Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 364


__ADS_3

Suara Adzan magrib sudah terdengar Dan Abah pun sudah siap siap untuk berangkat ke masjid bersama Malik dan Aldi untuk sholat


" Assalamualaikum " kata Alan yang datang membawa banyak bungkusan


" Walaikum salam kok pas banget Lan datang nya " kata Malik tersenyum


" Ya bang biar sholat sekalian , ini kak taruh di mana " kata Alan


" Sini lan , biar nanti buka disini " kata Yuna menerima bungkusan


" Ya sudah kak , Alan pulang dulu ya " kata Alan .


" Eh ini punya mu di bawa dan ini sotonya dua buah kalian dirumah apa mau makan disini " kata Yuna


" Ngak kak nanti dirumah saja " kata Alan lalu mengambil bagiannya Dan Yuna Lalu menyalami Alan " Ini buat jajan Alan dan kasih emak juga ya " kata Yuna


" Ya kak trimakasih " kata Alan yang tahu Yuna slalu memberinya lebih untuk membantu sang emak melalui tangan nya padahal Yuna jarang bertemu emak


" Bah , bang Alan pulang dulu ya trimakasih banyak " kata Alan


" Abang yang trimakasih Lan, jangan kapok ya disuruh suruh " kata Malik


" Ngak bang malah berkah " kata Alan Yang menggenggam erat uang pemberian Yuna untuk emak nya dirumah .


Alan pun lalu pergi karna ia rajin sholat di masjid berjamaah Walau cuma anak kampung dan hidup susah ia menjadi anak yang bertangung jawab .


" Assalamualaikum de nih bawa masuk Dan ini berikan emak " kata Alan yang memberikan 3 lebar uang ratusan . Sedang 2 lembar ia simpan untuk jaga jaga Apabila emaknya butuh .Lalu bergegas pergi ke masjid karna sudah terdengar suara iqomat dari masjid


Gadis kelas enam itu pun masuk membawa plastik yang diberikan Alan Dan memberikan uang pada emak nya


" Mak ini dari abang " kata Asa


" Masya Allah nak apa ini titipan abang mu " kata emak


" Ya mak, itu makanan untuk kita abang juga yang bawa ." kata Asa


" Ya sudah ayo kita sholat dulu baru makan Sambil menunggu abang mu pulang " kata emak


" Ya mak " kata Asa

__ADS_1


Lalu mereka pun sholat berjamaah bersama . Setelah itu emak pun menyiapkan mangkok dan piring untuk makan bersama


" Tok......tok...... tok......


" Siapa tuh " kata Asa melihat kepintu


" Abang mu mungkin " kata emak


" Bukan ma, kalo abang pasti mengucap salam " kata Asa lalu menuju pintu dan membukanya .


" Mana emak mu di suruh bantu kok malah ngak datang , dasar perempuan ngak tahu diri "kata seseorang datang memaki emak


" Santi maaf tadi kakak kerja, ngak bisa izin " kata emak menghampiri wanita itu


" Oh gitu ya , kalo kerja ingat Tapi sama keluargga kami sudah tak ingat ya kak kau itu yang membuat abang kami mati Karna menghidupi wanita sial seperti mu " kata wanita itu kasar pada emak Alan


" Maaf de , kami juga susah bagaimana bisa membantu kalian , kakak hanya kerja mengupas bawang di pasar " kata emak


" Dasar wanita sial banyak saja alasan mu kalo sama kami " omel wanita itu Yang lalu masuk dan menendang piring dan mangkok serta melempar bungkusan


makanan yang di bawa Alan


" Bibi jangan itu buat makanan kami " isak Asa


" Biarin kalian pengen mangan enak kami dari hasil keringat abang kami " kata Wanita itu marah


" Astagfirullah de, kalian salah uang pensiun abang sudah diambil Ubai kami tak meminta satu sen pun . Disini kakak tak merepotkan kalian .Dan kami hanya makan seadanya " tangis emak Sedangkan Asa mewadahi sisa soto yang tumpah


" Alasan , Ubai bilang kalian yang terima tiap bulan " kata wanita itu


" Demi Allah de " kami tak menerimanya satu sen pun ubai berbohong " kata emak lirih karna memang ia tak di perbolehkan mengambil uang suami nya oleh adik iparnya


