Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 276


__ADS_3

Aziz kembali masuk kedalam dan mengetuk pintu kamar Yuna .


" Masuk " kata Yuna sambil merapikan mejanya


" Umi ......" kata Yuna menoleh pada pria tampan itu.


" Hai....sayang sini, Aziz baru datang " kata Yuna tersenyum


" Ya umi abi kemana ?" kata Aziz


" Abi mengantar bang Farhan dan Farah pulang apa Aziz belum tahu mereka kembali hari ini ke Yaman ." kata Yuna


" Sudah tapi Aziz lupa kalo hari ini untungnya ia sudah memberi hadiah pada kedua saudara angkatnya itu


" Bagaimana kabar umi ratu apa beliau baik baik saja " kata Yuna


" Umi sudah sehat trimakasih abi dan umi sudah membantunya .Umi ratu dalam masa pemulihan " kata Aziz .


" Alhamdulilah " kata Yuna .


" Umi ....Aziz lapar apa Aziz boleh makan bola bola daging seperti tempo hari " kata Aziz menatap Yuna


" Hahaha ..... maksud Aziz bakso berkuah atau hanya pakai saus di cocol " kata Yuna bertanya sambil tertawa kecil .


" Dua duanya " kata Aziz tersenyum .


" Nis ada yang lapar ayo kita masak bakso " kata Yuna


" Hah .... bakso !! siap nona " kata Anis Yang juga menyukai makanan bulat itu . Padahal bangsa jin tak punya makanan seperti itu


" Ayo kita kedapur " kata Yuna yang mengandeng Aziz lalu menuju dapur


Mikha yang baru keluar kamar mandi di dapur . Ikut membantu Anis membuat


makanan kesukaan nona nya itu Karna masih ada daging untuk menambah kuah


Yang membuat rasanya makin gurih


Dan Aziz duduk tenang menunggu nya dengan sabar Ketika Yuna membuat bumbu kuah bakso Yang membuat bau wangi tercium seluruh dapur .Setelah matang Yuna pun menyuguhkan nya di depan Aziz Dan menambahkan satu mangkok lagi tampa kuah untuk di cocol dengan sambal .


" Mhem......yummy ....." kata Aziz senang sambil mulai memakannya .


" Wah ...... kok enak ya buat abi mana " kata Malik yang lalu mengambil .satu bakso mengunakan garpu dan langsung memakannya


" Abi itu punya Aziz .abi minta umi " kata Aziz menarik mangkok nya


" Eh....kok sama abi pelit " kata Malik

__ADS_1


" Hehehe.....ngak tahu tuh bi, anak jin kok suka bakso jaman milenial kali ya." kata Yuna terkekeh


" Tahu ....abi malah kaget , dinda abi mau juga ya .Yang banyak daging tetelannya mangkok besar " kata Malik tak mau kalah dengan Aziz .


" Nona kami juga " kata Arjun dan Arjun yang baru muncul karna Melihat Anis dan Mikha juga ikut makan


" Nis Mik tuh..... layani " kata Yuna terkekeh melihat Arjun dan Arjun yang menelan salivanya melihat Aziz makan dengan lahap tampa memperdulikan keduanya


" Tuan muda ....kok lahap sekali ya " kata


Arjun Menarik kursi duduk di sebelah Aziz Dan melirik Aziz yang sedang asyik makan


" Mau bilang aja paman......tapi punya Aziz sudah tak bisa diganggu gugat minta bibi saja " kata Aziz cuek


" Hadeh..... ini bocah badan kecil tapi makannya banyak " kata Arjan yang juga ikut duduk .Sedangkan Yuna membawa mangkok besar untuk Malik dan menaruhnya di depan Malik yang melihat Aziz Arjun dan Arjun melongo


" Itu habis tuan segitu " kata Arjan menelan air liurnya


" Hehehe...... kalo ngak pake nasi habis jan


" kata Yuna terkekeh


" Iya dong kan lapar " kata Malik cuek lalu melahap baksonya .


