
Lalu mereka pun makan bersama menikmati makanan pagi ini Yang membuat semua senang lalu berangkat kemasjid bersama sama
" Wah keluarga ustad Malik pada kumpul kaya nya nih " kata seseorang
" Ya mana ustad Malik nya ganteng gitu lagi ya ampun mau .. " kata Yang lain
" Hush..... ada ustazah Aliya juga ih kalian ini masih saja jelalatan lihat milik orang " kata bu RT menegur
" Aduh umi Karim mumpung gratis boleh lihat sepuasnya biar ngak memiliki Yang penting bisa lihat " kata seorang gadis remaja .
" Iya kapan lagi bisa lihat ustad tampan gitu lewat kan disini pada tua tua " kata seorang remaja tangung .
" Ya Allah .... kagum boleh asal ngak kelewatan " kata teman gadis itu.
" Iya dong kan kita hanya fans saja " kata teman nya berbisik .
Umi Aisyah yang mendengar omongan para gadis itu tersenyum karna putrinya juga menyukai ustad Malik Yang tinggi tampan dan berkarisma dengan wajah asianya .
Yang dikawal Arjun dan Arjan Namun hanya sebatas kagum Karna Aina .masih kuliah semester 7
Sedangkan Yuna mengambil saf bersama kakak iparnya Disebelahnya ada Anis dan Mikha juga Lutfia Dan hari ini Malik menjadi imam sholat id di masjid .
" Wah..... ustad muda , subhanallah ganteng banget " kata seorang wanita di belakang Yuna .
" Sudah punya istri ukhti dan cantik lagi sedang hamil muda ." kata seorang umi
" Ngak apa apa ukhti jadi yang kedua juga boleh atau ketiga asal adil " kata wanita itu tersenyum .
" Astagfirullah ..Aladzim " kata Yuna pelan yang membuat Umi Farhan tersenyum lalu mengenggam tangan Yuna
" Ujian telinga jadi istri ustad harus sabar milik umat " kata umi Farhan terkekeh
" Ya kak " kata Yuna yang beristigfar menatap Malik dari kejauhan sambil mengusap perutnya .
" Abi hanya milik kita nak, hanya ilmu nya milik orang banyak " kata Yuna dalam hati sambil mengusap perutnya
Takbir pun menggema di halaman masjid pun mulai penuh jamaah Yang membuat Yuna bahagia bisa sholat bersama . Dan melihat sang suami dari kejauhan .
Tak lama takbir pun berhenti Dan sholat akan dimulai Farah yang tak jauh dari Yuna pun berbisik
" Bibi paman terlihat tampan " kata Farah memuji Malik
" Iya rah tapi milik sejuta umat " kata Yuna tersenyum
__ADS_1
" Ngak papa bi , Kan dirumah milik kita" kata Farah tersenyum.
" Ih .... milik bibi masa milik Farah sih " kata uminya .
" Kan gantian umi sama kita juga kan bibi pas tidur saja. ya kan bi " kata Farah
" Iya sayang milik kita bersama join " kata Yuna terkekeh
" Lah de , ngak usah diladeni tuh bocah Bisa manja banyak maunya Apalagi sama abi nya taubat kakak de" kata umi Farhan
" Ya ngak papa kak namanya juga bocah , tuh sudah mulai kak ayo berdiri " kata Yuna
" Ya ayo " kata umi Farhan .
Sedangkan di kota lain Alea baru selesai sholat langsung ujung ujung kerumah tetangga yang lalu berbagi amplop .pada anak anak tetangga nya dekat rumah
" Alea kita juga " kata Helen yang membungkuk kan badan ikutan menadah amplop Alea
" Hahaha..... ada ada saja lho len , ini buat anak kecil ' kata Alea tertawa Tapi ia tetap memberikan nya pada Helen
" Ye...... dapat dapat " kata Helen senang Yang lalu berdiri dan melompat kesenangan
" Hadeh ...suami bos aja masih nyari saweran Len , seram amat nyai " kata Laras
" Heh.....ngawur bukan saweran dangdut hadiah tahu " kata Helen
" Sudah semua sana bubar tuh para bibi lagi ribut nanti diambil " Kata Alea Yang membuat anak anak itu pada bubar
" Ih......apaan sih Al kita juga mau berbagi Heh..... sini sini ayo kembali ini bibi punya juga " kata Helen Yang membuat para anak itu kembali dan berebutan amplop dari Helen dan Laras
Yang membuat Alea tersenyum sambil mengusap perutnya .
