
Paginya Yuna terbangun dipelukan Malik
Yang membuat Yuna kaget karna ia belum sholat subuh .
" Abi ..... kok dinda ngak dibangunkan " kata Yuna melihat jam Karna Malik sudah berganti pakaian jelas suaminya itu pasti sudah sholat dan pulang dari masjid
" Ya Allah Abi lupa " kata Malik
" Hua........abi ...." rengek Yuna membuka pintu kamar dan dapur untuk berwudhu Walau sudah hampir jam 6
" Lah mau apa de " kata Fatma
" Sholat kak ,masa abi ngak bangun kan Yuna buat subuhan " kata Yuna
" Hehehe...... lah orang dosanya jadi tanggungan laki lho kenapa ribet Dia kan ustad , tahu hukum nya berarti Malik sudah siap menanggung nya " kata Fatma tersenyum
" Tahu ah " kata Yuna bergegas masuk kamar dan sholat .
Setelah selesai Yuna pun lalu melipat sajadah dan rukuh nya . Malik yang melihat istrinya cemberut langsung memeluk Yuna karna ngambek .
" Kenapa, abi ngak tega membangun kan dinda .Tadi subuh dinda sudah bangun Tapi tidur lagi kan " kata Malik mencium pipi Yuna pelan
" Iya tapi Yuna ngantuk " kata Yuna merengek
" Hahaha... ya sudah kan selesai masalah nya dinda ketiduran ngak sholat Trus kenapa marah sama abi, kan abi yang nanggung dosa nya .Lagian kalo ketinggalan ngak sengaja besok bisa di rapel " kata Malik tersenyum
" Emang gajian bi " kata Yuna ngambek
" Hahaha .....ya sudah maaf kan abi " kata Malik tertawa Yang memang lupa membangunkan Yuna .Karna setahu nya istrinya itu slalu tepat waktu
Sedang kan Yuna masih memasang wajah manyun ya .
" Sudah sayang jelek ah cemberut gitu " kata Malik memeluk Yuna yang masih . ngambek .
Yuna hanya diam lalu kembali rebahan di Kasur yang membuat Malik heran .Karna biasanya istrinya itu langsung kedapur kalo sudah bangun .
" Lah kok tidur lagi sayang ngak masak " kata Malik
" Abi masak sendiri saja sana " kata Yuna
__ADS_1
" Hah..... yah kan abi ngak bisa masak . bisa nya cuma makan " kata Malik yang mencoba merayu istrinya
" Ya sana cari makan sendiri kalo ngak cari istri muda " kata Yuna
" Allahuakbar ..... lah boleh nih abi nikah lagi " kata Malik mengoda .
" Abi ..........." teriak Yuna nyaring yang membuat Fatma Samsul dan Faridah kaget mendengar teriakan Yuna di kamar
" Ya Allah dinda maaf abi cuma..... "
" Brak ......ada apa Yun " kata Kak Fatma mendobrak pintu yang tak di kunci
" Huh.......Kenapa Mal " kata Samsul yang ikut nongol di pintu bersama Faridah
" Ngak pa pa kak cuma Yuna kaget ya kan dinda " kata Malik
" Ngak.. bohong hiks.....hiks " Yuna pun menangis Yang membuat Malik kaget Lalu memeluk istrinya .
" Rid paman belikan lontong ya sana tempat uwa tuh ambil di dompet uang nya " kata Malik sambil memeluk Yuna memberi kode pada Fatma .
" Ya paman .... " kata Farid mengambil uang ratusan dua lembar di dompet Malik di meja dan lalu pergi Begitu juga Fatma dan Samsul yang menutup pintu kamar Yuna
" Dinda kenapa ? marah sama abi maaf bila abi salah ya tapi ngak teriak keras gitu malu didengar tetangga ya sayang " kata Malik .pelan Sambil memeluk Yuna erat dan mengusap pelan pungung Yuna karna terisak ..Entah apa yang membuat istrinya begitu . Tapi Malik merasa Yuna pasti mendengar sesuatu yang membuat nya tersingung Karna istrinya itu sangat perasa Dan Yuna pasti sangat kesal mengingat nya .Dan itu pasti tidak dari biasanya.
