Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 116


__ADS_3

Rahmah pun tersenyum lalu duduk dihadapan Yuna dan Fatma


" Hahaha...... maaf " kata Rahmah


"' Senang banget ya bikin latah orang " kata Yuna pada sepupunya yang kuliah di unlam itu


" Bercanda kak gimana rasanya pengantin baru Apalagi sama ustad lulusan Kairo " kata Rahmah .


" Biasa " kata Yuna santai


" Bukan biasa Yun, itu luar biasa orang tetangga sini sampai nyinyir bergosip Apalagi si Nisa yang juga istri ustad sempat menyindir kita pas kondangan katanya kamu pake minyak pelet dari kampung dayak lantaran dia dapat ustad Lokal ngak dapat ustad lulusan luar negri " kata Rahmah


" Ya biarin aja mulut nya itu kan dia yang dosa bikin fitnah , Ngak usah ngiri sama rezeki orang. Ngak mungkin kan Allah ngasih rezekinya salah alamat .sesuai jam dan hari. Bisa pusing malaikatnya ngantar " kata Fatma


" Iyalah ngak mungkin juga ada rezeki nyangkut di pagar rumah " kata Rahmah terkekeh.


" Trus buat ku mana nih kok cuma buat mama " kata Rahmah menyindir.


" Yuna pun membuka dompet dan mengeluarkan uang 10 lembar ratusan dan memberikan nya pada Rahmah yang membuat Rahmah tersenyum


" Alhamdulilah rezeki anak sholehah Dapat rezeki juga nih buat beli Hp " kata Rahmah


" Eh jangan kalo hp ambil aja nanti kerumah umah Aku masih punya satu yang baru masih gress belum di pake " kata Yuna .


" Wah benaran nih mau mau " kata Rahmah senang . Setelah itu mereka pun ngobrol bersama Dan Yuna pulang diikuti Rahmah Yang lebih dulu kerumah Fatma mengambil tas ranselnya Lalu kerumah umah .


" Sini masuk " kata Yuna menyuruh Rahmah masuk kamar dan memberikan ponsel baru yang ia beli ke sepupunya itu.


" Wah benaran masih baru trimakasih ya " kata Rahmah senang lalu Yuna juga memberi kan dua gaun cantik untuk Rahmah .


" Alhamdulilah dapat banyak " kata Rahmah senang yang juga dapat tas branded.


" Makasih ya Yun mudahan rezeki mu berlimpah " kata Rahmah yang bergegas memasukan nya dalam plastik besar lalu cepat cepat pamit membawanya pulang .


" Aamiin ..Hati hati " kata Yuna ketika mengantar Rahmah sampai teras Yang membuat umi Farhan membuang nafas kasar karna adik iparnya itu berbagi hadiah ..


" De kok aku ngak dapat tas " kata umi Farhan pada Yuna .


" Umi......" tegur abi Farhan


" Iya abi cuma bercanda " kata umi Farhan . Yang duduk membaca kitab


Yuna hanya tersenyum lalu masuk kekamar dan membuka tas ranselnya lalu mengambil kotak perhiasan Lalu kembali keluar dari kamar dan duduk disebelah kakak iparnya


" Ini untuk kakak mudahan bermanfaat " kata Yuna menyodorkan kotak perhiasan pada umi Farhan yang dilirik sang suami


" Masyaallah benaran de " kata umi Farhan senang tak menyangka adik iparnya itu memberinya perhiasan

__ADS_1


"' Iya " kata Yuna


" Alhamdulilah ada juga yang ngasih perhiasan bagus " kata umi Farhan senang karna milik nya sudah terjual .


" Trimakasih ya de " kata umi Farhan senang lalu menyuruh Yuna langsung memasangnya


" Assalamualaikum " kata umah dan abah


" Walaikum salam " kata semua orang dalam rumah .


"' Wah .....lagi make perhiasan baru nih " kata abah .


" Ngak bah mana punya uang beli ini di kasih de Yuna " kata umi Farhan Yang membuat abah umah menatap Malik ketika baru masuk .


" Lah kenapa melihat Malik " kata Malik


" Itu de umi Farhan di kasih hadiah sama istri de Malik " kata abi Farhan merasa tak enak .