" Sayang kalo sudah ayo masuk kita mau makan nih " kata Aldi
" Ya bi " kata Alea bergegas masuk ke rumah meninggal kan dua teman nya itu .
Sedangkan di sebuah rumah sederhana Umah dan abah kedatangan banyak tamu
Untung ada masih Fatma dan Faridah yang membantu Dan umah juga membagi amplop untuk anak anak yang membuat banyak anak kecil yang datang ingin hadiah amplop nya yang berisi uang
" Ayo berbaris biar ngak rebutan nanti umah yang bagi " kata Farid menyuruh teman teman nya baris .
Yang membuat umah tersenyum Apalagi halaman teras nya penuh sampai mengelar tikar
__ADS_1
" Ya Allah umah benaran berkah ya banyak banget bocah bocah membawa berkat " kata tetangga yang datang Bersama ustazah Faridah dan juga umi dan abi nya
" Iya abi Furqon ini hadiah Malik katanya buat nyenengin bocah bocah kampung biar senang " kata abah yang memang dapat transferan dari Malik dan Yuna untuk berbagi di musim lebaran .Yang sudah biasa jadi tradisi ustad Rahman .
" Alhamdulilah ...pantasan rezeki nya Malik ngak putus putus " tetangga abah
" Iya bi alhamdulilah , ikut senang kita " kata Faridah kecil
" Ustazah Faridah mau juga " kata Farid tersenyum
" Buat Farid aja ustazah sudah punya banyak mau ...ngak nih " kata Ustazah Faridah yang juga membagikan uang nya Yang membuat Amar yang baru datang hanya bisa menelan saliva nya bertemu ustazah Faridah teman nya itu .
" Assalamualaikum abah " kata Amar yang datang bersama ustad Zaki dan istrinya juga Yusuf dan teman nya
" Walaikum salam ayo masuk masuk silahkan makan dulu ayo " kata ustad Rahman
Faridah yang masuk bersama uminya duduk lebih dulu setelah mengambil makanan dimeja Yang sudah sedia kan umah
" Wah ... umah sepi ya ngak ada yang bantu bantu harus nya ada menantu yang bantu pulang lebaran " kata umi si Faridah
" Sudah diwakilkan Fatma umi, jadi santai Dan ada Farid juga nih " jawab umah tersenyum Yang tahu kemana arah lawan . pembicaraan tamunya itu .Yang masih berharap bisa dekat dengan umah
" Wah umah nyari anak angkat aja umah biar ada menantu disini " kata Amar
" Iya umah saya mau lho di angkat anak sama abah " kata Yusuf menawar kan .diri
" Hahaha .....wah abah sudah tua pengen banyak ibadah bingung nanti kalo punya anak lagi sudah cukup dua saja " kata ustad Rahman .
" Bercanda abah Tapi benaran juga boleh kok bah " kata Amar tertawa
" Hahaha .....bisa saja kalian ini sudah punya cucu bahkan mau nambah masa punya anak lagi Abah kan kita sudah tua encok nanti ngurus yang masih bocil bocil ." kata tetangga ustad Rahman
" Ya ya.... benar malu sama cucu nanti bingung mana anak mana cucu " kata Abah tertawa Yang membuat ustazah Faridah diam sibuk dengan makanan nya
" Oh ya kapan abah berangkat ke kairo bah " kata Amar
" Lusa Mar mau titip .apa ?" kata ustad Rahman
" Salam ya bah buah Malik dan Yuna suruh buat anak yang banyak biar rame nih rumah pas pulang " kata Amar
" Insyallah Mar, nanti abah sampaikan " kata ustad Rahman .
" Ustazah Faridah ngak nitip salam
__ADS_1
nih " kata Yusuf menyindir
" Ya salam juga semoga sehat slalu " jawab ustazah Faridah getir karna ia dulu berharap banyak pada Malik Tapi takdir nya berkata lain . Ketika ia baru pulang Faridah sudah mendengar kabar yang tak enak yang membuat iri Malah Yuna yang beruntung Mendapatkan pria pujaan nya itu tampa syarat apa pun Bahkan Yuna belum sepadan dengan nya