Lalu perempuan itu mendorong emak tembok Yang membuat emak tersungkur jatuh ke lantai


" Astagfirullah emak " kata Alan kaget lalu cepat mengangkat emak nya dan mendudukkan nya di dipan


" Bibi keterlaluan , emak tidak berbohong kalo kami terima gaji abah kami ngak akan hidup susah bi Dan emak tak akan bekerja dipasar jadi pengupas bawang . Kalian sudah mengambil semua uang abah kami Tapi kenapa masih zalim pada kami " tunjuk Alan marah


" Kau anak kurang ajar berani pada bibi mu ." kata wanita itu

__ADS_1


" Kenapa harus takut , kami makan tak meminta kalian Dan juga tak pernah datang mengemis . Uang yang menjadi hak kami kalian rampas itu yang kalian bilang keluarga hah.... bahkan kalian tak punya belas kasihan bila emak datang membantu kalian Pergi dari rumah kami Cukup kalian sudah menghina emak ku ." kata Alan marah


" Dasar anak kurang ajar . Kalian bukan keluargga kami lagi " kata wanita itu pergi


" Ya pergi jangan pernah datang kesini lagi kami tak butuh kalian " kata Alan marah Lalu cepat cepat menutup pintu .


Emak menangis di dipan sedang Asa terduduk lemas melihat abangnya marah


Karna sang bibi sambil melihat kearah mangkok soto


" Lan jangan begitu nak, mereka keluargga kita " kata emak menangis


" Keluargga !!! , Emak bilang mereka keluargga Tapi tak pernah menolong kita .Pensiun abah mereka yang pegang Orang lain saja punya hati mak pada kita Lihat ustad Malik dan kak Yuna iba melihat kesusahan kita Tapi mereka yang di bilang keluargga sedikit pun tak menoleh Apa itu nama nya keluargga . Kalo mereka datang kesini jangan buka kan pintu de, mak .Alan muak melihat nya " kata Alan marah Yang melihat sang adik menangisi soto yang tumpah .


" Bang..... Asa lapar bisa ngak kita makan dulu " kata Asa menangis


" Ya de ayo makan " kata Alan mengelus kepala adik nya


" Tapi sotonya habis tumpah semua hiks hiks .... " tangis Asa yang hanya makan pagi dan malam tapi malah ketika ingin makan . makanan nya tumpah


" Hei jangan menangis ini masih ada " kata Alan yang mengeluar ayam goreng di bawah yang tak ter lihat oleh Asa .


Asa pun menatap wajah Alan dan tersenyum . Karna masih ada Ayam goreng di bawah soto yang pecah


" Alhamdulilah . Ayo mak kita makan " kata Asa senang Lalu bergegas mengambil nasi dan mengisinya di piring


Emak pun mendekat lalu makan bersama hanya ada kuah soto sedikit tersisa .Emak pun ikut makan sambil diam. Emak bukan tidak tahu itu pemberian Yuna menantu umah .Walau ia jarang bertemu . Emak sering dititipi uang oleh istri ustad itu. Karna kasihan padanya Dan itu slalu Alan berikan padanya Karna Alan yang rajin disuruh untuk dimintai tolong


" Emak itu soto mahal yang di hilir kok tega bibi membuang nya " kata Asa


" Kalo Asa mau besok abang belikan buat sarapan ya " kata Alan mengusap kepala adiknya


" Ya bang , kok abang bisa beli kan siang tadi abang bilang ngak punya uang " kata Asa


" Itu di belikan istri ustad Malik de, karna tadi abang disuruh beli makanan Makanya tiap abang disuruh kak Yuna pasti abang juga dibelikan sekalian " kata Alan Yang tahu Yuna dan ustad Malik sering membantunya


" O.... begitu ya bang semoga allah memberikan rezeki yang berlimpah pada mereka Karna mereka slalu baik pada kita " kata Asa


" Aamiin " jawab emak dan Alan Karna Tak ada balasan untuk mereka cukup dengan doa Dan dengan doa saja pasti Allah tahu isi hati manusia. Karna tak ada manusia mana pun yang luput dari pengawasan Allah SWT

__ADS_1


__ADS_2