Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 114


__ADS_3

Yuna berjalan sambil mengelengkan kepalanya mengingat perkataan orang yang menilai nya. Memang jaman sekarang banyak orang tak bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Hanya menilai orang seenak nya Mungkin juga karna perubahan Jaman . Yang membuat banyak wanita memilih uang ketimbang hati dan iman . Yang membuat banyak wanita rela jadi istri simpanan dan pelakor hanya demi kemewahan tampa rasa malu . Dan merebut suami orang. Kadang berilmu bukan menjadi pintar tapi demi formalitas saja " bathin yuna. Yang lebih memilih berteman hantu baik ketimbang manusia yang berhati hantu dan setan .


" Kenapa melamun ? " kata Malik Yang membuyarkan lamunan Yuna ketika mereka didalam mobil .


" Ngak bi cuma mengingat perkataan umi Diah saja " kata Yuna menatap wajah Malik .


Malik pun menoleh dan tersenyum pada Yuna lalu mencium pipi Yuna dengan maksud menenangkan Yuna .


" Tetap lah yakin pada Allah . Juga abi karna Allah lah yang membolak balikan hati manusia . Dan abi meminta hati abi hanya buat dinda sampai maut memisah kan kita " kata Malik mengengam tangan Yuna dengan tangan kirinya sedang tangan satunya menyetir mobil .


" Ya abi " kata Yuna yang percaya pada suaminya itu .Karna keteguhan Malik yang membuat Yuna yakin pada ustad muda itu


Kedua nya sampai di teras rumah . Ketika tiba tiba .....


Wus.......wus......wus.


" Astagfirullah " kata Yuna beristigfar Karna ketika melihat dua bayangan putih Melewatinya begitu saja


" Ada apa ?" tanya Malik mendengar sang istri beristigfar .


" Bukan apa apa bi ayo masuk " kata Yuna lalu memasuki teras dan masuk kedalam rumah yang terlihat sepi karna memang sudah jam 10 malam Sedangkan Malik menyusul sambil membawa kantong belanjaan mereka dan mengunci pintu setelah masuk .


" Baru pulang Mal " kata abah ketika dari dapur membawa segelas air putih


" Iya bi apa abah belum tidur. " kata Malik


" Ini mau tidur abah cuma haus " kata abah yang berlalu masuk kamar . Dan Malik pun ikut masuk kedalam kamar nya.


Sedangkan di kota saranjana Aldi baru saja sampai rumah bersama Burhan .Dan melihat kedua istri mereka ketiduran di sofa


" Astaga mereka bergadang menunggu kita han " kata Aldi .


" Yah begitulah pastinya mereka kesepian " kata Burhan .


" Biarkan saja bawa istrimu tidur aku juga mau mengangkat Alea kekamar ." kata Aldi yang memang lelah karna mengurusi pembangunan proyek yang terus berjalan


******


Habis subuhan Yuna memasak bersama umah dan kakak iparnya juga bude. untuk sarapan bersama .Karna kerabat mereka sudah mulai pulang hari ini Sedang kan yang menginap di penginapan akan merapat untuk sarapan bersama. Dan Yuna juga memesan nasi kuning dan lontong yang nanti akan diantar Alan

__ADS_1


" Sudah selesai umah apa masih kurang " kata umi Farhan .


" Sudah kak, Yuna juga sudah pesan masakan sama uwa Romlah juga kok nak " kata umah .


" Ya kak, mungkin sebentar lagi datang ada lontong juga " kata Yuna.


" Umi aku mau lontong pake ikan gabus ya " kata Farhan dan Farah


" Iya tunggu ya sayang sabar sebentar lagi pasti diantar " kata Yuna .Karna keponakan nya itu sudah bangun lebih awal.


Tak lama Malik pun datang bersama Alan yang mengantar pesanan .Dan Yuna bergegas membayarnya .


"'Trimakasih ya lan " kata Yuna yang menerimanya .


" Sama sama kak ini kembalian masih sisa 50 ribu gimana apa perlu diantar " kata Alan


" Simpan buat Alan saja " kata Yuna .


