Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 348


__ADS_3

Cukup lama mereka mengawasi Setelah mobil itu pergi mereka pun kembali turun kelantai bawah


" Trimakasih ya jan jun sudah membantu ana pamit dulu " kata ustad Ali


" Ya ustad " kata Arjan dan Arjun kompak lalu mengantar ustad Ali sampai pintu depan utama. Setelah itu mereka pun kembali masuk dan menutup pintu.


" Huh.....tuh orang jahat masa ngak ada kapoknya " kata Arjun


" Iya besok kita kerjain aja lagi " kata Arjun mencari ide


" Ya bila perlu sampai terkapar " kata Arjan Yang kesal karna kadang manusia seperti mereka memang harus dikerjai


Sedangkan di rumah Yuna .Bayi Ulya duduk santai di ruang tengah bersama Mikha dan Anis Karna Yuna baru saja melayani tamu tetangga nya yang mengucapkan slamat atas kelahiran putrinya.


" Wah .. berarti ustazah dua bulan akan melahirkan lagi " kata tetangga Yuna


" Ya umi " kata Yuna


" Masya allah jadi tiga ya ustazah wah enak ya biar repot sekalian Tapi lega bisa lihat bayi kita sehat "kata tetangga Yuna


" Ya umi , sekalian " kata Yuna .


" Iya nak tapi apa nak ustazah ngak merasa kesulitan tinggal disini " kata tetangga Yuna


" Memang kenapa umi " kata Yuna bingung Menatap tetangga nya itu


" Ya begini nak, disini itu bukan kota manusia Tapi kaum jin Dan manusia seperti ustazah tak akan bisa kembali lagi kedunia alam nyata nak, makanya banyak para ustad tak membawa istri dan Anak nya kesini ." kata tetangga Yuna berbisik pelan


" Masa sih umi " kata Yuna yang pura pura tidak tahu .


" Iya disini itu semua kaum jin dan ada juga hantu dan kaum bunian Dan juga manusia yang sudah menikah dengan kaun jin " jelas umi tetangga Yuna


" O .... begitu ya "kata Yuna santai Sambil tersenyum seolah tak tahu menahu tentang kota saranjana


" Lalu umi apa ada yang lainnya " kata Yuna menatap tetangga nya itu


" Nah .. tetangga kita sebelah sana itu dia orang nya pelit Dan juga suka usil ustazah Jadi kita harus hati hati istrinya


nya itu suka iseng nak " kata tetangga


Yuna


" Oh ya......wah terimakasih umi sudah diberitahu. Tapi kok umi bisa tahu " kata Yuna


" Ya jelas tahu ana suka mengintip Dan lagi Karna dia merasa punya suami Mentri makanya sombong " kata tetangga Yuna sambil berbisik


" O begitu ya umi .Oh ya silakan diminum umi maaf ala kadarnya " kata Yuna yang menyuguh teh panas dan kue lapis legit dan brownies yang dinikmati tetangga nya itu dengan lahap


Karna tetap akan berbeda makanan manusia dan kaum jin

__ADS_1


Setelah ngobrol cukup lama tamu Yuna pun pulang Dan Yuna cukup lega karna bisa mengenal tetangga mereka . Walau Yuna pura pura tidak tahu Namun ia bisa menilai tetangga nya itu cukup baik Karna hanya ada beberapa saja yang perduli.


Disisi lain Malik baru saja merapikan bukunya Ketika pintu ruangan nya terbuka Dan melihat Zakaria masuk membawa buket bunga Lalu memberikan nya pada Malik Yang sedang duduk


" Dari mana ? apa maksudnya" Kata Malik


" Dari siswi ana buat lho Mal tadi titip nyuruh berikan ini " kata Zakaria


" O... buat ana " kata Malik membulatkan mulut nya


" Iya sana bawa pulang " kata Zakaria


" Buat antum aja, di rumah ana sudah punya banyak bunga " kata Malik dan sangat indah juga cantik " kata Malik


" Bunga apa ?" kata Zakaria


" Istri , putri cantik dan dua pelayan " kata Malik santai


" Astaga jangan bercanda Mal istri antum di bawa juga kesini " kata Zakaria


" Iya dong dari pada di gigit jari memandangi bunga yang bisa layu bunga dirumah slalu segar dan bisa digauli " kata Malik tersenyum


" Dih .... jangan membual Mal disini tak ustad yang brani bawa bini , masa bini antum dibawa kesini Bahaya Mal apa lagi ini alam gaib " kata Zakaria yang tidak tahu siapa Yuna .


