
Kun lalu memanggil semua orang untuk membungkus mayat tuan Ahmet Yang terlihat gosong dan menghitam Bahkan terlihat sangat mengerikan. Dengan tangan gemetaran ia lalu membungkus mayat tuan nya itu bersama pelayan lain.
" Makam kan malam ini juga dan bawa ke gereja Aku mau setelah semuanya bersih . Rumah ini akan menjadi tempat para istri kak Ahmet yang berada dirumah besar Aku ingin mereka tinggal disini dan kau Kun bilang pada baba Karan secepatnya Untuk mengirim pasukan ular ke rumah ustad itu keparat itu ." kata Azat pada Kun
" Tapi tuan...... ." kata Kun Yang takut karna mereka baru saja kalah menyerang ustad itu .Tapi malah menyerang lagi tampa jeda
" Turuti saja perintah ku " kata Azat sedangkan adiknya yang lain hanya terdiam Tak berani bicara karna terlihat Azat sangat emosi. Karna baru kali ini mereka kalah dengan pendatang baru . Padahal mereka sudah 20 tahun tinggal di rumah itu Dan warga di sekitarnya tak ada yang berani melawan mereka .
" Kak Azat..... apa sebaiknya kita tenang dulu " kata Adik bungsu Ahmet .
" Tak bisa kalo kita lengah sedikit saja mereka akan mengusik kita, Dan aku tak akan memberi mereka kesempatan " kata Azat .Yang ingin mengirim ilmu hitam pasukan ular
Yuna sudah tertidur pulas dikamarnya Beda hal dengan Malik yang masih duduk berzikir membaca ayat kursi 7x dalam segelas air putih Dan menuangkan kan nya di setiap sudut rumah .
" Ya Allah ya Rabb jaga rumah kami dari hal hal jahat yang terlihat dan tak terlihat karna kau maha gaib dan maha suci " doa Malik sambil menuangkan air putih itu Dan menyiram kan nya juga di teras rumah. Setelah itu Malik kembali ke kamar nya .
Untuk tidur beristirahat . Karna malam semakin larut dan sudah terasa dingin .
Ses....ssh.....ses.......... Satu jam setelah tidur ular mengepung rumah Malik dan Yuna .Namun hanya di luar tak ada yang bisa masuk dan mereka tak bisa melewati garis pembatas. Bahkan ular itu satu persatu mati dengan sendirinya seperti terbakar dan terluka parah. Bahkan menjadi abu bila nekat masuk teras
" Astagfirulah Al adzim " kata ustad Ali ketika mereka hendak masjid menjelang subuh Yang melihat banyak ular mati di sepanjang jalan .
" Astagfirullah ... ada apa ini ustad " kata salah satu warga yang melihat banyak ular mati di jalan sekitar komplek mereka .
" Entahlah ana tidak tahu .Tapi sepertinya ini bukan ular biasa mereka ratusan dan lihat sepertinya mereka dari rumah ustad Malik " kata salah satu warga Yang melihat ular ular yang berjalan sekarat dari arah rumah Malik dan Yuna .
" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata yang lain Yang melihat dan lalu mereka pun berjalan kearah rumah ustad Malik .
" Astagfirullah ustad ular ular itu mati semua nya Dan itu hanya ada dihalaman saja Tak ada yang menyentuh teras rumah ustad Malik ustad " kata salah satu orang warga yang melihat keanehan itu.
" Masyaallah berarti ini kiriman lagi ustad " bisik warga.
__ADS_1
" Iya ustad dan kudengar tadi malam tuan Ahmet meninggal dan sudah di makam kan setelah dari gereja. Karna ada salah seorang pelayan nya yang berhenti bekerja " kata seorang keamanan perumahan elit itu berbisik pelan pada ustad Ali
" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata ustad Ali membuang nafas kasarnya.
" Berarti benar ustad pasti tadi malam Tuan Ahmet mengirim sihirnya lagi untuk ustad Malik . Apa kita perlu membangun kan nya " kata salah seorang warga .
