
Yuna pun pulang dengan berjalan santai sampai seseorang menepuk bahunya
" Abi " kata Yuna kaget
" Sini abi yang bawa " kata Malik yang tahu istrinya itu pasti dari warung uwa
" Abah mana kok ngak bareng " kata Yuna
" Tadi sudah duluan , kok banyak ini " kata Malik melirik istrinya .
" Biar ngak masak bi, kan kita berangkat habis zuhur masih ada sisa nasi di rumah jadi ngak repot biar sedikit nyantai " kata Yuna .
" Istri pintar " kata Malik yang lalu merangkul istrinya itu mesra Dan tampa sengaja Faridah lewat melihat keduanya tersenyum bahagia Yang membuat hati Faridah makin galau.. Lalu melangkah cepat untuk pulang Dengan wajah cemberut
""Assalamualaikum " kata Malik memberi salam
" Walaikum salam " jawab semua nya yang duduk di ruang tengah yang memang menunggu Yuna
"' Asyik bibi paman pulang bawa lontong kan " kata Farhan
" Iyalah pada nungguin ya " kata Malik tersenyum lalu menyerahkan nya pada Sang kakak.
" Alhamdulilah banyak nih ayo kita buka di dapur " kata umi Farhan yang membawa nya masuk kemeja makan dan membukanya .
" Nih ayo siapa yang mau sarapan " kata umi Farhan yang menata pembelian Yuna Yang di bantu umah .
Sedangkan Yuna tersenyum melihat nya sambil mengambil piring dan mengambil kan lebih dulu untuk sang suami .
" Waduh ..... banyak menu nih bisa buat siang juga nak " kata umah .
" Iya umah buat ngak capek masak tinggal nyuci piring dan berangkat kan masih ada nasi ya kak " kata Yuna
" Iya de masih Tahu aja kamu de kakak tadi malam capek banget nata koper . Pas banget kamu beli matangan Jadi kita ngak perlu repot masak. " kata umi Farhan
" Iya lah apa lagi Farhan senang banget tuh lihat Eh.... makan pelan pelan nak " kata Malik menegur Farhan .
" Hahaha...... ngak usah takut kehabisan han bibi beli banyak tuh .... Farhan bisa nambah " kata umah Yang tahu Farhan sangat senang masakan merah Tapi tak pedas Sampai sang umi bela belain bawa Cabe merah untuk mereka masak disana Karna Farhan senang telur di balado merah
" Umi mu diingat kan han, Suruh bawa cabe merah kering dari sini " kata abah mengingatkan nya Yang membuat Yuna tertawa
" Heh....... berarti Yuna juga ya bi nanti beli di warung buat masak disana " kata Yuna yang juga mengambil makan untuk nya
" Iya lah suami mu kan ngak pernah masak Yun kerja nya jajan " kata umi Farhan
__ADS_1
" Siapa bilang, Malik masak kak buat sarapan kalo siang dan malam saja beli " kata Malik
" Sekarang ngak beli lagi kan sudah ada yang masak " sindir sang kakak .
" Ya terserah mau masak atau beli juga ngak pa pa ya kan dinda ." kata Malik
" Disana panas Yun namanya juga mesir banyak yang pake abaya hitam . Apa kuat tinggal disana Malik masih tinggal di apartemen sempit ." kata abi Farhan
" Abi ....ih ngak usah bilang juga Yuna bakal tahu kok " kata umi Farhan
Malik pun lalu menoleh pada sang istri yang duduk disampingnya lalu mengusap punggung Yuna
" Insyaallah nanti kita cari kamar yang lebih besar ya sayang " kata Malik yang kini sedikit tenang melihat uang di rekening nya Yang cukup lumayan Untuk mencari apartemen lebih besar...
Yuna hanya tersenyum tak pernah mempermasalah kan masalah tempat tinggal Bahkan ia pernah tidur beralaskan tikar Ketika pertama kali kejakarta karna belum dapa kos kosan Dan menumpang di kos teman nya yang juga susah di masa kuliah ..
" Ya untuk sementara kan ngak masalah ya nak Nanti kan kalian bisa cari tempat yang nyaman " kata abah pada Yuna
" Ya bah " kata Yuna tersenyum
******
Siang sehabis zuhur semua barang sudah ditata di mobil . Yuna pun pamit pada sang kakak Dan sempat ditangisi sang keponakan karna pergi jauh lagi.
