
Di kampus tempat Malik mengajar Banyak orang yang ingin ikut berlomba Karna mereka akan mendapat hadiah dan doorprize Yang membuat setiap warga senang bisa ikut untuk mendapat hadiah
" Ye..... akhirnya kita bisa ikut " kata Aziz Alif dan Azizah yang ikut melihat acara
Karna uminya menyuruh Aziz untuk ikut Dan Yuna akan ikut menyusul mereka nanti Untuk melihat acaranya pesta nya
" Nona yakin kita ikut nonton nih " kata Mikha menyiapkan tas bayi Ulya dan susunya
" Iya Mik , nis kalian juga bisa ikut ber lomba " kata Yuna yang ingin keluar rumah Dan ingin melihat acara di kota itu sambil menghubungi para sahabatnya
" Apa bayi Ulya juga ikut nona " kata Anis
" Iya dong " kata Yuna Lalu berganti pakaian yang longgar agar nyaman karna perutnya tak sebesar bayi Ulya belum lahir.
Malik yang berkumpul dengan teman sesama dosen nya asyik menonton setiap perlombaan yang di lombakan Dan panitia nya para mahasiswi nya
" Mal.... ayo ikut " kata Zakaria
" Antum saja ana malas " kata Malik
Tersenyum duduk tenang di kursi penonton
" Yah payah antum kan seru " kata Zakaria mencari teman untuk bertanding
" Yang lain saja " kata Malik
" Terlalu tua kan mau main balap karung " kata Zakaria
" Hahaha ......cari siswa yang bisa diajak kar " kata Malik tertawa
" Dimana , pada ngak ada nih " kata Zakaria
Sedangkan Yuna dan Alea menonton sambil mengendong bayi mereka masing masing .Helen dan Laras juga Ani ikut serta menemani mereka Karna ini kesempatan mereka melihat kemeriahan pesta kota kaum saranjana .
" Oe.... Oe....." kata Azzam ingin turun
" Ngak de, itu buat orang tua nanti kalo ada buat bayi Ade boleh ikut " kata Alea tahu Azzam ingin ikut
" Al biarin Azzam penasaran kan biar heboh suruh turun " kata Helen
" Jangan malah ricuh nanti " kata Alea mendekap Azzam dalam gendongannya Begitu juga bayi Ulya di gendongan Yuna duduk tenang melihat lomba Tampa berkedip Karna disana ia melihat Aziz Alif dan Azizah '
" Hore kak Alif menang " kata Azizah Yang membaur bersama rakyat biasa
Karna mereka memakai pakaian sederhana
Dan anak anak yang ikut lomba pun Sangat antusias untuk mendapat kan hadiah uang dan Emas .. Begitu juga Aziz Yang ikut tebak kuis ilmu pengetahuan. Untuk berpartisipasi
__ADS_1
Sedang kan Malik cukup kaget melihat Aziz putra angkatnya itu seperti orang biasa ikut berbaur bersama Alif dan Azizah . Dan cukup banyak mendapat hadiah . Hingga sampai akhir nya Ada lomba bayi sehat yang membuat Azzam
Dan bayi Ulya ikut turun
" Aziz ...... lihat ade mu " kata Azizah membuat Aziz tersenyum .
Alea dan Yuna yang asyik ngobrol tak sadar dua bayi nya sudah menghilang Dari .pangkuan sang umi Yang mendekati sang kakak . Dan itu membuat Malik cukup kaget . Karna dua bayi nitu kompak berjalan sambil tersenyum .
" Sini de , ayo ikut berlari tuh main kelereng " kata Aziz yang melihat anak bayi memasukan kelereng dalam botol
Dan Azzam ikut turun untuk lomba Sedangkan bayi Ulya ikut membawa kelereng dengan sendok .
" Alea kenapa mereka ada disitu ? Allahuakbar mereka bisa jalan Al " kata Yuna kaget .
" Ya ngak aneh yun, memang bayi disini dua hari sudah bisa jalan Apa lho belum tahu itu " kata Alea
" Ngak " kata Yuna bingung
" Ya sudah ayo turun kita hampiri mereka " kata Alea
Malik pun ikut mendekati anak anaknya yang menang dalam lomba Sedangkan Yuna tak percaya kalo bayi Ulya bisa berjalan dan berlari .Yang membuatnya melongo ketika bayinya ikut bermain kelereng .
" Astaga begini ya anak jin kaya anak sapi lahir langsung bisa berjalan dan berdiri " kata Yuna tak habis pikir
" Hehehe...... kaget ya beb sudah ngak usah dipikir kita lihat saja mereka ikut bermain " kata Alea .