" Dinda kenapa bilang sama abi " kata Malik .Mendekap Yuna yang masih terisak dipelukan nya
" Dinda ngak pa pa " kata Yuna
Malik pun lalu mendongakkan wajah Yuna mengecup bibir nya pelan " Abi sayang dinda jangan dengar kan orang lain ya Dan abi tak sengaja lupa maaf kan abi Abi yang tangung dosa nya Tapi berhenti. menangis nya please " kata Malik mengecup bibir Yuna Dan mengusap air mata Yuna dengan jarinya pelan .Karna biasanya Yuna tak akan sesedih itu bila tak ada yang menyingung nya " batin Malik memeluk Yuna erat dan mencium kening nya berkali kali .
Yang membuat Yuna memeluk suaminya itu erat Entah mengapa perasaan sakit Ketika ia mendengar sindiran keluargga umah padanya .
Malik pun membiarkan Yuna menyusup di dadanya. Dan Cukup lama mereka di kamar yang membuat Abah yang mencari Malik terduduk lama menunggu .
" Ada apa Fat " kata abah ketika Samsul memberi kode pada sang istri .
" Ngak tahu tadi Yuna ngambek terus berteriak Lalu pas kita kekamar lagi menangis Jadi sampai ini belum keluar kamar bah " bisik Fatma pelan .
" Huh...... ya sudah padahal abah ada perlu " kata Abah bingung karna .ingin bicara pada Malik tentang bahan bahan bangunan dan gaji tukang mingguan
__ADS_1
" Abah pulang dulu ya " kata abah bingung
" Sebentar bah biar Fat telpon " kata Fatma
" Hah.....siapa ?" kata abah tambah bingung .sambil berdiri
" Abah duduk dulu sebentar " kata Farma Yang lalu menelpon nomor Yuna Dan benar saja Malik yang melihatnya dikamar langsung mengangkatnya.Karna ponsel istrinya itu disebelah nya
" Ya kak " kata Malik
" De ini abah " kata Fatma yang memberikan ponselnya langsung pada abah Dan mau tak mau Abah pun bicara
" Ya bah sebentar lagi Malik kesana " kata Malik sambil mengusap wajah Yuna yang sudah tak menangis lagi Dan mendongak padanya . Yang membuat bibir keduanya sangat dekat.
" Ya bah ..... sekitar 15 menit ya bah Malik lagi sibuk walaikum salam . " kata Malik menutup telpon Yang membuat Yuna melihat ponselnya dipegang sang suami .
" Ada apa abah telpon Yuna " kata Yuna
" Bayar tukang sayang , dinda sarapan dulu ya . Ayo ... apa mau abi gendong kedapur atau makan di kamar " kata Malik yang bersikap lembut pada sang istri Karna ia tahu istrinya itu sangat sensitif .Jadi Malik harus bersikap hati hati pada Yuna Karna Malik tahu persis watak wanita yang dicintai nya.
" Dinda mau di suapi abi di kamar " kata Yuna manja .
" Ya biar abi ambilkan ya " kata Malik Yang lalu beranjak dari ranjang menuju .pintu keluar dan kedapur Dan abah sedang sarapan bersama Fatma dan Samsul
" Ada apa nak " kata Abah melihat Malik .
Malik tak menjawab pertanyaan abah Malah menyuruh Fatma " Kak bisa tolong siapkan lontong nya Sebentar ya bah Malik ambilkan .uang nya " Kata Malik kembali kekamar Dan masuk kamar tergesa gesa
" Abi cari apa " kata Yuna
" Cari uang buat abah bayar tukang , bentar ya sayang takut abah keburu pulang " kata Malik Yang membungkus uang 3 ikat 10 juta dengan sapu tangan .
" Memang bayar mingguan bi " kata Yuna
" Ya sebagian " kata Malik lalu mengusap kepala Yuna lalu keluar lagi menuju dapur .
" Bah ini , nanti Malik kesana .." kata Malik
" Apa menantu abah rewel " kata Abah bertanya sambil menatap Malik
__ADS_1
" Seperti nya begitu bah pasti kemaren ia pasti mendengarnya " kata Malik lalu mengambil mangkok lontong yang sudah di siapkan Fatma lalu membawanya. ke kamar untuk Yuna
Sedangkan Samsul hanya diam bersama Abah Yang membuang nafas kasar Lalu mengambil bungkusan yang diberikan Malik lalu pamit pulang pada Fatma dan pergi bersama Samsul