" Ya kita bangun kan saja mudahan dia baik baik saja " kata ustad Ali yang lalu melewati bangkai bangkai ular ular itu Dan menyuruh para keamanan untuk Membersihkan keanehan itu sebelum para warga lain bangun.
" Waduh ini mengerikan sekali ya Allah akhirnya orang jahatnya mati juga " kata seorang warga .
" Shut ......jangan bicara begitu , kita harus hati hati .Masih ada adik adiknya yang berada dirumah nya " kata Yang lain..
" Hi.....Nauzubillahi min dzalik , untung kita kedatangan ustad muda yang mumpuni . Kalo tidak kezaliman terus berlanjut " kata Seorang bapa tua yang dulu pernah di tendang kakinya Dan kini jalan nya terseok seok .Ulah Ahmet bersaudara. Karna mulai Kepindahan ustad Malik dan Yuna komplek perumahan mewah itu mulai terasa tenang
Sedangkan Yuna terbangun dalam pelukan suaminya .
"Ya Allah .... alhamdulilah rupanya dia masih terlelap " kata Yuna menatap wajah tampan suaminya itu Lalu mengecup bibir tebal milik Malik .
Cup.......
Yuna mengulangi nya lagi Karna sengaja ingin membangunkan suaminya itu karna sudah jam 04 subuh.
" Kenapa dinda nakal sekali ya " kata Malik pelan yang menarik tubuh Yuna erat dalam pelukan nya
" Hehehe. .... maaf abi dinda hanya ingin membangunkan abi " kata Yuna tersenyum. Yang membuat Malik tergoda.
" Baiklah karna kau nakal abi hukum " kata Malik yang lalu ******* bibir mungil Yuna . Dan Yuna pun tak berontak .Dan keduanya memadu kasih menjelang subuh
Dan ketika baru selesai Kamar Yuna pun diketuk dari luar
" Abi mandi duluan ya, Dinda yang buka pintunya " kata Malik yang bergegas masuk kamar mandi .Dan Yuna bergegas memasang baju piyama nya .
__ADS_1
Ceklek.....
" Nona...... cepat lihat keluar sangat mengerikan " kata Anis ketakutan
" Hah. ... ada apa ?" kata Yuna heran
" Banyak ular nona " kata Anis
" Astagfirullah tunggu saya pasang hijab dulu " kata Yuna yang kembali menutup pintu karna ingin memasang hijab nya .
" Aaaa ............." teriak Mikha di luar teras melihat puluhan ular mati .
Sedangkan Arjan dan Arjun membersihkan ular ular mati itu bersama para warga lain
Agar tidak menakuti para umi umi yang beraktivitas pagi .
Yuna yang datang melihat bersama Anis cukup kaget karna teras nya di kepung ratusan ular yang sudah mati .
" Astagfirullah ada apa ini " kata Yuna
" Sepertinya kiriman orang jahat nona " kata Arjan yang membersihkan semua ular ular mati itu .
" Iya ukhti , ini kerjaan orang yang ingin mengusir ukhti dan ustad dari rumah ini. Dulu pemilik rumah ini juga sempat sakit sakitan dan meninggal Lalu rumah ini dijual anak anak nya Dan pembelinya juga sakit sakitan Dan mereka menjual nya lagi karna ngak betah " kata salah satu warga Yang membuat Yuna kaget dengan apa yang ia dengar . Tapi tadi malam Yuna tak merasa kan hal apa pun Begitu juga dengan suami nya . Yang terlihat tidur tenang memeluk nya .
" Ih..... kok seram amat tuan. Kenapa mereka begitu jahat Apa mereka tak takut dosa " kata Anis .
" Bukan takut lagi , Tapi sudah biasa Itu lah sebab nya mereka sering mengusik orang lain dan warga pendatang baru " kata pria itu .
" Ih..... amit amit dasar turunan firaun " kata Mikha bergidik ngeri
Yuna yang mendengar celotehan dua pelayan nya itu Hanya bisa tersenyum. Karna jangan kan manusia Para jin aja takut melihat kezaliman tuan Ahmet yang mengerikan itu.
__ADS_1