Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 74


__ADS_3

Fatma bergegas menuju kamar Yuna Dan melihat adiknya itu tergeletak dilantai tak bergerak.


" Yuna ..... Yuna .... tolong..... Faridah ...cepat panggil ustad Rahman kesini " isak Fatma


" Iya ma " kata Farid bingung . bocah itu pun berlari cepat menuju rumah ustad Rahman.


" Assalamualaikum abah cepat kerumah " kata Farid ngos ngosan berdiri di depan pintu.


Ustad Rahman yang membaca kitab pun Langsung kaget melihat Faridah .


" Ada apa ?" kata ustad Rahman.


" Abah ustad disuruh kerumah sama mama , mama Yuna .." kata Farid tergagap


" Ayo... umah abah ke rumah Fatma dulu ya " kata Abah berteriak.


" Ya abah " sahut umah dari dapur.


Sedangkan abah bergegas menuju rumah Fatma bersama Farid .


" Assalamualaikum .." kata ustad Rahman yang langsung masuk menuju kamar Yuna


" Walaikum salam hiks hiks hiks ......abah tolong Yuna ....abah " kata Fatma menangis Yang memangku kepala Yuna .


" Ada apa dengannya ?" kata ustad Rahman mendekati Fatma


" Tidak tahu abah " kata Fatma yang terisak.


Lalu abah pun memeriksa tangan Yuna. Dan lehernya.


"' Inalilahi wainalilahi raji'un " kata Ustad Rahman..


" Hua..... hua..... hiks hiks ..... kenapa Yuna meninggal abah" kata Fatma menangis nyaring .membuat para tetangga. berdatangan


Farid yang berdiri di pintu kamar hanya terdiam. Karna bocah itu tak mengerti apa yang sedang terjadi.


" Fat .... Yuna belum meninggal tapi mati suri. " kata ustad Rahman .


" Ustad ada apa ? apa yang terjadi " kata tetangga yang berdatangan .Berdiri di depan pintu Dan melihat Yuna tak bergerak sedikit pun..


" Coba tolong panggilkan abah Sofyan suruh kesini " kata ustad Rahman .


" Ya abah ayo kita panggil ayo...." kata para tetangga sang sebagian menunggu dan berbisik bisik bertanya apa yang terjadi sebenarnya.


" Ayo Fat kita angkat keranjang " kata abah Yang membopong tubuh Yuna keatas ranjang seraya menaruh bantal di kepala Yuna


" Hiks......hiks..... apa Yuna masih hidup abah " kata Fatma.


" Ya Yuna masih hidup " kata abah yang menggenggam tangan menantunya itu masih terasa hangat.


Tak lama seorang pria pun datang.


" Rahman ada apa ?" kata pria tua itu Yang tak lain ustad sofyan.


" Bantu saya abah memeriksa Yuna Dia belum meniggalkan " kata Ustad Rahman .


Ustad Sofyan pun lalu mendekati ustad Rahman dan memegang. kepala Yuna tangan dan kakinya Lalu menatap ustad Rahman . Seakan mengerti ustad Rahman pun bicara.

__ADS_1


" Fatma keluarlah tutup pintu .Jangan ada Yang masuk sebelum kami keluar " kata Ustad Rahman.


" Iya abah....." kata Fatma yang masih terisak. Yang keluar dan menutup pintu kamar .


Sedang ustad Sofyan naik keatas ranjang di sebelah Yuna.. Lalu duduk bersila dan entah apa yang dibaca ..Lalu ia pun mengengam tangan Yuna.


Seketika tubuh Yuna bergetar dan keringat dingin keluar Yang membuat Ustad Rahman menahan tubuh Yuna agar tidak terguncang. Tak lama Ustad Sofyan membuka matanya..


" Ada mahluk astral yang ingin mengambil raganya Dan sekarang mereka menculik roh nya . Jaga tubuhnya jangan sampai keluar dari rumah. Aku tidak tahu mereka membawanya kemana " Kata ustad Sofyan


" Astagfirullah aladzim...Apa dia bisa selamat abah" kata Ustad Rahman .


" Tergantung Yuna dia bisa melawan atau tidak .huh.....Tapi kurasa menantumu ........." kata ustad Sofyan.


" Apa abah ?" tanya Ustad Rahman menatap Ustad Sofyan.


" Dia bisa melindungi dirinya sendiri " kata Ustad Sofyan pelan. Yang merasa ada hawa berbeda dalam tubuh Yuna.


" Alhamdulilah . ...... syukur lah" kata Ustad Rahman Yang sangat khawatir.


" Tapi kita harus menjaga tubuhnya jangan sampai dibawa mahluk gaib .. kita bantu dia " kata Ustad Sofyan .


" Baik abah sore ini kita ada kan pengajian " kata Ustad Rahman yang tak tega melihat menantunya itu.


" Ayo kita persiapan kan " kata Ustad Sofyan . Yang beranjak dari tempat duduknya .


