
Sorenya mereka pun pergi ke bandara
Dan rumah di kunci rapat Dan Malik kembali menambah pagar gaib Namun sebelum berangkat Arjun menemui dua jin yang biasa mengawasi rumah tuannya itu Jin kiriman Syekh Al idrus
" Hai bro rupanya rajin sekali kalian duduk di atap " kata Arjun menyapa dua jin itu
" Hai ...kami tidak menganggu kami hanya mengawasi saja Dan menjaga rumah ustad " kata jin yang satunya
" Kalian bisa menjaganya sambil tiduran diteras Tapi di larang masuk rumah karna kami mau ngantar tuan kami pergi
" Oh ya teimakasih " kata Jin itu lalu Arjun pun membawa mereka keteras . Kami akan pulang besok kalian bisa menunggu kami disini " kata Arjun yang memberikan makanan dan minuman pada dua jin itu
" Ok bro tak masalah " kata jin . satu nya
" Ok sampai bertemu lagi " kata Arjun Yang lalu kembali membantu Arjan menata barang di bagasi mobil Dan itu lumayan banyak Karna Yuna membawa 5 koper
" Kau sudah menyuruh mereka untuk mengawasi para setan " kata Arjan
" Sudah bro aku juga memberi mereka makan .Biar mereka tak kelaparan menjaga rumah sementara kita mengawal nona " kata Arjun
" Ya bagus lah " kata Arjan .
" Arjun Arjan apa sudah selesai semua " kata Malik
" Sudah tuan , semua sudah masuk ke bagasi dan tinggal berangkat .
" Aziz ayo sayang " kata Yuna yang melihat Aziz bersama Anis dan Mikha
Entah apa yang mereka bicarakan
" Ya umi " kata Aziz yang berjalan pelan mendekati Yuna .Setelah selesai bicara pada dua pelayannya itu
" Ayo naik , umi tak akan lama disana " kata Yuna menghibur Aziz
" Ya umi " kata Aziz Yang terlihat sedih
Namun ia menutupinya Lalu mengusap perut Yuna .Malik yang masuk ke mobil Yang melihatnya mengusap kepala Aziz
" Kita ngak akan lama disana sayang, , Aziz jaga umi ratu ya " kata Malik
" Ya abi, tolong jaga dua adik Aziz ya " kata Aziz
" Ya nak " kata Malik memeluk tubuh mungil itu .
" Kami sayang Aziz umi dan abi pasti akan merindukan Aziz " kata Yuna ikut merangkul Aziz
" Aziz juga sayang umi dan abi " kata Aziz memeluk Yuna dan lalu memeluk Malik .Karna ia pasti akan merindukan
Abi dan uminya
__ADS_1
Lalu mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Mikha dan Anis yang duduk di belakang hanya mendengarkan pembicaraan
para tuan nya.
Hampir satu jam di jalan mereka pun Menurunkan Malik dan Yuna lebih dulu Dan menyuruh Mikha dan Anis menarik koper Sedang Aziz di gendeng Yuna dan Malik Menuju tempat cek in tiket ..
Arjun dan Arjan menghampiri mereka setelah memarkirkan mobil ditempat yang aman Dan lalu masuk keruang tunggu .
Sedangkan di kampus Maryam lagi mengamuk di ruangan Yusuf karna Yusuf baru mengabari Maryam setelah Malik berangkat
" Kau jahat suf, kenapa baru bilang sekarang Malik pergi " kata Maryam kesal
Karna Yusuf tak memberitahukan nya tentang Malik yang di rolling ke daerah lain
" Maaf Mar Ana juga baru tahu hari ini ." kata Yusuf yang menutup rapat semuanya.. Dan membuat siswa Malik juga banyak yang bersedih .