" Abi ..... mau nambah " kata Aziz


" Nona tapi ini yang terakhir " kata Anis Yang menarik sebungkus bakso lagi untuk di masukan panci kuah


" Ngak pa pa Nis, besok kita bikin lagi " kata Yuna yang menggiling daging dipasar


Tapi ia mengadon nya dirumah. Dan itu bisa mendapatkan rasa yang enak. Asli tampa pengawet.


Entah sejak kapan Yuna suka bakso, tapi yamg pasti ia mengidam dan tak bosan memakan nya karna di kairo tak sama dengan di indonesia Kadang kadang juga membuat Yuna membuat sate sendiri kalo ingin memakan makanan asal negaranya Dan Malik cukup mengangumi istrinya itu cukup kreatif dan tak merepotkan Karna Yuna pintar memasak .


Ditempat lain Helen Alea dan Laras sedang asyik berjoget di rumah Alea karna senang ketiganya saling bergaya bak artis sambil berlenggak lenggok membuat polah


Sedangkan para suami duduk diruang tamu sambil rebahan kekenyangan


" Ya ampun bini kita .... bro pada heboh gitu " kata Jafar mengintip


" Biarkan saja para bumil lagi bersenang senang " kata Aldi


" Hehehe..... tapi kaya ikan buntal di " bisik Burhan yang membuat Aldi terkekeh


" Hahaha.....salah satu nya bini lho han , nanti kalo sudah hamil tua tuh kaya pasukan drumband gerak jalan ." kata Aldi tertawa geli


" Aish..... kalian ini Harap maklum nama nya juga lagi hamidun kan korban rayuan kita juga " kata Jafar terkekeh

__ADS_1


" Ya ...iya lah kan kita hanya bercanda " kata Burhan yang memang senang istrinya bisa hamil lebih cepat dari perkiraan nya


" Iya tapi kok bisa ya mereka bawa tuh perut , nanti keluar nya lewat mana ?" kata Jafar .


" Hah ......iya kan bayi nya besar " kata Burhan ikut berpikir


" Hahaha....... bingung bingung tuh kalian bisa bikin doang Tapi bingung nyari pintu keluar .Nah dipikir tuh lewat mana ?" kata Aldi terbahak bahak .Karna dua temannya bingung Dan memang tak tahu bagaimana perempuan bisa melahirkan


" Lewat mana ?" kata Burhan dan jafar kompak


" Ya tanya lah pada istri kalian sendiri " kata Aldi masih tergelak .


" Dasar jin dan hantu koplak , pintar nyari duit doang ngak pake logika " kata Aldi dalam hati .


Burhan dan Jafar saling pandang lalu menatap Aldi


" Lewat mana di ?" kata Burhan


" Ya lewat jalan yang sama lah " kata Aldi santai .


" Hah ..... jalan yang sama ?" kata keduanya kaget


" Jangan bercanda di ngak mungkin masa lewat situ juga Trus kita ngak bisa main lagi dong " kata Jafar


" Dasar tuh otak kurang satu ons ya, ya iya lewat pintu yang sama memang mau lewat mana lagi ni pengan jari lho masukan ke lubang hidung " kata Aldi menyuruh Burhan dan jafar


" Heh .... buat apa ?" kata Jafar bingung


" Ya masukan saja coba dari jempol sampai kelingking bisa masuk ngak " kata Aldi


" Begini " kata Burhan mengupil .


" Iya itu buat pelajaran biar kalian tahu. Tuh hidung elastis kan kelingking masuk dan jempol juga masuk .Nah begitu juga mereka jadi pintu nya lewat situ. Sudah brojol kembali lagi seperti semula " kata Aldi menjelaskan dengan logika


" Alamak..... begitu ya " kata Jafar


" Iyalah " kata Aldi


" Aish......trus kita puasa dong kalo mereka brojol " kata Burhan lemas .


" Iya anggap saja dua bulan puasa ramadhan " kata Aldi


" Hah..... dua bulan pusing kepala awak di di , mana tahan " kata Jafar


" Ya gigit jari lah " kata Aldi tertawa ngakak melihat wajah dua teman nya itu terlihat masam


" Mati aku " kata Jafar menepuk jidatnya

__ADS_1


Yang membuat Burhan terkapar di sofa dan Aldi hanya bisa tertawa pada polah dua teman nya itu..


__ADS_2