" Wah trimakasih ya kak ini rezeki anak sholeh " kata Alan senang


" Ya sama sama salam buat umi " kata Yuna yang membawa masuk kantong kresek kedalam bersama Malik yang tersenyum melihat Alan yang pergi dengan senyum senyum karena dapat upah .


" Senang banget nih kaya nya " sindir Malik


" Iya lah kan umi ngak mau belikan katanya ngirit " jawab Farhan ..


" Hahaha........ ketahuan nih jadi mak rit " goda Malik pada sang kakak


" Wajar Mal sudah banyak pengeluaran Anak dua ongkos pesawat pulang pergi Belum bayar sekolah dan belanja sehari hari Kalo kamu kan masih belum punya tanggungan sama Yuna " kata umi Farhan


" Ya tahu kak tapi kan mumpung disini masa makan dibatasi juga kalo dia mau beli untuk dimakan ya di turuti saja " kata Malik


" Sudah ngak usah dibahas bi Farah....mau makan juga sayang " kata Yuna


" Iya bi , mau sama lontong kaya kak Farhan ya " kata Farah yang memanggil bibi pada Yuna dan paman pada Malik


" Ya makan yang banyak mumpung ada ya " kata umah pada dua cucunya itu Karna memang tahu putrinya itu jarang mengirim kan uang karna tahu kondisi putrinya . Dan umah bisa memakluminya .


" Boleh tambah kan umah bi " kata Farhan

__ADS_1


" Boleh siapa bilang ngak boleh nih paman aja nambah " kata Malik yang ikut makan dan tak lama abah dan abi Farhan ikut bergabung juga pakde nya Dan kerabat lain


Yuna tersenyum duduk makan bersama umah dan keponakannya. Di lantai karpet sambil lesehan . Sarapan bersama keluargga membuat rasa kekeluargaan sangat terasa. Di tambah umah juga mengeluar kan cake dan kue yang masih tersisa dari kamar.


" Man lama tinggal disini abang jadi gemuk kerja nya cuma makan tidur " kata pakde pada sang adik karna kedua anak nya tidak ikut


" Iya mana Yuna sudah membawakan oleh oleh pulang ..Padahal kami kesini tak membawakan apa apa sekedarnya saja " kata bude


" Doanya saja sudah cukup bude biar afdol kalo rezeki masih bisa di cari " kata Malik yang memang tak pernah menanya kan oleh oleh yang penting bersilahturahmi Karna pakde nya hanya pns biasa seperti sang abi .


" Iya pakde bude doa nya saja " kata Yuna ikut menimpali. Karna doa orang yang tulus pasti di ijabah Allah .


" Ya mudahan keluargga kalian berlimpah rezeki dan samawa ya " kata bude


" Aamiin " kata semua orang yang makan membuat suasana semakin nikmat bahkan Malik menambah makan nya bersama Farhan .


" Han jangan banyak banyak nanti obesitas" kata sang abi menegur


" Ah ....abi mana ada Farhan tumbuhnya keatas karna masa pertumbuhan kalo abi tuh kesamping lihat tuh perut abi sudah mulai gendut " jawab Farhan yang membuat semua orang tergelak .


" Hahaha...... iya han kan abi kan ngak bisa tumbuh lagi larinya ke perut jadi gantian abi yang hamil bukan umi " ledek Malik


" Hahaha ...... apa ada ade nya juga paman " kata Farah tertawa.


" Ada nasi sama kue tuh " jawab sang umi .Membuat semua nya kembali tertawa.


Begitu juga Yuna yang tersenyum ..Namun mendadak senyum Yuna hilang ketika sosok kakek berjanggut berdiri di dekat Malik . Malik Yang melihat raut wajah Yuna datar merasa kan ada Aura lain Lalu mengusap wajahnya dan melihat. ...


Deg......


Malik pun bergegas menghabiskan makan nya . Lalu bergegas masuk kedalam kamar


" Ada apa dengan nya " kata umi Farhan melihat sang adik buru buru meletakan piring nya


" Ngak tahu kak " kata Yuna namun ia oun bergegas menyusul Malik kekamar.


" Dia di bunuh seseorang " kata sebuah suara


" Siapa yang tega membunuh nya ?" tanya Malik

__ADS_1


" Inalilahi " kata Yuna yang mendengar dari depan pintu .


__ADS_2