" Ah sial kau pasti sengaja kan suf sekongkol dengan Billa menyembunyikan semua tentang kepergian Malik biar Ana tidak tahu " kata Maryam kesal
" Huh...... Mar sadar lah Malik sudah beristri Dan lagi Ubaid sudah mau tuh jadi laki antum " kata Yusuf
" No .... sorry ya ngak sudi ana " kata
Maryam
" Terserah deh atur manis saja ' kata Yusuf Yang tak ambil pusing Karna ia lega akhirnya Malik sudah berangkat
Lalu pergi keluar dari ruangan Yusuf
Billa yang berpapasan dengan Maryam hanya tersenyum Sedangkan Maryam memasang wajah ditekuk cuek melewati Billa tampa menyapa
" Ih kok gitu sih apa dia marah " kata Billa
" Biasa Bill dia kan bucin sama ustad Malik cinta mati " sindir Najwa
" Hei ....mending gue, nah lho wanita
gatel sudah berhijab Tapi masih nyosor nyosor " kata Maryam bicara keras
" Astagfirullah gila antum ya Mar " kata
Najwa kesal Yang membuat Maryam
berbalik lalu melempar sepatu .pada Najwa .
" Astagfirullah aladzim kalian ini Malu
ini kampus ini Kampus ini Al Azhar " kata Billa pada keduanya .
" Ya kami tahu Bil , dosen juga manusia perlu cinta dan pernah patah hati Buktinya antum juga di tolak Malik kan Jadi nggak usah ikut campur " kata Maryam
__ADS_1
" Ya Allah Mar , ana tak ada maksud membela siapapun .Tapi mengingatkan . kalian saja. kalo kita ini dosen bukan abg labil " kata Billa
" Tahu ah, tuh urus teman mu tuh ." kata Maryam
" Hei ..... mending antum pergi deh Disini ngak ada teman antum Tapi nyinyir sendiri
" kata Najwa .
" Iyalah ngak perlu teman , ana lebih baik dari antum yang syar i rapi gatal gatal .
" kata Maryam lalu pergi dari tempat itu
" Astagfirulah tuh anak ya , makin parah saja dia " kata Najwa
" Sudah wa ayo pergi " kata Billa yang cuma bisa mengelengkan kepala Lalu mereka pun kembali melangkah menuju keruang dosen .
Di saranjana sore ini Ghani sedang menyiapkan semua perlengkapan furniture di rumah calon guru Alif Yang akan datang besok siang .Karna sekarang pesawat sudah dikirim bersama para ajudannya Yang sudah berangkat ke Yaman untuk menjemput. sang ustad
" Paman , kenapa warna krem sih kenapa ngak hijau saja biar warnanya hidup
Dan gorden pink hijau saja " kata Alif
" Ya yang mulia kita akan pakai pink dan hijau ya " kata Ghani yang memang bingung memilih warna
" Hore ....... Alif suka paman Karna
Alif pengen main kesini bila selesai belajar bisa main sama ustad " kata Alif
" Ya tuan ku " kata Ghani tersenyum.
" Hehehe tapi jangan bilang abi . ya paman ....kok gitu kan Alif serius bisa belajar sambil bermain Kaya Kak Yuna dulu " kata Alif
" Ya pangeran Ayo kita lihat gorden nya dulu " kata Ghani Yang lalu keluar dari rumah baru guru baru Alif
" Ok paman " kata Alif yang sekarang sudah terlihat tumbuh menjadi remaja tangung
Lalu kedua nya itu pergi menuju mobil Untuk kembali ketoko gorden Untuk menukar gorden yang sesuai keinginan Alif yang bermotif bunga bunga hijau pink. Agar terlihat lebih cantik
Sedangkan di sebuah hotel Yuna baru saja istirahat Karna mereka sudah dijemput para santri pondok yang akan mengantar mereka kebandara Yaman murid ustad Aska dan Imran Mantan senior Malik dulu. Ketika ia mengajar selama 3 bulan ketika latihan dakwah
" Apa mengantuk " kata Malik
" Ngantuk bi dinda istirahat dulu ya " kata Yuna
" Ya istirahat lah " kata Malik yang tak mempermasalah Yuna yang ingin tidur Karna mereka akan dijemput jet pribadi kerajaan saranjana .Dan ia masih bisa mengendong Yuna kalo pun istrinya itu tertidur pulas .
" Mhem .... " kata Yuna yang sudah memejamkan mata Yang membuat Malik menyelimuti sang istri dan tak lupa mendoakan nya walau Yuna sudah berdoa .Agar sang istri selalu aman
**** maaf telat up date karna tadi sore harus bersih dapur rumah karna bocor hehehe ..yang membuat waktu menulis terganggu karna angin ******
__ADS_1