Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 366


__ADS_3

Tak lama abah pun pulang dari melihat kambing bersama Alan . Dan sebelum Alan pulang umah menyuruh abah dan Alan sarapan dulu karna habis subuhan tadi mereka sudah pergi tampa. sempat sarapan Sedangkan Umah membungkus sayur dan daging juga daging Ayam untuk dibawa Alan pulang


" Dapat bah kambing nya " kata umah


" Dapat umah gemuk gemuk tapi mintanya 4 juta per ekor karna besar " kata abah


" 20 juta dong bah kalo 5 " kata Alan Yang pasti puas makan daging


" Iya Lan, besok emak mu suruh bantu bantu disini ya " kata umah


" Siap umah, Nanti Alan sampaikan " kata Alan yang makan dengan lahap


" Oh ya nih sayur buah emak mu nanti di bawa pulang ya Lan, biar saja piring nya disitu dulu " kata umah yang sedang menyiangi ikan bersama Mikha


" Hah.... kok banyak abah " kata Alan


" Rezeki lan , jangan ditolak bawa pulang dan ini buat jajan " kata abah memberi uang 50 ribu dua lembar .


" Wah terimakasih bah " kata Alan senang


" Ya jangan lupa tuh dibawa " kata abah menujuk Satu kresek sayur dan lauk untuk emak


Sedangkan Yuna dan Alea duduk di samping melihat anak anak mereka bermain sambil memangku bayi nya


" Yun, apa kalian akan pulang ke kairo lagi nanti " kata Alea . Yang pasti akan rindu pada sahabatnya itu


" Ya Al, mungkin kalo liburan baru pulang lagi kesini " kata Yuna Yang mengingat rumah mereka Pasti sangat kotor bila lama di tinggal


" Yah berjauhan lagi kita " kata Alea Yang kini sudah hidup bahagia Bersama Aldi walau hanya punya satu anak


" Kan sudah takdirnya kita datang dan pergi Kalo bosan lho bisa main kesana Sudah tahu kan tempatnya " kata Yuna


" Insyaallah Yun, ya nanti kalo Helen dan Laras lahir " kata Alea


" Ya biar kalian juga bosan hidup terkurung jadi bisa jalan jalan " kata Yuna yang slalu terbuka menerima teman temannya Karna ia juga harus kembali bekerja mendesain Karna hanya cuti 3 bulan setelah kiriman gambar terakhir minggu lalu Lewat Arjun dan Arjan.


Sedangkan Alif dan Aziz sedang duduk tenang Memperhatikan hantu yang mengintip mereka dari lubang pagar tembok di luar kebun .


" Dia sedang melihat kita " kata Aziz


"Ya kita kerjain dari luar , takut kak Yuna tahu bila kita bergerak disini " kata Alif


" Tapi bagaimana de Ulya dan Azzam " Kata Alif lagi


" Mereka aman , kan ada ade Ulya dia juga tahu Tapi pura pura tak melihat " kata Aziz berbisik pelan


" Ok. ziz ana masuk dulu ya mau pipis dulu " kata Alif berjalan meninggal kan Aziz dan dua bayi mungil itu


Ulya menatap Aziz ,Aziz tersenyum lalu mengedipkan matanya pada Ulya Dan Ulya tersenyum


" Dah abang masuk dulu ya ayo Azzam naik mendekat umi " kata Aziz

__ADS_1


" Ya ....." kata Azzam yang naik di gandeng Aziz Dan Ulya mengikuti dari belakang


" Hei ...sudah capek ya sini duduk sini " kata Alea menyambut Azzam dan Ulya dan menyuruh keduanya mencuci tangan Agar bersih dari kuman memegang tanaman kotor


Sedangkan Alan yang pulang kerumah membawa sayur kresek di ikuti dua wanita dari belakang .


" Tuh kan kak Alan belanja banyak padahal gaji abang sudah kita ambil " kata wanita itu mengikuti Alan


" Assalamualaikum mak , nih sayur buat emak untuk dimasak " kata Alan


" MasyaAllah kok banyak nak , dari mana "kata emak yang membuka kresek sayur yang penuh


" Biasa mak , oya kan ustad Malik mau aqiqah jum,at ketiga kamis sore . Emak di suruh bantu bantu disana . Sekalian emak tanya siapa tahu ada kerjaan dari pada di kerja pasar mak kan bisa bantu bantu " kata Alan .


