Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 316


__ADS_3

Amar pun lalu duduk disisi ranjang


" Tidurlah sudah malam ." kata Amar Yang sudah mengantuk karna lelah seharian menerima tamu.


" Ya bang " kata Nurul lalu naik keatas ranjang .Dan Amar pun berbaring setelah


Nurul berbaring disebelah nya .


Nurul melirik Amar sekilas suaminya itu terlihat tenang tampa reaksi apapun


Dan Nurul pura pura memejamkan matanya .Sampai akhirnya ketiduran


Paginya Yuna cukup kaget ketika terbangun dia sudah ada dikamar baru


" Pasti abi belum pulang " kata Yuna yang bergegas bangun dan berwudhu untuk sholat karna sudah setengah 6 pagi


Selesai sholat Yuna pun melipat sajadah dan rukuh nya bersamaan Malik yang masuk ke kamar


" Eh .....pintar nya istri abi sudah bangun Maaf tadi abi lupa " kata Malik memeluk Yuna dari belakang .


" Kenapa sering lupa sih bi " kata Yuna berbalik menatap Malik


" Karna tadi abi juga kesiangan Anis tidur di kamar tamu Tadi sudah beli nasi kuning dan lontong .Apa dinda mau sarapan sekarang " kata Malik mengecup bibir Yuna lembut


" Nanti ya bi Yuna masih kenyang tadi malam banyak makan " kata Yuna


" Ya sudah sini abi mau ngomong sesuatu sama dinda " kata Malik Yang ingin membahas masalah janji bantuan nya pada Amar


" Apa " kata Yuna


" Kemaren kan dinda sudah ngasih sumbangan tapi abi belum . Nah kalo abi tambah lagi ngak masalah kan " kata Malik karna uang Yuna masih banyak di rekening Malik


" Abi mau tambah berapa " kata Yuna


" Karna perkiraan abi Tamu nya cukup banyak abi tambah 40 ngak pa pa kan Karna takut kurang " kata Malik yang tahu Amar masih baru mengajar


" Kenapa ngak abi genapkan 50 saja " kata Yuna


" Boleh asal dinda iklas " kata Malik menatap sang istri


" Insyaallah dinda iklas " kata Yuna tersenyum Yang membuat Memeluk istrinya dengan rasa sayang karna ia tahu Yuna tak pernah perhitungan

__ADS_1


" Ya sudah nanti abi tarik di bank sama Amar " kata Malik mencium pucuk kepala Yuna .


" Bi dinda , mau tidur sebentar lagi ya " kata Yuna


" Ya makanya tadi abi ngak mau bangun kan ya begini ini kali tidurnya belum matang " kata Malik mencium bibir Yuna Yang membuat Yuna kaget karna tangan suaminya itu mulai liar .


" Olah raga dulu ya biar nanti tidurnya pulas " kata Malik berbisik pelan


" Abi mpt.......mpt......"


Yuna pun hanya pasrah dikerjai suaminya itu Yang cukup ganas bila sudah di buru nafsu Dan Malik biasa nya terlihat lebih segar setelah olah raga paginya puas Setelah tersalurkan dengan baik


Dan entah berapa lama mereka melakukan nya . Yuna pun kembali tertidur ..Dan Malik keluar untuk sarapan setelah sempat membersihkan diri terlebih dulu


" Tuan apa nona belum bangun " kata Anis


" Biarkan saja nanti bangun sendiri. Anis bantu umah saja ya " kata Malik Yang masih dengan rambut basah yang terlihat jelas Membuat Anis bisa mengerti .


" Yuna mana Mal " kata umah ketika Malik makan sendiri


" Masih tidur umah " kata Malik


Umah yang melihat putranya habis mandi pun hanya menarik nafas dalam Karna tahu apa yang sudah terjadi .


" Kau ini Mal jangan terlalu sering kasihan capek " kata umah


" Lah bukan nya lebih bagus umah Buat buka pintu biar lancar " jawab Malik


" Ish kau ini pintar saja menjawab Mal .