" Ya Abah " kata ustad Rahman .yang lalu menyuruh Fatma untuk menjaga Yuna. Dan menyuruh menutup jendela dan pintu kamar .


Sedangkan di kota saranjana Helen dan Laras membantu Alea memasak didapur .


" Alhamdulilah berarti mereka serius ya Al " kata Laras senang .


" Iya lah masa main main kan mau ke penghulu biar Halal " kata Alea tersenyum Namun tiba tiba ...


Prank.........


" Astagfirullah Laras awas " kata Alea menyenggol bejana kecil jatuh pecah dan hampir menimpa kaki Laras.


" Ya Allah Yuna " kata Laras. Yang membuat Alea dan Helen menatap Laras.


" Hah..... kenapa kau menyebut Yuna " kata Helen kaget.


" Ups maaf aku ngak tahu. Entah mengapa bayangan yuna terlintas didepan ku "kata Laras bingung .


Sedangkan di alam sebelah Yuna sedang melayang layang menghindari dua mahluk kasat mata yang mencoba menyerang nya dan Yuna menghindari tiap serangan yang di tujukan padanya.


Yuna pun lalu duduk bersila dan memejam kan mata nya lalu membaca tasbih tahmid dan zikir Yang membuat bayangan Mahluk itu lalu menghindar dari Yuna .Dan Yuna pun pergi menjauh .


" Aku di mana Ya Allah ?" kata Yuna Yang melesat pergi dari tempat itu dan mencari tempat aman . kabut putih dimana mana Dan tubuh Yuna terbang Tubuhnya bergerak kesana kemari mencari jalan untuk pulang dan mencari cahaya. yang menuntun nya diantara kabut putih yang banyak bergulung gulung .


" Aku harus kembali pulang kalo tidak mereka akan memakai raga ku " kata Yuna. Lalu kembali duduk bersila mencari arah cahaya .


Tubuh Yuna melayang layang diatas awan putih yang mencari cahaya untuk pulang karna tadi dua mahluk mengerikan hampir saja mencelakainya. Dan kini ia bingung berada dimana.


Sedangkan sore bada ashar ada pengajian di rumah Fatma. Yang .mengudang para tetangga sekitar.


"' Apa yang terjadi sebenarnya ustad " kata seorang tetangga bertanya. disela pengajian .

__ADS_1


" Roh Yuna di culik mahluk alam gaib dan raganya tertinggal disini di dalam kamar." kata ustad Sofyan


" Astagfirullah aladzim apa dia bisa selamat ustad " kata tetangga kak Fatma .


" Allahu alam kita belum tahu pasti nanti di lihat saja " kata ustad Sofyan yang melihat Ustad Rahman khusuk membaca doa untuk menantunya


Seminggu berlalu .......


Yuna terbangun dari tidurnya diatas sebuah karpet bulu ketika sebuah bayangan putih mendekatinya .


" Pulang lah nak Kau sudah lama disini kasihan raga mu " kata Kakek tua itu


" Aku tersesat kakek " Kata Yuna yang lalu bangun dari tempatnya berbaring.


" Ayo kakek antar " kata pria berjenggot putih itu


" Iya kek " kaya Yuna melesat mengikuti kilatan cahaya yang melayang layang di atas awan


Wus .... wus.....wus.....dan sebuah bayangan cahaya tiba tiba muncul mengikuti nya dari belakang


" Kemana saya kau" Kata yuna


" Mengawasi nona dari jauh " kata bayangan itu. yang mengimbangi langkah Yuna Yang mengejar kakek tua berjenggot


**********


Dirumah ustad Rahman Ustad Rahman baru saja menyambungkan hubungan nya dengan Malik di kairo..


" Assalamualaikum abah gimana kabar nya sehat kan " kata Malik


" Kami baik baik saja nak dan sehat walafiat tampa kekurangan apapun " kata Abah Rahman.


" Alhamdulilah abah , Malik juga sehat " kata Malik tersenyum.


" Apa kau tak ingin pulang nak , Istrimu..." kata ustad Rahman .


" Ada apa dengan yuna bah ?" kata Malik dengan raut wajahnya berubah .


" Istrimu mati suri... pulang lah bila kau berkenan , jaga dia . Dia tak baik baik saja Nak " kata abah lirih .


" Inalilahi.......Ya abah Malik akan pulang " kata Malik yang langsung memutuskan pembicaraan sepihak


Sedang Kan Yuna sedang menemui Rusdi teman sekantor nya . Dan menulis surat untuk mengundurkan diri. Dan meletakkan nya di meja sang senior. Lalu menghilang


mencari Meri..


" Brak .........


.Sebuah bayangan hitam mencoba menghantam Yuna.. Namun Yuna cepat menghindar..


" Allahuakbar " kata Yuna yang lalu menghilang cepat . Meninggalkan tempat itu


" Kejar dia cari raganya " kata mahluk Yang mengejar Yuna.


Wus .........wus......wus......wus.....


.

__ADS_1


__ADS_2