" Ya nak " kata emak yang mengambil tampah dan membongkar plastik sayur


" Masyaallah Lan, ngak salah ini ada daging ayam dan sapinya juga Apa ngak keliru Lan " kata emak kaget karna ada ikan juga dua ekor


" Enggak mak, tadi umah sendiri yang nyuruh Alan membawa nya pulang .


Mana berani Alan mengambil sendiri .." kata Alan yang lalu masuk kedalam rumah


Sedangkan emak senang lalu membawa masuk daging ayam dan sapi kebelakang


Yang membuat kedua penguntit geram melihat apa yang mereka lihat


" Tuh kak .lihat kan biar miskin mereka bisa makan daging tadi malam saja beli soto di hilir yang enak itu " kata Sinta adik ipar emak


" Ayo kita ambil " kata sang kakak .


" Astaga ini nih manusia yang iri dengki dan syirik perlu kita beri pelajaran mereka " kata Aziz


" Ya bukan nya itu belanjaan yang bawa kak Alan " kata Alif


" Iya mereka mau mencurinya " kata Aziz Yang lalu mengambil seember air kotor


Dan langsung menyiram nya pada kedua wanita itu yang ingin mengambil sayur emak .


" Byur........"


" Aaa....... " Teriak keduanya kaget


" Astagfirullah .....ada apa ini " kata emak kaget


" Kalian itu yang sudah miskin kenapa bisa belanja begini banyak hah " kata Sinta berkacak pinggang


" Itu ....." kata emak .


" Heh....mau apalagi kalian kesini masih belum puas mengusik kami ya Mak masuk jangan pedulikan mereka " kata Alan yang langsung menyuruh emak nya masuk kedalam


" Heh..... Lan jaga mulut mu kami ini bibi mu kami ini wali mu dan Adik mu " kata Sinta

__ADS_1


" Hei..... bibi yang gila hormat ngak usah mimpi jadi wali kami ya kalian ngak pantas karna sudah menelantarkan kami Dan Alan tak butuh wali seperti bibi .


Alan Laki laki bi. Bisa menikah sendiri tampa kalian Dan Alan adalah wali Asa


Pergilah tak perlu ceramah disini ..Banyak ustad disini yang lebih berfaedah dari kalian " kata Alan kesal lalu menutup pintu rumah


" Brak........pintu pun tertutup Alan


" Mampus " kata Alif yang berdiri di balik pohon bersama Aziz


" Akh.....dasar gila si Alan seenak nya saja mengusir kita " kata si .bibi


Ting......


" Memang kalian pantas di usir makanya jangan jahat sesama manusia Apalagi sama saudara sendiri " kata Aziz berpangku tangan


" Hei ...anak kecil sana pulang ngak ikut campur urusan orang tua , ngak sopan " kata Sinta kesal lalu melap bajunya yang basah kuyup


" Ck......kasihan " kata Aziz


" Heh.....dasar ni bocah ya malah ngeledek berdiri disitu mau di jitak tuk kepala " kata Ubay


Aziz hanya diam tak bergeming Lalu wanita itu melempar ember ke Aziz .yang di tangkap Alif dengan memasang wajah seram Yang membuat mereka takut


Aaa...........lalu mereka pun lari terbirit birit dengan baju kotor Yang membuat Alif dan Aziz tergelak


" Kapok .... dasar setan berkedok manusia senangkan nya kok berbuat dzalim " kata Aziz tertawa


" Iya tuh , ayo kita kerjain hantu tukang intip " kata Alif yang menghilang di susul Aziz ke kebun belakang


Di belakang kebun penuh semak belukar itu dua sosok berbulu masih mengintip


lewat lubang Yang membuat Aziz dan Alif berubah jadi jin dewasa .


Ting.....


" Plug.........


" Hei.....apaan sih .kenapa memukul ku . " kata sosok hitam .


" Aku tidak memukul mu " kata teman nya menatap teman nya heran .


" Lalu siapa ?" kata sosok berbulu


" Kami" kata Aziz dan Alif yang berubah menyerupai kedua nya


" Aaa.........ting......"


Mereka pun menghilang begitu saja Tampa bicara dan hanya berteriak lalu kabur entah kemana


" Kenapa mereka berteriak. " kata Alif

__ADS_1


" Mana Ana tahu " kata Aziz mengangkat bahu nya Yang membuat mereka tertawa terbahak bahak .Karna ada hantu takut melihat hantu .


.


__ADS_2