" Ya .... jangan nakal ya yang rajin belajar bibi sudah titip uang buku mu sama mama mu dan juga bekal sekolah ingan rajin belajar biar bisa jadi ustazah " kata Yuna karna keponakan nya itu ingin menjadi seorang ustazah Karna itulah Yuna membantu sang kakak menyekolahkan sang keponakan di pesantren dekat lingkungan tempat tinggal mereka .
" Ya bi " kata Farid Yang memeluk Yuna erat . Membuat Farhan menepuk bahunya .
" Ayo ikut ....nanti bisa sekolah bareng " kata Farhan menawar kan
" Kasihan mamaku di tinggal nanti saja kalo sudah besar " kata Farid Yang membuat Yuna tersenyum .
Umah dan abah lalu mengusap kepala Farid nanti kalo punya rezeki kita pergi sama sama ke kairo ya " kata umah
" Aamiin " kata semua orang lalu mengantar semuanya masuk mobil .
Di bandara Yuna Malik pun menata semua koper dan menghitung nya agar tidak tercecer .
" Mal ....ngak ada yang ketinggalan kan " kata abi Farhan
" Ngak bang " kata Malik .
Sedang Yuna menatap sekeliling nya Ada rasa berat dihatinya Karna meninggal kan kampung halaman nya juga Teman dan sahabatnya . Yang mungkin tak tahu kapan ia bisa pulang . Karna kini ia ikut bersama suaminya . Bukan jomlo lagi yang bisa pulang pergi seenak nya tampa beban .
__ADS_1
" Kenapa " kata Malik merangkul Yuna Yang terdiam menatap bandara .
" Ngak bi cuma mengingat masa masa indah masa kecil " kata Yuna tersenyum
" Ayo kita cek in dulu setelah itu baru keruang tunggu " kata Malik mengengam tangan Yuna
" Ya bi " kata Yuna.
Sedangkan Alea sedang termenung sendiri Ketika tadi sempat bicara dengan Yuna kalo mereka berangkat hari ini..
" Yah jauh Yun...... aku tak bisa minta bantuan mu lagi " kata Alea yang sering di tolong Yuna bicara sendiri sambil memilih sayur
" Kok kelihatan sedih Al " kata seorang tetangga menyapa Alea
" Oh.......itu karna teman saja pergi jauh kak " kata Alea tersenyum
" Kemana ?" kata tetangga Alea
" Ke kairo kak " kata Alea .
" Lah kok pake sedih di sini ada arisan tour Al kau para kaum wanita .Bisa pergi keluar negri sekalian umroh pilih aja paketnya gampang.. ngapain sedih suami mu kan kerja . Kita bisa pergi pergi Bahkan kau juga bisa ikut arisan ilmu siapa yang dapat bisa belajar beberapa hari di yaman mekah madinah dan kairo juga turki . Dan itu kalo beruntung Bisa bareng anggota kerajaan " kata tetangga Alea
" Hah .... bagai mana caranya " kata Alea .
" Ikut kajian islam dan ilmu tiap minggu dan kita dapan kupon .Kan kaum umi memang sengaja membuatnya agar kita rajin pergi ke pengajian "kata tetangga yang baru datang menimpali
.
" Oh gitu ya " kata Alea tersenyum karna ia bisa mengajak Helen dan Laras nanti
Lalu kembali memilih sayur yang bagus juga buah buahan .Tak aneh bagi Alea melihat buah di kota saranjana besar besar karna memang buah disana bisa berubah besar dan ranum . Tapi bila di bawa ke dunia nyata akan mengecil
" Alea apa teman mu kemaren itu dari dunia alam manusia " kata tetangga Alea Yang sempat melihat Yuna dan Malik
" Iya kenapa memangnya kak " kata Alea
" Ngak pa pa cuma teman mu spesial dia dikawal seorang pria tampan " kata tetangga Yuna
" Oh ..... itu iya " kata Alea yang mengira Pria itu Malik .
" Iya kak dia memang punya pengawal pribadi sekarang " kata Alea tersenyum
" Oh ya " kata tetangga Alea heran Yang mengira pria itu pengawal pribadi Yuna benaran Karna memang kodam Yuna lah yang di lihat nya malam itu
__ADS_1