaf mobil kita ini bukan buat ber ghibah kita niat pulang ngak cari cari kejelekan orang. Apalagi Yuna itu istri keponakan saya " kata Adik abah . Yang membuat Bu Sam terdiam .


Sedangkan abah hanya mengelengkan kepalanya . Umah yang diam hanya mengandeng tangan Yuna dan mengelus nya pelan Seakan memberi isyarat untuk bersabar . Dan Yuna hanya tersenyum memaklumi orang yang merendahkan nya


Karna Yuna memang bukan lulusan pondok ia hanya ikut ngaji di masjid saja Yuna yang merantau ke jakarta karena sekolah disana Dan mendapat beasiswa sampai diploma bersyukur bisa di terima bekerja perusahaan besar .Karna ia juga seorang anak yatim yang ditinggal ayah ibunya sejak sekolah menengah pertama .


" Bang macet " kata adik abah


" Ya santai saja pelan pelan saja " kata Abah


" Ya bang " kata sang adik yang membawa mobil pelan karna macet


Hampir dua jam perjalanan macet masih belum berakhir karna banyaknya para pelayat dari luar kota .


Nan nanti mampir di masjid yang dekat masjid km 8 ya Nan kita sholat zuhur disana saja " kata abah


" Ya bang " kata sang adik yang menyetir mobil sedang ..


" Ya kan bisa nunggu di mobil " kata bu Sanah santai .


" Kan biasanya dimasjid sudah di sedia kan rukuh bu " kata si anak


" Oh iya lupa " kata bu Sam


Sedangkan Yuna dan umah hanya diam tak berkomentar . Tak lama mobil.pun berhenti di masjid yang di maksud abah dan disana mereka bertemu dengan ustad


Sofyan sekeluarga


" Wah kebetulan nih kita bisa berjamaah bersama ustad " kata Ustad Rahman Ketika melihat ustad Sofyan ikut singgah


" Masya allah aku pikir kalian duluan ya sudah ayo sholat bersama " kata ustad Sofyan yang lalu masuk masjid untuk berwudhu dan sholat berjamaah


Deg......


Yuna yang masuk masjid kaget Melihat dua jin duduk dekat pintu yang mungkin ikut istirahat setelah perjalanan jauh dan terlihat juga ada yang tiduran karna lelah.


Setelah selesai sholat Yuna dan umah pun keluar duduk diteras masjid .Tak jauh dari situ ada warung nasi yang sedang sepi karna memang tempatnya kecil agak jauh dari jalan .

__ADS_1


" Umah itu ada warung nasi ayo kesana ini sudah jam makan siang " kata Yuna yang juga sudah lapar


" Tapi nak umah uang nya sudah habis kita tunggu abah ya " kata umah yang lalu menunggu abah keluar .


" Ya umah " kata Yuna yang duduk memperhatikan kan ada Lima Jin sedang memegangi perutnya


" Umah pun mendekati abah yang sudah keluar dari masjid dan hendak mendekati mobil sambil ngobrol dengan ustad Sofyan


"' Abah apa kita makan dulu " kata umah bertanya .


" Umah maaf abah ngak bawa banyak tadi abah sumbang kan untuk masjid kita makan di rumah saja ya " kata abah menatap istri nya lekat


Yuna yang mendengar dari kejauhan pun memesan makanan diwarung nasi .


"':Bu kok sepi " kata Yuna menyapa


pemilik warung padahal masih banyak makanan yang dijual


" Iya nak bingung lagi sepi Tiga hari ini karna pada melayat jadi sepi padahal sudah masak banyak tuh " kata ibu pemilik warung .


" Ya kemaren aja sudah buat makan sendiri nak wah bisa rugi kalo sepi terus " kata ibu itu..


" Ya sudah bu tolong siapkan aja untuk 6 bungkus pake ayam dan sisa nya biar makan disini sebentar ya bu ." kata yuna Yang ingin memanggil umah dan abah


" Umah abah paman ayo makan dulu ." kata Yuna mendekati abah dan umah


" Hah ......tapi nak " kata umah yang langsung ditarik yuna ke warung nasi.


" Yuna yang bayar abah oh ya tetangga kita juga suruh turun ikut makan paman " kata Yuna yang ingin me larisi pemilik warung


" Aku ngak yun " kata Amar yang keluar dari masjid bercanda pada Yuna.


" Semuanya kok boleh ikut makan " kata Yuna yang mengandeng umah ke warung nasi dan menyuruh memilih lauk nya sendiri


" Ini mba yang enam bungkus trus ....ibu mau lauk apa ?" kata pemilik warung .


" Sama gabus panggang bu " kata umah yang tergiur ikan gabus panggang lalu duduk bersama abah yamg menyusul bersama paman..


" Yuna antar ini dulu ya umah " kata Yuna mengangkat kantong plastik dan air meneral keluar dari warung . Dan rombongan ustad sofyan pun ikut bergabung untuk ikut makan siang . Bersama bu Sam dan anaknya juga bu sanah.


" Mau kemana Yun " kata Amar yang baru mengunci mobil yang melihat Yuna berjalan membawa kantong makanan


" Kesitu Mar " kata Yuna mendekati halaman masjid dan


" Tuan jin ini makan siang untuk kalian " kata Yuna menyodorkan kantong plastik pada para Jin yang duduk.

__ADS_1


" Masya allah syukron " kata orang yang lebih tua menerima makanan dari yuna


" Sama sama " kata yuna yang lalu pergi Dan kelima Jin itu pun akhir makan makanan dari pemberian Yuna. karna memang lapar karna perjalanan jauh


__ADS_2