Malik hanya tersenyum menatap istri nya itu..Yang ngak aneh baginya kalo sang istri berbagi .begitu juga pada sang umah


" Ya tinggal bilang trimakasih pada yang ngasih kan Karna ngak mungkin Malik pake perhiasan " kata Malik yang duduk disebelah sang istri melihat sang kakak tersenyum padanya


" Ih ....genit " kata Malik .Yang membuat kakaknya tersenyum manis


" Cantik ngak abi " kata umi Farhan pada suami nya


" Lansung geer pasti " kata Malik yang membuat semua orang tertawa termasuk Yuna


" Abi mau minum " kata Yuna


"' Ngak sudah tadi " jawab Malik


" Tapi pertanyaan nya salah " kata Malik


" Hah ...kok bisa " kata Yuna


" Nanya nya abi mau dipijit ngak kan tadi capek nyetir bolak balik " kata Malik yang membuat umah dan abah tergelak bersama


" Modus itu mah , mau nya nyambi pijit plus plus tuh yun " goda sang kakak.


" Ngak masalah sudah sah ini " kata Malik santai sambil memainkan alisnya .Yang membuat Yuna tersipu malu.


" Sana istirahat Mal kalo capek " kata abah ..


" Iya bi kan nanti sore kita mau antar tiripan Alea " kata Yuna


" Hah ....apa mereka kesini lagi " kata Malik menatap lekat Yuna

__ADS_1


" Iya nanti ambil kue titipan di rumah kak Fatma " kata Yuna .


" Banyak din" kata Malik


" 50 kotak bi sekalian " kata Yuna yang ingin memberi pihak istana juga ..


" Ya sudah yuk istirahat dikamar temani abi " kata Malik yang ingin bebas ngobrol berdua .


" Umi abah kita kekamar ya " kata Malik


" Mhem ....... jadi juga dipijit nih " goda sang kakak


" Jadi lah " kata Malik cuek merangkul sang istri. masuk kamar . Sedangkan abah dan umah hanya tersenyum


" Bagus umah " kata umi Farhan


" Bagus simpan buat pegangan " kata umah Yang tahu menantunya itu tidak pelit .Karna miliknya pun dibelikan sang menantu .


*********


Sorenya setelah sholat ashar Yuna dan Malik kerumah Fatma .Karna Alea sudah memberi kode Dan memasukan semua kue ke bagasi di mobil belakang Karna hanya Helen dan Alea yang datang Dan Malik juga Yuna bisa ikut sekalian .


Wus......wus.......wus.......mobil pun langsung menghilang tampa terlihat


Hanya 3 menit mereka sudah sampai di depan rumah Alea yang membuat Malik kaget kalo rumah Alea sangat besar dan mewah .


" Masyaallah " kata Malik yang melihat kemewahan tiap rumah dikota saranjana belum ada apa apa nya dengan yang ada Banjarmasin..Yang rata rata memakai kayu biasa dan belum bisa bertingkat tingkat karna banyak sungai dan rawa.


" Abi nanti kita main kekota ya .Sekarang masuk dulu " kata Yuna yang sudah terbiasa dengan rumah Alea dan memberi pesanan Alea dan Helen tak lupa untuk Laras dan sisanya untuk diantar ke istana .


" Mhem yummy ...enak banget rasa nya " kata Helen yang memakan kuenya .


" Iya kue mahal " kata Alea Yang dapat gratisan banyak sekitar 7 kotak .


" Hei....... Yun bagi resepnya biar kita bisa beli bahan dikota baru bikin " kata Helen.


" Ya kapan kapan ya aku lupa nanya " kata Yuna


Sedang kan Malik menatap taman . Sambil duduk santai mendengar kan obrolan para wanita Karna takjub tak percaya karna bisa melihat kota saranjana yang hanya jadi pembicaraan orang dari mulut ke mulut .


" Allahuakbar " kata Malik bersyukur karna bisa menyaksikan kebesaran Allah yang menciptakan dunia dan isinya dengan macam mahluk yang kasat mata. Dan bentuk kotanya yang sulit di rangkai dengan kata kata


" Ini sebuah keajaiban Allah karna mereka bisa membangun kota mereka sendiri " kata Malik Yang tahu semuanya terjadi di luar nalar manusia .


.


.

__ADS_1


__ADS_2