Kan Yuna juga capek " kata umah


" Tapi kan dinda mau umah " kata Malik terkekeh


" Ya itu mah keenakan yang laki .Mal kita perempuan kan ada waktu jeda istirahat " kata umah


" Santai umah kan mumpung ngak rewel kalo rewel Malik puasa " kata Malik


" Makanya jangan di bikin rewel kasihan mantu umah dia lagi hamil perasaan nya sensitif " kata umah


" Ya umah " kata Malik yang lalu menghabiskan sarapan pagi nya dengan lahap Karna lontong sayur memang kesukaan nya

__ADS_1


************


Sedangkan di kamar Amar. Nurul baru saja dari dapur membantu mertuanya menyiapkan sarapan. Dan Amar baru kembali dari Masjid Karna sempat ngobrol dulu dengan Ali


" Sudah mandi de" kata Amar melepas kopiah dan baju koko nya


" Belum bang tadi bantu umi di dapur " kata Nurul yang sebenarnya ingin mandi Tapi karena Amar datang ia pun mengurungkan niat nya .


" Buka saja kenapa ditutup " kata Amar Yang belum melihat Nurul melepas hijab nya Lalu mendekat Nurul yang membuat Nurul gugup setengah mati


"' Kenapa kan suami sendiri " kata Amar lalu mengecup bibir Nurul


" Bang .... " kata Nurul yang sedikit mundur membuat Amar tersenyum lalu makin memepet Nurul dan kembali mencium nya lalu menyingkap jilbab Nurul dan ....


" Astagfirullah " kata Amar yamg melihat rambut pendek Nurul dengan cat warna ungu Seperti megaloman


"' Kenapa rambut de nurul warnanya ungu " kata Amar kaget


" Maaf bang itu .. " kata Nurul tertunduk Karna memang Nurul mengecat rambutnya bersama teman temannya untuk bertaruh dalam pondok


" Ok ngak masalah " kata Amar yang mendorong Nurul ke atas ranjang dan lalu langsung menindih nya yang membuat Nurul tambah gugup Dan Amar tak perduli sambil tangan nya mencari tempat tempat titik kelemahan Nurul sampai bagian atas terlepas dan terlihat dua gambar panda mungil yang membuat mata Amar mendelik tepat dibawah dua buah dada Nurul


" Aish kenapa pake tato sih " kata Amar kaget lagi


" Itu ...." kata Nurul gugup namun Amar Yang sudah keburu nafsu pun cuek


" Itu urusan nanti " kata Amar dalam hati Yang lalu membuka bagian bawah


Amar pun mencoba membuat Nurul nyaman Agar bisa melakukan penyatuan Namun mata Amar lagi lagi dibuat kaget karna di paha sebelah kanan sang istri tertulis tulisan " di larang masuk kecuali yang punya burung "


" Inalilahi " guman Amar geli bercampur kesal Namun cukup lega setalah penyatuan Yang membuat Amar tersenyum setelah puas .


" Ya allah aku pikir dia gadis alim Tapi tomboy bagaimana bisa ada yang beginian sih di dalam pesantren berbuat aneh begitu " kata Amar membatin Yang lalu bergegas mandi setelah di telpon Malik


" Abang perlu penjelasan de nurul nanti kenapa tuh rambut di cat ungu Dan kenapa ada tato Dan tulisan tuh dekat sarang abang . Untung nya abang punya burung " kata Amar menatap Nurul


Nurul yang ditatap hanya menunduk diam tak menjawab Yang masih berada di bawah selimut Karna lelah dan masih merasa kan sakit


" Abang pergi dulu assalamualaikum " kata Amar Buru buru keluar kamar


" Walaikum salam " jawab Nurul lemah Yang lalu bergegas bangun mengunci pintu takut ada yang masuk .

__ADS_1


" Aish akhirnya ketahuan juga " kata Nurul Yang dulu memang tomboy dan nakal


Namun ia masih bisa menjaga diri Karna banyak juga teman nya Yang keluar berubah jadi liar setelah dipondokkan paksa orang tuanya Yang membuat Nurul ikut terseret ikut ikutan Tapi masih dalam batas wajar


__ADS_2