" Ya gue shock aja Al tak menyangka itu bisa terjadi dalam hidup gue Al " kata Yuna Yang berpikir apa putra nya akan sama dengan putrinya .Karna Alam mereka berbeda begitu juga kemampuan mereka
Di sebuah danau Rustam dan karya yang memancing asyik dengan Kailnya Dan mereka tak menyadari sedari tadi Dua mahluk kasat mata memperhatikan
mereka .
" Gr....... apa kita harus menakutinya" kata sang teman
" Kau saja mereka hanya orang bodoh Yang memancing ikan " kata sosok hitam
" Tapi kita butuh raga nya , bagaimana kalo kita masuki . Dan tidur dengan istri mereka . Sudah lama kita tak tidur dengan lawan jenis " kata sosok siluman
" Ya tapi kita ikuti dulu sampai rumah " kata sosok hitam itu
" Ya ... ayo kita tunggu mereka dari pohon itu " kata sang teman
Krak........Krak...........
"' Tam kok aneh pohon nya bergoyang padahal tak ada angin " kata Karya
" Shut....... kita baca ayat kursi saja " kata Rustam yang lalu komat kamit membaca doa begitu juga Karya
__ADS_1
" Brak.......... krak ...... byur...... dahan pohon pun patah dan dua sosok itu jatuh dan lari karna Kepanasan mendengar doa kedua nya
" Aaa ........ gr........ mereka muslim " kata sosok hitam
" Iya ...... huh.... panas .....sial " kata teman nya Yang membuat mereka terjatuh di sungai Yang membuat Karya Dan Rustam saling pandang Karna tiba tiba dahan itu patah tiba tiba .
" Astaga tam ayo pulang " kata Karya merinding sambil menarik kailnya
" Yuk ...perasaan ku nggak enak " kata Rustam yang lalu menghidupkan mesin motor perahu mereka dan pergi dari tempat itu
" Kok bisa ya tam, dahan patah tampa sebab " kata Karya
" Ngak tahu Kar mungkin umurnya sudah mau patah sendiri " kata Rustam
" Apa bukan setan " kata Karya
" Wallahu alam Kar, ngak tahu juga " kata Rustam yang tak mau bicara masalah mahluk astral apalagi sudah mulai senja.
Tak lama mereka sampai di pinggir pelabuhan kayu Dan lalu menambatkan Perahu motor mereka Namun tiba tiba seekor ular besar menuju pada dua pria itu yang membuat Karya langsung menembak nya dengan senapan angin .
Dor ..... dor...... dor ....
Ular itu pun langsung hilang yang membuat Karya dan Rustam lari terbirit birit meninggal perahu mereka .
" Aaaa ............ ular ......ular ...." kata Rustam tergopoh gopoh sambil membawa karung hasil pancingan nya
" Ya Allah pasti itu ular siluman Ayo pulang " kata Karya bergegas melangkah di jalan setapak yang sunyi .
" Gila .... bikin jantungan saja , untung selamat aku jadi ingat kejadian dulu kita di ganggu hantu dan jin pas sama Yuna itu kar " kata Rustam
" Ya tapi ini kaya nya siluman ular tam
Hi..... jijik lihatnya " kata Karya yang cukup phobia dengan ular
" Ck....punya ular takut ular " kata Rustam
Yang sudah biasa bertemu ular Tapi bukan ular siluman
" Yah .... kau ini tam, punya ku ngak berbisa yang tadi ular berbisa kalo meniduri perempuan pasti anaknya juga ular " kata Karya tertawa
" Ck dasar bodoh sama saja punya mu tuh ada tiga buntut nya . Bilang ngak berbisa bukti nya bini lho hamil lagi. Sedangkan Yang tadi masih jomlo dia pengen ketemu lho karna mau bersaing ular ketemu ular " kata Rustam tertawa
Sambil berjalan menuju pulang
" Astaga manusia gila masa kita jadi bahan candaan mereka bukan nya takut malah jadi omongan " kata sosok hitam
" Hue ......sial tuh masa ular ku suruh ketemu ular nya dia hi...... ogah amit amit masa aku suruh jadi siluman melambai " kata sang teman
__ADS_1
" Hahaha...... bencong kali " tawa sosok hitam terbahak bahak Lalu pergi menjauh meninggalkan pinggiran hutan itu .
" Enak aja mana ada setan jadi bencong manusia tuh yang banyak " kata sosok hitam yang ikut pergi karna kesal Niat nya mengusili dua manusia itu malah mereka tak punya rasa takut sedikit pun