" Masa sih, ana biasa saja sama bini ana ngak ada masalah " kata Malik


" Ya .... ya .... ana paham ya sudah ini buat antum saja " kata Malik menggeser bunga itu pada Zakaria Lalu kembali asyik dengan bukunya.


" Hah....... kenapa menolak , kan tuh siswi bisa di ajak kencan buat istri sirih Masih muda dan cantik pula " bisik Zakaria tersenyum .


" Astagfirullah kar..... jadi disini antum punya istri sirih " kata Malik curiga


" Ya ngak cuma ngasih saran buat antum saja bersenang senang sedikit " kata Zakaria yang tahu Yuna hamil besar


Karna Zakaria memang punya kekasih


jin di kampus


" Maaf buat antum saja Kar, ana tak mau menyakiti istri ana Dan lagi ngak asyik bila ana jatuh cinta sama murid


sendiri " kata Malik Lalu kembali sibuk dengan buku tugas nya


Zakaria yang tak percaya Kalo Malik membawa istri pun hanya tersenyum.


penuh arti Bermaksud mengerjai Malik


Yang menurutnya terlalu kaku pada wanita


*************

__ADS_1


" Umi ....." kata Aziz yang asyik bermain bersama bayi Ulya


" Ya sayang ada apa ?" kata Yuna


" Kita besok bikin kejutan buat abi ya Kan besok adalah hari ulang tahun abi " kata Aziz


" Oh iya lupa " kata Yuna padahal harusnya subuh tadi suami nya harus pulang Tapi batal karna ada perubahan jadwal Dan Malik akan pulang sore ini Karna Yuna sudah memesan kue


Untuk kerabat istana


" Begini saja kan nanti sore abi pulang jadi kita bikin cake saja buat abi besok kita bawa ke sana bagaimana " kata Yuna


" Ok .... Aziz setuju " kata Aziz


" Aua...." kata bayi Ulya


" Hahaha...... ade juga setuju ya ,ok kita bikin kejutan " kata Aziz tertawa


Bayi Ulya pun tersenyum lalu duduk sambil bertepuk tangan .Yang membuat Yuna gemas lalu mencium pipinya yang chubby kemerah merahan itu


Sedangkan Mikha yang tak jauh situ


ikut tersenyum Melihat Aziz bersenda gurau dengan bayi Ulya yang terlihat lucu dan imut .


Di rumah Amar Amar baru saja keluar dari kamar mandi ketika Nurul asyik


menyisir rambutnya yang pendek


" Lho kok di potong de, bukan nya kemarin masih panjang sebahu " kata Amar kaget melihat rambut Nurul makin pendek Karna Amar tidak suka Nurul seperti pria.


" Panas bang Apalagi besok di kairo pasti makin panas bang " kata Nurul


" Siapa yang bilang begitu " kata Amar


" Ada deh " kata Nurul


" Astaga de , panas mana neraka sama di dunia Malah bila ditutup itu biar ngak panas kulit cantik ade kok masih bilang kepanasan. Belum lihat kairo sudah percaya omongan orang. Pasti ade dengerin omongan orang lagi kan " kata Amar kesal


" Ih .....abang kok gitu kan ngak pa pa nih rambut di potong biar hemat sampo " kata Nurul


" Hemat sampo atau mau memberontak sama abang , ish.... ish ..sudah pake tato didada Sudah larangan masuk burung lah Trus rambut dipotong ampun de bisa ngak de Nurul nurut aja sama abang Ngak usah percaya orang deh.. Abang ngak bakal zalim sama de Nurul " kata Amar yang ingin istrinya itu berubah lebih baik .


" Iya maaf bang, tadi cuma ikut potong rambut sama kak Sarah " kata Nurul


" Pantasan " kata Amar


" Apa nya " kata Nurul


" Ya kalian berdua itu pantas sama bandelnya " kata Amar kesal karna beberapa hari bergaul dengan Sarah istrinya jadi aneh . Padahal dua hari lagi ia akan berangkat ke kairo .

__ADS_1


__ADS_2